
...Happy Reading...
Setelah malam itu Jeslyn tidak berani keluar rumah, bahkan sudah beberapa hari ini Jeslyn tidak membuka Resto membuat Andreas kebingungan karna tidak bisa berbicara bahkan bertemu saja tidak bisa. Menghilangnya Jeslyn yang tiba-tiba membuat Andreas merasa sedikit kehilangan yang biasanya selalu ada Jeslyn dengan suaranya yang cempreng tapi sekarang hari-harinya di buat hening oleh keadaannya sendiri.
Hari ini Andreas mencoba pergi ke rumah Jeslyn untuk memastikan Jeslyn baik-baik saja. Tapi, melihat dari depan pintu dan jendela semuanya tertutup seakan tidak ada penghuni di dalam nya, Andreas menekan bel itu berulang-ulang kali namun sama sekali tidak ada sahutan didalam.
" Kemana sebenarnya dia, sudah beberapa hari ini dia saya tidak melihatnya. Dan Resto Aislyn pun tutup," gumam Andreas kebingungan sendiri. Sudah menunggu lama di depan rumah itu Andreas bergegas pergi namun belum sempat beberapa langkah ia mendengar sebuah benda yang jatuh di dalam rumah Jeslyn. Andreas kembali dan melihat keadaan di dalam rumah lewat jendela itu namun tidak ada apapun yang mencurigakan, Andreas beralih pergi ke halaman samping dan belakang untuk melihat apa yang terjadi. Kebetulan ada sebuah jendela yang tidak tertutup tirai sehingga ia bisa lebih leluasa melihat keadaan di dalam, netranya jatuh pada sosok wanita yang terbaring lemas di lantai dengan pecahan gelas di sampingnya.
" Jeslyn...," ucap Andreas lirih. Andreas berlari ke arah pintu dan tanpa pikir panjang ia mendobrak pintu itu kasar hingga terbuka. Andreas berlari masuk dan terkejut melihat Jeslyn yang terluka akibat pecahan itu.
" Jeslyn apa yang terjadi?" Andreas mengangkat tubuh Jeslyn ke dalam kamar dan membaringkan tubuh itu di atas kasur.
" K_kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Jeslyn lirih.
" Dimana kotak P3K nya?" bukannya menjawab pria itu malah bertanya balik. Jeslyn memberitahu Andreas letak P3K itu, tak lama Andreas datang dengan kotak itu dan langsung mengobati luka di tangan dan kaki Jeslyn.
Terlihat dengan jelas dari wajah Andreas yang sangat khawatir, namun perkataan Andreas tentang malam itu kembali membuat Jeslyn teringat dan menarik tangannya dari tangan Andreas hal itu sontak membuat Andreas mengangkat satu alis bingung. " Kamu belum jawab pertanyaan ku, kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Jeslyn menatap lawan bicaranya serius.
Andreas membuang nafas berat dan membalas tatapan drak itu. " Seharusnya saya yang bertanya kemana saja kamu? Resto tutup dan kamu tidak pernah terlihat. Ada apa sebenarnya dan semua ini, apa yang terjadi?" pertanyaan demi pertanyaan terlontar di bibir tipis itu.
Jeslyn menunduk tidak mungkin ia mengungkapkan perasaannya yang merasa cintanya bertepuk sebelah tangan. " Setelah malam itu badan aku sedikit pusing, karna itu aku tidak keluar rumah karna tidak enak badan." jawab Jeslyn kikuk
__ADS_1
" Astaga lalu kenapa kamu tidak memberitahu saya? Kamu bilang kamu sudah mengangap saya lebih bukan? Itu berarti kamu sudah menganggap saya sebagai kakak lalu kenapa kamu tidak memberitahu saya kalau kamu sedang sakit,"
Jeslyn membuang wajah ke arah lain, ia benar-benar muak dengan pria di depannya. Pria itu terlihat sangat pintar dan cerdas lalu kenapa hal kecil seperti ini dia tidak mengerti
" Jeslyn..."
" Iya aku minta maaf, aku kira kamu sedang sibuk karna itu aku tidak mau menganggu mu," ucap Jeslyn pasrah, sebenarnya ia ingin berteriak kalau kata Lebih itu lebih dari sahabat dan kakak, huh tapi yasudah lah biar ia simpan perasaan itu sendiri.
Jeslyn sedikit tersentak saat kala sebuah tangan menyentuh dahinya. Lagi dan lagi jantung itu berdegup sangat cepat namun sebisa mungkin ia menahannya. " Badan kamu panas, wajah kamu juga pucat. Saya antar ke rumah sakit yah."
" N_nggak usah besok juga sembuh aku cuman butuh istirahat. Sebaiknya kamu pulang aja, aku pengen istirahat," usir Jeslyn secara lembut.
" Aku tidak mengusir, aku hanya pengen istirahat. Kalau ada kamu disini aku tidak bisa istirahat,"
" Tunggu ada yang aneh, kamu selalu suka kalau saya ada di samping kamu. Tapi kenapa sekarang tiba-tiba kamu ingin saya pergi?"
" Dih pede banget jadi orang, udah ahh sana. Aku pengen istirahat," Jeslyn mendorong tubuh Andreas keluar, pria itu sesekali memberontak karna merasa aneh dengan sikap Jeslyn namun Jeslyn tidak peduli ia merasa tidak mau melihat Andreas sekarang.
" Jeslyn saya antar kamu kerumah sakit," teriak Andreas di luar sana.
Sedangkan Jeslyn menahan rasa sedihnya, ia menyandarkan tubuhnya ke pintu itu. " Bagaimana aku bisa melupakan mu? Astaga kenapa cinta pertama ku seperti ini?" gumam Jeslyn dalam hati.
__ADS_1
...***...
PoV Singapore
1 minggu sudah, akhirnya Risman sudah menjalani semua kegiatan medis. Keadaannya yang sudah membaik membuat Risman di perbolehkan untuk pulang, namun Devan mengusulkan untuk Risman tetap di Singapura untuk menjaga hal yang tidak diinginkan terjadi.
" Nggak papa biar mamah yang menjaga papah disini," ujar Sinta
" Mamah serius?" tanya Diana tak percaya. Sinta menganggukan kepala nya pelan dan beralih menatap Aisyah. " Aisyah mamah tau selama ini mamah selalu menyakiti kamu, tapi mamah mau minta tolong sama kamu selama mamah disini tolong jaga Diana. Mamah nggak percaya sama orang lain kecuali kamu, kamu mau kan jaga Diana. "
Bukan hanya Aisyah saja yang terkejut melainkan Devan dan Diana yang mendengar itu sangat terkejut. Karna ini untuk pertama kalinya Sinta mau menurunkan egonya meminta maaf dan meminta bantuan kepada Aisyah, Diana yang tidak mengerti langsung menarik Sinta menjauh dari Aisyah dan Devan.
" Diana kenapa kamu tarik mamah kesini sih," Ucap Sinta kesal. "Seharusnya Diana yang tanya kenapa mamah bilang kaya gitu sama Aisyah? Mamah kan tau kalau aku nggak suka sama dia."
" Diana dengerin mamah! Kamu pikir mamah beneran ngomong kaya gitu. Gini selagi mamah sama papah disini, kamu harus pura-pura baik dan peduli sama Aisyah agar kamu bisa masuk ke dalam keluarga Kenzo, Diana apa yang terjadi kepada Aisyah itu adalah milik kamu. Jadi, sekarang kamu harus mengambil hak kamu itu dari Aisyah ngerti?"
Diana berpikir sejenak, apa yang di katakan Ibunya itu benar. Semua yang terjadi kepada Aisyah semua itu adalah hak dia, yang seharusnya menjadi menantu di keluarga Kenzo adalah Diana jadi sepantasnya yang menjadi istri Devan adalah dirinya. Disisilain Aisyah dan Devan masih di buat bingung dengan sikap Sinta kepada Aisyah beberapa menit yang lalu, namun hal itu tidak membuat Devan luluh justru Devan mengingatkan istrinya agar tetap waspada dan jangan terlalu mudah percaya dengan orang lain. Sedangkan Aisyah yang mendapat nasehat dari sang suami hanya mengiyakan dan menuruti perintah suaminya, karna dirinya pun masih tidak mau percaya dengan kebaikan Sinta yang tiba-tiba.
...**Next Part\=>...
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, FOLLOW AND VOTE**.
__ADS_1