Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh

Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh
Chapter 32 Go to Singapore


__ADS_3

...Happy Reading...


Di rumah sakit itu Devan menyiapkan untuk keberangkatan Risman ke Singapura. Sinta, Diana tidak terima kalau hanya Aisyah yang di perbolehkan ke Singapura, hingga perdebatan kecil pun terjadi di sana.


" Aku putri kandungnya jadi aku berhak untuk ikut mendampingi nya," Sarkas Aisyah


" Aisyah saya istrinya, jadi disini yang berhak mendampinginya adalah saya dan Diana," tandas Sinta tidak mau kalah.


Devan yang baru datang tidak tau menau soal keributan itu. " Ada apa ini?"


" Devan saya ingin saya yang mendampingi suami saya ke Singapura,"


" Maaf tante tapi Aisyah adalah putri kandungnya,"


" Tapi saya istrinya," sarkas Sinta penuh penekanan


" Oke baiklah kalian boleh ikut. Tapi ingat jangan membuat keributan disana, jika kalian berani menyentuh istri saya atau menghinanya. Saya akan langsung menyeret kalian dari sana," Sinta dan Diana tersentak kaget mendengar ancaman Devan. Sedangkan Aisyah merasa bahagia karna merasakan perhatian dari sang suami.


Skip


Mereka berangkat ke Singapura dengan jet pribadi milik keluarga Kenzo. Dari arah kejauhan Diana terus memerhatikan kedekatan Aisyah dan Devan, ada rasa iri di dalam lubuk hatinya namun sekuat tenaga ia menahannya agar Devan tidak semakin membencinya.


Setelah memakan waktu yang cukup lama akhirnya mereka sampai di negara Singapore. Semua medis datang dan langsung membawa Risman ke rumah sakit terkenal di sana, Aisyah benar-benar bersyukur karna berkat Devan ayahnya bisa kembali di rawat. Di saat Risman di rawat inap Devan mengajak Aisyah ke sebuah Hotel tempat mereka menginap, sedangkan Sinta dan Diana mereka tidak tau harus menginap dimana.


" Devan jika kalian menginap disini lalu kami dimana?" ucap Sinta kebingungan.


" Saya kira kalian akan menginap di rumah sakit menemani pak Risman,"

__ADS_1


" Devan kamu jangan keterlaluan, apa ini sikap mu kepada keluarga istrimu sendiri?" kini Diana yang membuka suara.


" Saya akan menghormati orang-orang yang menghormati istri saya. Jika mereka tidak bisa bersikap layaknya manusia lalu untuk apa saya hormati mereka?" Semua orang tersentak kaget mendengar perkataan Devan yang sangat menyakitkan. Kedua tangan Sinta mengepal hendak melayangkan tangannya ke wajah Devan namun segera mungkin Diana menahannya.


" Devan kami tau kami salah, tapi apa kamu tidak bisa melupakannya? Dan kamu Aisyah, bukan kah aku sudah minta maaf kepadamu lalu kenapa kamu malah seperti ini kepada kami," ucap Diana menahan emosinya.


Aisyah terdiam sejenak, bagaimana pun Diana dan Sinta adalah saudara dan ibu tirinya. Aisyah tidak tega membiarkan mereka tinggal di luar apalagi di negara asing seperti ini. " Mas apa boleh mereka tinggal disini?" pinta Aisyah menatap lawan bicaranya. Sedangkan yang di ajak bicara sedikit terkejut dengan permintaan Aisyah.


" Aisyah apa kamu serius? Mereka sudah..."


" Mas aku mohon," pinta Aisyah memohon.


Devan berpikir sejenak, tatapannya kini tertuju pada Diana dan Sinta. Sedangkan yang di tatap hanya tersenyum tipis, tanpa berbicara apapun Devan memilih pergi ke dalam kamar meninggalkan 3 wanita itu.


" Kalian boleh tinggal disini, tapi ingat jangan pernah membuat Devan marah karna kalian," ujar Aisyah dan bergegas pergi menyusul Devan ke kamar. Di dalam kamar terlihat Devan yang sedang melonggarkan dasinya, dengan penuh keberanian Aisyah mendekati Devan.


" Aisyah apa yang kamu pikirkan? Kenapa kamu membiarkan mereka tinggal disini. Apa kamu lupa perlakuan mereka ke kamu selama ini?"


" Tapi mereka masih keluarga aku, aku tidak tega kalau mereka tidur diluar apalagi kita sekarang sedang berada di negara orang. Aku sangat berterima kasih karna kamu peduli sama aku, tapi untuk kali ini izinin mereka tinggal bersama kita," pinta Aisyah memohon. Devan yang tidak tega melihat Aisyah memohon kepadanya membuang nafas berat dan meraih tubuh Aisyah ke dalam dengkapannya sontak hl itu membuat Aisyah sedikit terkejut.


" Aku tidak suka mereka memperlakukan mu. Katakan jika mereka menyakitimu aku akan mengeluarkan mereka dari sini," Ucap Devan membuat Aisyah tersenyum, Aisyah membalas pelukan itu tak kalah erat. " Makasih." ucap Aisyah


PoV Indonesia


Di Restoran Aislyn itu, Andreas dan Jeslyn sedang melakukan aktivitas mereka masing-masing. Dari arah kejauhan Jeslyn diam-diam memerhatikan Andreas, Andreas yang tidak bodoh itu menyadari kalau seorang wanita terus melihatnya dan hal itu membuat Andreas sedikit risih. Namun saat ia menatap balik tatapan itu ia malah berpaling membuat Andreas membuang nafas panjang dan mendekati Jeslyn yang sedang mencuci piring.


" Ada apa? Kenapa kamu terus melihatku?" tanya Andreas menatap gadis di depannya, sedangkan yang di tatap tak berani menatapnya.

__ADS_1


" T_tidak aku tidak melihatmu. Sejak tadi aku mencuci piring lihatlah," elak Jeslyn sembari memperlihatkan tangannya yang di penuhi busa." Apa kamu sedang membodohi saya? Jelas aku melihatmu, katakan saja jika kamu butuh bantuan."


" Nggak kok aku..."


PRANKKK...


" Ahhh," teriak Jeslyn terkejut saat tangannya tidak sengaja menyenggol piring dan terkejut ke lantai, membuat pecahan itu berserakan kemana-mana. " M_maaf biar aku bersihkan." ucap Jeslyn gugup.


Jeslyn pergi mengambil tempat sampah kecil dan membersihkannya menggunakan tangan, hal itu membuat tangan Jeslyn terluka karna goresan pecahan itu. Andreas yang melihat itu langsung menarik tangan Jeslyn. " Apa yang kamu lakukan apa kamu bodoh? Tanganmu bisa terluka jika melakukan nya." tandas Andreas


Andreas mendudukan Jeslyn di kursi dan membawa kotak P3K untuk mengobati luka di tangan Jeslyn. Perhatian yang tidak sadar Andreas lakukan itu berhasil membuat Jeslyn tersentuh dan merasakan perasaan aneh di hatinya, Jeslyn yang tidak ingin lebih dalam perasaannya itu ia menarik tangannya dari tangan Andreas. " A_aku bisa sendiri." ucap Jeslyn meraih betadine di tangan Andreas.


Andreas yang jelas tau Jeslyn tidak bisa melakukan nya langsung menarik tangan Jeslyn dan mengobatinya lagi membuat jantungnya berdegup sangat cepat, bahkan ia takut jika saat ini Andreas mendengar suara detak jantungnya. " Astaga bagaimana ini? Kenapa jantungku berdetak sangat cepat, apa ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama? Jika ia aku mohon jangan seperti ini aku tidak kuat." batin Jeslyn sangat gugup bahkan dapat Andreas lihat wajah Jeslyn yang sedang gugup.


****


Di dalam kamar itu terlihat Devan yang sedang bermain laptop di pangkuannya. Aisyah yang baru keluar dari kamar mandi aat melihat Devan tiba-tiba jantungnya berdetak sangat cepat dan membuatnya sangat guhup karna ini untuk pertama kalinya lagi bagi mereka berada di satu kamar. Devan yang menyadari keberadaan Aisyah langsung menjauhkan tangannya dari laptop dan menatap Aisyah terpesona, wajah cantik yang basah itu membuat pancaran cahaya di wajahnya, apalagi helaian rambut hitam itu membuat gadis di depannya itu mengundang hasrat siapapun yang melihatnya.


" K_kenapa kamu melihatku seperti itu? Apa ada yang salah?" tanya Aisyah gugup. Devan tersenyum kecil dan bangkit dari ranjang, ia berjalan mendekati Aisyah dan menatapnya lekat.


" Seperti nya rambutmu butuh bantuan. Biar aku bantu keringkan," Devan menarik Aisyah ke bibir ranjang dan mendudukannya. Devan meraih handuk di tangan Aisyah dan membantu mengkeringkan rambut itu. Saat sedang mengeringan rambut itu tiba-tiba netranya jatuh pada bibir pink ranum itu, sebisa mungkin Devan menelan salivannya susah payah namun bibir pink alami itu benar-benar membuat Devan tidak bisa menahan menyentuh bibir itu. Aisyah menatap wajah Devan bingung karna pria itu tiba-tiba berhenti, Devan yang sudah tidak bisa menahan hasratnya perlahan mendekatkan wajahnya dengan wajah Aisyah sontak hal itu membuat Aisyah sedikit terkejut dan gugup. Tangannya mulai meremas seprai di sampingnya saat wajah itu semakin dekat dengan wajahnya.


...**Next Part\=>...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini**.


Like, Komen, Vote and Follow.

__ADS_1


__ADS_2