Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh

Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh
Chapter 37 Tinggal berdua


__ADS_3

...Happy Reading...


Di meja makan itu terlihat semua orang sedang menikmati makan malam mereka. Kembalinya Aisyah membuat keluarga itu kembali utuh seperti dulu, banyak canda ria di atas meja berbeda saat-saat Aisyah tidak ada. Tidak ada satupun yang makan kecuali Farhan, karna semuanya sedih merasa kehilangan Aisyah.


" Devan,"


" Iya pah?"


" Kalian sudah berumah tangga, apa lebih baik kalian mencari rumah sendiri untuk kalian?" ucap Farhan berhasil membuat Linda menatapnya sedikit sinis.


" Pah Aisyah baru pulang kenapa papah malah berbicara seperti itu?"


" Sayang mereka sudah dewasa, mereka juga cepat atau lambat akan punya anak. Massa mereka akan tetap bersama kita," Aisyah tersedak saat kala Farhan tiba-tiba membicarakan seorang anak sedangkan Devan hanya terkejut.


" Papah benar kan?"


" Iya bun, apa yang di katakan papah benar. Devan sudah menjadi suami sudah sepantasnya Devan membawa Aisyah ke rumah kami dan juga aku sudah memikirkan nya dan kami akan pindah ke Apartment Delvano House," tutur Devan sembari melirik Aisyah di sampingnya


" Tapi bunda kan baru bertemu dengan menantu kesayangan bunda," terdengar nadanya yang lirih


" Sayang Aisyah hanya pindah rumah bukan pindah negara. Jadi apa yang kamu khawatirkan? Kalian masih tetap bisa bertemu kapan pun kalian mau," sambung Farhan membuat istrinya mengerti


" Huft! Baiklah. Jadi kapan kalian akan pergi kesana?"


" Besok!"


" Apa?"


***


Di dalam kamar Aisyah dan Devan masih membahas topik saat di meja makan. Aisyah masih terkejut dengan apa yang Devan katakan jika besok mereka akan meninggalkan kediaman Kenzo dan tinggal di Apartemen miliknya.


" Kenapa kamu tidak bilang kalau kita akan pergi ke Apartemen kamu?"


" Sayang bukannya itu hal yang bagus, jika hanya kita berdua yang tinggal itu berarti tidak akan ada yang menganggu kebersamaan kita, "


" Jadi kita bisa lebih leluasa menjalani hal yang seharusnya suami istri lakukan," ucap Devan dengan menyunggingkan senyumannya.


" Bukan itu masalahnya, besok menurut kamu tidak terlalu mendadak? Kita baru saja sampai dari Singapura loh dan aku baru aja merapihkan semua pakaian kita ke lemari apa kamu tidak capek?"


" Tidak!" Aisyah membuang nafasnya jengkel karna suaminya, Ia tidak berpikir kalau suaminya adalah robot yang tidak mengenal lelah sedikitpun.

__ADS_1


" Sayang gini, sekarang kamu hanya duduk manis atau nggak tidur aja. Semua barang dan pakaian biar aku yang rapihin ok?"


Tanpa menunggu persetujuan Devan langsung mengambil koper dan menyimpan semua pakaian mereka ke dalam koper itu. Devan sangat teliti, ia tidak akan meninggalkan barang- barang miliknya dan juga milik istrinya. Tak berselang lama sebuah tangan yang halus dan imut itu ikut memasukan pakaian ke dalam koper sontak hal itu membuat Devan menoleh ke arah samping.


" Aku mana mungkin membiarkan suamiku melakukan nya sendiri. Biar aku bantu," Sudut bibir itu tertarik mengembangkan senyuman di bibir tipis itu.


Devan yang benar-benar geram dengan istrinya tak segan-segan mencium kening Aisyah agresif hingga membuat sang empu kesal.


" Aku sangat agresif saat melihatmu, jadi jangan pernah kamu bayangkan saat nanti aku menaklukkan mu di bawah sana," ucap Devan yang Aisyah yakini semua otak dan mulut liarnya itu pasti menjurus ke alam gelap


" Apa maksud mu?"


" Aku sudah bilang jangan membayangkan apapun, kamu hanya cukup berdoa saja agar kamu masih bisa berjalan nanti," Ntah harus bahagia atau tidak tapi malam ini Aisyah benar-benar tidak habis pikir dengan otak suaminya. Pria yang ia kenal dingin, cuek, privat tapi sekarang pria itu berubah menjadi mesum, apa karna kakinya sembuh atau terbentur sehingga mengenai otaknya?


" Dasar mesum," umpat Aisyah yang dapat di dengar oleh Devan


" Ayolah ini baru permulaan, akan ku perlihatkan mesumku yang sebenarnya," ucapnya dengan menaik turunkan alisnya. Aisyah yang benar-benar di buat salting langsung menutup wajah Devan dengan kain dan bergegas pergi mencari pekerjaan lain agar terhindar dari godaan-godaan suami mesumnya itu.


Malam ini Aisyah dan Devan menghabiskan waktu mereka dengan membereskan semua barang dan pakaian mereka untuk mereka bawa ke rumah baru mereka.


***


Di perjalanan tiba-tiba Aisyah teringat akan sahabatnya yang tiba-tiba ia tinggalkan saat ke Singapura. " Sayang apa aku boleh pergi ke Restoran Aislyn untuk bertemu Jeslyn? Sejak aku pulang aku belum bertemunya, nggak papa kan?"


" Nggak papa dong lagian kan dia sahabat kamu. Sekarang kita ke Resto dulu," Devan memutar balik mobilnya menuju Resto Aislyn.


Sesampainya di Resto Aisyah langsung berlari ke dalam Resto tanpa memperdulikan Devan.


" Sikap yang bagus meninggalkan suaminya demi bertemu temannya," gumam Devan sedikit kesal dan bergegas menyusul Aisyah ke dalam Resto.


Terlihat Aisyah dan Jeslyn saling berpelukan meluapkan semua kerinduan mereka. Bahkan Jeslyn tak henti-hentinya bercerita keadaan Resto disaat Aisyah tidak ada, Devan yang tidak ingin menganggu kebersamaan mereka memilih duduk dan mengecek pekerjaannya lewat ponselnya.


" Kamu tau Aisyah saat kamu di Singapura, pria brengsek itu tak henti-hentinya datang kesini untuk mencari kamu,"


" Dafriza datang kesini?" tanya ulang Aisyah lagi yang di angguki oleh Jeslyn.


" Untuk apa dia mencariku?"


" Ya untuk apa lagi kalau dia ingin kembali bersama kam..."


" Shtt!! Jangan keras-keras nanti Devan dengar," seloroh Aisyah. Jeslyn yang mengerti langsung mengangguk dan mengecilkan volumenya.

__ADS_1


" Aisyah jawab aku dengan jujur, kalau dia benar-benar ingin kembali sama kamu. Kamu tidak akan menerimanya kan?"


" Ya nggak lah gila kali kalau aku mengulanginya lagi. Aku sudah cukup memilikinya karna bersamanya aku bahagia," jawab Aisyah jelas, tegas dan padat.


Jeslyn mengangkat 1 jempol dan menatap Devan yang fokus ke ponselnya begitu juga dengan Aisyah. Namun, Tiba-tiba orang yang mereka tatap malah balik menatapnya, kali ini Devan melempar senyuman kecil pada Aisyah dapat Aisyah rasakan senyuman tulus yang ia dapatkan dari pria itu karna jujur saja sejak dulu ia tidak pernah mendapat senyuman indah itu dari suaminya. Saat saling melempar senyum tiba-tiba netra Aisyah jatuh pada sosok pria yang baru masuk dari arah belakang Devan. Senyumannya tiba-tiba memudar saat pria yang familiar itu menegur Aisyah dengan lambaian tangan dan senyuman manis di bibirnya, apalagi Dafriza memiliki lesung pipi yang membuatnya semakin terlihat manis ketika tersenyum.


Dafriza berjalan menghampiri Aisyah dan Jeslyn, Devan yang tiba-tiba melihat seorang pria mendekati istrinya sontak terkejut.


" Aisyah akhirnya aku bisa bertemu kamu lagi,"


Degh


Semua orang terkejut termasuk Devan saat kala Dafriza yang tiba-tiba memeluk Aisyah erat. Tiba-tiba rahang Devan mengeras, aliran panas di dalam tubuhnya kembali memuncak saat melihat istrinya sendiri di peluk oleh pria lain apalagi di depan matanya sendiri, sedangkan Aisyah yang tidak ingin Devan salah paham mencoba memberontak tapi tenaga Dafri lebih kuat darinya.


" Dafri lepas...!"


" Sangat sulit aku menemukan mu, biarkan seperti ini untuk beberapa menit," desusnya tepat di telinga Aisyah.


" Brengsek!!" Devan menarik baju Dafri kasar dan memukul rahangnya keras sontak hal itu membuat semua orang terkejut.


" Devan hentikan," teriak Aisyah mencoba menahan tubuh Devan yang panas akan cemburu dan emosi.


" Siapa kamu? berani sekali kamu menyentuh istri saya," teriak Devan kalap emosi


" Apa Istri?" Dafri benar-benar terkejut dengan fakta yang ia pikir Aisyah masih sendiri karna masih mencintainya.


" Mas udah aku jelasin di jalan," Aisyah menarik Devan keluar dari Resto. Sedangkan Dafri masih syok dengan apa yang ia dengar, ternyata wanita yang selama ini ia cari dan tunggu itu sudah menikah?


...Lanjut?...


Duh gimana nih Dafri First Love Aisyah udah benar-benar datang.


Pertanyaan nih :


1. Apa Dafri bisa sadar kalau Aisyah sudah bersuami?


2 . Atau malah sebalik nya dia malah melakukan segala hal (obsesi) untuk mendapatkan Aisyah


3. Atau sama Jeslyn aja?


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yah. Next Time, salam sayang dari author.😘**

__ADS_1


__ADS_2