
...Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh...
...~...
Hari demi hari telat di lewati, semakin hari hubungan Devan dan Aisyah semakin dekat dan membaik. Aisyah melakukan semua tugasnya sebagai seorang istri dengan sangat baik di dalam rumahnya besar itu, di sebuah taman yang tidak terlalu luas itu Aisyah mengajak Devan untuk berlatih menggerakkan kaki Devan, awalnya sang empu menolak karena berpikir mau mencoba sampai kapanpun dan sekeras apapun ia berusaha tetap saja kakinya tidak akan sembuh seperti sediakala. Namun, saat melihat Aisyah yang benar-benar antusias kalau kakinya akan sembuh hal itu membuat Devan memiliki motivasi untuk sembuh.
Aisyah menuntun Devan perlahan namun sayangnya kaki Devan benar-benar kaku, bahkan untuk bergerak pun rasanya sulit hal itu membuat tubuh Devan yang berat tidak bisa menyangga tubuhnya sendiri karena itu hampir saja ia jatuh jika saja Aisyah tidak memeluk tubuh Devan untuk menahannya. Untuk beberapa detik tatapan mereka bertemu, Devan tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau saat ini wajah Aisyah sangat cantik. Aisyah mendudukkan tubuh Devan ke kursi rodanya.
" Saya sudah bilang, sampai kapanpun saya tidak akan pernah sembuh. Saya Lumpuh Aisyah," ucap Devan sedikit kesal karena usaha Aisyah untuk membuatnya bisa kembali normal dengan kenyataan tidak sesuai harapan membuat Devan mengingatkan dirinya tengtang dirinya yang tidak sempurna.
" Kamu tidak boleh menyerah mas. Aku yakin kaki kamu akan sembuh," ucap Aisyah bersikeras yakin.
" Kenapa kamu bersikeras ingin aku cepat sembuh? Apa setelah kaki saya sembuh kamu akan pergi dan mau bercerai dengan saya begitu?" Tanya Devan serius. Tiba-tiba Aisyah menunduk tak berani menatap lawan bicaranya. " Jika itu maumu aku akan pergi, sesuai janjiku aku tidak akan memaksa kamu untuk berada di pernikahan terpaksa ini. Aku sudah berjanji kalau aku akan pergi jika kakimu sembuh." jawab Aisyah mantap, terdengar dari suara Aisyah yang terdengar lirih. Aisyah menampilkan wajah cerianya dan langsung mendorong kursi roda itu ke kediaman Kenzo.
Di dalam kediaman Kenzo, Aisyah meninggalkan Devan di ruang tamu bersama yang lainnya dan segera pergi ke dalam kamar. Melihat tingkah dingin Aisyah membuat Devan sedikit bingung, namun ia tidak sama sekali peduli dan penasaran tentang hal itu, sedangkan di dalam kamar Aisyah menyandarkan tubuhnya ke pintu besar itu. Seketika air mata itu keluar sesaat setelah suara lirih dan isakan itu terdengar dan menggema disana, Aisyah menangis terisak-isak saat harus membayangkan bercerai dan pergi dari rumah itu. Aisyah benar-benar tidak sanggup memiliki perasaan yang seharusnya tidak pantas ia rasakan kepada pria yang tidak pernah mencintainya bahkan menyukainya saja tidak.
Jika bertanya bagaimana perasaan Aisyah saat ini? jelas saja Aisyah benar-benar sudah sangat mencintai pria yang kini sudah menjadi suaminya. Namun, apalah daya Aisyah bukan seorang malaikat yang bisa membalik-balikkan hati manusia.
Drttt_drtt!
__ADS_1
Satu panggilan telpon berhasil membuat tangisan itu kian berhenti. Bella menghapus air mata itu dan bergegas mengambil ponselnya di atas nakas, terlihat nama Sinta memenuhi layar ponsel milik gadis cantik itu.
📲 Iya Bu?
📲 Bla....bla...
📲 Apa?📈
Mendengar ayahnya masuk rumah sakit, cepat-cepat Aisyah bersiap-siap dan bergegas ke rumah sakit. Namun, saat berpamitan semua orang bertanya tentang kepergian nya dan Aisyah menjawabnya. Terlihat wajah Aisyah yang cemas dan khawatir, saat hendak pergi Devan menahannya dan menawarkan akan mengantar Aisyah pergi ke rumah sakit.
Skip Rumah sakit!
Aisyah dan Devan cepat-cepat pergi ke ruangan rawat Risman. Di dalam ruangan bernuansa putih itu terlihat Risman yang terbaring lemas tak berdaya, Aisyah meneteskan air mata dan hendak menghampiri Risman, namun tiba-tiba seseorang menariknya dan...
Suara tamparan keras itu menggema di seluruh sudut ruangan. Devan dan bodyguardnya ikut terkejut saat melihat Sinta melayangkan tangannya ke wajah Aisyah tanpa melihat keadaan. Aisyah memegang wajahnya yang panas dan menatap Sinta sendu.
" Kamu lihat? Suami saya terbaring tak berada di atas sana. Dan itu semua karena kamu Aisyah!"
" Kenapa kamu terus membuat masalah Aisyah? Sejauh apapun kamu dari keluarga tetap saja kamu selalu membawa hal buruk kepada keluarga saya!" teriak Sinta penuh amarah. Aisyah yang tidak tau apa-apa hanya bisa menangis tak bersuara.
__ADS_1
" Aku nggak tau apa yang terjadi sebenarnya, kenapa ayah bisa seperti ini? Dan apa sangkut pautnya dengan aku Bu?"
" Semua ini karena kamu Aisyah. Jika saja dulu kamu tidak bersikeras ingin kuliah mungkin ayahmu tidak akan pernah terlilit hutang dan kita tidak akan pernah bangkrut! Ayahmu di keroyok rentenir hingga seperti ini, karena ayahmu memiliki banyak hutang kepada mereka dan itu semua karena kamu Aisyah, aku tidak akan pernah memaafkan mu jika terjadi sesuatu hal buruk kepadanya," tandas Sinta
Aisyah tersentak kaget dan menatap Risman sendu, Aisyah benar-benar tidak pernah tau kalau ayahnya melakukan hal ini demi dirinya, ternyata selama ini ia salah. Aisyah pikir ayahnya sudah berubah dan tidak menyayanginya tapi ternyata diam-diam ayahnya meminjam uang hanya untuk biaya kuliahnya, Aisyah hendak mendekati Risman tapi lagi dan lagi Sinta menahan tangannya dan hal itu membuat Devan geram dan melepas tangan Sinta sedikit kasar dari tangan Aisyah.
" Tangan seorang ibu yang seharusnya menjaga putrinya tapi disini saya melihat seorang ibu yang tidak menjaga tangannya dan malah memukul Putrinya sendiri. Ibu macam apa anda?!!" Sinta tersentak kaget mendengar ucapan Devan.
" Jangan berani melayangkan tanganmu itu dari istri saya. Jika saya melihat hal ini lagi saya tidak akan segan untuk melayangkan tangan saya kepada Anda!"
Devan menepis tangan Sinta kasar dan menyuruh Aisyah untuk melakukan apa yang ingin ia lakukan, Aisyah mendekati Risman dan menatap wajah pucat itu berkaca-kaca. Aisyah benar-benar tidak bisa membendung air matanya agar tidak jatuh, sekeras dan seberusaha apapun dirinya untuk tetap tegar tetap saja Aisyah tidak bisa menahan air mata saat melihat ayahnya terbaring lemas dengan alat bantu medis untuk bernafas.
" Ayah... Ini aku Aisyah. Ayah kenapa tidak pernah bilang kalau ayah meminjam uang sebanyak itu kepada mereka, jika saja aku tau aku tidak akan pernah mau berkuliah. Aku minta maaf ayah, aku tidak bisa menjadi putri yang baik. Aku hanyalah benalu bagi ayah, Aisyah mohon ayah bangun," Isak dan tangisan memenuhi ruangan itu. Devan merasa sedikit iba dan kasihan saat melihat Aisyah yang menangis keras disana.
Tiba-tiba saja pintu terbuka menampilkan sosok wanita cantik yang tak lain adalah Diana. Semua perhatian mereka kini tertuju pada Diana, Sinta mendekati Diana dan memeluknya sembari menangis. Devan yang melihat itu memalingkan muka ke arah lain, yang sekarang ia fokuskan adalah melihat istrinya yang sedang menangis disana sedangkan ia tidak bisa memeluk bahkan menenangkan Istrinya saja tidak bisa.
...Lanjut?...
Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak nya**:)
__ADS_1
...***Terimakasih Sudah Membaca...
...Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh***....