
Devan balik ke rumah mendapatkan Maya dan anaknya tidak ada di rumah... Saat Devan masuk kamar Devan melihat sebuah kertas dan foto yang tertera di meja nakas sebelah ranjang... Melihat kertas dan foto itu membuat Devan mengerenyitkan dahi alisanya seakan menyatuh Devan merasa heran pada foto itu...
"Bi... Bi..." teriak Devan keluar dari kamarnya..
"Iya tuan..." sapa bi Tuti...
'Kemana nona.?" ucap Devan.
"Anu... Anu... Tuan nona... Anu tuan." ucap Devan.
"Iya bi Anu anu dari tadi.... Saya tanya kemana nona bi.?" ucap Devan sudah marah.
"Anu tuan maaf tuan... Nona, saya tidak tahu tuan." ucap bi Tuti.
"Bibi... Sekali lagi saya tanya kemana Nona." ucap Devan.
"Maaf tuan, tapi nona bilang dia... aduh gimana ini." ucap bi Tuti serba salah.
__ADS_1
"Bi saya tanya kemana Maya istri saya." ucap Devan penuh penekanan.
"Iya... Nona di rumah nyonya besar tuan." ucap bi Tuti gugup dirinya sangat takut sekali pada Devan karena biar bagaimana majikan nya ini sangat baik pada dirinya dan keluarganya.
Devan segera mengambil kunci mobil lalu menuju mobil yang masih terparkir di depan rumah itu segera Devan melajukan mobil tersebut menuju ke rumah Mama nya... Dengan cemas hati Devan karena Devan yakin Maya sangat marah pada dirinya sampai tidak menunggu kehadirannya di rumah.
Sesampai di rumah mama Maria, Devan segera masuk ke dalam rumah mama Maria dan mencari ke beradaan istrinya... Devan tahu kalau jam segini Maya pasti lahir duduk di taman bersama Eric dan mertuanya karena Tasya pasti lagi sekolah...
"Sayang..." ucap Devan melihat Maya yang lagi duduk.
Maya dan mama Maria menoleh ke arah suara dimana Devan berdiri... Mama Maria yang mengerti pun segera mengambil Eric di gendongan Maya dan meninggalkan mereka berdua untuk berbicara.
"Apalagi Mas yang mau di jelaskan.?" ucap Maya.
"Kamu salah paham Sayang, foto itu bukan aku dan Kamu tahun aku tidak naik pesawat aku hanya keluar kota saja sayang." ucap Devan.
"Tapi mas, Siapa tahu aja kamu bilang ke kota B tau nya kalian pergi ke kota S mas..." ucap Maya.
__ADS_1
"Sayang aku tidak bohong..." ucap Devan.
"Lalu kenapa kamu tidak pulang hari itu.?" ucap Maya.
"Ada karyawan meninggal." ucap Devan.
Maya langsung menatap Devan... Saat Mereka lagi berbicara ada panggilan di ponsel Devan, segera Devan mengangkat panggilan itu menjawabnya di depan Maya dan di lospeker agar Maya mendengarnya juga pembicaraan mereka.
"Hallo pak Wandi..." ucap Devan.
"Pak, Menantu saya sudah melahirkan cucu kami perempuan kamu ucapkan terimakasih atas bantuan bapak." Ucap pak Wandi.
"Saya turut senang pak atas kelahiran cucu pertamanya pak, sesuai janji saya akan urus nanti Robby akan kesana." ucap Devan lalu mengakhirkan panggilannya.
Maya tetap diam dirinya menunggu penjelasan suaminya itu, Sementara Devan seakan sudah selesai karena Maya sudah dengar pembicaraannya dengan pak Wandi...
"Mas... Kamu tidak mau menjelaskan Semua mya pada ku.?" ucap Maya meninggalkan Devan, Devan yang sadar mengikoti Maya yang menuju kamar... Sementara di ruang tamu mama Maria sama Eric berbisik...
__ADS_1
"Sayang mami dan papi mu seperti anak kecil, lucu sekali." ucap oma Maria.