Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh

Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh
Chapter_28 Aku Mencintaimu


__ADS_3

...Happy Reading...


Di sebuah ruangan besar itu semua orang menikmati makanan yang sudah di siapkan Aisyah dan Jeslyn, Jeslyn mencari keberadaan Andreas namun dalam kerumunan ribuan manusiawi ini sangat sulit untuk Jeslyn menemukan keberadaan Andreas. Beberapa menit kemudian Jeslyn menemukan Andreas dan meminta uangnya.


" Pak kami harus segera kembali karna banyak pekerjaan yang masih harus kami kerjakan," tutur Jeslyn.


[Ini untuk pertama kalinya tuan bertemu dengan ny. Aisyah. Aku harus mengulur waktu agar tuan ada banyak waktu bersama dengannya] Gumam Andreas dalam hati


" Hallo pak? kok malah melamun," ucap Jeslyn sembari mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajad Andreas.


" Um sorry, kami sedang makan malam. Dan seperti nya makanannya ada lebih, lebih baik ikut bergabung dengan kami bagaimana?"


" Maaf Pak tapi... "


" Udah ayok," Jeslyn membelalakan matanya saat kala Andreas memegang tangannya lembut. " Ommo, apa aku tidak bermimpi? Dia megang tangan aku? Astaga apa aku boleh pingsan sekarang rasanya sekarang aku ingin pingsan disini." batin Jeslyn lupa akan Aisyah yang sedang menunggunya.


Ruangan CEO Tuan Devano


Aisyah mendorong tubuh kekar Devan sedikit kasar dan bergegas pergi. Namun, Lagi-lagi Devan menarik tangan Aisyah dan menghimpit tubuh Aisyah ke tembok. " Pak aku mohon lepasin tangan aku, aku bukan Aisyah. Teman aku menunggu di bawah aku harus pergi."


" Kamu terus berbohong saat aku sudah tau siapa kamu Aisyah?"


" Ayolah sandiwaramu tidak bagus saat di depanku. Apa kamu pikir memesan makanan sebanyak itu untuk apa aku lakukan?"


" Bukannya dalam pidatomu kamu melakukan nya untuk merayakan karna kamu sudah menemukan wanita yang kamu sukai. Lalu apa sangkut pautnya denganku? aku tidak peduli jadi lepas tanganku, atau aku teriak,"


" Berteriaklah Aisyah, mungkin 6 bulan terakhir ini kamu menjadi lupa kalau ruangan ini kedap suara," ucap Devan membuat Aisyah sedikit terkejut. Aisyah lupa kalau ruangan ini memang benar-benar kedap suara bahkan berteriak keras pun tidak ada yang akan mendengarnya


" Apa mau kamu? Aku bukan Aisyah seperti yang kamu katakan. Aku... Aku,"


" Aku? aku apa Aisyah," Aisyah hanya diam, mungkin memang sudah saatnya ia mengaku karna percuma saja membodohi pria yang sulit di bodohi.


" Dengerin aku Aisyah, kamu boleh marah sama aku, kamu boleh tidak bicara denganku. Tapi kamu ingat Bunda? sampai detik ini dia tidak mau makan karna memikirkan mu di luar sana makan atau tidak, apa kamu sejahat itu Aisyah? Dia hanya ingin kamu kembali, kita bisa membicarakan nya baik-baik Aisyah," ucap Devan meyakinkan Aisyah


Tangan Devan aktif melepas topi Aisyah, namun saat hendak melepas maskernya Aisyah langsung menahan tangannya. " Ruangan ini belum aku nyalakan AC, nanti kamu kesulitan bernafas. " ucapnya


Cih, apa hubungannya AC dengan tidak bisa bernafas?


Devan melepas masker di wajah Aisyah, terlihat wajah cantik Aisyah yang benar-benar Devan rindukan. " Aisyah aku minta maaf karna tidak memberitahumu, aku tidak bermaksud berbohong. Aku hanya tidak ingin kamu pergi meninggalkan ku, kamu ingat perjanjian yang kamu buat? Kamu akan pergi setelah kakiku bisa berjalan kembali."


" Kamu tau apa yang aku pikirkan saat aku tau kakiku sembuh?"


" Aku memikirkan Kata-kata mu, aku terpaksa berbohong agar kau tetap ada di sampingku. Tapi sepertinya berbohong atau tidak kamu tetap pergi meninggalkan ku," ucap Devan dengan nada yang berat

__ADS_1


" Apa maksud kamu mas? Kamu takut aku pergi sedangkan sampai detik ini aku tidak tau bagaimana perasaanmu kepadaku,"


" Aisyah aku..."


...Drtt_drtt_drtt...


Satu panggilan masuk ke ponsel Devan. Devan merogoh ponselnya dan tertera dengan jelas nama Naura disana, Aisyah yang melihat itu sedikit sesak karna ia tau kalau nama itu adalah nama seorang wanita.


**Devan


Apa?


^^^^^^@Naura**^^^^^^


^^^Kamu dimana? Aku sudah menunggu mu lama disini.^^^


[ Dia pasti perempuan yang bersama Devan minggu yang lalu. Untuk apa aku disini? untuk mendengarkan suamiku bicara dengan wanita lain?] batin Aisyah.


Aisyah mendorong tubuh Devan dan bergegas pergi tanpa sepatah katapun. Devan berdecak dan mematikan sambungan telpon itu sepihak, Aisyah menepis air matanya yang lolos begitu saja tangannya mulai membuka knop pintu itu tapi tiba-tiba langkahnya terhenti saat kala sebuah tangan kekar melingkar di perutnya. Devan memeluk Aisyah dari belakang dengan menenggelamkan kepalanya di leher Aisyah sontak hal itu membuat Aisyah tersentak kaget dan mencoba memberontak tapi sayangnya tenaganya tidak sekuat tenaga Devan.


" Devan lepas aku harus pergi," Aisyah terus memberontak melepaskan tangan Devan dari perutnya.


" Jangan pergi aku mohon,"


" Kamu tidak mau aku pergi sedangkan kamu sudah memiliki wanita lain? sebenarnya apa mau kamu? Ini yang kamu inginkan bukan aku sudah pergi meninggalkan mu lalu kenapa sekarang?"


" Aku sangat mencintaimu,"


Degh


Waktu seakan berhenti, jantung berdetak sangat cepat. Aisyah tersentak kaget mendengar tiga kata yang tidak pernah ia pikir akan terlontar dari bibir suaminya. " Aku mencintaimu Aisyah, aku mohon jangan pergi. Sudah cukup 6 bulan ini aku menderita karna memikirkanmu, semua yang aku lakukan kepadamu aku menyesal. Tolong maafkan aku Aisyah."


" Cukup Dev jika kamu mengatakan hal itu hanya untuk aku pulang. Aku tidak mau, aku tidak mau membuatmu hidup terpaksa karna menjalin hubungan denganku," ucap Aisyah masih tidak percaya


Devan melonggarkan pelukannya dan membalikan tubuh Aisyah menjadi menghadapnya. " Kamu masih tidak percaya Aisyah? apa kamu pikir pria seperti ku mau melakukan hal bodoh ini kalau bukan karna aku benar-benar mencintaimu?"


" A_Aku tidak perc..."


Ucapan Aisyah terpotong saat kala sebuah benda kenyal menyentuh bibirnya. Aisyah membelalakan matanya saat kala Devan mencium bibir nya lembut, Aisyah mendorong tubuh Devan kasar dan bergegas pergi meninggalkan Devan. Aisyah masih tidak percaya dengan apa yang terjadi beberapa detik yang lalu, cepat-cepat ia turun dan menghubungi Jeslyn. Namun, sangat sulit menghubungi Jeslyn karna nyatanya Jeslyn sedang asik mengobrol dan makan bersama Andreas.


" Anak itu kemana sih, kok sampai sekarang belum datang," Gerutu Aisyah kesal


Pintu lift terbuka, Devan keluar dari lift itu dan menghampiri Aisyah. " Hari sudah malam, aku antar kamu pulang." ujarnya

__ADS_1


" N_nggak usah aku pulang sama Jeslyn,"


" Sahabat kamu biar Andreas yang antar, kamu tenang saja dia akan baik-baik saja selama bersama Andreas,"


***


Devan membukakan pintu mobil untuk Aisyah. Aisyah masih saja diam karna masih terkejut saat Devan yang tiba-tiba menciumnya, Devan yang melihat Aisyah belum memakai sabuk pengaman mencoba memakainya namun Aisyah menolak dan berkata kalau ia bisa melakukan nya sendiri. Devan mengangguk dan menancapkan gasnya dengan kecepatan sedang, di dalam mobil hanya ada keheningan tidak ada yang berniat membuka suara.


" Dimana rumah kamu?" tanya Devan


" Berhenti di depan aja, rumah aku di dalam sana. Lagian ini sudah malam sebaiknya kamu pulang, " ujar Aisyah


" Aku pria Aisyah, apa kamu masih berpikir kakiku tidak bisa berjalan sehingga kamu takut aku kenapa-kenapa?"


" B_bukannya begitu aku hanya..."


" Bercanda," Devan tersenyum saat kala melihat ekpresi wajah Aisyah yang lugu dan polos itu.


Beberapa menit kemudian sudah sampai di perkarangan rumah Aisyah alias rumah Jeslyn. Aisyah dan Devan turun dari mobil, namun Devan yang turun membuat Aisyah bingung. " Kamu ngapain ikut turun?"


" Loh apa kamu tidak mau membiarkan aku masuk dulu?"


" Ini sudah malam, aku nggak enak sama tetangga. Aku takut mereka berpikir yang tidak-tidak,"


" Apa yang kamu takutkan? Aku suamimu lalu kenapa?"


Dapat Devan lihat dari ekspresi wajah Aisyah yang bingung dan gugup. Devan tersenyum kecil dan meminta Aisyah mendekatinya. " Aisyah mendekatlah."


" Mau ngapain,"


" Sini dulu," Aisyah melangkah mendekati Devan. Devan mendekatkan wajahnya dengan wajah Aisyah, Aisyah yang melihat wajah Devan yang semakin dekat itu spontan menutup mata, saat ini Aisyah membenci pikirannya sendiri kalau ia berpikir Devan akan menciumnya tapi ternyata tidak. Devan mengambil Ponsel Aisyah diam-diam dan mencuri nomor Aisyah.


" Kenapa tutup mata hm? Kamu pasti sedang berpikir aku akan menciummu kan?" goda Devan


" N_nggak aku cuman..."


" Cuman...?"


" Apaan sih, udah sana pergi. Sebelum ada yang liat, aku nggak mau mereka salah paham. Aku masuk dulu Assalamu'alaikum," Aisyah melangkah masuk tapi malah balik lagi membuat Devan bingung. Aisyah meraih tangan Devan dan mencium punggung tangan Devan sontak hal itu membuat Devan tertegun dan mengelus kepala Aisyah lembut.


Aisyah pergi masuk ke dalam rumah meninggalkan Devan yang masih melihat pintu itu yang sudh tertutup. " Kamu memang istri yang baik Aisyah, aku beruntung mendapatkan mu. Aku janji aku tidak akan pernah melepaskan mu lagi." Gumam Devan dan bergegas pergi meninggalkan kediaman Jeslyn


...**Next Part\=>...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak seperti Like, komen, Follow and Vote.


See You Next Time**


__ADS_2