TerPaksa Menikahi Duda...

TerPaksa Menikahi Duda...
Episode tujuh puluh...


__ADS_3

Eric duduk di samping kak Tasya berhadapan dengan Nisa, di apit oleh mami Maya dan oma Maria. Mereka senang Nisa datang bukan saja Eric yang terkejut keluarga besarnya pun ikot terkejut dengan kedatangan Nisa...


"Kenapa kamu tidak bilang mau datang kan kamu bisa ikot bersama kami Nis." ucap mami Maya.


"Nisa... Hanya temanin Jihan tante." ucap Nisa ragu.


"Selamat ulang tahun doa terbaik buat kamu." ucap Nisa lalu mengambil sesuatu di dalam Tas nya sebuah kado untuj Eric.


"Terimakasih." ucap Eric mengambil kado dari Nisa.


"Buka dong Ric..." ucap Tasya.


Eric melihat semua menganggukkan kepala menyuruhnya membuka kado dari Nisa... Eric menurut membuka kado dari Nisa.


"Wau keren." ucap Tasya.


"Terimakasih." ucap Eric.


"Sama sama, maaf hanya bisa kasih itu." ucap Nisa.


Hanya sebuah Topi yang mampu Nisa beri ke Eric yang sudah di ukir inisial nama Eric ( E ) Nisa sengaja menulis nama panggilan Eric.

__ADS_1


"Oma mau istirahat, kami balik nanti malam kita ketemu di hotel xx, Nisa biar tidur di sini bersama sahabatnya kalian jaga diri." Ucap Oma Maria yang mengajak tidur ke hotel, karena tidak mungkin tidur di apartemen Eric yang hanya ada 2 kamar.


Sekarang hanya tinggal mereka berempat Nisa, Eric, Jihan dan Rian... Rian dan Jihan pergi keluar meninggalkan mereka berdua... Nisa dan Eric hanya diam duduk sementara Eric sibuk main laptopnya Nisa hanya duduk melihat sekitar...


"Boleh aku minta minum." Ucap Nisa.


"Ambil di dapur." Ucap Eric.


Nisa berjalan ke dapur mini di sana mengambil minum lalu duduk di teras melihat pemandangan di luar, sementara Eric liat punggung Nisa. Dan mengambil topi dari Nisa menatapnya dan mantap Nisa lagi. Ponsel Nisa berbunyi jadi Nisa masuk ponsel yang ada di dalam Tas.


"Hallo..." Ucap Nisa dan berbicara di teras lagi.


Entah Apa yang di bicarakan oleh Nisa di ponsel... Sambil ketawa tapi tidak lama lalu Nisa mematikan panggilan dan memotret gedung di depannya. Nisa yang mengurus tabungannya selama bekerja untuk bisa kesini...


"Taruh di kamar ku dulu, istirahatlah disana nanti Rian balik baru kamu pindah." Ucap Eric.


"Baik terimakasih." Ucap Nisa.


Nisa masuk kamar Eric di lihat sekeliling kamar yang rapi dan bersih itu sangat nyaman sekali Nisa melihat sekeliling disana hanya ada foto tante Maya, oma, om Devan dan kak Tasya serta Eric foto kelulusan mereka.


Akhirnya Nisa membaringkan badan di rajang Eric yang sedang itu jauh beda dengan ranjang di rumahnya... Nisa sangat capek dan ngantuk sekali.

__ADS_1


"Ric kemana Nisa.?" tanya Jihan.


"Di kamar tidur." Ucap Eric.


"Kamu ngak apa apain Nisa kan Ric.?" Ucap Rian..


"Apaan sih..." Ucap Eric mendorong Rian. Agar menjauh dari dirinya.


"Kamu pikiran nya lagian mereka sudah tunangan." kata Jihan.


"Jadi kalau sudah tunangan bebas ya.?" Ucap Rian.


"Ya tidak..." Ucap Jihan...


"Kalian sudah pulang.?" Ucap Nisa baru bangun dan sudah mandi.


"Nis, kamu tidak di apa apain Eric kan.?" Ucap Jihan memutar tubuh Nisa.


"Apaan sih kamu, sudah mandi sana." ucap Nisa.


"Malam ini Jihan dan Nisa tidur di kamar kamu Rian." ucap Eric.

__ADS_1


"Bukan aku sebaiknya tidur sama Jihan.?" Ucap Rian.


__ADS_2