Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh

Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh
Chapter_24 Anak Kecil


__ADS_3

...Happy Reading!...


Mohon maaf jika banyak typo bertebaran dan alur yang tidak masuk akal karna ini Real Dunia Fiksi bukan dunia nyata jadi apa yang ada di cerita ini hanyalah karangan dan imajinasi author saja.


...***...


PoV Bandara Internasional Soekarno-Hatta


Devan menerobos masuk ke dalam pesawat besar itu. Melawan dengan waktu Devan harus cepat-cepat menemukan Aisyah dan juga Dylon, sudah berkeliling Devan masih belum menemukan keberadaan mereka segera mungkin Devan masuk ke gerbang lain berharap di gerbang ini ia bisa menemukan mereka. Semua orang memerhatikan Devan banyak sekali yang berbisik tentang ketampanan Devan namun saat ini Devan tidak memperdulikan hal itu yang ia pedulikan adalah istrinya yang akan di bawa lari oleh sepupunya sendiri.


Dari arah kejauhan Devan melihat hidung pria yang ia cari. Deru nafasnya memburu saat kala melihat Dylon hendak mencium bibir Aisyah, tidak ingin terjadi Devan mendekati mereka dan...


Brugh!


" Brengsek kau," ucap Devan terus memukul rahang Dylon. Semua orang sontak berteriak dan ketakutan karna melihat kegaduhan itu semua petugas di dalam pesawat langsung memisahkan Devan, Devan memberontak. " Berani sekali kamu membawa istri saya kabur, apa maksud mu hah?" Semua orang terkejut mendengar ucapan Devan.


[Apa jadi wanita itu adalah istrinya?]


[Brengsek sekali pria itu, tidak tau malu membawa istri orang kabur] begitulah ucapan-ucapan semua orang.


" Pak tolong keluar, jangan berbuat keributan disini, " ucap petugas itu. Devan menepis tangan petugas itu dan membawa Aisyah keluar dari pesawat itu. Sedangkan Dylon, pria itu pergi dengan tiketnya.


Skip rumah sakit.


" Dokter bagaimana keadaannya?" tanya Devan khawatir


" Bapak tenang saja pasien tidak mengalami hal yang serius, ini efek bius yang di berikan kepadanya,"


" Apa bius?"


" Iyah,"


" Dylon sialan," umpat Devan benar-benar mengutuk Dylon di hatinya. Dokter itu keluar meninggalkan dua insan itu di ruangan rawat, Devan duduk di samping Aisyah dan mengengam tangan Aisyah lembut.


" Maafkan saya Aisyah, saya tidak bisa menjagamu seperti kamu menjagaku. Saya benar-benar mengkhawatirkan mu, bagaimana jika saya terlambat dan kamu pergi meninggalkan saya. Saya tidak akan pernah memaafkan diri saya sendiri," gumam Devan merasa bersalah.


Pintu terbuka menampilkan Andreas. " Tuan... Dylon berhasil melarikan diri. " tuturnya

__ADS_1


" Biarkan saja, dia pasti akan kembali. Tapi sebelum itu dia akan sadar dengan ulahnya,"


...***...


" Sayang bagaimana ini bisa terjadi? Kenapa Dylon bisa melakukan ini kepadamu? Bunda nggak tau kalau Dylon selama ini menyukaimu, " ucap Linda khawatir


" Aku nggak papa kok bun,"


" Tapi tetap saja kamu hampir meninggalkan kami Aisyah,"


" Jadi selama ini yang meneror kamu itu Dylon Aisyah? Kenapa kamu tidak memberitahu papah kalau selama ini Dylon menganggumu,"


" Maaf pah Aisyah nggak berani bilang, Aisyah takut keluarga papah sama Om jadi bertengkar karna Aisyah. Aisyah nggak papa kok pah, cuman pusing aja,"


" Pria brengsek itu harus kena pelajaran. Awas saja kalau dia kembali aku akan menghukumnya," gumam Nabila kesal dan itu sangat lucu.


Tak lama pintu terbuka menampilkan Devan dan Andreas yang baru masuk. Kedua mata itu membulat sempurna saat melihat Devan bisa berdiri tanpa bantuan siapapun, sedangkan Devan juga terkejut karna ia pikir Aisyah masih belum sadar karna itu Devan berani masuk tanpa kursi roda, tapi sekarang Aisyah sudah tau tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


" Kaki kamu..?"


" Sejak kapan?" tanya Aisyah


" Saat saya menolongmu,"


" J_jadi selama ini kamu berpura-pura dan berbohong di depan aku? Kenapa mas? Kamu tau aku sangat antusias membuat kamu kembali bisa berjalan. Dan sekarang saat kamu bisa jalan kamu malah tidak memberitahuku?"


" Aisyah dengarkan saya dulu, ini tidak seperti yang kamu pikirkan,"


" Lalu apa mas? Kenapa kamu sangat jahat? Aku bahagia melihatmu bisa jalan kembali. Tapi, aku sedih karna kamu tidak memberitahuku, aku tau kamu tidak menginginkan ku tapi aku berharap kamu mau berbagi kebahagiaan mu denganku," ucap Aisyah lirih


Aisyah adalah orang sangat antusias dan semangat dalam kesembuhan kaki Devan. Karna itu Aisyah merasa kecewa kepada Devan yang tidak pernah menganggap nya, malam ini Aisyah pulang ke kediaman Kenzo karna dokter bilang kondisi Aisyah tidak buruk dan di perbolehkan pulang. Sikap Aisyah sepulang dari rumah sakit sangat dingin dan hal itu dapat mereka lihat dari raut wajahnya, Aisyah pergi ke kamar untuk mandi dan langsung tidur bahkan Aisyah menghiraukan Devan yang terus berbicara kepadanya.


Keesokan harinya Aisyah langsung melakukan aktivitas seperti biasa dan hal itu di marahi oleh Linda karna kondisi Aisyah yang masih harus istirahat, tapi Aisyah keras kepala dan tetap melakukan tugasnya sebagai menantu dan istri. Di meja makan itu dapat semua orang lihat sepasang suami-istri muda itu yang dingin tidak berbicara satu kata pun, membuat semua orang bingung akan masalah mereka.


" Apa kalian ada masalah?" tanya Nabila


" Nggak memangnya kenapa?"

__ADS_1


" Tapi aku perhatiin semenjak pulang dari rumah sakit kalian jadi diem-dieman lagi marahan yah?"


" Nggak kok, aku cuman nggak enak badan. Aku izin duluan ke kamar yah," Aisyah pergi ke dalam kamar meninggalkan meja makan itu tanpa menyentuh makanan di piringnya sedikitpun.


Devan yang geram dengan sikap Aisyah tidak berpikir panjang langsung menyusul Aisyah ke dalam kamar. Saat di kamar Devan terkejut saat melihat Aisyah yang memasukan satu-persatu pakaiannya ke dalam koper kecil miliknya. " Aisyah apa yang kamu lakukan?" ucap Devan menghentikan aktivitas Aisyah.


" Aisyah saya minta maaf atas semuanya. Kenapa kamu bersikap seperti anak kecil seperti ini?"


" Anak kecil? Mas mungkin yang kamu lakukan adalah hal sepele bagi kamu. Tapi bagi aku itu sangat membuat aku sakit hati, aku sangat bersemangat untuk membuatmu sembuh aku tidak peduli banyak orang yang terus memakimu karna kamu adalah suamiku, tapi sepertinya semua yang aku lakukan tidak berarti untukmu. Jika aku boleh memilih aku tidak ingin berada di sini, aku tidak ingin memiliki hubungan dengan orang yang tidak memiliki perasaan apapun kepadaku,"


" Sekarang aku akan mewujudkan semua yang kamu inginkan. Sekarang kamu sudah menjadi pria yang sempurna, kamu bisa mendapatkan wanita yang lebih baik, cantik daripada aku dan yang pasti kalian saling mencintai. Aku sudah berjanji kepadamu dan sekarang aku akan menepati janjiku, mari berpisah," Devan tersentak kaget mendengar ucapan Aisyah yang ingin berpisah. Hal yang tidak ia inginkan terjadi, jika saja ia bisa mengatakan yang sebenarnya mungkin ini tidak akan terjadi. Tapi sayangnya ego dan rasa gugup Devan masih ada sehingga ia tidak bisa mengungkapkan isi hatinya.


Aisyah membereskan semua barangnya ke dalam koper dan menatap Devan yang masih mematung. Aisyah meraih tangan Devan dan mencium punggung tangan itu lama. " Aku pergi dulu Assalamu'alaikum."


Aisyah pergi meninggalkan Devan yang masih mematung disana. Kedua matanya memerah menahan air mata, sedangkan di bawah semua orang terkejut atas kepergian Aisyah yang tiba-tiba. " Sayang apa yang kamu lakukan? Bunda mohon jangan pergi. Kalau ada masalah bicara baik-baik jangan seperti ini."


" Kak Aisyah jangan pergi kenapa kalian bertengkar apa yang terjadi?"


[ Sepertinya ini semua karna kesalahpahaman. Lalu kenapa tuan tidak mencegah ny. Aisyah] gumam Andreas dalam hati


" Sayang apa yang terjadi? apa yang anak itu lakukan kepadamu?" tanya Farhan marah


" Nggak papa, mas Devan tidak melakukan kesalahan. Ini kesalahan Aisyah, seharusnya Aisyah tidak disini, yang seharusnya ada disini adalah kak Diana. Kita menikah karna terpaksa dan tidak saling mencintai, sekarang mas Devan sudah bisa berjalan dia pasti akan menemukan wanita yang baik, cantik dan sayang kepadanya. Ini bukan salah siapapun, Aisyah yang sadar akan posisi Aisyah di rumah ini,"


" Aisyah apa yang kamu katakan? Kamu menantu di rumah ini. Devan memang menyebut nama orang lain diijab kabul kalian tapi Devan tau kalau itu kamu, kalian adalah suami istri yang sah di mata hukum dan agama, salah menyebut nama dalam ijab kabul adalah hal yang wajar asalkan ada sanksi di pernikahan kalian. Jika kalian belum mencintai jalannya waktu kalian pasti akan saling mencintai, " Ucap Linda membuat Aisyah mengerti


" Aisyah bunda mohon jangan pergi, bunda sayang sama kamu," Tangis Linda dipelukan Aisyah. Jujur saja Aisyah tidak ingin meninggalkan keluarga itu tapi berada dalam satu hubungan yang tidak pernah ada cinta itu lebih menyakitkan.


Aisyah meraih koper dan bergegas pergi setelah berpamitan. Linda menangis keras dengan Farhan yang memenangkan nya. Sedangkan Nabila pergi ke atas untuk menemui kakaknya. " Kak apa yang sudah kakak lakukan? Jika kakak tidak mau dengannya lalu kenapa kakak tidak membiarkan saja pria brengsek itu membawanya pergi."


" Aku benar-benar kecewa sama kakak," Nabila pergi setelah menyalahkan Devan atas kepergian Aisyah.


...**Next Part\=>...


...lanjut?...


Jangan lupa Like, komen, follow and Vote makasih**

__ADS_1


__ADS_2