Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh

Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh
Chapter 38 Gagal dan gagal


__ADS_3

...Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh...


...~...


Di Apartemen Devano House itu terlihat Devan yang masih marah dan di bakar api cemburu mengingat kejadian beberapa menit yang lalu di Resto, bagaimana tidak seorang pria asing yang tiba-tiba datang dan memeluk istrinya di depan umum, pria manapun akan marah dan tidak terima. Sedangkan Aisyah ia merasa sedikit takut karna ia tau jika pria itu marah maka tidak ada yang bisa mengontrol emosi nya.


" Mas...?


" Siapa pria tadi?" terdengar dengan jelas nada bicara Devan yang berat menahan emosinya.


[ Bagaimana ini apa aku harus memberitahu nya tentang Dafri?]


" Aisyah jawab siapa pria itu? Apa kamu mengenalnya?" tanya nya lagi, kali ini dengan nada sedikit tinggi.


" Dia teman aku waktu aku masih kuliah, " jawab Aisyah jelas


" Teman? Dari cara dia memeluk dan menatapmu aku rasa lebih dari teman. Jujur Aisyah siapa dia?" Devan tak henti-hentinya menginterogasi Aisyah. Apalagi Dafri sudah tidak penting lagi bagi Aisyah, dia masa lalunya dan masa lalu itu yang sudah Aisyah lupakan jauh-jauh hari namun pria itu datang lagi dan membuat Aisyah kembali ingat akan pengkhianatan yang di lakukan Dafri dan juga sahabat nya.


" Aisyah..., "


" Aku sudah bilang dia teman aku waktu kuliah. Apa pun yang terjadi itu tidak penting!"


" Tapi itu penting bagi ku Aisyah. Dia berani memeluk istri aku di depan umum, katakan siapa yang tidak marah jika istri mereka di peluk oleh orang asing di depan umum," Seloroh Devan kehabisan kesabaran. Devan tidak mengerti kenapa istrinya terus membela orang itu padahal jelas-jelas orang itu salah. Namun, tidak ada yang tau saat ini Aisyah sedang berjuang menepis semua pengkhianatan yang dilakukan sahabat nya dulu dengan Dafri.


" Aisyah jawab!"


" Dafriza, dia teman aku sejak aku masih kuliah. Kita sudah berteman cukup lama dan mungkin dia memelukku karna dia..." ucap Aisyah menggantung


" Kita sudah cukup lama tidak bertemu setelah aku menikah denganmu. Mungkin karna itu dia memeluku, a_aku juga tidak tau kenapa ada dia di sana,"tutur Aisyah menahan semua kesedihan 2 tahun yang lalu.


Devan tau dari nada dan cara bicara Aisyah terdapat hal yang dia pendam dan saat ini wanita yang sok kuat itu sedang menahan luka dan kesedihan nya agar tidak ada yang tau betapa buruknya Aisyah saat ini. Devan meraih tubuh Aisyah dan memeluknya erat. " Maaf. " Satu kata keluar dari bibir tipis itu.


Tanpa Devan sadari kini Aisyah sedang menangis, Devan benar-benar merasa bersalah karna sudah menginterogasi istrinya terlalu berlebihan.


" Maaf aku tidak bermaksud tidak percaya kepada mu. Aku hanya tidak suka ada orang lain memelukmu, kamu hanya milikku Aisyah, " desusnya di telinga Aisyah. Aisyah membalas pelukan Devan erat.


[Aku beruntung mendapatkan wanita seperti mu Aisyah, sudah lama aku mencari wanita yang bisa menerima ku apa adanya. Dan sekarang aku menemukan mu, aku tidak akan membiarkan mu pergi untuk kedua kalinya] batin Devan


***


Lelah menangis Aisyah langsung tertidur lelap di kamar. Devan yang sedari tadi sibuk membereskan barang mereka tak sadar kalau sekarang istrinya sedang tidur lelap, Devan mendekati ranjang dan mengelus pucuk rambut istrinya.


" Kamu pasti capek, aku benar-benar tidak waras. Bisa-bisanya aku hampir membentakmu karna aku cemburu, haish kamu benar-benar membuatku gila Aisyah, " Gumam Devan tersenyum malu meratapi kebodohan nya.


Tiba-tiba ia teringat akan nama Dafriza yang sempat Aisyah katakan itu, Devan merasa sangat familiar dengan nama itu, sekarang Devan baru ingat kalau nama Dafriza itu pernah ia temui di dalam surat 6 bulan yang lalu saat ada sebuah surat masuk ke Aisyah.

__ADS_1


Devan bangkit dari ranjang dan pergi keruangan nya, ia membuka laptopnya dan mencari tau tentang universitas Aisyah dan juga Dafriza.


...Pencarian ditemukan...



" Group Zy?" gumam Devan berpikir.


" Sepertinya aku sudah bertemunya, iya 6 bulan yang lalu dan beberapa hari yang lalu saat pertemuan itu. Kami sudah bertemu, jadi dia Dafriza yang 6 bulan lalu mengirim surat ke Aisyah, membaca surat itu sepertinya itu bukan surat untuk sahabat melainkan penyesalan seseorang karna sudah melakukan kesalahan kepada orang yang dia sukai. Apa sebenarnya Aisyah dan Devan?" gumam Devan menggantung ucapannya sendiri.


Devan mengambil ponselnya dan menghubungi Andreas.


" Iya tuan?" ucap Andreas di sebrang sana


" Saya punya tugas untuk mu malam ini,"


" Astaga ini sudah malam, apa kamu tidak bisa memberi saya waktu istirahat dengan tenang?"


" Kalau begitu mati saja," celetuk Devan berhasil membuat Andreas tersentak kaget. Savage Devan sudah keluar, ia tidak peduli apa lawan bicaranya sakit hati atau tidak tapi yang pasti dia akan mengeluarkan semua kata yang ada di pikirannya.


" Kau benar-benar keterlaluan,"


" Jangan banyak bicara, saya mau kamu cari tau informasi tentang pria ini. Saya sudah mengirimkan biodata nya kepadamu," ucap Devan


Andreas membuka chat mereka dan melihat biodata Dafriza. " Untuk apa kamu menyuruh saya mencari tahu tentang dia?"


" Hm baiklah, tapi tunggu pria ini sering datang ke Resto Aislyn saat kalian pergi ke Singapura. Dia terus datang ke Resto hanya untuk bertemu dengan istrimu," Devan membenarkan duduknya sedikit terkejut dengan ucapan Andreas.


" Apa maksudmu? Kenapa kamu baru bilang sekarang huh,"


" Ayolah tidak ada yang penting dari pria itu..."


" Dasar bodoh! Dia baru saja memeluk istri saya di depan umum," tandas Devan berhasil membuat Andreas di sebrang sana tersentak kaget.


" Apa?"


" Cepat cari tau soal dia, cari tau siapa Dafriza dan apa hubungannya dengan istri saya!"


" Baik tuan,"


Sambung telpon berakhir, seru nafasnya kembali memuncak. Selama ini memang ia tau kalau Dafriza mencoba mencari Aisyah tapi ia tidak pernah berpikir kalau pria itu sudah bertemu dengan Aisyah dan sering datang ke Resto.


****


Keesokan harinya Aisyah bangun lebih awal dan menyiapkan sarapan untuknya dan juga untuk Devan. Saat sibuk memasak ia tidak menyadari kalau ada seseorang yang terus memerhatikan nya, Devan memeluk Aisyah dari belakang dan bergelantung manja pada Aisyah membuat sang empu kesulitan memasak.

__ADS_1


" Sebaiknya kamu duduk saja, kalau kamu terus seperti ini bagaimana aku masaknya?" ujar Aisyah sedikit kesal karna Devan terus menganggunya. Tapi pria itu tidak mengubris ucapan Aisyah ia malah membalikan tubuh Aisyah dan mengangkat tubuhnya ke atas meja membuat Aisyah terkejut.


" Apa yang kamu lakukan? Aku belum selesai memasak, masakan itu bisa gosong nanti,"


Trekk!!


Devan mematikan kompor itu. " Sekarang nggak akan gosong." ucapnya dengan senyuman penuh arti.


Devan menciumi leher Aisyah membuat sang empu bergidik geli. " Apa yang kamu lakukan? Kamu harus ke kantor nanti kesiangan." ucap Aisyah lirih dengan Devan yang masih terus menciumi leher dan wajah Aisyah.


" Jika tidak ke kantor hanya bisa bersama kamu, aku nggak papa," ucapnya kini beralih ke bibir ranum Aisyah. Aisyah yang belum terbiasa dan ahli dalam hal itu hanya diam, namun tiba-tiba bibirnya merasakan sakit saat kala pria itu mencoba menggigitnya. Devan yang sengaja mengigit bibir itu agar sang empu membuka mulut dan ia bisa lebih leluasa bermain disana.


Perlahan Aisyah mulai bisa mengimbangi bibir Devan, Aisyah membalas lu***** Devan lembut.


Drtt_drtt_drtt


Ponsel Aisyah berdering menandakan panggilan masuk. Aisyah mendorong tubuh Devan dan beralih mengangkat telpon itu namun hal itu membuat Devan kesal karna lagi dan lagi percintaan nya selalu gagal dan gagal.


" Ya hallo Jes?"


" Gimana kamu sama Devan? Baik-baik aja kan?" tanyanya khawatir


" Aku baik-baik aja kok,"


" Syukurlah, oh iya hari ini kamu ke Resto kan? Udah lama kita nggak masak bareng. Lagi pula banyak pelanggan yang merindukan masakan kamu loh,"


" Oh ya? Iya hari ini aku ke sana kok. Nanti setelah selesai aku kesana langsung,"


" Yaudah aku tunggu, bye!"


Sambungan telpon berakhir. Aisyah berbalik dan melihat wajah Devan yang kini sudah berubah menjadi muram dan datar, Aisyah mendekati Devan dan memegang tangan Devan. " Aku minta maaf yah, hari ini aku minta izin ke Resto. Kasian Jeslyn masak sendirian nggak papa kan?"


" Hm,"


" Kok hm doang? Kalau nggak boleh juga nggak papa kok,"


" Iya boleh," Kedua mata Aisyah berbinar ia mencubit pipi Devan gemas dan bergegas pergi ke kamar untuk bersiap-siap.


" Sayang lanjutin masakannya!" Teriak Aisyah di dalam kamar. Setelah kepergian Aisyah Devan bergelut sendiri, ia kesal, marah dan kecewa karna lagi- lagi gagal bercinta.


" Huft! Sabar Devan jika bukan hari ini maka besok, jika bukan besok maka lusa. Dan kalau bukan lusa maka lusa nya lagi," gumam Devan kembali melanjutkan masaknya yang tertunda.


...Lanjut?...


**Kasian banget ni anak orang, gimana sih rasanya pengen banget tapi selalu gagal😭

__ADS_1


Yang sabar yak Tuan Devano, pasti terjadi kok tenang aja. Makanya bukan hanya gombalin istrinya doang tapi bujuk juga authornya juga dong hehe....


So jangan lupa tinggalkan jejak kalian yah.


__ADS_2