TerPaksa Menikahi Duda...

TerPaksa Menikahi Duda...
episode empat puluh delapan...


__ADS_3

Sementara di tempat Devan... Robby menghampiri Devan denga. secangkir kopi kesukaan Devan yang lagi duduk di sebuah bangku taman depan danau buatan disana sangat ramai dengan warga yang menikmati suasana sore ini di kota kecil yang masih sepi.


"Rob, apa yang harus aku lakukan pada keluarga Yanto.?" ucap Devan.


"Aku bingung harus jelaskan apa pada Maya.?" ucap Devan.


"Aku rasa Maya bisa terima tapi, tidak dengan Rani istri Yanto dia masih syok apalagi kehamilannya yang sudah membesar kita sudah memakamkan Yanto dan kamu juga sudah akan membantu membiayai kelahiran dan pendidikan unyuk anak mereka." ucap Robby.


"Itu sudah cukup menurut ku." ucap Robby lagi.


"Tapi aku merasa bersalah seandainya bukan dia... Pasti sudah kena aku dan akun yang sudah dimakamkan bagaimana nasib Maya dan kedua anak ku.?" ucap Devan.


"Itu takdir dan lagian ini kecelakaan jadi tidak ada yang salah." ucap Robby.

__ADS_1


Kejadian dimana Devan yang marah saat foto Tania dia taruh di kamar Tasya saja membuatnya hatinya sedih karena membuat Maya kecewa pada nya... Dan ini ke jadian dimana dirinya akan membantu Rani istri karyawannya yang kecelakaan saat di proyek tertimpa salah satu besi bangunan yang rubuh.


Devan perjanji pada Rani untuk membantu dirinya membiayai kehidupan mereka apa lagi calon anaknya yang akan lahir... Sekarang Devan harus memberanikan diri bertemu Rani kembali, sikap Rani yamg marah padanya itu di anggap wajar oleh Devan seandainya Yanto tidak menggantikan posisi nya mungkin dirinya yang akan kena.


"Tidak Rob, aku harus bertemu lagi pada Rani sebelom kita balik dari kota ini." ucap Devan.


"Baiklah kita bicara lagi pada Rani..." ucap Robby.


"Pak.... Bu." sapi Devan yang melihat kedua orang tua lagi duduk di teras.


"Pak Devan... Mari pak duduk." ucap pria paruh baya yang mempersilakan Devan duduk.


"Sebelomnya saya minta maaf." ucap Devan.

__ADS_1


"Ini ke celakaan pak, Yanto hanya berusaha membantu tapi tak sangka dia tidak sempat menghindar saja." ucap Ayah dari Yanto.


"Tapi bila aku lebih teliti mungkin tidak akab ada kecelakaan ini." ucap Devan.


"Pak.. Pak Devan ini proyek buatan manusia semua rakit dan rancangan manusia saya sudah lama bekerja di perusahaan anda sampai kahirnya anda menerima putra saya bekerja juga, Walau Saya masih tidak percaya anak saya secepat ini perginya." ucap Pak Wandi ayah dari Yanto.


"Saya akan membantu membiayai kelahiran serta pendidikan anak dan istrinya pak." ucap Devan...


"Pendidikan saja kami sudah berterimakasih banyak pak Devan mau membantu " ucap Pak Wandi.


"Pak ini titip buat Rina..." ucap Devan menyerahkan amplop sekaligus sekalian pamit karena Rina lagi di rumah sakit Aku buat kematian suaminya membuat dia sangat syok sehingga harus mendapat perawatan...


Akhirnya Devan dan Robby balik ke kota karena Maya pasti lagi menunggu penjelasan dari dirinya, Devan tahu banget istrinya ini sangat pencemburu dan curiga pada dirinya... Tapi Devan tidak keberatan akan sikap Maya.

__ADS_1


__ADS_2