TerPaksa Menikahi Duda...

TerPaksa Menikahi Duda...
episode dua puluh tujuh...


__ADS_3

Mama Maria bingung dia sempat melihat Maya yang menangis menutup wajahnya di kedua lututnya... Setelah mengajak Tasya turun ke bawah Mama maria naik lagi ke atas menghampiri Devan dan Maya di kamarnya...


"Van buka pintu ini Mama..." ucap Mama Maria.


"Apa yang terjadi Van." tanya mama Maria yang sudah masuk di kamar...


"Devan tidak tahu ma... Sepertinya Maya teringat hari itu mah." ucap Devan, Mama Maria sudah mendekat ke Maya dan memeluknya yang menangis seperti ke takutan...


"Sayang kamu tenang ini mama Sayang..." ucap Mama Maria memeluk Maya..


"Maya takut tolong Maya..." ucap Maya.


Devan yang masuk kamar mandi segera keluar dari kamarnya, karena dirinya tahu maya tidak ingin bertemu dengannya... Apalagi berbicara padanya.


"Sudah kamu yang tenang, kamu harus ingat May kamu lagi hamil dan Devan suami kamu sayang." ucap Mama Maria.


"Maafin Maya ma, Maya belom bisa." ucap Maya...


Mama Maria berinisiatif mengajak Maya ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisi Maya.. Devan juga ikot mengantar karena dirinya sangat takut dan khawatir...


"Mas, Maafin saya..." gumam Maya saat melihat punggu Devan yang sudah berjalan dulu ke mobilnya...


Sesampai di rumah sakit Maya dibperiksa, Kandungannya baik dan sehat Bayinya.

__ADS_1


Seminggu berlalu Devan masih menjaga jarak pada Maya sikapnya juga menjadi dingin pada Maya dia takut melukai Maya lagi... Kejadian itu membuat Devan lebih hati hati pada Maya... Sudah hampir seminggu Devan pulang malam pergi pagi pagi sekali...


"Kenapa lagi bro.?" ucap Robby.


"Gw ngantuk..." ucap Devan.


"Apa Maya belom bisa maafin lo.?" tanya Robby.


"Sepertinya belom." ucap Devan.


"Sabar ya... " Ucap Robby.


Dan sudah masuk 2 bulan pernikahan mereka Maya masih diam Devan masih menjaga jarak keduanya berputar pada pemikiran masing masing... Entah apa yang di pikirkan Devan dan Devan juga tidak tahu apa yang di pikirkan Maya...


Malam ini Maya tidur di kamar Devan... Devan yang pulang melihat istrinya sudah tidur di kamar, Devan memutuskan tidur di sofa.. Maya yang melihat Devan tidur di sofa membuat dirinya merasa bersalah. Karena pagi ini Maya harus cek kontrol kandungannya yang sudah masuk 5 bulan.


"Mas... Mas bangun." ucap Maya.


"Ah, sudah pagi ya.?" tabya Devan melihat jam di ponselnya.


Devan segera masuk kamar mandi... Maya sudah menyiapkan baju untuknya sebelom keluar kamar menyiapkan bekal dan sarapan untuk Tasya.


"Aunty cantik..." ucap Jimmy.

__ADS_1


"Makasih sayang." ucap Maya mencium pipi Jimmy.


"Mami, Tasya mau di cium juga seperti Jimmy." ucap Tasya.


"Anak mami cemburu, baik mami akan cium Tasya..." Maya pun mencium seluruh wajah Tasya dari kening, pipi nya kiri kanan dan hidung jaga lalu bibirnya yang mungil dan pink.


"Hore... Tasya lebih banyak Jimmy hanya satu." ucap Tasya meledek Jimmy.


"Dasar cewek manja." ucap Jimmy.


"Biarin... wew." Kata Tasya mengulur kan lidahnya...


"Sudah Tasya Jimmy." ucao Devina.


"Kalian sudah Kayak tom dan jerry saja." ucap Roy.


"Papi... Jimmy bukan Jery atau Tom...," ucap Jimmy protes.


"Tasya juga." ucap Tasya.


"Ada Apa ini.?" tanya Devan yang baru turun.


Maya segera mengambil nasi, siap mengambilkan sarapan buat Devan tapi kalah cepat Devan sudah lebih dulu mengambil piring itu.. Akhirnya Maya tidak jadi, dan ke jadian itu di lihat oleh mama Maria.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2