Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh

Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh
BAB 23 Kegilaan Dylon


__ADS_3

...Happy Reading...


Jangan lupa untuk follow sebelum baca.


Cerita ini hanyalah sebuah cerita fiksi yang author buat khusus untuk kesenangan diri dalam berimajinasi.


...***...


Terlihat semua orang kebingungan mencari keberadaan Aisyah yang tiba-tiba saja menghilang. Dylon mendekati mereka dan bersikap seakan tidak tau apa-apa, tidak ada yang mencurigai Dylon karna nyatanya dia adalah pria sekaligus aktor yang sangat pintar dalam membuat drama.


Devan pergi ke ruang CCTV dan tidak menemukan apapun disana.


BRAK!


Devan mengebrak meja itu dengan sangat keras. " Sial." umpatnya


" Mau sampai kapanpun kamu tidak akan pernah menemukannya, karna sekarang dia sudah bersamaku dan akan menjadi milikku Devan. Kita lihat gilanya kamu kehilangan orang yang kamu cintai, " Gumam Dylon dalam hati.


" Aisyah kamu dimana?" ucap Devan lirih


Di sisi lain Dylon pergi kedalam kamarnya dan menyiapkan semua barangnya ke dalam koper. Tanpa sepengetahuan semua orang Dylon mengambil beberapa Cek uang dan memasukannya ke dalam tas, Dylon mengendap-endap masuk ke dalam kamar Devan untuk mengambil beberapa keperluan Aisyah dan tanpa dia sadari ada seseorang yang sedari tadi memerhatikan nya.


" Pak Dylon masuk ke dalam kamar tuan Devan dan ny. Aisyah mau ngapain? Dan itu kan barang-barang Nyonya Aisyah," Gumam seorang ART di rumah itu.


Beberapa menit kemudian Dylon kembali turun dan mendekati ssmua orang yang kini di ambang kebingungan. " Hallo semuanya, saya tau ini bukan hal yang tepat untuk aku pergi. Tapi, sekarang saya harus pergi karna pekerjaan yang tidak bisa saya tinggalkan, om Farhan juga tau kalau hari ini saya harus pergi ke Inggris untuk pengontrolan kinerja karyawan kita di sana."


Terlihat Farhan mengangguk. " Dylon benar hari ini dia harus pergi ke Inggris, seharusnya Devan yang pergi tapi karna kondisi kakinya jadi dia tidak bisa. Baiklah Dylon Berhati-hatilah, jangan lupa kalau sudah sampai kabari om,"


" Baik om, kalau Aisyah sudah ketemu kabari Dylon juga. Dylon nggak akan tenang kalau Aisyah belum di temukan," ucap Dylon yang mendapat tatapan dingin dari pemilik mata elang itu.


" Dylon kamu hati-hati di sana, terus hubungi kami oke,"


" Baik Bunda cantik," seru Dylon yang mendapat kekehan kecil dari Linda. Dylon mencium tangan Linda dan Farhan, tatapan Nabila kembali menatap tajam. Sedangkan Devan ia terus memikirkan keberadaan Aisyah yang ntah dimana, karna di telpon pun ponsel Aisyah berada di dalam kamar.


Setelah berpamitan Dylon langsung bergegas pergi keluar, sebelum itu Dylon diam-diam mengecek keadaan Aisyah di dalam bekasi yang masih tak sadar karna efek bius itu. " Malam ini akan ku bawa kamu pergi dari sini, akan ku pastikan tidak akan ada yang bisa menganggu kita dan suami mu itu akan hancur." Gumam Dylon puas.


Dylon bergegas masuk ke dalam mobil dan menancapkan gasnya. Sedangkan di dalam sana Devan masih terus mencari Aisyah. " Aisyah dimana kamu?" Gumam Devan sembari berpikir

__ADS_1


" Devan apa Aisyah tidak memberitahumu kemana dia pergi?"


" Nggak bun, saat itu aku masih tidur dan Devan nggak tau kalau Aisyah keluar kamar,"


" Lalu kemana Aisyah?" Gumam Linda khawatir.


" Tuan..." panggil Andreas pelan. Devan berbalik dan mendekati Andreas. " Apa ada petunjuk?"


" Saya menemukan ini tuan," Andreas memberikan sebuah gelang milik Aisyah, Devan ingat sekali kalau gelang itu adalah pemberian Linda untuk Aisyah sebagai menantunya.


" Ini milik Aisyah, dimana kamu menemukannya? "


" Saya menemukan gelang ini di depan rumah tuan,"


" Jadi maksud mu Aisyah pergi dari rumah jam segini? Itu tidak masuk akal Andreas. Dan Jika dia pergi dia akan meminta izin kepada saya," ucap Devan


" Tuan bukannya di depan sana di pasang CCTV? Siapa tau rumah ini terekam CCTV itu," ujar Andreas


" Kau benar..." Devan dan Andreas bergegas pergi ke tempat pos untuk mengecrk CCTV di depan rumahnya. Awalnya petugas itu enggan mengizinkan tapi karna darurat pria itu memperlihatkan CCTV di dekat rumah Devan. Terlihat dari layar CCTV itu pria yang tak jelas keluar rumah, dapat Devan yakini kalau pria itu adalah Dylon karna merasa familiar dengan kaos yang Dylon gunakan saat itu. Tak lama setelah itu Dylon keluar dengan mengendong Aisyah dan memasukannya ke dalam bagasi, sontak hal itu membuat Devan dan Andreas terkejut.


" Brengsek!" umpat Devan sembari mengepalkan tangannya.


" Andreas dia mau kemana?" Tanya Linda


" Devan melihat Aisyah, dan sekarang dia mau menjemputnya,"


" Apa? Dimana Aisyah?"


" Andreas masih tidak tau sekarang Andreas mau menyusul Devam,"


" Iya Andreas cepat kejar Devan, sepertinya dia sedang tidak baik-baik saja," ujar Farhan


Andreas mengangguk dan bergegas pergi mengejar Devan. Keduannya saing memburu waktu pergi ke bandara, karna jadwal yang ia ingat 10 menit lagi pesawat yang di tumpangi nya akan lepas landas. Sesampainya di bandara Devan langsung mencari Aisyah dan Dylon, banyaknya pengunjung membuat Devan dan Andreas kesulitan untuk mencari. Sedangkan di sisi lain dengan berkat bantuan anak buahnya, Dylon sudah siap dan bisa masuk ke dalam pesawat dengan Aisyah di kursi roda yang masih tak sadar karna efek bius itu.


" Ingat jangan pernah memberitahu siapapun kalau saya pergi ke Amerika bukan ke Inggris mengerti?" ucap Dylon kepada anak buahnya.


" Baik bos, bos tenang saja semua aman terkendali,"

__ADS_1


Dylon pergi masuk ke dalam pesawat yang ternyata bukan penerbangan ke Inggris melainkan Amerika. Yak... Ini adalah rencana Dylon yaitu dengan berbohong kepada Farhan dan yang lainnya kalau ia akan pergi ke Inggris tapi nyatanya ia akan pergi ke Amerika agar pada saat mereka tau kebenarannya, Devan dan yang lainnya tidak bisa menemukan dirinya dan juga Aisyah.


...***...


Penerbangan ke New York akan berangkat sebentar lagi. Harap seluruh penumpang segera masuk ke dalam pesawat.....


" Aisyah aku tidak akan membiarkanmu pergi," Gumam Devan sembari terus berlari. Pintu yang sudah di tutup membuat Devan tidak bisa masuk, Devan mencari nama penumpang yang ada di daftar nama penumpang itu dan bingung saat tidak menemukan nama Dylon di daftar itu.


Netra Andreas tiba-tiba terhenti saat melihat anak buah Dylon di gerbang lain. Andreas memberitahu Devan tentang apa yang ia lihat, tanpa pikir panjang Devan menghampiri orang-orang itu dan terlihat dari wajah mereka yang sedikit terkejut.


" Ngapain kalian disini? Dimana bos kalian? " tanya Devan tegas


" Kami tidak tau,"


" Jangan berbohong atau saya patahkan tanganmu," Ancam Devan namun tidak membuat mereka takut.


" Saya tidak akan memberitahumu," sarkasnya. Devan menarik kerah baju pria itu kasar dan menatapnya tajam. " Jangan bermain-bermain dengan saya. Kamu lupa kejadian 2 tahun yang lalu saat jari tanganmu patah karna saya?"


Pria itu menelan saliva susah payah. Memang Devan adalah pria yang sulit di taklukan. " Jawab Dimana Dylon. " bentak Devan berhasil membuat semua perhatian tertuju padanya.


Untuk semua penumpang harap segera masuk ke dalam pesawat. Penerbangan internasional ke Amerika Serikat dengan nomor 186 akan segera berangkat, harap semua penumpang sudah berada di dalam pesawat....


Devan yang mendengar suara itu langsung terdiam sejenak dan kembali menatap pria di depannya dengan tatapan maut. " Apa dia ada didalam sana?"


" S_saya.."


" JAWAB.?!!!"


" Iyah, mereka ada di dalam sana. Percuma saja kau tidak akan pernah bisa masuk ke dalam sana, kau tidak akan bisa menemukan mereka,"


" Brengsek," umpat Devan dan bergegas masuk ke dalam sana. Banyak petugas yang melarang dan mengejar Devan namun Devan tetap masuk dan mencari pesawat yang di tumpangi oleh Aisyah dan Dylon.


Di dalam pesawat Dylon terus menatap wajah cantik Aisyah, bius yang Dylon berikan benar-benar membuat Aisyah mampu tidak sadar hingga beberapa jam. " Hari ini kamu milikku Aisyah dan kita akan memulainya dari awal, akan ku pastikan kamu bahagia bersama ku Aisyah. " ucap Dylon penuh percaya diri.


......**Next Part\=>......


Gimana lanjut gak nih?

__ADS_1


Jangan lupa Like, Komen, Follow and Voteyah


Makasih,😊**


__ADS_2