Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh

Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh
Chapter 31 Perjanjian mutlak ayah dan putranya


__ADS_3

...HAPPY READING...


Di rumah sakit Devan membawa Aisyah untuk bertemu dengan Linda. Semua pasang mata terkejut dan bahagia karna Devan datang dengan membawa menantu kesayangan mereka, Nabila berhamburan memeluk Aisyah erat sesekali ia menangis di pelukan Aisyah.


" Kamu kemana saja? Kenapa kamu tega meninggalkan aku. Kamu tau aku tidak punya teman di rumah selain kamu," tangis Nabila membuat semua orang tertawa kecil karna melihatnya.


Netra Aisyah kini tertuju pada seorang wanita yang terbaring lemas di atas tempat tidur rumah sakit. Terlihat Linda tidak bisa menahan air matanya, Aisyah memeluk Linda erat sangat erat bahkan ia tidak mau melepaskannya. " Sayang akhirnya kamu kembali. Bunda baru mengancam Devan jika dia tidak berhasil membawamu kembali bunda tidak akan mau bertemunya." ucap Bunda lirih


" Bunda Aisyah minta maaf membuat bunda khawatir. Aisyah benar-benar menyesal karna meninggalkan kalian,"


" Nggak sayang, kamu tidak perlu minta maaf. Bunda sekarang sudah membaik karna melihatmu kembali bersama Devan, bunda harap kalian bisa menjaga rumah tangga kalian jika kalian punya masalah bicarakan baik-baik," ujarnya sendu. Aisyah mengangguk dan kembali memeluk Linda.


Farhan melirik Devan sekilas dan menyuruhnya keluar. Devan mengangguk dan pergi keluar mengekori Farhan. " Ada apa pah?"


" Dimana kamu menemukannya?"


" Dia tinggal di kota kecil di sebrang sana pah,"


" Kau ini, untung saja Aisyah hanya pergi ke kota bagaimana kalau dia pergi kepulau lain atau luar negeri. Bisa habis kau,"


" Iya pah Devan mengaku salah karna tidak mengikuti perkataan papah dulu. Tapi pah sekarang Devan sudah sadar kalau Aisyah penting bagi Devan dan mulai hari ini Devan tidak akan mengecewakan nya lagi. Papah bisa pegang janji Devan," ucap Devan mantap.


" Papah pegang janji kamu. Jika sampai kamu mengecewakan nya lagi, papah nggak akan segan membawa Aisyah pergi dari negara ini," ancam Farhan berhasil membuat Devan tersentak kaget. " Apa maksud papah?"


" Jagalah janjimu Devan, jika sampai kamu tidak menepati janji kamu akan kehilangan istrimu," ucap Farhan lagi dan bergegas pergi masuk ke ruang rawat Linda meninggalkan Devan yang masih syok dengan ucapan Farhan barusan.


Sedangkan di tempat lain Jeslyn terkejut karna tiba-tiba Andreas datang ke restoran nya. Semua pasang mata tertuju pada Andreas, bagaimana tidak Andreas datang ke restoran dengan penampilan nya yang benar-benar super cool bahkan para cowok yang sudah memiliki kekasih merasa cemburu karna kekasihnya lebih tertarik dengan pria yang sedang membantu Jeslyn.


" Pak Andreas...?"


" Apa?"


" Aku nggak mimpi kan. Kenapa bapak tiba-tiba datang dan mau membantuku?" tanya Jeslyn penasaran alias sangat bahagia.


" Tuan Devan menyuruh saya membantu kamu karna sekarang Nyonya Aisyah bersama tuan mau pergi ke rumah sakit untuk menjengguk ibunya," jawab Andreas dingin.


" Oh begitu,"


[ Ini hari keberuntungan ku, aku nggak akan melewati kesempatan ini untuk menjadi lebih dekat dengannya] batin Jeslyn


Andreas dan Jeslyn mulai melakukan aktivasi mereka masing-masing. Kegiatan itu berhasil membuat kedua insan itu menjadi lebih dekat, walaupun sangat sulit Jeslyn berbicara tapi setidaknya dalam kegiatan itu Jeslyn bisa lebih dekat dengan Andreas.


Skip...

__ADS_1


Hari sudah larut malam, Andreas masih dengan aktivitas nya membersihkan meja makan sedangkan Jeslyn yang kelelahan tak sadar ia malah tertidur di dapur. Saat pekerjaan nya sudah selesai Andreas pergi mencari Jeslyn untuk berpamitan pergi, namun ia tertegun saat melihat Jeslyn yang tengah tertidur pulas di sana. Andreas menghampiri Jeslyn dan duduk menatap wajah polos itu, perhatian nya tidak pernah berpaling dari wajah cantik Jeslyn. Ntah apa yang pria itu pikirkan sekarang.


Andreas melepas jasnya dan memakainya ke tubuh Jeslyn berharap wanita itu tidak kedinginan. Andreas pergi tanpa mengatakan satu patah katapun kepada Jeslyn karna tidak mau membangunkan nya, baru keluar pintu restoran ia bertemu dengan Devan dan Aisyah yang baru pulang. Aisyah melingak-linguk mencari Jeslyn yang tidak ada di sana. " Andreas dimana Jeslyn?"


" Dia ada di dalam, hari ini banyak pengunjung yang datang seperti nya dia kelelahan," tutur Andreas membuat Aisyah merasa bersalah. " Dia pasti kesulitan karna aku tidak ada." gumam Aisyah lirih


" Kamu tidak perlu merasa cemas, Andreas kan ada. Aku yakin Jeslyn tidak akan merasa terbenani," sahut Devan mendengar kiriman Aisyah.


" Oh ya Andreas terimakasih," ucap Devan yang mendapat tatapan dingin dari sang empu


" Tuan sepertinya gajihku harus naik 2× lipat mulai sekarang," kode Andreas menaik turunkan halisnya


" Itu masalah gampang kamu tenang saja. Asal kerjamu bagus saya akan menaikan gajihku kalau bisa 3× lipat dari itu," Aisyah tertegun mendengar obrolan dua sejoli itu. Kepalanya yang pusing karna mendengar obrolan itu Aisyah bergegas pergi ke dalam untuk mengecek Jeslyn, saat melihat Jeslyn seketika rasa lelahnya hilang. Aisyah mendekati Jeslyn dan menatap wajah polos itu. " Kamu pasti lelah." gumam Aisyah mengelus rambut Jeslyn lembut.


Keesokan harinya.


Pagi buta ini Devan sudah berada di tempat Aisyah. Devan terus mengetuk pintu itu dan tidak ada tanda si pemilik rumah membukanya. " Kemana dia? apa dia masih tidur?" gumam Devan kembali mengetuk pintu itu.


Lama tak ada sahutan Devan mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan singkat.


DEVAN


Aku di depan rumahmu.


(tidak ada jawaban!)


" Apa dia benar-benar belum bangun?" gumam Devan. Devan beralih menghubungi Jeslyn, tak berselang lama sang empu mengangkat nya.


" Iya..?" suara serak khas bangun tidur. " Kamu sedang bersama Aisyah? aku ingin bicara dengannya."


" Huwaa... Aisyah tidak ikut pulang semalam. Dia bilang ada urusan, katanya ayahnya masuk rumah sakit lagi,"


" Apa?" Devan terkejut mendengar ucapan Jeslyn. Segera mungkin Devan pergi ke rumah sakit dimana Risman di rawat, sesampainya di rumah sakit Devan tidak melihat keberadaan Aisyah ia hanya melihat Sinta dan Diana disana.


Diana yang melihat Devan repleks mendekati Devan dengan memasang wajah sedih. " Devan kamu disini? Aku nggak tau lagi harus ngelakuin apa agar papah sembuh. Aku..."


Ucapan Diana terpotong saat kala Devan berjalan melewati nya. Devan mendekati dokter yang baru keluar itu dan menanyakan keadaan Risman. " Kondisi pak Risman semakin hari semakin memburuk. Saya sudah mengusulkan kepada ibu untuk pak Risman di pindahkan ke rumah sakit di Singapura karna peralatan disana sangat memungkinkan. Sedangkan di rumah sakit kami, kami tidak memiliki alat untuk penyakit yang di deritanya."


" Apa dok Singapura?"


" Betul pak 6 bulan yang lalu saya sudah mengusulkan agar Pak Risman di rawat di rumah sakit Singapura. Kami memiliki rekan disana yang mungkin disana mereka bisa membantu menyembuhkan kondisi Pak Risman," tutur Dokter itu.


Devan melirik Sinta tajam dan mendekatinya. " Apa Aisyah tau soal ini?" tanya Devan membuat Sinta gugup

__ADS_1


" B_bagaimana dia tau kalau dia tidak pernah menjengguk ayahnya disini,"


" Apa anda lupa dengan perkataan anda 6 bukan yang lalu? Anda melarang Aisyah untuk datang menjengguk ayahnya. Ibu macam apa anda? Saya tau anda adalah ibu tiri Aisyah tapi apa semua ibu tiri seperti anda?"


" Devan.."


" Dan kau Diana, jangan bersikap seolah-olah saya mengenal anda. Saya tidak pernah mengenal anda jadi jaga perilaku mu, " Diana tersentak kaget mendengar ucapan Devan.


" Dokter saya ingin bicara apa bisa?"


" Bisa pak. Mari," Devan mengikuti Dokter itu ke ruangannya.


...***...


" Dokter bukannya Pak Risman sudah di nyatakan sembuh? Lalu kenapa sekarang dia kembali drop?"


" Sebenarnya operasi yang kami lakukan tidak memungkinkan pak Risman sembuh. Kami hanya mengangkat sel mati yang ada di otak pak Risman, penyakit gabungan itu membuat kami tidak bisa mengambil tindakan karna peralatan yang tidak memandai dan yang kami takutkan tubuh pasien tidak dapat menerima nya dan hal itu mengakibatkan kegagalan dalam operasi," jelas Dokter itu.


" Jadi saran dokter?"


" Kami mengusulkan pak Risman di pindahkan ke rumah sakit yang ada di Singapura. Karna disana peralatannya cukup memungkinkan dan saya dengar disana ada orang yang mengalami seperti Pak Risman dan setelah melakukan tindakan orang itu sembuh,"


" Kalau begitu terimakasih dok saya akan..."


^^^Ceklek.. ^^^


Pintu itu terbuka menampilkan Aisyah dengan wajahnya yang penuh kekhawatiran.


" Aisyah...,"


" Dokter bagaimana keadaan ayah saya? Kenapa kalian tidak memberitahuku kalau ayah saya harus di rawat di Singapura," tangis Aisyah pecah di sana. Devan yang tidak tega mencoba menenangkan istrinya.


" Mas aku nggak mau ayah kenapa-kenapa,"


" Iya sayang, ayah kamu tidak akan kenapa-kenapa. Kamu jangan menangis seperti ini," ucap Devan dengan tangannya mengusap air matanya lembut.


" Dokter saya ingin hari ini Pak Risman di pindahkan ke rumah sakit Singapura," pinta Devan


" Baik Pak, kalau begitu saya akan membuat surat pindah pasien. Dan menghubungi pihak rumah sakit disana," Devan mengangguk. Dokter itu pergi keluar meninggalkan dua insan itu. Devan menarik Aisyah ketubuhnya. " Aku sangat takut mas, bagaimana kalau ayah tidak akan sembuh. Aku..."


" ***! Kenapa kamu bicara seperti itu? Ini bukan Aisyah yang aku kenal. Aisyah dulu tidak pernah menyerah, kamu harus yakin kalau ayah kamu akan sembuh. Kamu percaya kan sama aku?" Aisyah mengangguk kan kepala pelan. Devan tersenyum dan kembali memeluk tubuh ramping istrinya.


...Next Part\=>...

__ADS_1


Jangan lupa Like, Komen, Follow and Vote makasih:)


__ADS_2