
Melihat suami yang berubah dingin membuat Nisa ragu untuk menghampiri sang suami yang lagi membuka dasi nya... Tapi Nisa tetap menepis semuanya dirinya menghampiri sang suami dengan rasa ragu yang bercampur.
"Biar aku bantuin ya sayang." ucap Nisa.
Eric tidak menjawab dia hanya menatap dingin pada sang istri... Membiarkan Nisa membantunya.
"Kamu capek ya.?" Tanya Nisa sambil membuka dasi suaminya.
Tau eric masih diam saja sampai Nisa sudah selesai membantunya membuka dasi... Lalu Nisa masuk kamar mandi untuk menyiapkan air hangat suaminya.
"Air sudah siap." Ucap Nisa juga, masih saja Eric diam tidak menjawab setiap pertanyaan sang istri mulut nya masih terkunci rapat.
"Deric Hermawan... Aku salah apa kamu diam selalu." Ucap Nisa kesal dari tadi Suaminya diam.
Eric masih saja diam sampai masuk kamar mandi... Nisa kesal dia akhirnya keluar dari kamar menuju meja makan... Duduk di kursi tangan yang di lipat di dada sambil memainkan bibirnya... Eric turun menghampiri meja makan duduk di samping Nisa.
"Wah mami sudah lapar sekali." Ucap Maya.
"Mi, Oma, papi aku ke kamar... Aku sudah kenyang." Ucap Nisa izin pada mertuanya untuk tidak ikot makan malam... Eric masih diam saja...
"Kamu sakit sayang.?" Ucap Oma.
"Tidak oma." ucap Nisa. Dirinya segera ke kamar di meja makan hanya ada Eric, mami, papi nya serta oma mereka makan malam tanpa Nisa.
__ADS_1
"Kenapa istri kamu Ric." Ucap Papi Devan.
"Tidak tahu pi." Ucap Eric.
"Uda kita makan saja." Ucal mami Maya.
Semua makan malam tanpa Nisa... Selesai makan Maya menyuruh pelayan menyiapkan makan buat Nisa dirinyalah yang akan mengantar makan buat sang menantu.
"Bi yang aku suruh sudah ada.?" Ucap Eric.
"Sudah tuan." ucap seorang pelayan.
"Ada apa sih mi.?" Tabya Devan bingung.
"Uda papi ikotin mami saja." Ucap Maya karena suaminya selalu banyak tanya.
"Ooo." ucap papi Devan ber o ria... yang sekarang sudah paham melihat kesibukan anak dan istrinya yang mengerjain menantunya itu...
Mereka Semua naik ke atas menuju kamar Nisa salah satu pelayan mengikuti mereka... Eric yang membawa kue ulang tahun, Mami Maya membawa nampan berisi makanan... Oma membawa kado yang di disiapkan olehnya tadi sore.
Tok... Tok...
"Nisa Boleh mami masuk." Ucap Maya.
__ADS_1
Cekrek.... Suara pintu terbuka...
"Happy Birthday.." Ucap semuanya papi Devan, oma maria, mami Maya dan sang suami.
"Mami..." ucap Nisa terharu.
" Kamu jahat." Ucap Nisa pada suaminya...
"Maaf ya, ini rencana mami." Ucap Eric..
"Loh... loh... kok Jadi salahin mami." ucap Maya Tidak terima.
"kan Mami.." Ucap Eric terhenti oleh papi Devan.
"Sudah... Sudah... kalian berdua mami dan anak selalu saja, Nisa kamu tiup lilin nya lalu kamu makan nasi dulu." Ucap Papi Devan.
"Eits... Make wish dulu sayang." Ucap Eric... Nisa pun memejamkan matanya meminta permohonan di hari ulang tahunnya.
"Makasih semuanya... Nisa senang sekali hari ulang tahun Nisa ada kalian semua." Ucap Nisa.
"Semoga kamu bisa kasih oma cicit." ucap oma Maria.
Usia oma yang sudah tidak muda lagi memang mengharapkan bisa melihat anak dati cucu nya sebelom tuhan memanggilnya... Mendengar ucapan oma Maria, Nisa pun tersenyum lalu memeluk sang oma...
__ADS_1
"Oma doa kan ya, Semoga Nisa Cepet menghadirkan Malakait kecil di rumah ini, dan tuhan percaya pada Nisa Untuk merawat ciptaannya oma." Ucap Nisa.
"Amin..." ucap Semua nya... Eric mengecup kening sang istri dan memeluknya merangkul sang istri penuh dengan cinta.