Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh

Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh
Chapter_06 Kejutan kecil untuk Devan


__ADS_3

...Happy Reading...


......*......


Hari ini Aisyah berniat pergi ke pasar untuk membeli keperluan dapur, Linda yang tidak tega membiarkan menantu pergi ke pasar seorang diri menyuruh Dilon untuk mengantarnya. Aisyah awalnya menolak tapi pada akhirnya Aisyah tidak bisa menolak kemauan mertuanya. Aisyah dan Dilon pergi bersama menggunakan mobil, saat di mobil Dilon hendak memakaikan sabuk pengaman ke Aisyah tapi dengan cepat Aisyah menolaknya secara lembut.


Mereka pergi ke pasar dan membeli semua keperluan dapur. Tak heran bapak-bapak di pasar saat melihat wanita cantik, banyak yang menggobali Aisyah dengan kata-kata yang sungguh sangat lebay. Dilon yang mendengar hal itu langsung merangkul Aisyah sontak hal itu membuat Aisyah Tersentak Kaget.


" Hey paman, apa paman tidak tau malu menggombali wanita sedangkan suaminya ada di sampingnya," Tandas Dilon. Membuat para pendagang itu menahan malu.


Aisyah Menepis tangan Dilon karna merasa risih dan tak enak. Apalagi sekarang Aisyah sudah memiliki suami dan yang pasti bukan Dilon.


Di kediaman Kenzo.


" Mah dimana Aisyah?" Tanya Devan mencari keberadaan Aisyah.


" Loh bukannya Aisyah pergi ke pasar sama Dilon. Emang Aisyah tidak memberitahu kamu Devan?"


Devan sedikit tersentak mendengar ucapan Linda. Cepat-cepat Devan kembali ke kamar untuk menghubungi Aisyah. Panggilan tersambung dan sangat lama Aisyah untuk mengangkatnya.


**Iya Mas?


Dimana kamu?


Aku lagi di pasar..


Cepat pulang!


Tapi mas...


Saya bilang pulang Aisyah**!


Iyah Mas...


Aisyah merasa bingung saat tiba-tiba Devan menyuruhnya pulang. Tanpa pikir panjang Aisyah bergegas pulang, tapi saat di perjalanan Dilon tak henti-hentinya untuk mencoba menyentuh Aisyah, membuat Aisyah takut dan risih saat berada di dekatnya.


Sesampainya di rumah' Aisyah bergegas ke kamar menemui Devan. Dapat Aisyah lihat pria tampan yang sedang bersandar ke dinding ranjang dengan tangannya sibuk bermain laptop, Devan yang menyadari Aisyah datang langsung menyuruhnya duduk di depannya. Aisyah Menghampiri Devan dan duduk tak berani menatap mata elang itu.

__ADS_1


" Kenapa kamu pergi tidak memberitahu saya?" Tanya Devan dingin. " Saat itu kamu masih tidur, aku tidak berani membangunkanmu."


" Jika saya tidur bangunkan saya. Jangan pergi diam-diam tanpa memberitahu saya, apalagi keluar dengan pria itu," Aisyah sedikit mengangkat dagunya untuk menatap wajah sang suami. Sebenarnya Aisyah ingin memberitahu Devan tentang sikap Devan yang semakin kesini semakin kurang ajar. Tapi, Aisyah tidak berani Aisyah takut masalah ini akan membuat keluarganya bertengkar.


" M_maaf mas,"


" Sudahlah sekarang ganti bajumu. Udara pasar tidak baik," Sedikit perhatian Devan membuat hati Aisyah berbunga. Aisyah benar-benar ingin merasakan cinta dari pemilik hati dingin itu, Aisyah yakin jika suatu saat nanti Devan pasti luluh kepadanya.


Aisyah sedang berkumpul dengan Nabila dan ibu mertuanya di dalam kamar Nabila. Belum apa-apa Aisyah sudah membayangkan betapa bahagianya Devan saat di hari Ulang tahunnya banyak sekali kejutan untuknya, Aisyah, Nabila dan Linda membuat sebuah rencana dan kejutan untuk Devan.


Ini untuk kali pertamanya bagi Aisyah dalam menyiapkan kejutan untuk pasangan apalagi suami. Aisyah benar-benar bahagia kalau Devan bahagia.


Keesokan harinya Aisyah bangun pagi-pagi dan melihat Devan yang masih tertidur. Aisyah yang mengingat perkataan Devan kemarin membuat langkahnya terhenti, tidak ingin membuat suaminya marah Aisyah terpaksa membangunkan Devan yang di sofa.


" Mas.."


" Hm,"


" Aku izin keluar sebentar,"


Kelopak mata yang tertutup tiba-tiba terbuka dan menatap Aisyah. " Keluar kemana?"


" Keluar sama siapa?"


" Sendiri,"


" Ayok saya antar!"


" Eh nggak usah mas, aku bisa sendiri kok. Lagian tempatnya dekat dari sini,"


" Aku pergi dulu yah. Assalamualaikum," Aisyah mencium punggung Tangan Devan dan bergegas pergi.


Aisyah yang tidak pulang-pulang membuat Devan dan yang lainnya khawatir. Bahkan ini sudah lewat waktu pagi, Devan mencoba menghubungi nomor Aisyah tapi tetap saja nomor Aisyah tidak aktif.


" Ini salah Lo! Lo memang laki-laki tidak berguna. Buat jaga istri Lo aja Lo nggak becus!" Sarkas Dilon yang berhasil membuat semua orang terkejut termasuk Devan yang kini aliran panas sudah menyerang tubuhnya.


Devan menarik tangan Dilon ke belakang membuat sang empu meringis kesakitan. " Tutup mulutmu. Saya lebih berguna di banding anda yang hanya memainkan tubuh seorang wanita!" Bisik Devan di telinga Dilon.

__ADS_1


Semua keluarga termasuk orang tua Dilon tidak tau sifat asli anaknya. Devan yang tidak bodoh dan masih menghargai perasaan paman dan keluarga tidak memberitahu mereka.


Devan mendorong tubuh Dilon kasar dan bergegas pergi ke dalam kamar.


Di dalam kamar Devan masih tidak tenang dengan keadaan Aisyah yang masih belum ada kabar. Beberapa menit kemudian Aisyah datang dengan sebuah kue ulang tahun di tangannya, Devan sedikit tersentak saat melihat wanita yang ia acuhkan malah mengingat hari ulang tahunnya. Bahkan dirinya sendiri tidak tau kalau hari ini ia ulang tahun, dengan penampilan acak-acakan Aisyah dan beberapa keluarga di belakang Aisyah masuk ke dalam sembari menyanyikan lagu Happy birthday untuk Devan.


Devan Memejamkan matanya untuk meminta keinginan. Devan meniup lilin dengan angka 25 itu, semua tepukan mengema disana. " Selamat sayang, semoga keinginan mu terwujud."


" Happy Birthday kakak, semoga keinginan kakak terkabul. Dan Rumah tangga kalian langgeng sampe maut memisahkan," Devan Melirik Aisyah.


" Ayok sayang ucapkan sesuatu sama Devan," Aisyah tersenyum kikuk. Aisyah benar-benar gugup tidak bisa mengatakan apapun apalagi tatapan dingin mata elang itu, Ahh rasanya Aisyah memilih pergi saja.


" Happy Birthday Mas. Semoga kamu selalu dalam lindungan Allah, dan kamu selalu di jauhkan dari marabahaya," Ucap Aisyah. Devan tak henti-hentinya menatap Aisyah.


" Cium dong kakakny," seru Nabila antusias yang mendapat senggolan Linda. " Maaf sayang ayahmu tidak bisa hadir, karna ayah kamu lagi ada kerjaan mendesak tadi."


" Nggak papa Ma,"


" Kamu tau Dev? Semua ini Aisyah yang merencanakan. Maaf Mama sempat lupa kalau hari ini ulang tahun kamu," Ucap Linda. Linda dan yang lainnya pergi keluar meninggalkan Aisyah dan Devan berdua di dalam kamar.


Aisyah merasa pakaiannya kusut berniat ingin menggantinya tapi tiba-tiba Devan menahannya. Refleks Aisyah menatap sang empu. " Duduk!" titahnya.


Aisyah duduk di pinggir ranjang. Devan memotong kue ultahnya dan memberikan kue itu ke Aisyah, Aisyah yang mendapat hal itu sontak terkejut dan merasa senang. " I_ini untuk aku mas?"


" Buka mulutmu. Saya tidak akan mengulang hal ini lagi," Aisyah cepat-cepat membuka mulut, Devan menyuapi Aisyah kue. Tanpa sadar air mata lolos membasahi pipinya. " Kenapa kamu menangis?"


" Aku seneng karna ini pertama kalinya kamu menyuapi aku mas,"


" Dasar lebay, saya hanya menyuapimu kue. Bagaimana kalau setiap hari saya menyuapi kamu? Bisa-bisa rumah saya banjir," Celetuk Devan yang mendapat keluhan kecil dari Aisyah.


Aisyah merasa senang dan mungkin ini awal yang baik untuk hubungan mereka.


...*...


...*...


...*...

__ADS_1


...Lanjut?...


__ADS_2