Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh

Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh
Chapter 74 Akhir Segalanya?


__ADS_3

Mohon maaf bila ada kata atau hal yang salah. Karna jujur aja author masih dalam tahap pembelajaran 🙏😁


...****...


Di sebuah ruangan yang tidak terlalu luas itu. Terlihat beberapa orang sedang menantikan puncak acara ini, duduk bersanding di antara meja ini mengingatkannya pada sang suami. Ini untuk ketiga kalinya Aisyah harus merasakan pengucapan ijab kabul, pertama karna terpaksa harus mengantikan kakanya, kedua untuk ijab kabul pernikahan nya dan ketiga sekarang bersama pria lain. Rasanya berat sekali melakukan ini, namun Aisyah juga tidak bisa melakukan apapun selain mengikuti kemauan pria arrogan itu.


" Mas Devan maafkan aku. Aku belum bisa menjadi istri yang baik untukmu, aku benar-benar benci ini mas. Mas Devan aku minta maaf, aku tidak bermaksud mengkhianati mu. Aku benar-benar tidak bisa melakukan apapun," batin Aisyah sesak.


Aisyah memejamkan matanya. Air matanya sedari tadi tidak berhenti, kini Dylon sedang berjambat tangan dengan penghulu itu. Jika saja Dylon berhasil dengan pantang mengatakan namanya maka semua akan berakhir, hubunganku dan Mas Devan akan berakhir. Pekik Aisyah.


" Saya nikahkan engkau Dylon Winardhi Kusuma dengan..." ucap penghulu itu menggantung.


" M maaf Pak pernikahan ini tidak bisa terjadi jika tidak ada wali dari mempelai wanita," tutur pak penghulu itu ketakutan.


" Hey aku membayarmu! Aku tidak perduli. Aku hanya ingin dia menjadi istri aku sekarang! Cepat baca yang ada di kertas itu dengan lantang, jangan pikirkan yang lain. Atau senapan ini akan melubangi otak bodoh mu itu," ancam Dylon berhasil membuat pria tua itu ketakutan. Bayangkan saja semua sekeliling di penuhi oleh anak buah Dylon dengan pistol di tangan mereka, memang gila! Dylon benar-benar tidak waras.


" Cepat Katakan!" Bentak pria sembari menyodongkan pistol ke punggung pria itu.


" Hey jangan menyentuhnya. Atau aku benar-benar tidak akan melanjutkan pernikahan ini," teriak Aisyah kehabisan kesabaran karna melihat tingkah mereka yang sudah di luar nalar.


" Sayang apa ini? Baiklah mereka tidak akan menyakiti mereka jika kamu mau menurut," ucap Dylon lembut.


Aisyah membuang muka kasar ke arah lain. Rasanya sangat jijik menatap pria itu.


Dylon kembali menjabat tangan penghulu itu dengan erat dan yakin. Sebentar lagi wanita di sampingnya akan menjadi miliknya, tidak akan ada lagi yang akan memisahkan mereka termasuk Devan sekalipun.


" Saya nikah dan kawinkan engkau Dylon Winardhi Kusuma dengan Aisyah Keyra Putri dengan emas logam 50 gram dan seperangkat alat solat di bayar tunai!"


Aisyah memejamkan matanya erat. Satu tarikan nafas saja jika Dylon berhasil menuntaskan kalimat itu akhir sudah hubungannya.

__ADS_1


" Saya terima nikah dan kawinnya Aisyah Keyra Putri dengan seperangkat alat sholat di bayar tu-"


" Berhenti!!!"


Suara bariton yang cukup lantang itu berhasil membuat semua orang terkejut. Aisyah yang sangat familiar dengan suara itu langsung menoleh ke arah sumber suara, berapa bahagia dan bersyukur nya Aisyah karna melihat pria yang sangat ia rindukan.


" Mas Devan," ucap Aisyah lirih.


Aisyah bangkit dari duduknya dan hendak mendekati Devan namun langkahnya terhenti saat kala seseorang menahan pergelangan tangannya.


Dylon menarik Aisyah ke belakang tubuhnya. Tatapan elang itu bertemu. " Hallo Devan, sudah lama kita tidak bertemu."


" Baj*ngan berani sekali kamu kembali dan menculik istri saya!"


" Hahah Devan, Devan. Istrimu adalah istri saya, jika kamu tidak datang mungkin sekarang dia sudah menjadi istriku,"


" Sangat sulit saya membawanya dan semudah itu kamu memintanya? Maaf Devan kamu tidak di undang, jadi pergilah. Apa kamu tidak lihat banyak senapan yang mengarah padamu, sekali saja kamu melangkah senapan ini bukan hanya masuk ke dalam tubuhmu tapi juga pada wanita dan pria tua itu," Devan terdiam sejenak. Tatapannya beralih menatap pria tua dan wanita itu yang sudah ketakutan di bawah sana.


Rahang Devan kembali mengeras. Namun, bukan Devan jika ia harus mundur, saat ini Devan sedang mengatur rencana. Saat di perjalanan Devan, Andreas dan beberapa polisi lainnya sudah mengatur strategi untuk menangkap Dylon dan penjahat itu, Devan saat ini sedang mengulur waktu agar para polisi dan Andreas bisa masuk ke dalam rumah lewat pintu belakang.


" Kamu terobsesi kepada istri saya. Hah apa kamu benar-benar tidak punya malu, kamu memiliki banyak wanita dan bahkan banyak wanita yang menyukaimu, lalu kenapa istri saya?! Jelas dia tidak menyukaimu,"


" Kamu benar, banyak wanita yang tergila-gila pada saya. Bahkan jika saya memintanya untuk memuaskan saya dia mau, tapi Devan saat melihat istrimu yang begitu tulus mencintaimu, rasa iri saya kembali muncul. Saya iri setiap hal yang berkaitan dengan mu, saat itu kamu lumpuh tapi kenapa Aisyah bisa mencintai mu dengan tulus,"


" Aku menginginkan nya. aku menginginkan dia di hidup saya, kamu sudah mengambil semua hal yang saya inginkan dan saya membiarkannya. Tapi sekarang tidak! Saya tidak akan membiarkan kamu memiliki nya sekarang dia adalah milikku!" Lanjut Dylon menggenggam tangan Aisyah erat.


Devan melirik Aisyah yang berada di balik tubuh Dylon. Rasa rindu, khawatir dan takut itu terlihat sangat jelas di wajahnya, Devan menganggukkan kepalanya pelan mencoba memberi Aisyah kode bahwa semua akan baik-baik saja.


" Dylon saya akan memberimu satu kesempatan. Lepaskan mereka, biarkan mereka pergi! Saya tidak akan membawamu kepolisi tapi lepaskan mereka," pinta Devan lagi

__ADS_1


" Kamu pikir saya bodoh? Pria brengsek seperti mu tidak bisa di percaya,"


Devan melihat di depan sana terlihat Andreas dan beberapa polisi yang sedang bersembunyi. Andreas menganggukkan kepalanya sebagaimana tanda kalau dia sudah siap.


Tanpa pikir panjang Devan langsung mengambil pistol di tangan anak buah Dylon itu dan menghajar mereka, bersamaan dengan Andreas dan Polisi lainnya.


Dylon yang tidak tau ada orang lain di belakang langsung menarik Aisyah dari tempat itu tanpa memperdulikan anak buahnya. Setelah menyelamatkan pria tua dan wanita itu, Devan bergegas mengejar Dylon yang membawa istrinya pergi.


Dylon memaksa Aisyah masuk ke dalam mobil. Aisyah memberontak tidak mau bahkan sesekali Aisyah memukul dan mengigit lengan pria itu, tapi nihil tenaga Dylon lebih kuat darinya. Aisyah masuk kedalam mobil disusul Dylon yang hendak masuk ke kursi kemudi, namun saat hendak masuk tiba-tiba Devan datang dan menarik pria itu keluar.


Dylon tersungkur ke tanah tanpa meninggalkan kesempatan sedikitpun Devan langsung menghajar Dylon tanpa ampun. Aisyah yang melihat anak buah Dylon yang mendekati Devan tanpa pikir panjang langsung turun dan mengambil sebuah balik kayu dan memukul kepala pria itu, Pria itu meringis kesakitan sesaat sebelum menatap Aisyah tajam.


Plak!!


Pria itu melayangkan tangannya ke wajah Aisyah hingga tersungkur ke tanah. Devan yang melihat itu langsung menarik pria itu kasar dan menghajarnya bruntal, saat Devan sedang membabi buta pria di bawahnya tanpa Devan sadari Dylon sedang menyodongkan pistol nya ke arah Devan. Aisyah yang melihat itu mencoba berteriak namun nihil pria itu kalut dalam emosinya sehingga ia tidak mendengar istrinya yang terus berteriak.


" Kamu harus mati Devan!!"


" Mas Awas?!!"


Doorrr!!!!


...****...


...Lanjut? ...


Kira-kira siapa yang tertembak? Penasaran? makanya pantau terus cerita nya!!!


Jangan lupa like, komen, follow and vote

__ADS_1


__ADS_2