
...Happy Reading...
Tepat pukul 7 pagi, semua jenazah kecelakaan pesawat itu sampai di Bandara. Air mata tidak bisa Jeslyn bendung lagi, kedua mata yang memerah dan bengkak itu kembali mengeluarkan air mata. Jeslyn menangisi tubuh kedua orang tuanya yang penuh dengan luka, rasa sesak dan kehilangan terus menyelimuti nya.
" Maafin Jeslyn Mah_Pah, kalau saja Jeslyn tidak bersikeras meminta kalian pulang mungkin semua tidak akan seperti ini. Ini salah Jeslyn seharusnya Jeslyn tidak egois maafin Jeslyn," gumam Jeslyn lirih yang terus menyalahkan dirinya atas kepergian orang tuanya.
Andreas dan Aisyah terus menenangkan Jeslyn. Setelah semua tahap sudah di lakukan kedua jenazah itu di makamkan di TPU, rasa kehilangan masih menyelimuti Jeslyn bahkan setelah semuanya telah selesai Jeslyn masih setia berada di pemakaman kedua orang tuanya.
Aisyah yang melihat itu merasa tidak tega tapi mau gimana lagi. Semuanya sudah terjadi dan kita yang di tinggalkan hanya bisa berdoa yang terbaik untuk mereka. Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore, Aisyah yang tidak bisa membiarkan Jeslyn seorang diri meminta izin pada ibu dan ayah mertuanya serta suaminya untuk menginap di rumah Jeslyn. Ada rasa kekhawatiran di lubuk hati Devan namun dengan permintaan istrinya akhirnya Aisyah bisa menginap di rumah Jeslyn.
Sepanjang hari Jeslyn tidak berbicara bahkan keluar kamar pun tidak. Makanan dan minuman pun masih sama tidak ada yang berubah, Aisyah yang tidak tau harus gimana lagi meminta bantuan pada Andreas karna dia bukan hanya seorang pacar melainkan orang yang bisa membuat gadis itu patuh.
" Jeslyn kamu harus makan, mereka pasti tidak menginginkan kamu seperti ini. Ayok makan Aisyah sudah repot-repot buatin kamu makanan masa kamu tidak mau memakannya," bujuk Andreas.
" Nggak Andreas aku sedang tidak lapar. Simpan saja di atas meja nanti kalau lapar aku akan memakannya," ujar Jeslyn tanpa menatap lawan bicaranya
" Apa kamu sadar dengan ucapan kamu Jeslyn? Lihat lah berapa banyak makanan yang terbuang karna kamu. Aku tau kamu kehilangan tapi apa harus seperti ini? Jika kamu kehilangan mereka bagaimana jika aku kehilangan kamu? Disini tidak hanya kamu yang merasa kehilangan, aku dan Aisyah juga kehilangan sosok kamu," Setelah mengatakan hal itu seketika Andreas tersadar dan merasa bersalah karna malah memarahi Jeslyn, sedangkan sang empu hanya menundukkan kepalanya dengan tersedu-sedu.
" Maafkan aku, aku tidak bermaksud memarahi mu," ucap Andreas merasa bersalah. Ia meraih tubuh Jeslyn dan memeluknya erat dan hal itu mendapat balasan dari sang empu.
" Maafin aku, aku benar-benar minta maaf," tangis Jeslyn di dalam pelukan Andreas. Andreas menangkup wajah itu dan menghapus air mata itu dari wajah Jeslyn.
" Nggak papa aku juga minta maaf karna memarahi mu," ucap Andreas yang di angguki Jeslyn. " Yaudah sekarang makan kasian Aisyah dia terus membuatkan mu makanan tapi tidak seujung sendokmu kamu cicipi." ucap Andreas yang di angguki Jeslyn.
Melihat Jeslyn yang mulai makan Aisyah bernafas lega walau tidak banyak tapi setidaknya Jeslyn bisa mengisi perutnya yang kosong.
***
Di tempat lain Nabila sedang menyelesaikan skripsinya. Namun, kali ini dosen meminta dengan detail apa yang sedang Nabila Skripsikan, karna Skripsi nya mengenai perkantoran Nabila berniat meminta bantuan pada kakaknya Devan, namun ia baru ingat kalau kakaknya tidak ada di Jakarta dengan terpaksa Nabila pergi menemui perusahaan lain.
Sebuah perusahaan Group Zy, Nabila pergi ke perusahaan itu sebagai mahasiswa bukan adik dari sang pengusaha. Nabila pergi ke Repsesionis untuk bisa bertemu dengan derektur perusahaan untuk menyelesaikan skripsinya namun Repsesionis itu mengatakan jika saat ini derektur itu belum datang sehingga membuat Nabila harus menunggunya di kursi tunggu.
30 menit kemudian dari arah pintu besar itu terlihat seorang pria tampan datang dengan setelah jas hitam. Melihat pria itu seketika membuat Nabila terdiam dan berpikir seperti sudah melihat pria itu tapi dimana?
"Maaf Pak ada yang ingin bertemu bapak," ucap Repsesionis itu pada pria itu yang tak lain adalah Dafriza
" Bertemu dengan saya? Siapa?" tanya Dafri bingung karna ia merasa tidak memiliki janji dengan siapapun.
Wanita itu menunjuk ke arah Nabila spontan Dafri mengikuti arah telunjuk wanita itu dan terdiam saat melihat Nabila yang kini juga menatapnya.
" Wanita itu?" gumam Dafri mengingat Nabila wanita yang ia tolong beberapa hari yang lalu.
Dafri melangkah menghampiri Nabila yang masih diam di sana. " Kamu? Bukannya kamu orang yang sempat saya tolong beberapa hari lalu?" tanya Dafri meyakinkan lagi.
" Iyah perkenalkan nama aku Nabila banyak orang yang memanggilku Billa," ucap Nabila memperkenalkan diri sembari mengulurkan tangannya pada Dafri. Dafri membelas ukuran tangan itu. " Dafriza." balas Dafri ramah.
" Oh iya kamu ingin bertemu saya? Ada apa? apa pria kemarin menganggu mu lagi?" tanyanya
" Tidak, aku datang kesini karna saya mau meminta bantuan,"
" Bantuan?"
" Iya aku sedang menyelesaikan skripsi akhir jadi..."
__ADS_1
" Skripsi? Baiklah kita bicarakan hal ini di ruangan saya," ujarnya dan bergegas pergi tak lupa menuntun Jeslyn ke ruangannya.
**
" Oh jadi kamu sedang menyelesaikan skripsinya?"
" Iya karna jurusan yang ku ambil sesuai dengan perusahaan bapak. Karna itu aku datang kesini karna ingin bergabung dengan perusahaan bapak untuk menyelesaikan skripsiku tahun ini,"
" Hm setelah melihat data diri kamu kamu memiliki skill tersendiri, kebetulan perusahaan kami membutuhkan tenaga kerja seperti mu. Baiklah, mulai besok kamu boleh bergabung dengan perusahaan kami," ujar Dafri sontak membuat Nabila terkejut.
" B_bapak serius?"
" Ya saya serius lebih cepat lebih baik bukan?"
Jangan tanpa bahagia atau tidak Nabila sekarang karna jawabannya pasti ya. Bagaimana tidak? Akhirnya ia bisa menyelesaikan skripsinya yang sempat tertunda.
*
Di kediaman Jeslyn.
Terlihat Jeslyn yang sudah tertidur pulas di sana, Andreas yang melihat Jeslyn sudah lebih membaik memilih untuk kembali ke kantor.
" Andreas makasih yah karna kamu sudah mau nemenin Jeslyn seharian," ucap Aisyah
" Kamu tidak perlu berterimakasih, sekarang saya sedang berusaha melakukan janji saya padamu yaitu mencoba menjadi pria yang baik untuk Jeslyn," jawab Andreas sembari melirik Jeslyn yang tengah tertidur.
" Aku seneng dengernya,"
" Eum pergilah hati- hati di jalan," Andreas mengangguk dan melangkah pergi namun tiba-tiba langkahnya terhenti saat panggilan masuk ke ponselnya. Melihat nama yang tertera di layar ponsel itu refleks Andreas membuang nafas berat dan melangkah mundur dan hal itu membuat Aisyah bingung.
" Ada apa? Kok balik lagi?" tanya Aisyah bingung.
" Telpon dari tuan," ucap Andreas sembari menyodorkan ponsel pada Aisyah.
" Kenapa dia nelpon ke kamu?" tanya Aisyah yang mendapat angkatan bahu dari Andreas.
// Ya hallo mas?
//Kamu sedang apa? (suara dingin) 📲
// Aku lagi telponan sama kamu
// Sebelum itu! 📲
// Eum... (berpikir)
// Kamu ngapain sampai aku telpon kamu nggak angkat. Aku udah berapa kali loh hubungi kamu bahkan aku kirim pesan kamu nggak bales, kamu kemana sih yang? 📲
//Maaf mas, aku lupa kalau ponsel aku ketinggalan di kamar. Jadi aku nggak tau kalau kamu telpon.
// Huft! Lain kali kalau kemana-mana bawa ponsel. Kalau ada apa-apa gimana? nanti aku sulit hubungi kamu.
//Iya maaf
__ADS_1
// Sekarang mana Andreas?
//Mau ngapain nanyain Andreas? Udah mas jangan nyalahin kak Andreas dia nggak salah apa-apa dalam hal ini.
//Apaan sih yang, wong aku cuman mau nanyain kerjaan kok.
Aisyah sedikit tersentak dan mengigit bibir bawah karna malu. Ia pikir suaminya akan memarahi Bodyguard nya seperti kemarin tapi ternyata dugaan nya salah, memang sikap Devan tidak ada yang bisa menebaknya.
Aisyah memberikan ponsel itu pada Andreas dan sang empu menerimanya.
//Iya tuan?
//Bagaimana keadaan Jeslyn?
//Dia sudah mendingan
//Syukurlah, saya sudah menyuruh Fina untuk meng-handle semua pekerjaan kantor mengantikan kamu. Jadi, sekarang kamu hanya fokus menjaga kekasihmu itu, jangan membuat istri saya kerepotan. Saya tidak mau istri saya tidak bisa menjaga dirinya sendiri hanya karna menjaga sahabatnya.
//Tapi tuan saya masih bisa meng-handle pekerjaan kantor...
// Tidak ada, setelah keadaan Jeslyn membaik kamu boleh kembali ke kantor. Kamu tau? Aisyah tidak bisa makan dan tidur teratur karna dia memikirkan keadaan Jeslyn, jadi saya tidak ingin istri saya seperti itu lagi. Karna itu saya meminta bantuan kamu.
//Baiklah tuan
//Baiklah katakan pada Aisyah saya akan menghubungi nya nanti malam
//Hm
//Jawab dengan benar mengerti atau tidak?
//Baik tuan saya mengerti! (penuh penekanan)
//Bagus!
Sambungan telpon berakhir Andreas membuang nafas berat.
" Ada apa? Dia tidak memarahimu kan?"
" Tidak, tuan bilang tuan akan menghubungi kamu nanti malam. Jadi pastikan ponsel kamu selalu aktif," ujar Andreas yang membuat Aisyah sedikit malu.
" Aku jadi malu, apa dia tidak terlalu berlebihan? Setiap kesalahan aku kamu yang mendapat amarahnya. aku jadi merasa bersalah,"
" Kamu tidak perlu merasa bersalah, tuan bersikap seperti itu karna dia sangat mengkhawatirkan kamu. Kamu tau ini baru pertama kalinya tuan bersikap manis dan perhatian pada seseorang,"
" Benarkah?"
" Ya,"
Mendengar hal itu hati Aisyah serasa berbunga-bunga. Sungguh ucapan Andreas benar-benar membuatnya semangat hidup hari ini.
...Lanjut? ...
Jangan lupa like, komen, follow and Vote.
__ADS_1