
Di sebuah acara besar yang di penuhi oleh orang-orang tinggi. Terlihat banyak kolega bisnis menghadiri acara makan itu, Devan mengajak istrinya Aisyah ke acara itu keanggunan dan kecantikan Aisyah membuat semua pasang mata tertuju pada Aisyah dan juga Devan.
Pasangan suami istri yang sangat serasi bahkan pasangan muda itu benar-benar membuat orang yang melihatnya iri. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang terus memerhatikannya, rasa iri dan cemburu benar-benar menyelimutinya.
" Hallo pak Devan senang bisa bertemu denganmu," seru pria paru baya itu sembari berjabat tangan dengan Devan.
" Apa dia istrimu?" tanyanya saat melihat Aisyah. Devan merangkul Aisyah dan memperkenalkannya pada semua orang, Aisyah melempar senyum manisnya pada semua orang tanpa ia sadari ada seseorang yang tidak suka akan kehadirannya.
Acara demi acara telah di lewati, Aisyah pergi mencari makanan sedangkan Devan sibuk mengobrol dengan kolega besar lainnya. Matanya berbinar saat melihat banyak makanan di atas meja, makanan dan minuman itu benar-benar terlihat sangat enak membuatnya ingin terus memakannya, sedangkan Devan ia tersenyum kecil memerhatikan Aisyah yang sedang makan.
' Cantik" itulah yang ada di benaknya saat melihat wajah cantik Aisyah.
***
" Hm kalau Jeslyn disini mungkin dia akan memakan semuanya," gumam Aisyah memerhatikan makanan itu. Namun, kali ini Aisyah tidak tergiur lagi karna perutnya yang sudah kenyang.
Saat hendak pergi menemui Devan tiba-tiba seseorang datang. Aisyah sedikit terkejut saat melihat Fellysha di depannya. " Kamu?"
" Hai Aisyah kita bertemu lagi," serunya dengan senyuman palsu di bibirnya. Tidak ingin ada perdebatan Aisyah memilih pergi namun langkahnya terhenti saat kala Fellysha menahan tangannya.
" Kamu mau pergi kemana Aisyah?" tanyanya dengan wajah yang menjengkelkan. Aisyah menepis tangannya pelan. " Aku menemui suamiku." jawab Aisyah dengan menekankan kata suamiku.
" Oh jadi kamu benar-benar sudah menikah? Hahah kasian suamimu itu karna menikah dengan wanita seperti mu!"
" Apa maksud mu Felly?"
Fellysha tersenyum dan mengambil sesuatu di balik tasnya. " Ini undangan pernikahan ku dan Dafri, aku sangat berharap jika kamu datang ke pernikahan kami agar kamu sadar kalau Dafri hanya milikku!" tandasnya penuh penekanan.
Aisyah meremas bajunya, semua yang di ucapkan Fellysha seakan merendahkannya. Di sisi lain Dafri yang sedang mengobrol dengan rekan bisnisnya netranya jatuh pada dua gadis di depan sana. Jelas saja Dafri khawatir kalau Fellysha akan berbuat hal yang sama seperti kemarin-kemarin, namun kali ini netranya jatuh pada seorang pelayan. Gerak gerik pelayan itu sangat mencurigakan.
Pelayan itu membawa minuman di tangannya dan berjalan mendekati Aisyah dan Fellysha di sana, dengan cepat Dafri berlari mendekati Aisyah dan...
Byurr!!
__ADS_1
Dugaannya benar pelayan itu hendak menyirami minuman itu pada Aisyah.
" Dafri?" Aisyah dan Fellysha terkejut saat melihat Dafri yang tiba-tiba datang dan menghadang minuman itu sehingga tidak mengenai Aisyah. Sontak hal itu menjadi sebuah perhatian semua orang termasuk Devan.
" Dafri apa yang kamu lakukan?" teriak Fellysha menarik Dafri menjauh dari Aisyah.
" M_maaf Pak saya tidak sengaja," ucap pelayan itu dan bergegas pergi.
Fellysha mengambil tisu di tasnya dan langsung membersihkan jas Dafri yang terkena noda itu. Namun, pandangan Dafri tidak pernah lepas dari Aisyah begitupun sebaliknya, Aisyah benar-benar tidak tau apa yang terjadi dan kenapa Dafri harus menghadang minuman itu?
" D_dafri aku minta maaf karna aku jas kamu jadi kotor," ucap Aisyah merasa bersalah. Namun permintaan maaf Aisyah malah mendapat bentakan dari Fellysha.
" Kau memang pembawa sial! Lihat kau sudah membuat baju calon suamiku kotor,"
" Fellysha hentikan ini bukan salahnya!"
" Ada apa ini?" ucap Devan yang baru datang.
Devan menangkup wajah Aisyah dengan satu tangannya dan menatapnya. " Kamu nggak papa?" tanyanya yang mendapat gelengan dari Aisyah.
" Tidak perlu pak Devan apa yang saya lakukan karna murni keinginan saya menolong Aisyah. Dan pakaian ini jangan kalian pikirkan!" tandasnya dan bergegas pergi menarik Fellysha menjauh dari sana.
***
Di dekat kolam Dafri menarik Fellysha sedikit kasar membuat sang empu meringis kesakitan.
" Sakit Dafri! Apa kamu bisa bersikap lembut padaku?"
" Lembut pada wanita seperti mu? Sebenarnya apa maumu huh? Kau bilang ingin menikah bukan? aku sudah menyetujuinya. Tapi kenapa kau terus menganggu Aisyah?"
" apa maksud mu? aku hanya ingin memberikan undangan pernikahan kita padanya apa aku salah?"
" Cukup Fellysha! Kamu pikir aku tidak tau dengan semua rencana mu? Dan pelayan tadi itu kamu kan yang membayarnya?" Fellysha terdiam membuat Dafri kembali yakin kalau semua itu rencananya.
__ADS_1
" Kau benar-benar wanita tidak tau malu. Aku mau menikah denganmu karna permintaan ayahmu yang saat ini sedang kritis di rumah sakit sedangkan kau? Bukannya menjalani permintaan ayahmu kamu malah melakukan hal bodoh ini?"
" Dafri itu semua aku lakukan demi kita,"
" Kita apa maksud mu?"
" Kau hanya memikirkan dirimu sendiri. Kau tidak pernah memikirkan perasaan orang lain, kau sudah membuatku masuk ke dalam masalahmu. Jika sampai kamu berani menganggu Aisyah lagi aku tidak akan segan untuk membatalkan pernikahan kita!"
Degh
Fellysha tersentak kaget saat mendengar ucapan Dafri. Pernikahan nya menjadi sebuah ancaman hanya karna Aisyah, Dafri bergegas pergi meninggalkan Fellysha sendiri disana rasa sesak dan sakit hati itu terus terbalut dalam dirinya.
[ Aku melakukan ini karna kamu Dafri, karna Aisyah kamu tidak bisa mencintaiku sepenuh nya. Aku sangat membencinya, dan sekarang pernikahan kita kau jadikan ancaman dan itu karna Aisyah. Aku benar-benar tidak akan pernah memaafkannya] tangis Fellysha terisak-isak disana.
***
Setelah acara itu selesai Devan dan Aisyah bergegas pulang, di sepanjang perjalanan Aisyah tidak berbicara bahkan pandangannya lurus ke luar jendela.
Devan yang menyadari keanehan itu merasa khawatir. " Sayang apa yang kamu pikirkan?" tanya Devan khawatir sembari mengengam tangan Aisyah dengan tangan lainnya sibuk memegang setir.
" Nggak papa aku cuman merasa lelah aja,"
Mendengar jawaban Aisyah Devan terdiam sejenak, tak lama Devan meminggirkan mobilnya dan berhenti di pinggir jalan hal itumembuat Aisyah sedikit bingung. Tanpa bicara apapun Devan keluar mobil lalu membukakan pintu mobil untuk Aisyah, Devan membawa Aisyah ke sebuah taman kecil di pinggir jalan namun taman itu terlihat sangat indah dan luas apalagi saat cahaya bintang dan bulan di atas sana membuat pemandangan yang benar-benar sangat indah.
" Sayang sebelum pulang kita istirahat dulu disini," ujar Devan yang di angguki Aisyah.
Devan menarik Aisyah untuk duduk di sampingnya tanpa babibu Aisyah langsung duduk di samping Devan dan menyandarkan kepalanya ke bahu Devan. Devan memang tidak tau apa yang membuat istrinya diam karna yang ia tau hanyalah Dafri dan Fellysha adalah sahabat baiknya, tapi melihat kejadian tadi bagaimana tatapan Fellysha pada Aisyah begitupun Dafri itu adalah sebuah teka teki baginya.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedang memantau mereka dari kejauhan. Tangan itu mengepal, rahang mengeras dengan deru nafas yang tak beraturan. Dafri memang egois ia tidak ingin melihat Aisyah bersama pria lain namun dirinya sendiri malah bersama wanita lain.
Perasaan yang tidak pernah hilang itu terus menyelimutinya. Dafri tidak pernah melupakan Aisyah bahkan selama ini Dafri terus mencarinya hingga akhirnya bertemu namun takdir berkata lain, wanita yang selama ini ia rindukan ternyata sudah bersuami.
[ Aisyah katakan saja jika kamu juga masih mencintaiku. Jika aku tau mungkin aku akan membatalkan pernikahan ini dan membawamu pergi bersamaku]
__ADS_1
[ aku benar-benar tidak menyukainya Aisyah. Dia bukan Fellysha yang kita kenal, dia benar-benar berbeda bahkan dia berusaha melukaimu agar kita berpisah]
...****...