TerPaksa Menikahi Duda...

TerPaksa Menikahi Duda...
episode tujuh puluh delapan...


__ADS_3

Eric kagum sama istrinya yang tidak malu makan di depan dirinya biasa cewek selalu akan jaim makan dinhadaoan seorang pria... Tidak denga m Nisa yang malahan makan 2 porsi habis ludes...


"Kamu kecil kecil makannya banyak ya.?" ucap Eric di kamar hotelnya.


"Aku lapar sayang bila tidak habis." ucap Nisa.


"Bukan kamu rakus dan jangan jangan kamu belom pernah makan enak." ucap Eric.


Nisa hanya memanyunkan bibirnya karena kesal di bilang rakus dan tidak pernah makan enak..


"Aku emang miskin tidak sekaya kamu, untuk makan enak aku masih bisa." ucap Nisa berbohong karena Nisa masih berpikir panjang untuk membeli Makan enak.


"Aku bingung kenapa kamar ini tidak ada sofa ya.?" ucap Nisa...


Eric sudah tahu bahwa ini ulah keluarganya pasti mami nya yang mengaturnya...


"Kamu tenang saja akun tidak akan menyentuh tubuhmu... Semuanya terlihat rata." ucap Eric.

__ADS_1


Nisa kesal sekali sama suaminya itu yang selalu mengangap dirinya seperti bukan seorang wanita....


'Baiklah... " gumam Nisa lalu ke ruang Wardrobe mengambil gaun lingerie yang seksi...


Eric melihatnya menelan liurnya yang susah sekali di telan... Bohong bila dirinya tidak tertarik karena biar bagaimana Eric pria normal lekuk tubuh Nisa yang terlihat jelas dan kedua gunung kembar pun nampak jelas.


"Awas ya kamu lewatin pembatas ini." ucap Nisa Sudah membuat pembatas dengan bantal guling.


Eric berdecak kesal tapi dirinya tidak ada tenaganya lagi berdebat dengan sang istri... Nisa sudah tidur pulas Eric tak percaya Nisa tidur secepat ini baru saja mengomel padanya... Nisa berbalik dan memeluk bantal guling itu selimutnya turun sedikit sampai terlihat ke dua gunung yanga ada di dada nya.


"Cantik." ucap Eric pelan... Perlahan Eric mendekat entah apa.yang terjadi Eric sudah ******* bibir sang istri... Nisa membalasnya meski matanya terpejam.


"Ini bukan Mimpi." ucap dalam hati Nisa dan berusaha mendorong Eric.


"Apa yang anda lakukan.?" ucap Nisa.


"Bukan kamu juga... Sudahlah lebih baik kamu tidur." ucap Eric.

__ADS_1


"Tapi apa anda...." ucap Nisa Eric sudah mau bangkit... Nisa menariknya karena sudah terlanjur tubuh Nisa juga sudah menuntutnya.


"Lakukanlah." ucap Nisa Eric langsung berbalik menatap sang istri Eric menarik pinggang Nisa dan Nisa merangkul tangannya ke leher Eric.. Kini penya**han sudah tdr jadi sepasang suami istri.


Pagi pun tiba Rasa lelah semalam sampai mereka bangun. kesiangan... Nisa yamg melewatkan sarapan segera bangun dan membersihkan tubuhnya... Nisa sibuk din dapur membuat sarapan yang di belinya semalam.


"Kamu sudah bangun... kamu mandilah dulu nanti kita sarapan bersama." ,ucap Nisa.


"Ini sudah mau makan siang." ucap Eric.


"Kejadian semalam..." ucap Nisa.


"Kamu tidak inginkan bila ku ceraikan kamu masih perawan. " ucap Eric.


"Maksud anda.?" ,ucap Nisa kesal air mata pun turun begitu saja menatap suaminya yang tidak berdosa berbicara begitu pada dirinya.


"Sepertinya sudah jelas." ucap Eric.

__ADS_1


Eric duduk di kursi menikmati sarapan yang di buat Nisa... Sementara wanita iti masuk kekamar menangis dirinya sangat bodoh sekali terbawa napsu tidak berpikir panjang apa yang akan terjadi kedepannya... Apalagi sikap Eric yang sangat cuek dan dingin padanya.


__ADS_2