Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh

Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh
Chapter_25 Pertemuan dengan Dafriza


__ADS_3

...Happy Reading...


Hari setelah meninggalkan kediaman Kenzo Aisyah pergi ke rumah sakit diam-diam untuk melihat kondisi Risman. Terlihat dari kejauhan Risman yang bahagia dan di rawat sangat baik oleh kedua wanita itu, namun hal itu membuat Aisyah merasa iri karna ia juga ingin merasakan kebahagiaan seperti mereka.


" Jika aku menjadi beban dan penghalang kebahagiaan papah. Aku akan pergi menjauh, mereka sangat menyayangi papah tapi tidak denganku, aku berharap papah akan selalu bahagia, " batin Aisyah sedikit sesak. Aisyah bergegas pergi meninggalkan rumah sakit setelah tau kondisi sang ayah.


Aisyah menunggu bus di tempat tunggu, namun sampai detik ini ia belum tau kalau ia akan pergi kemana. Tidak ada tempat untuknya tinggal, tiba-tiba ponselnya berdering Aisyah mengangkat telpon itu dan sesaat merasa bahagia.


^^^***^^^


6 bulan kemudian...


Di 6 bulan ini Aisyah menghabiskan waktunya bersama sahabat lamanya. Saat di halte bus itu Jeslyn yang baru pulang dari Korea langsung menemui Aisyah dan membantu Aisyah dalam ekonomi dan tempat tinggal, sekarang Aisyah dan Jeslyn memiliki sebuah usaha Restauran di pinggiran kota. Keduanya saling membantu sama lain, ketika Jeslyn putus asa Aisyah lah yang selalu ada di sampingnya begitupun sebaliknya Jeslyn selalu ada ketika Aisyah kembali teringat akan Devan yang sampai saat ini ia belum pernah bertemu lagi.


" Aisyah..?"


" Iya Jeslyn?"


" Ini kamu antarkan pesanan ini ke Group Zy di sebrang sana," tunjuk Jeslyn


" Oh oke,"


Aisyah dengan sangat antusias dan semangat mengantarkan pesanan ketring itu ke perusahaan Group Zy. Ini bukan untuk pertama kalinya bagi Aisyah mengantarkan pesanan ini ke konsumen, namun untuk ke perusahaan ini_ini untuk pertama kalinya Aisyah mengantarkan pesanan itu.


" Bukankah ini perusahaan nya? Benar kok. Besar juga, " gumam Aisyah kagum.


Aisyah masuk ke dalam perusahaan itu dengan tentengan penuh berisi kotak makanan di kedua tangannya. Aisyah mendekati repsesionis untuk memberikan kotak makanan itu tapi wanita itu malah acuh tak acuh dan menyuruh Aisyah sendiri yang mengantarkan semua makanan itu ke ruangan. Tidak punya pilihan lain, Aisyah langsung mencari ruangan pertemuan tak lama Aisyah menemukan ruangan itu dan tanpa ragu mengetuk pintu itu, seseorang membuka pintu ternyata seorang petugas kebersihan.


Aisyah masuk ke dalam ruangan dan bingung saat tidak menemukan satu barang hidung orang pun disana. " Loh kok nggak ada orang?"


" Mbak... mbak?"


" Apa?" Aisyah tersentak kaget saat mendapat respon yang kurang baik dari karyawan di kantor itu.


[ Judes amat si mbak. Kenapa semua karyawan disini semuanya jutek apa mereka lapar karna belum makan] gumam Aisyah dalam hati


" Maaf mau tanya ruangan ini kenapa kosong yah? Bukannya hari ini disini ada pertemuan. Dan kebetulan perusahaan ini memesan makanan ke restaurant saya,"


" Oh pertemuan hari ini di undur jadi jam 1 setelah istirahat,"


" Apa? Lalu ini gimana dong, "


" Nggak tau," Wanita jutek itu pergi dengan alat pembersih ruangan. Aisyah terduduk lemas saat meratapi nasibnya yang malang.

__ADS_1


" Sekarang aku harus gimana? aku nggak mungkin membawa semua makanan ini ke restaurant. Kemarin aku sudah merugikan restaurant masa sekarang aku akan mengulangi nya lagi,"


" Nggak aku harus tetap disini menunggu acara ini mulai. aku harus meminta uangku kembali," gumam Aisyah bertekad menunggu 5 jam untuk sampai ke jam 1.


***


Pukul 13.15 siang Aisyah masih setia menunggu di perusahaan itu. Tak lama banyak sekali orang-orang berpakaian rapih datang ke ruangan besar itu, Aisyah langsung menghampiri orang-orang itu untuk meminta pertanggungjawaban. " Permisi mbak saya mau bertemu dengan Pak Doni ada?"


" Mbak jangan halangi jalan saya, mbak nggak liat ya saya sedang sibuk,"


" Tapi mbak perusahaan ini memesan makanan kepada saya. Perusahaan ini tidak memberitahu saya kalau acara ini di undur, saya minta pertanggungjawaban perusahaan ini untuk membayar makanan saya,"


" Dengan makanan basi seperti ini apa yang harus kita bayar? Jangan ngada-ngada deh mbak. Sekarang mbak pergi hari ini banyak pembisnis yang datang, jangan membuat perusahaan kami tercoreng apa mbak nggak malu?" tandanya dan bergegas pergi masuk ke dalam ruangan.


Aisyah benar-benar kesal karna tidak ada satupun yang mau bertanggung jawab. Aisyah kembali membawa makanan-makanan itu keluar, dari arah berlawanan Devan datang dan masuk ke dalam perusahaan tanpa melihat keberadaan Aisyah di sana begitupun sebaliknya Aisyah tidak melihat keberadaan Devan. Aisyah menghela nafas berat ini untuk kesekian kalinya Aisyah membuat rugi restaurant walaupun ini bukan murni kesalahannya tapi tetap saja ini adalah tugasnya. Saat sedang merapihkan kotak makanan- makanan itu ke atas motor tiba-tiba seseorang melihat Aisyah dan mendekati Aisyah.


" Aisyah...?" mendengar suara itu tiba-tiba Aisyah mematung. Waktu seakan berhenti berputar, Aisyah tidak benar-benar berharap kalau orang di belakang nya bukan pria yang sudah membuatnya kecewa.


Aisyah berbalik dan terkejut saat melihat orang yang tidak ingin ia temui. " Aisyah aku tidak percaya kita bisa bertemu disini."


" Maaf aku harus pergi,"


" Aisyah tunggu sebentar," Aisyah menepis tangan Dafriza pelan. " Apa kamu masih marah?" tanyanya konyol, wanita mana yang tidak marah dan kecewa saat melihat sahabatnya sendiri tidur dengan pria yang ia cintai.


" Sudah selesai?"


" Dafri aku tidak peduli apa hubungan kalian. Semuanya sudah berlalu, aku sudah melupakan nya,"


" Tapi kenapa kamu menjauh dariku Aisyah?"


" Dafri aku rasa aku tidak perlu memberitahumu. Lagi pula aku harus pergi, banyak kerjaan yang harus aku kerjakan," ucap Aisyah. Netra Dafri jatuh pada kota makanan di motor Aisyah.


" Tunggu.. Makanan sebanyak ini untuk apa?"


" Perusahaan ini memesan makanan untuk pertemuan hari ini. Mereka tidak memberitahu aku kalau waktunya di undur, jadi makanan ini terbuang sia-sia,"


" Astaga, Aisyah maaf. Aku nggak tau kalau costumer kita itu kamu, gini aku bayar semua makanan ini, kamu tinggal bilang aja berapa totalnya,"


" Dafri kamu serius?"


" Aku serius, katakan berapa totalnya,"


" Semuanya 1.600.000;"

__ADS_1


" Oke, kamu bisa ikut aku ke dalam. Soalnya aku nggak bawa uang kash,"


" Boleh,"


Dafri membantu membawakan semua makanan itu ke dalam. Makanan itu tidak basi hanya saja sudah dingin dan tidak cocok jika di makan oleh orang-orang ternama seperti yang ada di dalam ruangan itu, Dafri mengajak Aisyah keruangannya. Aisyah kagum karna ruangan Dafri yang begitu luas dan mewah. " Ayok duduk Aisyah." ujarnya.


Aisyah duduk di depan Dafri. Dafri mengeluarkan uang di laci dan memberikan uang itu kepada Aisyah, saat menghitung jumlah uang itu Aisyah sedikit terkejut karna uang itu lebih dari yang ia ucapkan beberapa menit yang lalu. " Dafri apa ini? Ini terlalu banyak. "


" Ambil saja, anggap saja itu sebagai tanda maaf perusahaan kami,"


" Tapi Dafri maaf aku tidak bisa menerima uang ini. Aku akan menerima uang milik aku saja," ucap Aisyah mengembalikan uang lebih itu kepada Dafri membuat senyuman kecil dari bibir tipis itu.


Tak lama pintu terbuka seseorang masuk dan meminta Dafri untuk segera masuk ke ruangan pertemuan karna sebentar lagi acara akan di mulai. Aisyah dan Dafri keluar bersama. " Aisyah apa aku boleh bertemu kamu lagi?" pinta Dafri sebelum berpisah


" Untuk saat ini aku banyak pekerjaan, sepertinya aku akan sangat sibuk," Dari jawaban Aisyah dapat Dafri mengerti penolakan lembut dari Aisyah. Dafri mengangguk dan membiarkan Aisyah pergi.


***


" Aisyah bagaimana udah selesai?" tanya Jeslyn antusias


" Tentu saja, aku sudah selesai mengantarkannya. Dan ini, ini uangnya," Aisyah memberikan uang itu kepada Jeslyn.


" Lalu kenapa wajah kamu muram? Apa ada masalah?"


" Nggak ada,"


" Aisyah jangan berani bohongi aku. Aku tau kamu bohong, ada apa Aisyah coba cerita sama aku,"


Air mata yang ia tahan sedari tadi lolos begitu saja. Aisyah memeluk Jeslyn erat. " aku merindukannya Jes. " desus Aisyah.


Melihat Dafri membuat Aisyah kembali mengingat Devan dan hal itu membuat rasa sesak di hatinya. hatinya tidak bisa jujur kalau ia masih mencintai Devan dan memikirkan pria itu, Jeslyn menenangkan Aisyah dan memberi semangat untuk Aisyah. " Aisyah jika kamu mencintai nya kembali kepada nya. Aku yakin mereka juga mencari kamu, apalagi sampai detik ini kalian belum bercerai, "


" Nggak Jeslyn, aku nggak mau membuatnya terusik karna ada aku. Aku ingin melihat dia bahagia dan sepertinya dia sudah menemukan wanita yang dia cintai,"


" Aisyah semua yang kamu lihat bukan berarti itu benar. Aku yakin Devan juga menyukai kamu, "


" Jika dia menyukaiku maka dia akan mencariku Jes,"


" Sudahlah aku tidak mau memikirkan nya. Sekarang banyak pelanggan aku akan membantumu,"


Jeslyn membuang nafas berat, Jeslyn benar-benar merasa kasian melihat Aisyah yang harus berpisah dari orang yang ia cintai.


...**Next Part\=>...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak**.


__ADS_2