Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh

Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh
Chapter 69 Dinner Couple romantis


__ADS_3

Di sebuah kantor besar Devan sedang menyandarkan kepalanya pada dinding kursi. Kepalanya rasanya berdenyut nyeri mengingat kejadian tadi pagi, emosinya kembali muncul saat mengingat perkataan Dafri yang tidak mau enyah dalam kehidupannya dan juga Aisyah.


Di dalam situasi seperti ini biasanya Aisyah selalu memijat kepalanya. Tapi sekarang tidak, bahkan sejak tadi pagi ia belum bertemu bahkan berbicara saja tidak. Devan yang tidak mau egois kalau dirinya merindukan istrinya itu langsung meraih ponsel dan melihat banyak sekali notif pesan dan panggilan tak terjawab dari istrinya itu. Karna nyatanya sejak tadi pagi Devan tidak pernah memegang ponsel.


" Astaga banyak sekali notif dari Aisyah. Dia pasti khawatir, maafin aku sayang. Aku seperti ini karna aku takut kehilangan mu, aku nggak mau kehilangan seseorang untuk kedua kalinya," gumam Devan lirih. Tak lama notif baru masuk ke ponsel Devan.


Ting!


[Sayang gimana hari ini? Baik- baik saja kan?]


[Sekarang aku masih di Resto bentar lagi pulang🥰]


[ Jangan kemana-mana, aku jemput kamu ke sana] balas Devan


Setelah mengirim pesan itu cepat-cepat Devan bangkit dari kursinya karna bagaimanapun Devan tidak rela jika istrinya harus pulang menggunakan taksi sendiri apalagi malam-malam seperti ini. Tak lama Andreas datang. " Tuan mau kemana?" tanyanya


" Saya mau jemput istri saya. Semua pekerjaan sudah selesai dan sebaiknya kamu juga istirahat," ujar Devan.


" Gimana kalau kita bareng aja ke Resto. Lagi pula saya juga mau jemput Jeslyn," ujar Andreas yang di angguki sang empu.


Devan dan Andreas bergegas pergi ke Resto.


Skip sesampainya di Resto Devan merasa bingung saat tidak melihat siapapun. Bahkan keadaan Resto pun sudah gelap, Devan mencoba menghubungi istrinya namun tidak ada jawaban sama sekali dari sang empu.


Akhirnya Andreas mengusulkan Devan untuk pergi ke Rooftop. Devan awalnya menolak tapi rasa penasaran nya kembali muncul, Devan dan Andreas pergi ke Rooftop Resto dan terkejut saat melihat dekorasi romantis dengan remang-remang cahaya lampu di sekelilingnya. Netranya jatuh pada sebuah tulisan besar yang terpampang di depan sana, hatinya mulai luluh dan merasa bersalah saat membaca tulisan itu.


..." Maafin aku mas Devan"...


Ya itulah tulisan yang berhasil membuat Devan luluh. Tak lama Aisyah datang di balik tulisan itu dengan sebuah buket bunga di tangannya, penampilan yang sederhana namun terlihat cantik di mata Devan karna jujur saja tidak ada waktu untuk Aisyah berdandan karna nyatanya sedari tadi Aisyah sibuk membuat acara itu.


Aisyah mendekati Devan dan menatap mata hanzel itu lekat. " Mas aku tau aku salah karna tidak memberitahumu, tapi percayalah aku melakukan itu karna aku tidak ingin kamu khawatir. Aku minta maaf karna sudah membuatmu marah, apa kamu mau maafin aku?"


Devan terdiam sejenak dengan tatapannya fokus menatap wajah cantik istrinya sedangkan sang empu yang di tatap hanya bisa menunduk karna tidak berani menatap suaminya itu. Devan membuang nafas perlahan dan tersenyum, ia meraih tangan kanan Aisyah dan mengengamnya dan hal itu berhasil membuat kontak mata mereka bertemu.

__ADS_1


" Aku juga seharusnya meminta maaf. Karna kecemburuan, aku sampai tega mendiamkan mu. Maafin mas juga ya?"


Aisyah tersenyum bahagia dan langsung memeluk Devan. Air matanya mulai jatuh tak bisa ia tahan lagi, ia sadar kalau mulai detik ini orang yang berharga dalam hidupnya adalah Devan.


" Sudah jangan menangis bukan kah kamu sudah menyiapkan ini untuk ku?"


" Eum, tapi kamu juga harus berterimakasih kepada mereka. Aku tidak yakin kalau acara ini akan berjalan lancar kalau tidak ada mereka," tutur Aisyah sembari melirik ke arah Andreas dan juga Jeslyn. Devan pun mengangguk dan mengatakan terimakasih kepada dua insan itu.


" Hm pantas saja saat butuh kamu, kamu tidak ada. Ternyata kau pergi kesini,"


" Hhe maaf tuan, dua wanita ini kesulitan karna itu saya membantunya,"


" Tidak papa, saya hanya ingin mengucapkan terimakasih pada kalian karna sudah membantu istri saya,"


" Aku dan Jeslyn udah siapin makanan. Kalian pasti belum makan kan? Gimana kalau kita makan bareng?"


" Ide bagus juga, lagi pula saya sudah lapar. Karna sejak tadi saya belum makan,"


" Aku tidak mau makan itu,"


" Nggak mau makan itu? Terus kamu mau makan apa?" tanya Aisyah bingung. Devan hanya tersenyum dan hal itu membuat Aisyah seketika gugup. " T_tapi di sini ada orang."


Devan mengambil buket bunga di gengaman tangan Aisyah dan menutupi wajah mereka. Aisyah benar-benar tidak habis pikir ada saja ide pria di depannya itu, tatapan mereka bertemu. Devan mulai memiringkan wajahnya dan mulai mendekati wajah Aisyah, seketika kedua mata itu terpejamsesaat setelah benda kenyal itu menyentuh bibirnya.


Ciuman romantis mereka di lakukan di sana. Andreas dan Jeslyn yang melihat itu hanya menggeleng kepala meratapi kekonyolan tuan dan sahabatnya.


" Cih tidak tau malu," decihan Andreas pada tuannya.


" ***! nggak boleh begitu. Mereka kan suami istri jadi wajarlah,"


" Ya memang tapi mereka sadar dimana mereka bermesraan? Haish dia tidak tau atau pura-pura tidak tau kalau ada pasangan lain disini," dumel Andreas kesal. Namun, sesaat ia tersadar akan ucapannya. Andreas menatap Jeslyn yang kini sudah gugup di buatnya, Andreas yang ikut gugup jadi salting di buatnya.


Author \= maksud lo apa Andreas? Lo juga mau bukan?

__ADS_1


***


Sudah hampir tengah malam mereka menghabiskan waktu bersenang-senang disana. Menikmati makan malam romantis, dinner romantis dan musik romantis, tak di sangka ternyata dinner couple romantis itu sangat menyenangkan.


Devan dan Aisyah bergegas pulang sedangkan Andreas mengantar Jeslyn ke rumahnya. Sesampainya di rumah dua insan itu kembali akur, mereka saling tidur berpelukan satu sama lain karna jujur saja mereka saling merindukan apalagi sudah lama Devan meninggalkan nya karna urusan pekerjaan.


Skip keesokan harinya~


Dalam menyelesaikan skripsinya, Nabila harus pergi ke kantor walau saat ini ia harusnya libur. Namun, siapa sangka karna keteledoran nya ia meninggalkan laporan penting yang seharusnya ia berikan kepada atasannya. Waktu sudah menunjukan pukul 8 pagi dan tidak memungkinkan untuk Nabila kembali ke rumah untuk mengambil laporannya. Dengan rasa tak enak hati Nabila meminta bantuan sang kakak ipar untuk mengambil laporannya, awalnya Nabila ingin meminta bantuan pada Andreas tapi sialnya tidak ada jawaban dari sang empu.


Via Telpon📲


[ Iya Nabila ada apa?]📲


[ Eum kak aku boleh minta bantuan nggak?]


[ Boleh, bantuan apa?]📲


[ Eum gini aku ketinggalan laporan skripsiku di kamar. Dan laporan itu harus segera di tanda tangani agar skripsiku cepet selesai. Kalau boleh kaka bisa nggak anterin laporan itu ke kantor aku sekarang, soalnya 15 menit lagi aku harus memberikan nya pada atasan aku]


Mendengar penuturan Nabila terlihat Aisyah terdiam sejenak. Aisyah tau kalau kantor yang Nabila bekerja itu adalah kantor dimana Dafri juga bekerja, tapi ia juga tidak mungkin menolak apalagi menyangkut kelulusan Nabila.


[ Hallo kak? Kak kok diem?] ucap Nabila di sebrang sana


[ Eh iya bentar lagi kaka kesana. Kamu jangan khawatir, kaka pastiin dalam 5 menit kaka udah sampai disana]


[ Kaka serius? Makasih banyak kak. Yaudah aku tunggu disini ya kak]


Aisyah mematikan panggilan tersebut. Ada rasa takut dalam benaknya jika ia harus pergi dan bertemu dengan Dafri, bagaimana kalau Devan tau tentang hal ini? Aisyah tidak ingin mengambil resiko yang nantinya akan membuat bumerang dalam hubungan nya. Sebelum pergi Aisyah mengirimi pesan singkat pada sang suami, namun sayangnya Devan tidak membacanya mungkin karna saat ini dia sedang sibuk.


......Lanjut? ......


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini.

__ADS_1


__ADS_2