TerPaksa Menikahi Duda...

TerPaksa Menikahi Duda...
episode tiga puluh...


__ADS_3

Setiba di rumah maya di sambut Tasya yang sudah menunggu mereka... Tasya sangat senang melihat mami dan papinya pulang... Kahdiaran Maya membuat Tasya happy Devan senang lihat putrinya ceria.


"Mami, kata oma mama habis periksa dede ya.?" ucap Tasya.


"Iya sayang... Tasya .au punya adik cewek apa cowok.?" ucap Maya, Sementara Tasya yang duduk di pangkuan Maya.


"Papi mau dede cowok ya.?" ucap Tasya.


"Hmmm... Papi apa saja sayang yang penting mami sama dedek sehat sayang." ucap Devan. langsung mengambil ahli Tasya agar duduk di pangkuan Maya.


"Papi janji jangan buat Mami sedih ya papi..." ucap Tasya.


"Janji sayang." ucap Devan.


"Kamu apa akan balik ke kantor.?" ucap Maya bertanya pada Devan suaminya.


"Tidak, aku sudah bilang pada bu Yuni untuk merubah jadwal ku jadi biar Robby yang menangani." ucap Devan.


"Maaf ya aku jadi." ucap Maya terhenti karena Devan menutup bibir Maya dengan telunjuknya.

__ADS_1


"Kamu tidak pernah merepotkan aku kamu dan Tasya serta anak kita adalah segalanya." ucap Devan.


"Makasih ya Mas..." ucap Maya tersenyum...


Maya merasa bersalah atas sikapnya yang sempat marah dan cuek pada suaminya... Maya bersyukur mendapat suami seperti Devan sudah baik peduli dan dapat bonus tampan.


"Bi... Tolong ajak Tasya mandi dulu nanti setelah mandi biar aku yang temenin Tasya tidur siang." ucap Maya..


"Baik nona..." ucap seorang wanita.


"Makasih ya Bi..." ucap Maya.


"Sama sama Nona." ucap bi Wita.


"Apa kamu mau mandi dulu mas.?" ucap Maya.


"Iya, apa mau mandi bernama.?" ucap Devan tersenyum.


"Maaf aku becanda." ucap Devan karena melihat ekspresi Maya yang diam tanpa ekspresi yang tidak bisa di artikan.

__ADS_1


"Baik... Kita mandi bersama." ucap Maya.


Devan kaget... Sampai diriny bertanya pada Maya istrinya untuk meyakinkan bahwa benar Maya akan mau di ajak madi bersama...


"Ayok mas, kenapa diam dan bengong di sana mas..." ucap Maya menyadarkan Devan suaminya yang terdiam di tempat seperti tak percaya.


"Ah... Iya baiklah." ucap Devan dan mereka akhirnya masuk kamar mandi bersama.... Maya sudah tidak gugup atau takut membuka semua bajunya kini terlihat polos tubuhnya tanpa sehelai benang...


Devan hanya diam melihat Maya yang biasa saja xxxx bajunya... Terlihat jelas perutnya yang sudah membuncit... Maya menyalahkan shower membasahi tubuhnya Devan akhirnya xxxx semua bajunya, Maya hampir reflek tapi masih bisa tertahan dan tidak terkejut.


"Sayang, apa boleh aku." ucap Devan.


"Boleh mas..." ucap Maya yang tau apa yang Devan inginkan...


Akhirnya suami istri pun terjadi di dalam xxx xxxx suara xxxx saling xxxx sambil suara air shower yang masih mengalir, seperti suara rintisan air hujan yang turun... Akhirnya Devan dan Maya xxxx karena Maya takut Tasya menunggu lama.


"Makasih sayang." ucap Devan... Maya hanya menjawab dengan menxxx sekilas saja xxx Devan dan tersenyum...


"Aku ke kamar Tasya dulu ya Mas untuk memastikan Tasya tidur siang..." ucao Maya yang sudah selesai mengeringkan rambutnya.

__ADS_1


"Iya..." ucap Devan sambil membuka laptopnya untuk mengecek pekerjaan nya... Devan sudah mulai fokus dan sibuk.


Oke semuanya kita lanjutkan episode berikutnya oke... BERSAMBUNG.


__ADS_2