
Hari ini cuaca tidak terlalu buruk, Aisyah pergi ke kantor Devan untuk membawa makan siang untuk Devan. Karna sebelum itu Devan mengirimi pesan pada Aisyah kalau dia sangat ingin makan masakan istrinya dari pada makan makanan luar yang tidak terlalu ia suka. Dengan senang hati Aisyah memasakan makanan kesukaan Devan dan membawanya ke kantor, di sepanjang perjalanan Devan tak henti-hentinya mengirimi pesan manis untuk Aisyah membuat sang empu full senyum bahkan ia tidak peduli kalau banyak orang memerhatikan nya karna nyatanya kebahagiaan hanya kita yang merasakannya bukan orang lain.
Saat di perjalanan taksi yang Aisyah taiki tiba-tiba mogok dengan terpaksa Aisyah turun dan mencari kendaraan lain, namun saat menunggu kendaraan tiba-tiba netranya jatuh pada sosok wanita yang sedang di goda oleh pria-pria hidung belang.
" Fellysha..." Melihat siapa wanita itu tanpa pikir panjang Aisyah bergegas menghampiri kerumunan itu.
" Jangan berani macem-macem yah atau kalian akan menyesal!" ancam Fellysha
" Ahahah ternyata ketika marah kamu semakin cantik, " Ucap pria itu sembari menyentuh dagu Fellysha dengan cepat Fellysha menepisnya kasar, namun pria-pria itu malah menarik Fellysha kasar.
" Tolong!! Siapapun tolong aku..."
Bugh!!
" Argh!! Siapa yang berani nimpuk gw pake ni batu?" teriak pria itu kesakitan saat kala Aisyah melempar sebuah batu ke kepalanya.
" Aku yang melakukannya!" sahut Aisyah dari arah belakang. Refleks Pria-pria itu berbalik begitu juga dengan Fellysha, Fellysha membelalakan matanya terkejut saat melihat keberadaan Aisyah di depannya.
" Aisyah...?" ucap Fellysha lirih
" Woah.. Ada cewek cantik lagi nih,"
" Asikk jadi nggak usah di bagi-bagi dong bos. Biar aku yang itu aja lebih cantik," seru pria berkulit putih namun cungkring itu.
" Lepasin dia!" titah Aisyah dengan penuh keberanian
" Kamu memiliki uang berapa untuk menyuruh kami melepaskan nya hm?"
" Oh jadi kalian ingin uang? Coba kalian pikirkan. Dia anak dari seorang pengusaha besar dan bahkan semua keluarga nya keturunan polisi, apa kalian tidak takut huh? Jika kalian berani memerasnya maka hukuman kalian akan lebih berat," ucap Aisyah mengeluarkan semua kata yang ada di pikirannya
" Hahahah apa sekarang kau sedang mengancam kami begitu? Astaga sayang semua ancamanmu tidak mempan untuk kami," teriaknya. Aisyah menelan salivanya susah payah, memang sulit berbicara dengan pria yang benar-benar sudah ahli dalam hal ini.
Salah satu pria itu melangkah mendekati Aisyah namun dengan cepat Aisyah melangkah mundur. " Mau apa kamu?"
" Tentu saja untuk membawamu. Ayolah sayang ikut bersama kami untuk bersenang-senang. Lihatlah temanmu dia pasti akan bahagia kalau ada temannya," ucapnya sembari melirik Jeslyn yang sudah setengah ketakutan.
Pria itu menarik Aisyah sedikit kasar karna mendapat berontakan dari sang empu. Aisyah dan Fellysha terus memberontak tapi sayangnya tenaga mereka lebih kuat dari tenaganya, Aisyah yang ingat akan satu hal langsung merogoh ke dalam tasnya. Aisyah mengambil semprotan dan langsung menyemprotkan farfum ke wajah pria-pria itu.
" Fellysha lari!" teriak Aisyah dan langsung menarik Fellysha lari dari tempat itu. Beberapa menit ini pria-pria itu masih mengejarnya, melihat Fellysha yang kelelahan Aisyah mencari tempat untuk persembunyian. Aisyah menarik Fellysha ke belakang tempat sampah besar di jalan itu.
Tak lama pria-pria itu datang, terdengar dengan jelas suara mereka dengan deru nafasnya yang membara. Setelah merasa sudah pergi tiba-tiba Fellysha menepis tangan Aisyah kasar dan langsung menjaga jarak sontak hal itu membuat Aisyah terkejut.
" Fellysha...?"
__ADS_1
" Kenapa kamu menolongku hah? Bukannya ini yang kamu mau? Bukannya kau sudah menghilang lalu kenapa kau kembali lagi hah?!" teriak Fellysha keras membuat Aisyah tersentak kaget
" Fellysha apa maksud kamu?"
" Hahaha Aisyah_Aisyah. Apa selama ini kau bersandiwara huh? Kau tiba-tiba menghilang dan sekarang kamu muncul dan mencoba menemui Dafri lagi? apa kau tidak punya malu hah?"
" Fellysha!" teriak Aisyah tak kalah keras. " Apa maksud kamu sebenarnya hah? aku menolongmu karna aku memiliki hati nurani. Dan kau.. kau berbicara seakan aku hendak mengkhianati mu begitu? Apa kau tidak salah bicara? Disini aku yang kau khianati. Sahabat yang aku percaya ternyata menusuk ku dari belakang!"
Fellysha tertawa meremehkan. " Kau benar Aisyah, tapi apa kau ingat saat aku mengatakan kalau aku di jodohkan? apa kamu tidak penasaran siapa yang di jodohkan dengan ku?"
Aisyah terdiam sejenak. " Dafriza... Pria yang dijodohkan denganku itu adalah Dafriza." lanjut Fellysha membuat Aisyah tersentak.
" Aku memang tidak menginginkan perjodohan itu, karna aku tidak menyukainya. Bahkan saat itu aku benar-benar mendukung mu Aisyah, tapi saat melihat kebersamaan mu dengannya hatiku tiba-tiba berubah. Aku mencintainya Aisyah aku benar-benar ingin memiliki nya, karna itu aku menerima perjodohan itu. Bahkan setelah itu hubungan kami menjadi dekat hingga malam itu terjadi saat kami melakukan nya di Apartemen Dafriza sendiri," Air mata Aisyah lolos begitu saja. Rasa sesak di dadanya membuat ia tak mampu untuk berbicara lagi.
" Sadarlah Aisyah sekarang Dafriza sudah memilihku, kami sangat bahagia. Jadi aku mohon jangan ganggu kehidupan kami dan jangan pernah berani temui Dafriza diam-diam dariku!," lanjutnya dengan penuh penekanan.
" Aku tidak pernah berniat menemui kekasih mu itu!" tandas Aisyah penuh penekanan
" Jangan berbohong Aisyah, aku sudah tau semuanya. Kalian diam-diam bertemu di belakang ku,"
" Kalau begitu terserah. Tapi yang pasti dalam hidupku aku tidak pernah berniat menemui kekasih mu itu!"
" Baiklah kalau begitu, sekarang aku harus menghubungi Dafri dia pasti sangat mengkhawatirkan ku sekarang," ucapnya sembari mengeluarkan ponsel. Fellysha menghubungi Dafri tak lama sambungan itu terhubung.
Tak lama sambungan telpon itu berakhir. " Lihat Aisyah dia sangat mengkhawatirkan ku. Sebentar lagi dia akan datang menjemputku!" ucapnya besar.
Aisyah yang sudah muak bergegas pergi tapi tiba-tiba tangannya di tahan Fellysha. " Fellysha lepas! Aku harus pergi."
" Pergi kemana Aisyah? Apa kau takut dia lebih memilih ku daripada dirimu?"
" Aku tidak peduli tentang hal itu,"
" Benarkah? Kalau begitu diam disini dan lihat siapa yang dia pedulikan. Aku atau kau!" tandasnya. Aisyah benar-benar tidak habis berpikir dengan pikiran Fellysha yang begitu sempit, lagi pula jika Dafri memilihnya apa masalahnya? Jelas hubungannya sudah berakhir lalu apa yang di cemburukan.
Sedangkan di tempat lain Devan mondar-mandir tak karuan. Pikiran dan hatinya tidak tenang saat istrinya tidak ada kabar sama sekali bahkan ponselnya sulit di hubungi.
" Aisyah kamu dimana? Kenapa kamu belum datang juga," gumam Devan khawatir.
" Maaf Pak bisa di mulai?" tanya seorang pria berjas hitam itu.
" Tunggu sebentar. Kamu handle dulu sebentar lagi saya masuk ke dalam,"
" Baik pak!" pria itu kembali masuk ke dalam ruangan. Devan merogoh ponselnya dan menghubungi Andreas, tak lama sambungan itu tersambung.
__ADS_1
[Ada apa? ]
" Andreas kamu dimana? Kamu tau hari ini ada meeting,"
[Saya sedang mencari Jeslyn]
" Andreas cepat balik ke kantor dan gantikan saya di depan. Saya harus keluar mencari Aisyah,"
[Aisyah dia kenapa?]
" Saya juga tidak tau, sekarang cepat balik ke kantor,"
[ Tidak bisa! Jika saya kembali ke kantor maka semakin lama saya menemukan Jeslyn]
" Baiklah saya janji saya akan bantu kamu mencari Jeslyn. Tapi cepat kembali ke kantor, atau saya benar-benar akan pecat kamu!"
[ Tuan serius? Baiklah saya segera ke sana]
Sambungan telpon berakhir. Devan bergegas pergi keluar kantor untuk mencari Aisyah, tak lama Andreas datang dan langsung mengantikan tugas Devan di depan klien.
***
" Fellysha lepas aku harus pergi!"
" Aisyah tunggu sebentar aku hanya ingin memperlihatkan mu bahwa hubungan kami sangat baik dan kami saling mencintai. Agar kamu sadar bahwa tidak ada kesempatan bagimu untuk masuk ke dia kehidupan kami,"
" Sudah berapa kali aku bilang sama kamu. Aku tidak pernah berniat mengkhianati kamu apalagi kembali pada Dafri,"
" Menurutmu aku akan percaya? Wanita yang pura-pura polos dan lugu seperti mu adalah salah satu wanita yang bermulut ular berbisa!" Kedua mata Aisyah kembali memanas hatinya benar-benar hancur saat mendapat lemparan kata itu dari sahabatnya sendiri.
Sebuah mobil berhenti tepat di depan sana. Seorang pria turun dari mobil dan berjalan ke arah dua wanita itu, langkah Dadri memberat saat melihat Aisyah juga disana. Fellysha tersenyum dan berlari memeluk Dafriza, Aisyah hanya diam tidak melihat apapun di depannya ia hanya menunduk merasa muak dengan apa yang ia lihat sekarang.
" Sayang kenapa kamu lama sekali? Aku sangat takut, mereka mencoba melecehkan aku..." rengek Fellysha di dalam pelukan Dafri.
Dafriza tidak berbicara tatapannya masih fokus pada Aisyah yang hanya diam di depan sana.
" Aisyah...?" Satu kata lolos di bibir tipis itu. Ekspresi wajah Fellysha seketika berubah menjadi datar.
Aisyah membuang air matanya kasar dan bergegas pergi. Dafriza yang hendak mengejar Aisyah tertahan saat kala Fellysha menahan tangannya.
...Lanjut? ...
Jangan lupa tinggalkan jejak Like, komen, vote and follow.
__ADS_1