Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh

Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh
Chapter 41 Kamu Milikku


__ADS_3

...Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh...


...Harap Bijak dalam membaca!...


...Area21+...



...*...


Dua insan itu masih saling berpangutan dengan hasrat panas di tubuh mereka. Devan menc**** leher Aisyah dan begitu banyak meninggalkan kiss marks, tangannya mulai melepas satu persatu kancing baju Aisyah. Devan membuang baju Aisyah dan bajunya ke sembarangan arah, dari atas sana dapat Devan lihat begitu indahnya pemandangan di bawahnya. Devan kembali mel**** bibir Aisyah namun kali ini berbeda dengan c**man awal sekarang cium*n itu lebih agresif bahkan Aisyah sulit sekali mengimbanginya.


Sekarang keduanya sudah full n***d. Devan menc*umi setiap titik hal sensitif Aisyah. Tangan besar itu mulai mer**** dua gundukan itu, sesekali ia memainkan benda kecil berwarna pink itu membuat sang empu mengerang.


" Ahh..." Satu des**** lolos begitu saja. Devan yang mendengar suara itu baginya terdengar sangat merdu, hasratnya semakin memuncak ingin sekali ia bermain tanpa berhenti.


Devan mulai menciumi tubuh Aisyah dari mulai bibir, leher, dada, perut dan kedua pah* mulus Aisyah. Aisyah yang mendapatkan sentuhan itu ia hanya bisa mencengkram seprai, sungguh sentuhan Devan sangat memabukan. Dari bawah sana Devan memandangi surgawi yang di miliki Aisyah, terlihat sangat jelas pemandangan yang sangat indah dan rapat. Devan menelan salivanya susah payah memikirkan bagaimana nasib si bontot jika berada di dalam sana, Devan menepisnya dan kembali menatap Aisyah lekat.


" Sayang aku yakin ini sangat sakit, tapi percayalah ini hanya untuk awalan saja. Akan ku pastikan kamu menikmatinya," ucap Devan mengecup kening Aisyah.


Di bawah sana Aisyah merasakan benda tegak yang mencoba menerobos miliknya. Aisyah berteriak dan menangis kesakitan dengan kedua tangannya mencakar kuat punggung Devan, rasa yang amat sakit itu benar-benar membuat Aisyah tak berdaya. Benda padat dan keras itu terus berusaha masuk membuat Aisyah mengeluarkan air matanya karna rasa sakit itu.


" ****! Kenapa susah sekali masuk," umpat Devan saat bendanya sulit masuk.


Aisyah terus menangis di bawah sana, sedangkan Devan juga di buat bingung karna sudah tangung. Miliknya sudah setengah berada di dalam sana, Devan mendiamkan pen**nya sebentar dan beralih menc**m bibir Aisyah mencoba mengurangi rasa sakit itu saat keadaan Aisyah lebih tenang Devan kembali berusaha memasukan miliknya lagi dengan susah payah dan sekali hentakan Devan berhasil membuat wanita di bawahnya menjadi miliknya. Darah segar keluar di area sensitif Aisyah menandakan kalau Devan sudah mengambil mahkota Aisyah, perlahan seiring berjalan nya waktu rasa sakit itu kini berubah menjadi rasa nikmat yang tiada tara. Ruangan itu kini di penuhi oleh suara erangan dan ******* mereka, malam ini hujan dan angin menjadi saksi cinta meraka di atas ranjang.


"Ahhh..."


" Ahh.."


Teriak mereka berdua bersamaan saat kala mereka sudah mencapai *******. Devan ambruk di tubuh Aisyah, tubuh mereka kini sudah berkeringat banyak. Devan mengecup kening Aisyah lama


" Makasih karna kamu sudah mau memberikan nya untukku. Sekarang kamu milikku aku mencintaimu," ucap Devan membuat sudut bibir itu terangkat.


" Aku akan memberikan semua hidupku hanya kepada suamiku. Bahkan jika nyawaku menjadi taruhannya, aku akan selalu bersamamu. Aku mencintaimu,"

__ADS_1


Devan men*ium kening Aisyah lama dan beralih men**um bibir Aisyah. Keduanya jatuh dalam dengkapan mereka masing-masing.


Sedangkan di tempat lain Andreas tidur di sofa sedangkan Jeslyn tidur di kamarnya. Jeslyn yang tidak bisa tidur karna memikirkan Andreas membuatnya tidak bisa diam dan bergegas keluar, dapat Jeslyn lihat Andreas yang tertidur sangat pulas di sofa panjang itu dengan keadaan kaos pendek. Cuaca yang sangat dingin membuat Jeslyn berinisiatif menyelimuti tubuh Andreas, tatapannya kini jatuh pada wajah tampan itu.


" Jika saja aku bisa mengantikan wanita itu di hatimu, aku tidak akan pernah meninggalkan mu," gumam Jeslyn dan bergegas kembali ke kamar, namun belum sempat beberapa langkah tangannya di tahan Andreas sontak hal itu membuat Jeslyn tersentak kaget.


[ Astaga apa dia dengar ucapanku?] batin Jeslyn gugup


" Apa kamu tadi mengatakan sesuatu?" tanya Andreas membuat jantung Jeslyn semakin berdebar kencang.


" T_tidak, aku tidak mengatakan apa-apa," jawab Jeslyn terbata-bata. Andreas bangkit dari sofa dan menatap Jeslyn lekat.


" Sejak kapan?"


" Hah? S_sejak kapan apa? A_aku tidak mengerti,"


" Sejak malam itu kamu berubah, kamu menjadi dingin dan cuek. Apa karna malam itu, saat kita menaiki wahana aku berbicara tentang seseorang yang tidak bisa aku lupakan?"


Jantung Jeslyn berdetak sangat cepat, jelas saja ia tidak mungkin berkata jujur. Karna ia lebih takut jika cintanya akan bertepuk sebelah tangan. " A_apa maksud mu? tidak ada yang berubah dariku. Kamu tidak bisa melupakan nya walau pun dia sudah sangat melukai mu, itu semua karena kamu mencintai nya. Tidak ada sangkut pautnya denganku jadi untuk apa aku menjauhimu."


" Apa kamu mencintai saya?" suara bariton itu berhasil menghentikan langkah Jeslyn. Jeslyn benar-benar tersentak kaget mendengar pertanyaan itu, jelas saja ia sangat mencintainya tapi ia sadar kalau cintanya tidak akan pernah terbalaskan. Seketika Jeslyn berbalik dan bersikap seakan tidak dengar apa-apa.


" Bapak bicara sesuatu? Hujan sangat deras di luar jadi aku tidak bisa mendengar dengan jelas," elak Jeslyn. Jelas saja Andreas tidak bisa di bohongi, Andreas tau jika wanita di depannya sedang mengalihkan pembicaraan.


" Bapak tidak mau mengatakan sesuatu? Kalau tidak ada aku permisi ke dalam," Jeslyn bergegas masuk ke dalam kamar meninggalkan Andreas yang masih mematung disana..


[ Tidak Jeslyn, kamu orang baik. Kamu harus mendapatkan pria yang lebih mencintaimu, saya bukanlah orang yang tepat untukmu] gumam Andreas dalam hati.


***


Keesokan harinya, pantulan sinar matahari itu masuk ke dalam kamar melewati celah jendela besar di sana. Kedua insan yang sedang tertidur pulas itu karna lelah semalaman bergelut panas di atas ranjang, Aisyah membuka matanya dan mengercap-erjapkan matanya menyesuaikan dengan cahaya lampu. Hal yang ia pertama kali ia lihat adalah wajah tampan suaminya, Aisyah mulai aktif menyentuh setiap inci wajah Devan pikirannya kembali teringat akan kejadian semalam dimana ia sudah menunaikan kewajiban nya sebagai seorang istri kepada suaminya.


Aisyah melirik arloji suaminya dan sudah menunjukkan pukul 6.00. Cepat-cepat Aisyah bangkit dari tidurnya dan mencari pakaiannya, keadannya yang masih full n***d membuatnya kesulitan untuk mengambil pakaiannya.


" Astaga bagaimana ini gimana cara aku ambilnya," gumam Aisyah kebingungan.

__ADS_1


" Ada apa?" tanya Devan dengan suara seraknya.


" Aku mau ke kamar mandi,"


" Lalu?"


" Pakaian aku di sana,"


" Yasudah tinggal ke kamar mandi saja," Aisyah menatap Devan dengan tatapan yang sulit di tebak. Namun Devan yang sangat peka hanya tersenyum kecil. " Untuk apa kamu malu? aku sudah melihat semuanya." ucap Devan membuat Aisyah wajah Aisyah memerah karna malu.


" Oh atau kamu masih mau bermain? Lihat tubuhmu dan tubuhku tidak terbalut apa- apa. Jika kamu mau ini akan lebih cepat," goda Devan


" Nggak! Kamu harus ke kantor aku juga harus ke Resto,"


" Ayolah sayang sekali aja,"


" Sayang kamu harus ke kantor," Devan mengerucutkan bibirnya hingga 3 cm, Aisyah yang melihat itu hanya tersenyum dan mengecup bibir itu.


" Nanti ok? Sekarang aku harus mandi. Jeslyn pasti sudah menunggu ku," Aisyah bangkit dari ranjang dengan menarik selimut itu untuk menutupi tubuhnya dan hal itu membuat Devan tertidur tanpa penghalang apapun. Aisyah yang sadar langsung membelalak kan matanya, Devan hanya tersenyum melihat kepolosan sang istri.


Aisyah tidak mengubrisnya dan bergegas ke kamar mandi namun baru satu langkah area sel*ngk*ngannya merasakan rasa sakit.


" Ahhh," teriak Aisyah kesakitan. Devan yang mendengar itu langsung berlari mendekati Aisyah.


" Ada apa?"


" M-Milik aku sakit," jawab Aisyah gugup . Devan yang mendengar itu hanya tersenyum bahagia karna istrinya seperti itu karna ulahnya semalam.


" Maaf karna aku kamu jadi kesakitan. Baiklah, sekarang aku akan bantu kamu ke kamar mandi," Devan mengangkat tubuh Aisyah ala brindal style dan membawanya ke kamar mandi.


Namun saat Aisyah menyuruh Devan untuk keluar pria itu enggan keluar dan malah mandi bersama. Kalian jelas tau apa yang akan sepasang kekasih lakukan jika mandi bersama?


" Sayang Katanya Kamu Cuman Mau Mandi..." teriak Aisyah kesal saat Devan malah mencumbuinya di dalam sana.


...**Lanjut?...

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini**....


__ADS_2