TerPaksa Menikahi Duda...

TerPaksa Menikahi Duda...
episode empat puluh empat...


__ADS_3

Baby Eric lahir beda 2 hari dari kak Tasya makanya Tasya ulang tahun ke 5 tidak dapat di rayakan karena sua sibuk ke rumah sakit dan Maya juga masih dalam perawatan... Dengan tiup lilin di rumah waktu dan berfoto bersama tahun depan akan di rayakan bersamaan...


"Mami, tahun depan aku umur 6 tahun ya dan Eric umur 1 tahun ya.?" ucap Tasya lagi duduk menyandar di badan Maya mereka lagi asik melihat acara televisi.


"Iya sayang... dan kamu juga sudah masuk sekolah Dasar, anak mami sudah besar.?" ucap Maya sama memeluk tasya gemas Maya sangat sayang sekali pada putri sambungnya ini.


"Asik... Semua temen Tasya punya adik Tasya juga punya adik..." ucap Tasya.


"Mami besok ajak dede ke makam Mami Tania ya mami.?" ucap Tasya.


"Boleh kita ajak Papi juga nanti." kata Maya.


Malam pun tiba Devan yang balik dengan wajah lelah membuat Maya merasa bersalah bila harus menyuruh Devan menjaga Eric putranya.... Jadi malam ini Maya terpaksa sendirian karena Devan terlihat sangat lelah sampai tangis Eric saja Devan tidak terbangun.


Sesuai Janji Maya mengajak Tasya, Eric dan Devan untul berkunjung ke makam Tania dan anak ke dua Devan yang bernama Derren Hermawan... Sesampai di kuburan Maya dan Devan serta Tasya mereka berdoa tak lupa Maya juga mengajak Bi Tuti untuk membantu Maya menjaga Eric...

__ADS_1


"Hallo mami, Tasya ajak mami Maya dan dede Eric..." ucap Tasya..


"Hallo dedek Derren ini dede Eric dan mami Maya." ucap Tasya pula ke makan yang lebih kecil..


"Hallo emba Tania... dan Hallo Derren sayang." ucap Maya...


Sementara Devan hanya memegang nissan keduanya terlihat sedih di wajahnya Maya tahu Devan pasti mencintai Tania almarhumah istrinya itu tapi, Maya tidak bisa cemburu juga biar bagaimana Tania lah lebih dulu.


"Tania, semoga kamu bahagia disana, kami sudah bahagia Tasya sudah memiliki mami dan adik yang selalu menemani dirinya... Aku harap kamu juga bahagia dan disana bersama putra kita." uca Devan...


"Kalian makan dulu pasti sudah lapar hari ini mama yamg masak spesial untuk kalian..." ucap Mama Maria...


"Tuti kamu juga makan, biar Eric sama saya." ucap Mama Maria yang memang tidka pernah membedakan setiap karyawannya.


Apalagi Devan selalu bersikap rahma pada siapa saja, hanya saat kematian istrinya sikap Devan berubah lalu kembali lagi cerita saat menikah dengan Maya dan memiliki anak dari Maya mengubah hidup Devan yang tadinya frustasi sampai malam dimana Devan mabuk karena rasanya bersalah pada Tasya putrinya.

__ADS_1


"May, kamu harus makan banyak mama masak ini khusus buat kamu sayang." ucap mama Maria.


"Tapi Maya sudah kenyang ma, tanti Maya makan lagi ya mama..." ucap Maya yang memang hari ini makan sedikit.


"Kalian malam ini nginap disini ya.?" ucap mama Maria.


"Iya mah." ucap Maya memotong Devan sebelom suaminya berbicara Maya sudah berbicara lebih dulu.


"Baiklah malam ini kita akan tidur disini." ucap Devan... Lalu menuju ke kamarnya sesampai di kamar Devan mencari sesuatu...


"Mas, kamu cari apa.?" tanya Maya.


"Foto di meja ini..." ucap Devan...


"Foto...?" ucap Maya bingung setelah berpikir Maya baru ingat foto yang di maksud Devan adalah foto Tania...

__ADS_1


Devan mencari pembantu di rumah mama nya Maya mengikuti Devan dari belakang menuju ke dapur, Mama Maria yang mendengar keributan pun keluar menghampiri mereka di dapur..


__ADS_2