Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh

Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh
Chapter_30 Sialan kau Devan!


__ADS_3

...Happy Reading...


Jangan lupa follow sebelum baca yah.


......Ready? ......


...***...


Di perusahaan Leover Devano Leave itu terlihat Devan yang masih merenungi perkataan Aisyah. Seketika ingatannya tertuju pada surat yang sempat ia buang ke tempat sampah di kamarnya, dapat ia lihat dengan jelas wajah Aisyah dan Jeslyn yang sedih hanya menyebutkan orang-orang itu.


" Sebenarnya siapa Dafriza itu? apa Aisyah pernah memiliki hubungan sebelum menikah denganku. Tapi, Andreas bilang kalau dia belum pernah menjalin hubungan dengan siapapun, lalu siapa dia? Sepertinya dia sangat berarti di hidup Aisyah," gumam Devan tidak bisa fokus dengan pekerjaan di depannya.


Tak lama Andreas datang dan menghampiri tuannya. " Tuan hari ini jadwal tuan untuk makan siang."


" Saya ingin makan masakan istri saya. Kamu tau harus apa?"


" Baik tuan, saya akan menghubungi nyonya Aisyah," Andreas mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Aisyah. Namun, tidak ada tanda sang empu mengangkatnya.


" Tuan nyonya tidak mengangkatnya,"


" Lakukan lagi," titahnya dingin. Andreas kembali menghubungi Aisyah suara dering itu sudah menandakan panggilan itu tersambung namun sang empu masih belum mengangkat nya.


[ Ya Ada Apa?]


Suara melengking itu berhasil membuat Andreas terkejut dan menjauhkan ponsel dari telinga nya. Andreas menarik nafas dan membuangnya perlahan saat tau pemilik suara itu.


ANDREAS


**Saya ingin bicara dengan ny. Aisyah


JESLYN


Aisyah sedang sibuk. Bicara saja**


ANDREAS


**Saya ingin pesan makanan untuk tuan Devan. Katakan kepada Ny. Aisyah kalau dia hanya ingin makan masakan istrinya


JESLYN


Tapi saat ini Aisyah benar-benar sangat sibuk. Bagaimana kalau saya saja yang antar?


ANDREAS


Tidak, tuan hanya ingin bertemu dengan istrinya. Saya tidak peduli apapun itu, jika dalam 15 menit Ny. Aisyah tidak datang maka kamu yang harus bertanggung jawab.


JESLYN

__ADS_1


Apa....?


Tapi pak...


Tut_tut_tut**


Andreas memutuskan panggilan itu secara sepihak. Devan yang melihat tingkah bodyguard nya tersenyum miris karna sikapnya sangat cuek dan dingin sepertinya. " Sepertinya kamu mulai membuka hati lagi." ucap Andreas


" Maksud tuan?"


" Gadis itu terlihat cantik, mungkin cocok untuk mu,"


" Gadis cerewet kaya bibir bebek itu? Ayolah tuan. Saya tidak berminat dengan nya, lagipula saat ini saya tidak memiliki perasaan kepada siapapun," celetuk Andreas


" Saya bosan mendengarnya, dari dulu kamu memang tidak pernah mencoba membuka hati. Tapi Andreas jujur saja saat saya melihat Jeslyn dia memang terlihat seperti wanita cerewet dan manja, tapi melihatnya hari ini say berpikir kalau dia anak yang baik, "


" Dia memang baik tapi jika saya tidak menyukainya bagaimana? Saya tidak bisa memaksakan perasaan saya," jawab Andreas


Sedangkan di tempat lain Jeslyn jingkrak-jingkrak bahagia karna baru berbicara dengan cinta pada pandangan pertamanya. Jeslyn menghampiri Aisyah dan menyuruhnya untuk pergi ke kantor Devan, awalnya Aisyah menolak karna pekerjaan di restoran sangat banyak tapi karna bujuk Jeslyn akhirnya Aisyah mau dan langsung membuatkan makanan kesukaan Devan.


Setelah selesai Aisyah langsung bergegas ke kantor Devan. Sesampainya di kantor Aisyah langsung naik lift untuk menuju ruangan suaminya. " Ny. Aisyah silahkan masuk. Tuan sudah menunggu di dalam." tutur Andreas membukakan pintu untuk Aisyah.


Aisyah masuk ke dalam ruangan besar itu dan melihat Devan yang sedang membelakangi nya karna tatapannya tertuju pada luar jendela besar itu. Menyadari kehadiran Aisyah refleks Devan berbalik dan mendekati Aisyah.


" Maaf sudah membuatmu menunggu lama,"


" Nggak papa aku ngerti kok,"


" Kamu sudah makan?" tanya Devan di sela-sela mengunyah


" Belum," jawab Aisyah membuat wajah Devan berubah menjadi sedikit sangar. " Kenapa belum makan?"


" Tadi di restoran banyak yang pesan. Karna itu aku belum sempat makan,"


" Yaudah sekarang makan bareng aku,"


" Eh nggak usah, aku bawa makanan itu sesuai porsi kamu. Aku nggak papa nanti setelah kamu selesai makan aku langsung pulang,"


Devan terdiam sejenak dan menaruh makanan itu di atas meja membuat Aisyah kebingungan sendiri. " Kalau kamu nggak mau makan aku juga nggak mau makan." ucap Devan tegas membuat Aisyah sedikit tersentak.


" Kamu harus makan, kamu kan kerja,"


" Aku kerja kamu juga kerja Aisyah. Bagaimana kalau kamu sakit? Bagaimana kalau magh kamu kambuh. Bukannya kamu memiliki penyakit magh?"


" Devan aku.."


" Bawa saja makanan ini aku tidak nafsu makan," Devan memalingkan wajahnya ke arah lain. Sikap perhatian Devan membuat Aisyah terharu, walaupun hanya perhatian kecil tapi tetap saja ini adalah hal yang ia inginkan sejak dulu.

__ADS_1


Tanpa sadar Aisyah diam-diam menangis, Devan yang melihat itu sontak terkejut dan langsung mengusap air mata itu. " Kenapa kamu menangis? Apa aku melakukan kesalahan?"


" A_aku seneng kamu perhatian sama aku. Sejak dulu aku selalu ingin mendapat perhatian ini dari kau, tapi sekalinya mendapatkan kamu selalu membawa nama bunda. A_ aku sangat bahagia mas..." isakan demi isakan keluar dari bibir itu.


Devan menarik tubuh Aisyah ke dalam tubuhnya dan memeluknya erat. " Maafkan aku, dulu aku pasti sangat menyakitimu. aku menyesal Aisyah, aku janji aku tidak akan pernah menyakiti mu lagi Aisyah." gumam Devan lirih. Aisyah membalas pelukan itu dan menangis di dengkapannya, setelah mulai membaik Devan melepas pelukannya dan menyuapi Aisyah.


Walaupun Aisyah menolak tatpi tetap saja ia tidak bisa menolak permintaan suami nya. Aisyah dan Devan makan bersama walau tidak banyak tapi ketika berbagi dengan pasangan sedikit saja itu terasa kenyang.


***


" Aku harus pulang kasian Jeslyn pasti kerepotan di restoran," gumam Aisyah merapihkan kotak makanan itu.


" Kamu tidak mau menenggok bunda Aisyah?" ucapan Devan berhasil menghentikan aktivitas Aisyah. Aisyah mendongak menatap wajah lawan bicaranya.


" B_bunda...?"


" Sejak kepergian kamu bunda tidak mau makan dan sekarang sakit. Sudah 1 minggu bunda di rawat di rumah sakit, aku yakin setelah bertemu kamu bunda pasti sembuh," tutur Devan dengan nada lirih


" Kenapa kamu tidak memberitahu ku dari awal kalau bunda di rawat di rumah sakit?"


" Aku nggak punya kesempatan untuk mengatakan nya. Kemarin aku masih fokus memperbaiki hubungan kita,"


" Aku ingin bertemu bunda, tapi Jeslyn...?"


" Jeslyn biar aku yang urus,"


" Maksud kamu?"


Devan tersenyum manis dan memanggil Andreas. Tak lama Andreas datang. " Iya tuan?"


" Hari ini saya dan Aisyah akan pergi kerumah sakit. Saya mau sekarang kamu pergi ke Restoran Aislyn dan membantu Jeslyn disana,"


" T_tapi tuan,"


" Andreas apa kamu benar-benar mau saya pindahkan ke perusahaan milik papah?" ancam Devan yang seketika membuat Andreas patuh.


Karna jujur saja Andreas tidak mau di pindahkan ke perusahaan Farhan karna kantor itu di dominani oleh karyawan wanita, dapat kalian bayangkan jika seorang pria tampan bekerja di sana yang ruangannya di penuhi oleh seorang wanita? Sangat merepotoan bukan. Dan ia juga pernah bekerja di kantor Farhan namun belum sempat setengah hari Andreas sudah merengek kepada Devan kalau ia ingin di pindahkan ke kantor Devan lagi karna hal itu sekarang Devan memiliki kartu kuning Andreas jika saja Andreas tidak mau menuruti perintahnya.


" Bagaimana semua pilihan ada di tangan kamu,"


[Sialan kamu Devan] batin Andreas menahan emosinya di hadapan Aisyah.


Jika saja tidak ada Aisyah mungkin saat ini Devan dan Andreas sudah bergelut di sana, sedangkan Devan tersenyum smrik sembari menaik turunkan alisnya.


...**Next Part\=>...


Gimana nih partnya masih kurang?

__ADS_1


Tunggu terus keseruan kisah mereka jangan sampai ketinggalan.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian seperti Like, Komen, Follow and Vote**


__ADS_2