
...Happy Reading...
Dengan rasa takut dan kakinya yang berat Nabila sekuat tenaga melangkahkan kakinya pergi tak tau arah. Deru nafas yang tak beraturan dengan keringat yang membasahi wajahnya, Nabila mengadakan rambutnya frustasi semua yang ada di sekelilingnya tidak ia kenali, Nabila benar-benar tidak tau lagi harus meminta bantuan kepada siapa.
" Kak aisyah bagaimana ini? aku tidak bisa memegang amanah kamu. Aku nggak tau harus apa hiks," tangis Nabila memikirkan nasib aisyah yang bahkan dirinya pun tidak tau.
Tak lama, dua orang datang. Dari suaranya dapat Nabila kenali kalau pemilik suara itu adalah kakaknya Devan, Nabila mendongak dan langsung memeluk kakaknya erat dengan tangisannya yang tidak berhenti.
" Nabila kenapa kamu di sini? " tanya Devan khawatir
" Kak Aisyah... " ucap Nabila menggantung ucapannya
" Ada apa dengannya?" terdengar dari nada suaranya, kalau saat ini Devan benar-benar khawatir
" Saat mau pulang, Tiba-tiba ada beberapa pria berbadan besar memaksa aku masuk ke mobil mereka. Aku dan kak Aisyah berhasil lari tapi mereka tetap mengejar kita, kak tolongin kak Aisyah, mereka masih mengejar Aisyah, "
" Kemana mereka pergi?"
Nabila menunjuk jalan kemana arah Aisyah pergi. Devan, Andreas dan Nabila langsung pergi menggunakan mobilnya di sepanjang jalan Devan tak henti-hentinya berharap agar Aisyah baik-baik saja, semua yang terjadi kepada Aisyah itu semua karna dirinya jadi jika terjadi sesuatu kepada Aisyah Devan akan merasa bersalah.
Sedangkan di tempat lain Aisyah berlari sekuat tenaga dari orang-orang yang mengejarnya itu. Keringat dan deru nafas yang tak beraturan membuatnya cepat sekali merasa lelah, Aisyah bersembunyi di balik rongsokan bekas. Tak berselang lama orang-orang berbadan besar itu datang, sekuat tenaga Aisyah tidak menghasilkan suara agar tidak ketauan, terlihat orang-orang itu sudah menyerah dan hendak pergi namun tiba-tiba seorang anak kecil menghampiri Aisyah.
" Kaka lagi ngapain?" tanya anak kecil polos itu, Aisyah menggelengkan kepala mengisyaratkan agar anak kecil itu diam. Namun, sayangnya penjahat itu mendengar dan tersenyum saat menemukan Aisyah.
" Ternyata kau bersembunyi di sini, ayolah keluar. Percuma saja kau tidak akan pernah bisa lari dari kami," ucap salah-satu pria berbadan besar itu.
Aisyah bangkit dan mencoba pergi tapi dengan sigap pria itu menahan Aisyah. Aisyah terus memberontak tapi sayang tenaganya tak sebanding dengan mereka. " Lepas! Apa mau kalian huh?" teriak Aisyah sembari terus memberontak
" Aku menginginkan wanita yang bersamamu. Tapi, sepertinya dia sudah pergi meninggalkan mu, jadi sekarang kau yang akan menjadi gantinya, " ucap pria itu dan langsung menarik Aisyah paksa ke dalam mobil. Anak kecil yang bersembunyi karna ketakutan itu langsung berlari untuk meminta bantuan, namun saat di perjalanan mobil yang di bawa Andreas itu hampir menabrak anak kecil itu.
Andreas terkejut dan langsung keluar melihat keadaan anak kecil itu. Andreas dan yang lainnya bernafas lega karna anak kecil itu tidak terluka sama sekali. " Kamu nggak papa?" tanya Andreas yang mendapat gelengan kepala dari sang empu
" Andreas cepat! Kita tidak punya banyak waktu. Kita harus mencari Aisyah," teriak Devan khawatir.
" Kakak sedang mencari seseorang?" tanya anak kecil itu
" Iya apa kamu melihat seorang wanita cantik yang berlari kearah sini?" tanya Andreas
" Mereka membawa kaka cantik itu pergi," Andreas dan Devan tersentak.
Devan keluar dari mobil dan sialnya ia lupa kalau kakinya sedang lumpuh. Devan terjatuh namun ia tidak mengubrisnya, Devan mendekati anak kecil itu dan menatapnya. " Dimana kamu melihatnya?" tanya Devan
" Disana," tunjuk anak kecil itu.
" Andreas bawa saya ke dalam mobil cepat!"
__ADS_1
" Baik tuan,"
Andreas mengendong Devan ke dalam mobil dan bergegas pergi. Di tempat lain orang-orang itu menyekap Aisyah di sebuah bangunan kotor yang sudah terbengkalai, melihat keadaan Aisyah sepertinya Aisyah sudah hampir kehilangan sedikit tenaga karna saat diperjalanan orang-orang itu bertindak kasar memukul wajah Aisyah hingga babak belur.
Satu panggilan masuk, pria itu mengangkat telpon ya. " Ya hallo bos?"
[Apa kalian sudah berhasil menyekap wanita itu?]anya pria di sebrang sana.
" Kami sudah berhasil membawa wanita bagian dari keluarga kenzo,"
[Bagus, kalian tau apa yang harus kalian lakukan sekarang?]
[Saya tidak mau sehelai bagian darinya di temukan oleh orang lain. Tinggalkan jejak jangan sampai ada orang yang tau mengerti?]
"Baik tuan,"
Sambungan telpon berakhir. Di tempat itu seorang pria bertubuh atletis sedang tersenyum senang karna orang yang ia tidak suka satu persatu akan hilang. Pria tampan yang tak lain adalah Dylon tersenyum senang karna akhirnya ia bisa menyingkirkan Nabila wanita berisik dan pengangu.
" Nabila_nabila kamu salah karna mencari musuh sepertiku. Kita lihat saja bagaimana reaksi kakakmu yang lumpuh itu saat tau adik kesayangannya sekarang terancam mati," gumam Dylon
***
" Apa kata bos? kita apakan wanita ini?"
" Kita buang saja wanita ini ke laut agar tidak ada yang bisa menemukannya," ujarnya
" Tapi, sayang sekali wanita cantik ini harus mati di tangan kita. Sayang jika wanita secantik ini kita biarkan mati begitu saja, "
" Maksudmu?"
" Bagaimana kita cicipi terlebih dahulu?" ujar pria berbadan kecil itu. Sedangkan Aisyah yang mendengar hal itu tersentak kaget dan mencoba melepas ikatannya.
" Ide yang bagus, jika bos tidak mau maka kita yang melakukannya," ucapnya menyeringai
" Jangan aku mohon lepasin aku, " ucap Aisyah lirih
Pria itu perlahan mendekati Aisyah, saat hendak mencium tiba-tiba ponselnya berbunyi. Pria itu langsung mengangkat telpon ya saat tau itu dari bosnya.
" Ya hallo bos?"
[Lakukan Video Call, saya ingin melihat dia mati di depan mata saya sendiri] ujar Dylon
" Baik bos, "
Pria itu menganti layar depan menjadi layar belakang. Netra Dylon jatuh pada sosok wanita yang sedang menangis dengan lembab di wajahnya, Dylon tersentak kaget saat melihat Aisyah disana. " Brengsek apa yang kalian lakukan hah?!" teriak Dylon berhasil membuat semua orang terkejut.
__ADS_1
" Saya suruh kalian menculik Nabila adik Devan bukan Aisyah istrinya,"
" Tapi bos bilang siapa saja yang dari keluarga Kenzo,"
" Dasar bodoh!" Tandas Dylon
" Apa yang sudah kalian lakukan kepadanya? Saya tidak akan mengampuni kalian, jangan sentuh dia atau kalian yang akan mati," Ancam Dylon dan segera mematikan sambungan telpon.
Dylon bergegas pergi ke tempat penyengkapan Aisyah. Tak berselang lama Dylon sampai di tempat itu, namun saat hendak keluar mobil cepat-cepat ia urungkan saat melihat mobil Devan terparkir di depan bangunan terbengkalai itu. Cepat-cepat Dylon mencoba menghubungi anak buahnya meminta agar mereka membawa Aisyah pergi dari tempat itu, Orang-orang itu mengerti dan membawa Aisyah keluar lewat belakang tanpa sepengetahuan Devan dan Andreas karna nyatanya Nabila pergi pulang ke rumah karna tidak ingin hal lain terjadi.
Dari arah kejauhan Dylon melihat anak buahnya sedang mengendong Aisyah yang bibirnya di bungkam dan wajahnya yang tertutup kain hitam sehingga Aisyah tidak bisa berbicara dan melihat apa-apa. Aisyah hanya bisa memberontak dan berdoa agar ada orang yang bisa menolongnya. Dylon mengisyaratkan anak buahnya dan membawa Aisyah ke dalam mobil miliknya, Aisyah terus memberontak ketakutan. Tanpa berbicara Dylon memeluk Aisyah erat mencoba menenangkan Aisyah, Aisyah yang mendapat pelukan itu sontak hal itu membuat Aisyah terkejut.
[Tenanglah Aisyah aku tidak akan menyakitimu. Maafkan aku karna telat mengetahuinya, kamu terluka karna anak buahku yang bodoh] gumam Dylon dalam hati
Anak buah Dylon menacapkan gas. Di dalam bangunan Devan menyadari hal itu dan bergegas mengejar mobil itu dengan Andreas yang mengendarai nya. " Andreas percepat, jangan sampai kita kehilangan jejak mereka lagi. "
" Baik tuan, "
Andreas menambah kecepatan. Andreas memang paling hebat dalam mengendarai mobil karna dulu Andreas dan Devan sering berbalap mobil.
Tin_tin_tin
Andreas terus menekan-nekankan Klakson mobilnya dan semakin menambah kecepatan mobilnya. Di sisi lain Dylon dan yang lainnya berdecak kesal karna Devan berhasil menemukannya, sedangkan Aisyah terus memberontak membuat Dylon kesal dan meraih tangan Aisyah dan mengengam nya. Tangan besar, dingin dan lembut itu membuat Aisyah terdiam, Aisyah pernah merasakan tangan itu tapi dimana? Aisyah menarik tangan itu kasar dari genggaman tangan Dylon membuat sang empu marah namun secepat mungkin ia menahannya.
" Bos mereka terus mengejar," ucap Pria itu yang dapat di dengar Aisyah.
[Siapa yang mengejar? Apa yang mereka maksud itu Devan?]
[Aku harus keuar dari sini, tapi bagaimana?] Aisyah diam-diam meraba pintu mobil di sampingnya, pikiran konyol terlintas di pikiran Aisyah. Aisyah mendorong tubuh Dylon kasar dan bergegas membuka pintu mobil, Aisyah melompat dari mobil dengan keadaan mobil yang masih dengan kecepatan tinggi. Devan berteriak keras menyebut nama Istrinya saat melihat Aisyah yang melompat dari dalam mobil.
Andreas menghentikan mobil dan bergegas berlari ke arah mobil penjahat itu sedangkan Devan terjatuh dari mobil dan berusaha mengerakan kakinya. Bayangan-bayangan muncul tentang kebersamaan nya dengan Aisyah, bayangan ketika Aisyah tersenyum muncul seakan memberi Devan kekuatan, Devan menompang tubuhnya ke dinding mobil dan berjalan sempoyongan ke arah Aisyah.
" Aisyah... " ucap Devan lirih
Devan meraih kepala Aisyah dan membuka penutup kepala itu. Devan terkejut dengan kedua matanya yang memerah saat melihat wajah Aisyah yang di penuhi oleh darah.
" AISYAH..!!!!"
Teriakan Devan mengema disana, Devan merengkuh tubuh Aisyah dan memeluknya erat. Devan membuka bungkaman kain di bibir Aisyah dan melihat lembab di sudut bibir itu, Andreas menyadarkan Devan dan menyuruh Devan untuk membawa Aisyah ke rumah sakit. Saat hendak meraih tubuh Aisyah tiba-tiba Andreas Tersentak kaget saat melihat Devan bisa mengendong Aisyah. " K_kaki tuan?"
Tanpa memperdulikan ucapan Andreas, Devan lebih dulu membawa Aisyah ke dalam mobil. Andreas segera menancapkan gasnya ke rumah sakit terdekat.
......**Next Part......
Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian disini**.
__ADS_1