Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh

Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh
Chapter 34 Andreas dan Jeslyn


__ADS_3

...HAPPY READING...


Di sebuah taman yang cukup luas itu Jeslyn mengistirahatkan tubuhnya di kursi panjang yang ada di taman itu. Rasanya sangat melelahkan bekerja full time tanpa ada habisnya, di sela-sela istirahat itu terlintas ia memikirkan Aisyah. Kepergian sahabatnya membuat dunia serasa hampa, yang dulunya saling berbicara kini tiba-tiba ia harus pergi jauh meninggalkan nya.


Tiba-tiba sebuah mobil hitam berhenti di depan Jeslyn, Jeslyn yang tau pemilik mobil itu siapa segera bangkit dari duduknya. Tak lama seseorang keluar dari mobil mewah itu dan mendekati Jeslyn. " Loh bukannya kamu mau pergi ke rumah saudara kamu yah, lalu kenapa masih ada disini." ucap Jeslyn bingung saat Andreas tiba-tiba datang menemuinya.


" Saya tidak jadi pergi karna pekerjaan saya terlalu banyak," jawab Andreas.


Andreas mengambil barang belanjaan Jeslyn dan menaruhnya ke dalam mobil. Andreas dan Jeslyn masuk ke dalam mobil itu dan bergegas pergi ke Restoran Aislyn, sesampainya di Restoran Andreas memincingkan matanya saat kala ada seorang pria yang sedang berdiri di depan Resto. Jeslyn yang tau siapa orang itu langsung menghampiri nya.


" Ternyata kamu masih tidak tau malu yah, aku sudah mengusirmu tapi kamu masih berani datang kesini," ucap Jeslyn dengan nada tinggi. " Jeslyn aku tidak mau cari ribut disini. Aku hanya ingin bertemu dengan Aisyah dan bicara baik-baik."


Andreas mengangkat satu alisnya bingung saat kala mendengar Dafri mencari Aisyah.


[Sepertinya aku pernah melihatnya tapi dimana] gumam Andreas dalam hati.


" Aisyah tidak ada disini lagipula kalau ada Aisyah pun dia tidak akan mau bicara dengan kamu. Jadi, sebaiknya kamu pergi,"


" Jeslyn..."


Ucapan Dafri terpotong saat kala Andreas menahannya. " Apa kamu tidak dengar dia bilang apa. Pergi jangan membuat keributan disini."


" Siapa kamu? Ini tidak ada kaitannya dengan kamu. Jadi jangan ikut campur,"


" Urusannya adalah urusan saya, jadi saya berhak ikut campur dalam hal ini," sarkas Andreas berhasil membuat Dafri diam, Dafri bergegas pergi meninggalkan Resto.


Setelah kepergian Dafri, Jeslyn bergegas masuk ke dalam Resto dengan bahan- bahan belanjaannya. Andreas yang penasaran itu mengekori Jeslyn hingga ke dapur, Jeslyn yang tidak menyadari kehadiran Andreas saat berbalik ia terkejut saat tiba-tiba wajahnya menabrak dada bidang Andreas. Lagi dan lagi jantung itu berdegup sangat cepat, Jeslyn benar-benar sudah jatuh cinta kepada pria di depannya mau sejauh apapun jarak mereka Jeslyn akan tetap memikirkan pria di depannya.


" M_maaf," cicit Jeslyn


" Nggak papa saya juga salah," cicit Andreas sembari tersenyum tipis.


" Oh iya pria tadi siapa? Sepertinya kamu tidak menyukainya," tanya Andreas penasaran

__ADS_1


" Pria gila, brengsek tidak tau malu. Semua hal buruk ada di dalam dirinya, aku nggak ngerti kenapa dulu Aisyah menyukainya," ucap Jeslyn tanpa sadar. " Apa jadi pria itu orang yang pernah di sukai Aisyah?"


" Iyah tapi dia mematahkan segalanya. Aku mohon jangan pernah memberitahu Aisyah kalau aku memberitahumu soal dia, aku takut Aisyah akan marah sama aku,"


"Kamu tenang saja keahlianku bukan hanya dalam bela diri tapi juga dalam menjaga rahasia," ungkap Andreas pede. Tawa kecil keluar dari bibir mereka, Jeslyn dan Andreas kini semakin dekat dan bahkan Andreas tidak sungkan berbagi cerita kepada Jeslyn. Namun sepertinya kedekatan mereka itu membuat Jeslyn semakin merasakan perasaan lebih kepada Andreas bagaimana tidak? Tidak ada hubungan pertemanan yang benar-benar real pertemanan, 90% di dunia ini semua melibatkan perasaan dalam bentuk apapun itu. Bahkan kalian sendiri tidak bisa memungkiri nya, mau tidak mau perasaan itu tidak bisa di paksa. Jangan salahkan perasaan mu jika kamu menyukai seseorang yang seharusnya tidak kamu sukai, jelas saja kamu manusiawi yang memiliki hati, perasaan dan pikiran yang kapan saja perasaan itu akan datang dan memilih tempat yang paling nyaman.


Hari sudah malam semua pekerjaan sudah selesai, Andreas yang melihat Jeslyn kelelahan berinisiatif menagabtarnya pulang. Namun, di perjalanan pulang Jeslyn melihat pasar di sebuah pasar itu kebetulan belum terlalu larut Jeslyn mengajak Andreas untuk pergi ke pasar malam itu namun sang empu sempat menolak dengan beralasan hari sudah malam, tapi kembali lagi kepada Jeslyn di dalam kamus miliknya tidak ada yang berani menolak permintaannya. Jeslyn memaksa Andreas pergi ke pasar malam itu dengan terpaksa Andreas mengiyakan permintaan gadis di depannya.


Jeslyn dan Andreas menikmati malam itu berdua, awalnya Andreas terpaksa namun saat melihat Jeslyn yang benar-benar semangat dan bahagia akhirnya Andreas luluh dan menikmati malam itu. Keduanya berhenti tepat di sebuah kedai kecil yang di penuhi oleh boneka-boneka imut dan besar, Jeslyn yang tertarik itu ingin mencoba permainan-permainan itu.


" Jika mbak bisa membindik panah ini tepat di lingkaran kuning itu, maka boneka bear itu akan menjadi milik mbak," tuturnya


" Benarkah? Aku ingin coba," ucap Jeslyn. Pria itu memberikan panah kepada Jeslyn. Jeslyn mulai membindik anak panah itu, sedangkan Andreas hanya diam memerhatikan Jeslyn dengan tangannya yang ia silangkan di depan dadanya.


Jeslyn memanah bindikan itu tapi sialnya Jeslyn malah melewati garis. Jeslyn yang pantang menyerah itu terus mencoba hingga 6 kali berturut-turut. " Haish susah sekali, sepertinya kita tidak akan menjadi keluarga Bear." gumam Jeslyn lirih. Jeslyn bergegas pergi ke tempat lain karna merasa sedih tidak bisa memenangkan permainan itu.


Beberapa menit kemudian Jeslyn baru tersadar kalau Andreas tidak bersamanya membuatnya kebingungan segera mungkin ia menghubungi Andreas, namun siapanya ponsel Andreas tidak bisa di hubungi. Tidak ada pilihan lain Jeslyn bergegas pergi mencari Andreas, sudah beberapa menit lamanya ia tidak menemukan keberadaan Andreas. Bahkan ke tempat terakhir yaitu permainan panah pun Andreas tidak ada di sana, Jeslyn membuang nafas panjang karna merasa lelah mencari Andreas.


" Dia dimana sih, apa dia sudah pulang? Haish seharusnya aku tidak memaksanya datang kesini, " gumam Jeslyn menyesal.


" Saya tau kamu sangat menginginkan nya karna itu aku mencoba permainan itu dan berniat memberikannya kepadamu, tapi kamu sudah pergi,"


" Kamu sungguh melakukannya untuk ku?"


" Boneka bear ini mungkin akan menyukai keluarga barunya," seru Andreas yang mendapat senyuman manis dari sang empu.


" Sebagai gantinya bagaimana kalau kita naik wahana kincir angin itu," tunjuk Jeslyn ke wahana kincir angin di depan sana. " Jeslyn sekarang sudah malam dan kincir angin itu sangat tinggi, apa kamu tidak takut?"


" Mana mungkin aku takut, sejak kecil aku sering menaikinya bersama ibuku. Mungkin sebaliknya kamu yang takut kan? hayoh ngaku,"


Dari ucapan Jeslyn itu seakan menantang Andreas untuk naik ke kincir angin itu." Saya tidak takut, kalau begitu ayok kita naik."


Andreas pergi ke wahanan itu meninggalkan Jeslyn, sedangkan sang empu hanya tersenyum dan bahagia karna akhirnya ia bisa menaiki wahana kincir angin dengan seorang pria yang ia sukai seperti keinginan nya sejak kecil. Kedua insan itu naik ke dalam kurungan itu dan tak lama wahana itu bergerak perlahan, semuanya menjadi canggung. Jeslyn benar-benar sangat gugup saat duduk berhadapan dengan Andreas apalagi hanya ada mereka berdua di dalamnya, Ahh andai saja kita adalah pasangan mungkin akan lebih menyenangkan. begitulah yang ada di pikiran Jeslyn.

__ADS_1


" Eumm pak Andreas," ucap Jeslyn memecah keheningan.


" Apa?"


" Sepertinya ini bukan pertama kalinya kamu naik wahana ini,"


" Kamu benar ini memang bukan kali pertama nya saya naik wahana ini. Dulu saya sering menaiki wahana ini dengan seseorang..."


Ingatannya akan 5 tahun yang lalu kembali terlintas di pikirannya, dimana disaat ia melihat wanita yang ia cintai sedang berciuman di dalam kurung kincir angin itu. Mengingat hal itu benar-benar membuat Andreas merasakan sesak dan sakit hati karna begitu banyak rasa sakit yang sudah wanita itu berikan kepadanya namun bodohnya Andreas sampai detik ini ia masih memikirkan wanita itu.


" Seseorang siapa....?" ucapan Jeslyn menyadarkan Jeslyn. " Eum m_maaf saya tiba-tiba keinget pekerjaan kantor."


" Apa Aislyn merepotkan mu? Sebaiknya mulai besok kamu tidak perlu membantu ku di resto. Aku jadi nggak enak karna banyak merepotkanmu,"


" Nggak papa, lagi pula ini juga tugas saya. Tuan Devan memerintahkannya langsung untuk membantumu di Resto,"


" Tapi itu tidak benar, seharusnya kamu bekerja di kantor bukan di Resto. Besok aku coba hubungi Devan agar kamu tidak perlu membantuku," ucap Jeslyn


" Jeslyn nggak papa, saya akan tetap membantu kamu. Bukan hanya karna pekerjaan saja tapi kamu juga sudah saya anggap seperti adik dan sahabat saya sendiri, jadi saya akan tetap membantu kamu," ucap Devan berhasil membuat senyuman lebar itu memudar. Kata adik dan sahabat itu berhasil membuat hati Jeslyn sesak dan sakit, kini Jeslyn menyadari kalau hanya dirinyakah yang memiliki perasaan itu.


Andreas yang melihat perubahan wajah Jeslyn itu merasa bingung dan khawatir. " Jeslyn kamu nggak papa?" tanya Andreas


" N_nggak aku nggak papa, aku hanya merasa mual dan pusing. Kita pulang saja," ujar Jeslyn


" Iya tapi ini 1 putaran..."


" Pak..?" teriak Jeslyn memotong ucapan Andreas.


" Pak kepala aku pusing aku mau berhenti," teriak Jeslyn lagi. Pria paruh baya itu mengangguk dan menghentikan wahana itu, Jeslyn bergegas keluar dari wahana itu begitu juga dengan Andreas.


" Jeslyn apa perlu saya antar ke rumah sakit?" tawar Andreas. " N_nggak perlu nanti juga sembuh. Aku cuman butuh istirahat aja."


" Yaudah kalau gitu saya antar kamu pulang," Andreas mengantar Jeslyn pulang, di sepanjang perjalanan Jeslyn hanya diam tidak berbicara ia hanya fokus melihat ke luar jendela dan hal itu membuat Andreas bingung karna biasanya gadis di sampingnya itu sangat cerewet dan bawel bahkan bisa membuat kepalanya pusing.

__ADS_1


......**Next Part\=>......


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. seperti Like, Komen, Follow and Vote**


__ADS_2