
Nisa sudah sampai di gedung yang berdiri kokoh di tengah kota... Nisa melangkahkan kaki nya masuk ke gedung tersebut sambil membawa paper bag di tangannya... Wanita yang tinggi 155cm dan berat 45kg itu menjadi pusat perhatian karyawan yang Melihatnya.
"Emba apa tuan Eric ada di ruangan nya.?" Ucap Nisa rahma pada resepsionis.
"Tuan muda lagi ada rapat nona." Ucap Resepsionis tersebut yang bernama Hani..
"Kalau saya keruangan nya." Ucap Nisa.
"Tapi nona." Ucap Resepsionis itu menahan setelah melihat pak Eko memberi tahu Hani bahwa Nisa adalah istri Tuan muda akhirnya Nisa di izinkan masuk...
"Siang nona, anda mencari sapa.?" ucap wanita yabg mejanya fi depan ruangan suaminya.
"Siang, saya Nisa saya ingin bertemu dengan tuan Eric." Ucap Nisa.
"Nis... Maaf maksudnya nona muda Nisa..." Ucap Rian.
"Kamu, panggil Nisa saja." ucap Nisa...
Sekertaris wanita itu mengerti bahwa wanita ini adalah istri CEO nya... Akhirnya Nisa masuk keruangan suaminya Eric meski suami tidak ada di ruangan nya Nisa tetap menunggu tidak lupa Nisa memberi tahu Rian bahwa dia datang.
"Bu Nia tolong revisi lagi berkas yang di bawa Rian tadi, saya ingin selesai hari ini... Dan kamu Rian tolong laporan tadi segera kamu serahkan." Ucap Eric yang tidak sadar ke hadiran sang istri.
__ADS_1
"Baiklah aku keruangan ku." Ucap Rian.
"Bu Nia, sampai kan ke OB pesankan saya makan siang." Ucap Eric.
"Tidak usah bu." Ucap Rian...
Eric bingung kenapa Rian tidak mengizinkan nya makan siang... bukan dirinya sudah bilang tidak makan di luar akan makan siang di kantor... Eric masuk ruangannya masih tidak sadar dengan ke hadiran istrinya yang dari tadi duduk di sofa.
"Kamu keluarlah aku ingin menghubungi Nisa dulu." ucap Eric tapi Rian malah tetap tidak mau keluar Nisa masih berdiri membelakangi Nisa yang duduk di sofa... Sampai akhirnya panggilannya tersambung dan mendengar bunyi nadanya di ruangannya Eric berbalik...
"Kamu..." Ucap Eric tersenyum senang melihat sang istri di sini...
Eric duduk di samping Nisa dia mencubit hidung sang istri dengan lembut...
"Kenapa kamu datang tidak kasih tahu aku.?" ucap Eric.
"Kalau kasih tahu namanya bukan kejutan, aku juga mau tahu suami aku kalau kerja seperti apa." ucap Nisa.
"Kenapa kesini.?" ucap Eric.
"Aku bosen, jadi aku antarin kamu makan siang untuk kamu." Ucap Nisa.
__ADS_1
"Kamu bosen apa kangen.?" Ucap Eric..
"Hemmmm" Rian berdehem...
"Aku uda lapar ni... Aku panggil bu Nia dulu ya." ucap Rian.
Nisa menyiapkan untuk suaminya dan dirinya sedangkan Rian sudah di siapkan terpisah sama bu Nia juga... Kini mereka makan bersama.
"Wah enak sekali ini nona." Ucap Bu Nia...
"Nisa saja bu." ucap Nisa.
"Gimana bu Nia mau panggil kamu Nisa, suami kamu sudah siap menerkam." Ucap Rian.
"Kamu tidak mengajak Jihan makan siang bersama.?" Ucao Eric.
"Aku sudah kasih tahu Jihan bahwa nona bos datang bawain makan siang." Ucap Rian.
Selesai makan siang Nisa sudah siap ingin pulang tapi di tahan oleh Eric karena Eric juga ingin sang istri ada di sini menemani diri nya soalnya kalau nahan rindu itu berat rasanya tidak enak di telannya juga...
Bersambung....
__ADS_1