Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh

Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh
Chapter 10 Benalu!


__ADS_3

...Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh...


Sinta menangisi Risman di dalam dekapan Diana. Diana mengelus punggung sang ibu lembut dengan matanya melirik ke arah Devan.


[ Siapa pria cacat ini? Apa dia Devan yang pernah mau ayah jodohkan denganku? Dia sangat tampan tapi tetap saja dia cacat. Cih, aku nggak Sudi punya suami Lumpuh kaya dia] umpat Diana dalam hati.


Kini perhatiannya tertuju pada Aisyah, Diana melepas pelukannya dari sang ibu dan beralih menghampiri Aisyah. Diana menarik lengan Aisyah sedikit kasar. " Ngapain kamu disini? Kamu hanyalah anak pembawa sial. Apa kamu tidak sadar Aisyah? Apa kamu tidak cukup selama ini membuat ayah menderita huh?"


" Kak Diana aku tidak tau kalau selama ini ayah meminjam uang ke rentenir itu,"


" Tau atau tidak tau aku nggak peduli, yang jelas kamu harus sadar akan posisimu. Kamu hanyalah benalu di sini, kamu memang anak pungut!"


Degh


Celetukkan Diana berhasil membuat semua orang terkejut terkecuali Sinta. Perlahan air mata itu kembali keluar, kata yang tidak ingin ia dengar kembali terdengar di telinganya.


" Diana Jaga Bicaramu! Apa Mulut Anda Pantas Mengatakan Hal Itu Kepada Adikmu Sendiri Huh?" Bentak Devan kehabisan kesabaran


" Devan kamu tidak tau apapun tentang keluarga ku. Jadi jangan ikut campur! Aku mengatakan itu kepadanya karena dia pantas!" jawab Diana tak kalah keras


" Aisyah ayok kita pulang! Disini bukan keluarga mu," Devan menarik tangan Aisyah, namun Aisyah menahannya. Aisyah menatap Devan dengan tatapan sendu.


" Aku ingin disini, ayah dia membutuhkan ku Devan," ucap Aisyah sedikit lirih.


" Jangan pura-pura menangis Aisyah, aku tau kamu senang bukan melihat ayah dalam kondisi seperti ini? Ini mau mu. Dari dulu kamu memang tidak tau diri!" Semakin lama celetukkan Diana semakin kemana-mana, membuat tangan kekar itu mengepal sempurna.


" CUKUP!! Kenapa kalian membuat kegaduhan disini? Kalian tidak lihat kondisi ayah kalian huh?" Teriak Sinta berhasil membuat Diana diam.


" Dan kamu Aisyah, sebaiknya kamu pulang. Dan jangan pernah datang lagi ke rumah sakit, biaya rumah sakit ayahmu belum kami bayar. Jika kamu lunasi sekarang maka aku akan menganggap hutangmu mengurang, tapi ingat hutang kamu masih besar Aisyah jadi Jangan berpikir untuk lari," Aisyah dan Devan terkejut mendengar ucapan Sinta. Jadi Sinta menelpon Aisyah datang ke ruang sakit hanya untuk membayar tagihan Rumah sakit sang ayah dan menganggap hal itu sebagai bayaran hutangnya.


Aisyah melirik ke arah Risman dengan kedua matanya berkaca-kaca. " Aisyah minta maaf yah, Aisyah janji Aisyah pasti akan sering-sering datang kesini." gumam Aisyah dalam hati


Lamunan Aisyah tiba-tiba pudar saat kala sebuah tangan kekar menyentuh telapak tangannya. Devan mendongak menatap Aisyah dengan ekspresi wajahnya mengisyaratkan Aisyah untuk pergi dari sana, Aisyah mengusap air matanya dan bergegas pergi. Di sepanjang perjalanan keluar Aisyah terus melambung memikirkan biaya rumah sakit ayahnya, Risma yang melihat itu memicingkan matanya dan menyuruh bodyguardnya untuk berhenti.

__ADS_1


Bughh!!


Aisyah yang melamun tak sadar menabrak kursi roda Devan. " Eh m_maaf aku nggak sengaja... Kenapa berhenti?" tanya Aisyah


" Seharusnya saya yang tanya, kenapa kamu melamun? Ini jalan Aisyah kalau bukan kursi roda saya yang kamu tabrak mungkin pintu besar itu yang kamu tabrak!" Tandas Devan kesal karena Aisyah tak pokus berjalan dan hal itu bisa membahayakan dirinya dan orang lain.


" M_maaf.." Cicit Aisyah. Kini ekspresi wajahnya berubah muram membuat sang empu memicingkan matanya. " Kamu kenapa?" tanya Devan dingin.


Devan hanya bertanya kenapa tapi Aisyah langsung menangis keras membuat semua perhatian orang tertuju kepada mereka. Devan mencoba menghentikan tangisan Aisyah tapi Aisyah melebihi anak kecil yang sedang menangis, dia sulit di hentikan.


" Aisyah jangan membuat saya malu! Jangan membuat orang-orang berpikir kalau kamu menangis karena saya," ucap Devan penuh penekanan, namun hal itu malah membuat tangisan Aisyah semakin keras.


" Huwa..." tangis Aisyah keras. Devan yang melihat itu langsung menepuk jidatnya sendiri sedangkan Bodyguardnya hanya terkekeh.


" Astaga, kenapa saya tidak tau kalau wanita cantik juga menangis seperti toa masjid. Dia benar-benar membuat saya malu mau di taro dimana muka saya," umpat Devan sembari memegang jidatnya. Terlintas pikiran di kepala Devan, Devan meraih tangan Aisyah lembut dan menggenggam nya. Tiba-tiba tangisan Aisyah perlahan mereda hanya terdengar isakan-isakan kecil saja.


" Aisyah saya tau apa yang di katakan Kaka dan ibumu pasti membuatmu sakit hati. Tapi, percayalah mereka tidak sungguh-sungguh mengatakan hal itu, mereka hanya iri kepadamu karena ayahmu melakukan hal besar ini hanya untuk mu," ucap Devan mencoba menenangkan Aisyah. Aisyah sedikit menyimak ucapan Devan.


" Aku tidak memperdulikan ucapan mereka mas. Dari dulu mereka memang tidak menyukaiku aku juga tidak tau kenapa mereka seperti itu, tapi yang membuat aku sedih bukan karena hal itu melainkan aku bingung harus cari kemana biaya untuk pengobatan ayah," Devan memutar bola mata malas dan sedikit membuang nafas kasar. Devan pikir Aisyah menangis karena sakit hati Kaka dan ibunya memakinya kasar, tapi ternyata karena masalah biaya.


Devan memberikan sebuah kartu kepada Bodyguardnya untuk mengurus semua biaya administrasi Risman. Setelah semuanya selesai Devan dan Aisyah bergegas pulang dengan bodyguardnya yang menjaga mereka.


Sekilas Info! Bodyguard Devan bernama Andreas, kemanapun Devan pergi Andreas selalu ada di sampingnya. Itu karena Farhan memperkerjakan Andreas sebagai bodyguard Devan karena di lihat dari segi fisik dan kemampuan bela diri Andreas yang hebat dan hal itu membuat Devan merasa lebih aman dari banyaknya musuh yang terus mengusik keluarga Kenzo, karena itu Farhan membayar Andreas untuk menjaga Devan dari orang-orang jahat itu.


...****...


Malam hari pukul 22.00. Aisyah terbangun dari tidurnya karena merasa haus di tenggorokannya. Aisyah bangkit dari ranjang dan bergegas turun untuk mengambil air minum, setelah selesai Aisyah bergegas kembali ke dalam kamar namun tiba-tiba saja lampu mati. Aisyah sedikit terkejut dan mencoba tenang, penglihatannya kini tidak jelas, ia mencoba mencari sebuah lilin tapi dalam keadaan gulita seperti ini sangat sulit untuk Aisyah mencari lilin.


Aisyah berpikir untuk pergi ke dalam kamar dengan pelan. Saat hendak menaiki tangga tiba-tiba sebuah tangan menyentuh tangannya sekilas sontak hal itu membuat Aisyah takut dan berteriak. " Siapa itu?" teriak Aisyah tidak melihat apapun karena nyatanya semuanya tampak gelap.


Aisyah kembali melangkahkan kakinya menaiki tangga tapi lagi-lagi sebuah tangan menyentuhnya, namun kali ini itu sudah benar-benar berlebihan orang itu memeluknya dari belakang dan mencoba menyentuhnya dengan cepat Aisyah menepis tangan itu dan mendorong tubuh itu kasar. Merasa pria itu tersungkur ke belakang cepat-cepat Aisyah berlari tak tau arah sehingga kakinya terbentur ke meja membuat sang empu meringis kesakitan. Bahkan sebuah gelas yang Aisyah pegang terjatuh dan berhasil menghasilkan suara.


Semua orang yang sedang tertidur pulas tiba-tiba terbangun saat mendengar suara pecahan itu begitupun Devan. Devan terkejut dan tidak bisa melihat apapun di sana, Devan mengambil ponselnya dan menyalakan senter, ia sedikit terkejut saat tidak mendapati Aisyah di ranjang. Cepat-cepat Devan menaiki kursi roda dan bergegas mencari Aisyah.

__ADS_1


" Kenapa lampunya mati?" gumam Farhan


" Bun tadi suara apa?" tanya Nabila dengan suara khas tidur


" Bunda juga nggak tau sayang. Kakamu Devan sama Aisyah mana?" tanya Linda mengkhawatirkan keadaan Devan dan Aisyah


" Nabila baru keluar Bun, mungkin masih di dalam kamar,"


" Kalian diam disini papah mau chek ke bawah dulu,"


" Ayah jangan nekat, kalau di bawah itu orang jahat gimana? Udah yah telpon polisi aja," larang Nabila khawatir.


" Papah harus chek dulu Nabila. Kalau itu bukan orang gimana? Emang kamu mau bertanggung jawab?" Nabila terdiam, mau bagaimana pun ia akan kalah jika berdebat dengan Farhan.


" Pah..?!" Langkah Farhan terhenti saat mendengar suara putranya Devan. Farhan melirik Devan begitupun yang lainnya.


" Sayang kamu nggak papa?" tanya Linda khawatir


" Devan nggak papa,"


" Loh Kak Aisyah mana?" Semua orang terkejut dan khawatir saat kala Nabila menyadarkan mereka tentang Aisyah.


" Devan Aisyah mana?"


" Devan nggak tau, saat bangun Devan udah nggak lihat Aisyah di kamar," Jawab Devan bingung. Saat semuanya di buat bingung dan khawatir tiba-tiba sebuah teriakan berhasil membuat semua orang tersentak kaget.


" TOLONG!!!"


" Aisyah," gumam Devan lirih.


......**Lanjut?......


Jangan lupa untuk tetap tinggalkan jejak yah**.

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh🤗


__ADS_2