
...Happy Reading...
Keluarga Kenzo memang sudah tak jarang lagi orang-orang menghormati mereka. Keluarga yang di penuhi dengan orang-orang baik dan terhormat, Aisyah sangat beruntung karna bisa masuk ke dalam keluarga itu sebagai seorang menantu dari seorang pengusaha muda ternama yaitu CEO Devano alvian Kenzo alfaro.
Di kediaman Kenzo, terlihat Aisyah yang sedang berjalan ke arah kamar mandi karna merasa tubuhnya yang lengket, biasanya Linda selalu membantu Aisyah tapi sekarang Aisyah tidak ingin merepotkan orang lain lagi. Di dalam kamar mandi Aisyah merasa kesulitan saat melepaskan bajunya karna tangan nya yang masih sakit, sedangkan di luar sana Devan yang baru masuk menyadari kalau tidak ada wanita di ranjang miliknya. Suara percikan air dari arah kamar mandi membuatnya mengerti kalau gadis yang ia cari sedang berada di dalam sana.
" Shh..., " Ringis kesakitan Aisyah dapat di dengar oleh Devan. Devan mendekati kamar mandi dan berteriak memanggil Aisyah.
" Sedang apa kamu didalam?" tanya Devan dingin
" Aku mau mandi tapi aku kesulitan membuka bajunya," sahut Aisyah
" Kenapa kamu tidak meminta bantuan? Kau tau tangan mu yang satu terluka?" Bukannya membantu Devan malah terus memarahi Aisyah.
" Apa saya boleh masuk?"
" M_mau ngapain?"
" Bukannya kamu butuh bantuan?"
Aisyah membukakan pintu dan menampilkan Devan yang kini sedang menatapnya dingin. " Jangan berpikir yang tidak-tidak, saya hanya membantu kamu tidak lebih." tandas Devan, tanpa Devan katakan pun Aisyah sudha mengerti tentang semua yang di lakukan Devan kepadanya semua itu karna terpaksatidak lebih.
" Kemarilah," titah Devan. Aisyah mendekati Devan dan berjongkok di depan Devan. Tangan Devan mulai aktif membuka baju Aisyah dengan kedua matanya yang tertutup rapat dan hal itu berhasil membuat sang empu sangat gugup, kegugupan Aisyah dapat Devan rasakan saat ia merasakan tangannya yang tidak bisa diam. " Kamu tenang saja saya tidak akan melihat apapun, kamu bisa menatap saya untuk memastikan kalau saya tidak akan mengintip. " ujarnya.
Aisyah memberanikan diri menatap Devan dengan tangan Devan yang perlahan mulai membuka bajunya. Paras wajah Devan yang benar-benar sangat tampan itu membuat Aisyah lebih nyaman saat menatap wajah tampan suaminya, lagi dan lagi Aisyah kembali merasa gugup jantungnya berdetak lebih cepat dari detakan jantung normal pada umumnya. Aisyah benar-benar sudah tidak kuat menahan semua perasaannya kepada Devan, setelah selesai melepas pakaian cepat-cepat Aisyah pergi menjauh dari Devan hal itu membuat Devan mengerutkan dahi bingung.
Di sisi lain Aisyah menatap pantulannya lewat cermin besar. " Aku nggak tau apa aku sanggup bersama kamu Dev. Aku menyukai kamu tapi apa sedikit pun kamu tidak memiliki perasaan kepadaku? Sampai kapan Dev?" gumam Aisyah lirih
**
" Dia kenapa? apa ucapan ku tadi membuatnya sakit hati?" gumam Devan bingung
Tok_tok_tok
Suara ketukan pintu itu berhasil mengalihkan perhatian Devan. "Masuk!"
__ADS_1
Tak lama Linda masuk. "Aisyah mana?" tanya Linda saat tidak menemukan Aisyah di kamar
" Dia di kamar mandi, ada apa bun?"
" Oh... Nggak bunda cuman mau ngasih ini, " tutur Linda sembari memperlihatkan sebuah kertas yang berisi surat.
" Dari siapa?"
" Bunda nggak tau, tapi di sana tertulis Dafriza," ucap Linda dan bergegas pergi, Devan yang penasaran tanpa sopan langsung membuka isi surat itu.
...Isi Surat...
Aisyah...
Aku tau aku tak pantas mengatakan hal ini. Bahkan aku tau kamu tidak mau menemuiku lagi, tapi percayalah semua yang terjadi hanyalah kesalahpahaman. Aku tidak pernah tidur dengan sahabatmu itu, dia menjebakku. Aku harap kamu masih mau bertemu denganku untuk menyelesaikan ini semua, aku tunggu kamu di tempat biasa.
^^^Dafriza^^^
" Siapa dia? ada hubungan apa Aisyah dengan orang ini?" gumam Devan. Devan berjalan ke arah tempat sampah dan membuang surat itu, tak lama setelah itu Aisyah keluar dari kamar mandi dan tatapan mereka bertemu dengan waktu cukup lama.
" Kau sudah selesai?" tanya Devan alih-alih pembicaraan. Aisyah hanya mengangguk sebagai jawaban iya.
" Iyah, sudah hampir 1 jam saya menunggu kamu di dalam sana, sebenarnya kamu mandi atau bertapa hm?" ucap nya sinis dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi.
" Aneh, padahal di dalam nggak sampe 30 menit," umpat Aisyah
***
Skip malam hari
Seperti biasa Devan dan Aisyah tidur pisah ranjang. Devan di sofa sedangkan Aisyah di atas ranjang, sebenarnya aisyah tidak mau pisah ranjang seperti ini apalagi status mereka sudah sah menjadi suami istri, namun apalah daya Aisyah yang tidak bisa memaksa orang yang tidak mau.
" M_mas.. ?"
" Hm,"
__ADS_1
" Sekarang giliran aku tidur di sana, kamu bisa tidur disini,".
" Kondisi kamu sedang tidak baik, nggak papa untuk kali ini saya berbaik hati membiarkan mu tidur di sana. Biar malam ini saya tidur di sini,"
" Tapi mas aku tau tidak enak tidur di sofa. Setiap hari punggung dan leher kamu sering kesakitan, itu semua karna kamu tidur di sofa," Ucapan Aisyah berhasil membuat Devan terdiam sedikit mengangkat alis. " Apa yang baru saja saya dengar? Jadi kamu mengkhawatirkan saya?" Aisyah terdiam mendengar ucapan Devan.
" Sudahlah, saya tidur sofa. Kamu tidur ini sudah malam," Devan membaringkan tubuhnya dan pergi ke alam mimpi. Begitu juga dengan Aisyah, ia mematikan lampu dan membaringkan tubuhnya. Perlahan rasa ngantuk menyerang, kedua mata itu mulai menutup dengan sendirinya.
Keesokan harinya keadaan Aisyah sudah lebih membaik, Aisyah pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi untuk semua orang. Saat sedang memasak tiba-tiba ada seseorang yang mendekatinya siapa lagi kalau bukan Dylon, Dylon terus saja menggoda Aisyah tanpa rasa malu dan takut.
" Aisyah aku benar-benar senang melihatmu kembali. Bagaimana keadaan mu sekarang? aku benar-benar sangat takut saat dokter mengatakan keadaan kamu sangat kritis. Andai saja aku memiliki darah yang sama denganmu, mungkin aku akan mendonorkan darahku sehingga sekarang mungkin darahku ada di dalam tubuhmu," ucap Dylon yang tidak di dengar oleh Aisyah
" Aisyah.. "
" Dylon jaga sikapmu!" Sarkas Aisyah saat kala Dylon yang berani memegang tangannya.
" Aku sudah katakan berulang-ulang kali jangan pernah melewati batas. Kamu tidak lihat lingkaran di jariku?" ucap Aisyah sembari menunjukkan sebuah cincin di jari manisnya.
" Cincin ini sudah membuat semua orang sadar kalau aku sudah memiliki suami. Aku sangat mencintainya, jadi aku mohon jaga sikapmu aku tidak mau orang lain tau tentang sikap burukmu, "
" Sikap buruk maksudmu Aisyah? Mana yang menurutmu sikap buruk? Aku menyukaimu apa aku salah menyukaimu Aisyah?"
" Tidak. Kamu tidak salah sama sekali memiliki rasa suka tapi kamu salah memberikan rasa suka itu kepadaku,"
Dylon mendekati Aisyah dan mencengkram erat bahu Aisyah membuat sang empu meringis kesakitan karna luka yang belum sembuh. " Aisyah kenapa? Dia bisa menyukai kamu lalu kenapa aku tidak bisa?"
" Dylon lepas sakit...,"
" Sebenarnya apa yang kamu sukai dari pria lumpuh itu? Di depanmu ada yang lebih sempurna lalu kenapa kamu memilih orang yang tidak sempurna?"
" Semua orang tidak sempurna Dylon. Aku hidup dalam keadaan yang tak sempurna, ibuku dia pergi karna melahirkan ku. Dan kau..? Apa kau yakin tidak memiliki kekurangan apapun?"
Dylon terdiam. " Jangan pernah menghina orang yang belum tentu kamu juga sempurna. Menyukai dia atau tidak itu bukan urusanmu, jika aku boleh memilih kamu atau dia. Jelas aku pilih dia yang menerimaku apa adanya. " Tandas Aisyah yang berhasil memancing amarah Dylon. Aisyah menepis tangan Dylon kasar dan bergegas pergi, kedua tangan itu mengepal sempurna dengan rahangnya yang mengeras.
...**Next part\=>...
__ADS_1
Maaf untuk semuanya karna telat up. Banyak kendala yang tidak bisa di tinggalkan, so tetap setia membaca kisah cinta Aisyah dan Devano.
Jangan lupa Like, Komen, Follow and Vote makasih**:)