TerPaksa Menikahi Duda...

TerPaksa Menikahi Duda...
Episode enam puluh satu...


__ADS_3

Rian yabg sudah menunggu di depan teras yang sudah di temani bu Rina, ibu dari Nisa.... Rian memang cowok romantis tepat janji jadi membuat Jihan jatuh cinta pada dirinya dan Rian juga sangat sopan menghormati orang tua.


"Tunggu dulu ya, biar ibu panggil Jihan..." ucap bu Rina, tapi sebelom di panggil Jihan , Ririn dan Nisa sudah keluar...


"Rian..." ucap Jihan... Rian berbalik saat namanya di panggil...


"Kamu...." ucap Nisa.


"Kamu..." ucap Rian juga....


"Kalian Sudah kenal.?" ucap Jihan...


"Tidak..." ucap Rian dan Nisa bersamaan.


"Jadi apa yang terjadi." ucap Ririn.


"Ini cowok yang aku cerita sama kalian dia sama temennya yabg hampir menabrak aku tapi bukan mobil itu." ucap Nisa.


"Kamu sama Eric keluar malam mabuk.?" ucap Jihan...


"Ngak kami tidak mabuk..." ucap Rian.


"Aku sama Ririn saja pulangnya." ucao Jihan...


"Gara kamu..." ucap Rian.


"Tapi Han... kita tidak sejalan..." ucap Ririn.


"Lebih baik aku antar ya... " ucao Rian...


"Iya Jihan, kamu dengar penjelasnya dulu." ucap Nisa...

__ADS_1


( Boleh juga ni sahabat cewek gue mereka pengertian.) ucap Rian dalam hati.


"Baiklah..." ucap Jihan mengalah.


Jihan dan Rian sudah pergi mobil hitam pajero itu sudah meninggalkan halaman rumah Nisa... Sekarang hanya tinggal Nisa dan Ririn seperti biasa Nisa pergi kerja karena sudah jamnya hari ini Nisa bawa motor karena ke jadian malam itu membuatnya takut juga walaupun dekat.


"Nisa aku pamit ya..." ucap Ririn.


"Oke hati hati ya." ucap Nisa.... Saat sudah di kamar tiba tiba ponsel Nisa berbunyi... Tertulis nama Billi, dengan ragu Nisa menjawabnya.


"Hallo...." ucap Nisa....


Billi meneleponnya dirinya ingin bertemu pada Nisa... Sementara Bu Rina juga menerima telepon dari seseorang yang sudah lama mencari dirinya dan anaknya itu...


"Baiklah..." ucap Nisa... Lalu mematikan ponselnya... Segera Nisa keluar kamarnya dan pamit pada nenek sama ibu nya...


"Nis.... Boleh ibu bicara sebentar.?" ucap ibu Rina pada putrinya.


Tok...


Tok...


"Bu sepertinya Billi sudah datang." ucap Nisa, akhirnya bu Rina tidak jadi berbicara pada putrinya itu...


"Aku pamit dulu ya bu." ucap Nisa lalu mencium punggu tangan ibu dan nenek nya itu lalu pamit untuk pergi bekerja bersama Billi.


"Tante... Nenek saya pamit." ucap Billi... Nisa dan pergi bersama Billi.


"Rin, ada apa kenapa kamu gelisa.?" ucap nenek...


"Anu bu... itu bu, tuan Devan mengajak kita makan malam di rumahnya tapi sepertinya Nisa tidak akan ikot..." ucap Rina.

__ADS_1


"Devan bos bapak dan suami mu itu.?" ucap nenek...


"Iya bu..." Kata Rina.


"Sudah lama tidak pernah kete.u nona Maya terakhir bertemu saay Nisa kelas 2 SMA..." ucap Nenek.


"Iya bu." uca Rina.


Sementara Nisa dan Billi di dalam mobil Nisa banyak bercerita karena Nisa sedikit grogi pada Billi....


"Nis... Aku sayang Kamu..." ucap Billi.


'Tapi kamu tidak perlu membalasnya Nis... Aku ingin kita jadi kekasih Nis..." ucap Billi.


"Aku..." terpotong ucap Nisa...


"Kamu tidak perlu jawab sekarang Nis... Aku akan menunggu kamu Nis." ucap Billi.


"Tidak ada tempat romantis apa kenapa di dalam mobil.?" ucap Nisa.


"Hahaha... Maaf aku akan siapkan." ucap Billi tertawa tidak enak...


"Tidak usa..." ucap Nisa...


Kini Nisa hanya diam dan menatap jalan karena Nisa tidak tahu harus jawab apa dirinya menjadi malu mungkin sekarang wajahnya seperti buah persik...


"Sudah sampai..." ucap Nisa, yang segera turun setelah bilang terimakasih pada Billi.


"Nis... Nanti aku akan jemput." ucap Billi...


Nisa hanya tersenyum pada Billi tanda setuju di jemput...

__ADS_1


__ADS_2