TerPaksa Menikahi Duda...

TerPaksa Menikahi Duda...
episode tiga puluh empat...


__ADS_3

Sarah kesal pada Devan dan Tasya akhir nya mereka duduk dan mencari bangku yang lain di restoran tersebut... Taoi bangku yang mereka duduk masi bisa terlihat ke arah dimana Devan dan istrinya duduk meski tas sebangku Sarah masih bisa memantua Devan.


"Tasya lain tidak boleh seperti itu sama yang lebih tua ya sayang.?" ucap Maya.


"Iya mami maafin Tasya." ucao Tasya Devan tidak.marah pada Maya kalau lah menasehati putrinya.


"Mami tahu Tasya tidak suka pada tante yang tadi tapi Tasya harus tetap sopan, Mami tidak.marah sama kamu sayang." ucap Maya mencium kening Tasya.


"Mantan kamu ya Mas." ucap Maya.


"Bukan, dia teman kuliah ku." ucap Devan.


Tak lama makanan Mereka tiba Tasya langsung berdoa dan memakan pesanannya karena Tasya sudah snagat lapar...


"Sayang pelan pelan, tidak ada yang akan merebut makanan kamu sayang." ucap Maya...


"Iya Mami..." ucap Tasya...

__ADS_1


Maya baru makan dua suap dirinya langsung tidak berselera makan... Devan sudah tahu karena dia Sudah hafal sama kebiasaan istri mungilnya ini semenjak hamil pertama sampai Sudah hampir mau lahiran selalu saja.


"Kenapa sayang.?" ucap Devan.


"Aku sudah kenyang mas." ucap Maya.


"Apa mau tukaran.?" ucap Devan langsung menukar makanan mereka sebelom Maya menjawab... Bukan tidak mau pesan lagi makanan yang sama tapi Devan sudah tahu walau sama pesannya Maya tidak akan memakannya alasan iya beda rasanya dan lain lain...


Kehamilan Maya sedikit sama dengan Tania saat hamil anak ke duanya taoi Bedanya Tania masih mau makan yang mereka baru pesan jadi setiap pesan makanan Devan selalu sama dengan mantan istrinya Tania, kalau tidak begitu Tania akan mengajak tukaran atau memesankan Devan makanan yang sama dengannya, Maya dengan makanan Tania dengan Minuman waktu hamil Tasya biar sudah sama tetap saja Tania mau minuman Devan.


"Tidak apa apa sayang." ucap Devan karena biar bagaimana Maya harus makan di dalam rahim maya ada malaikat kecil yang membutuhkan nutrisi dari sang ibunya... Demi kesehatan istri dan anaknya Devan akan melakukan apapun...


Devan sangat heran kenapa Istrinya saat hamil selalu punya kebiasaan yang sama apa karena bibitnya itu ya.... Tapi Devan tidak mempermasalahkan selama istri dab anaknya sehat baginya sudah cukup....


"Wah Tasya hebat sudah makan sendiri dan habis..." ucap Maya.


"Belom mami masih ada dua suap lagi." ucap Tasya.

__ADS_1


"Papi Tasya mau hadia." ucap Tasya.


"Hadia, kamu kan makan sendiri kenapa minta hadia papi kan." ucap Devan di potong Maya.


"Iya mas kamu harus beliin Tasya hadia dong putri ku kan sudah habiskan makananya sendiri." ucap Maya membela Tasya.


"Oke... Oke kalau gitu kamu mau apa sayang.?" ucap Devan mengalah.


"Terimakasih mami." ucap Tasya senang Maya mendukungnya berbicara sama Devan..


Selesai makan mereka langsung menuju ke sebuah toko perlengkapan Bayi di sana Maya bingung sekali karena semuanya lucu dan menggemaskan hampir Maya ingin membeli semua memindahkan isinya ke rumahnya...


"Sudah sayang kamu hampir memborong isi toko ini." ucap Maya.


"Asalkan kamu suka sayang." ucap Devan sambil merangkul Maya masuk ke dalam pelukannya.


"Kamu ni, malu tau sama Tasya dan karyawan lain." ucap Maya sedikit kesal.

__ADS_1


__ADS_2