Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh

Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh
Chapter 60 Devan Sialan!


__ADS_3

Sudah beberapa hari dua pasangan itu berlibur. Banyak sekali kenangan manis yang mereka lakukan disana, siapa sangka kehidupan baik memihak kepada mereka karna bisa merasakan hubungan yang cukup manis.


Di sebuah kamar yang cukup luas terlihat dua insan yang sedang tertidur dengan posisi saling memeluk satu sama lain. Keadaan mereka terlihat sangat kelelahan karna sudah melakukan kegiatan panas di atas ranjang, tangan kekar itu terus mengelus rambut Aisyah lembut.


Jika saja waktu bisa di putar Devan tidak akan pernah menyakiti Aisyah. Tapi mau apa buat, sekarang semuanya sudah terjadi dan untungnya takdir memihak kepadanya sehingga ia masih bisa bersama wanita yang ia cintai.


Sedangkan di tempat lain tepatnya di sebuah taman belakang Villa. Terlihat dua insan yang sedang menikmati pemandangan air laut yang begitu indah, suara burung dan angin laut itu membuat sensasi sejuk di sana.


Jeslyn menyandarkan kepalanya ke bahu Andreas dengan tangan mereka yang saling mengengam. Ini adalah hal yang tidak pernah Jeslyn bayangkan karna semua impian yang tidak pernah ia sangka-sangka ternyata terjadi dan sekarang ia bersyukur karna bertemu dengan pria yang baik dan bisa mencintainya.


" Jeslyn,"


" Hm?"


" Maafkan aku karna aku telat mengetahui perasaan ku kepadamu. Aku berjanji akan terus mencoba memahami mu dan selalu menjagamu, akan ku pastikan apa yang dia lakukan kepadamu tidak akan pernah kamu rasakan lagi," ucap Andreas serius


Jeslyn yang mendengar itu hanya mengangkat bibirnya menampilkan senyuman manis. Jeslyn mendongak menatap Andreas dan mengangkut wajah utu dengan satu tangan.


" Aku percaya sama kamu. Walaupun aku tau kamu belum sepenuhnya mencintaiku tapi aku akan berusaha agar kamu mencintaiku," ucap Jeslyn semangat karna ia tidak mau lagi kehilangan seseorang yang begitu ia cintai.


Tidak tau apa yang terjadi perlahan-lahan jarak mereka sangat dekat. Terlihat sangat jelas Jeslyn yang gugup, menghilangkan rasa gugup itu Jeslyn menutup kedua matanya rapat-rapat. Wajah yang cantik itu tidak bisa membuat tatapan Andreas berpaling, Andreas tersenyum dan langsung mendaratkan bibirnya ke kening Jeslyn sontak hal itu membuat sang empu tersentak kaget.


" Aku akan berusaha mencintaimu Jeslyn, apapun yang terjadi sekarang kamu milikku!" tegasnya. Kedua mata Jeslyn kini sudah berkaca-kaca, Jeslyn memeluk tubuh kekar itu erat sangat erat bahkan ia tidak mau melepaskan nya.


" Aku mencintaimu Andreas," desus Jeslyn di dalam dekapan Andreas.


Tak lama ponsel Andreas berdering. Andreas merogoh ponselnya.


// Ya ada apa Fina? 📲


// Pak klien dari Jepang datang untuk bertemu dengan pak Devan. Saya mencoba menghubungi pak Devan tapi pak Devan tidak mengangkatnya📲


//Baiklah saya akan menghubungi kamu lagi📲


//Baik Pak


Sambungan telpon berakhir Andreas, bibir tipis itu terus mengumpati Devan. Jeslyn yang melihat itu sedikit bingung. " Ada apa?"


" Seperti nya kita harus pulang. Klien Tuan Devan yang dari Jepang datang untuk bertemu tuan, "


" Aku tidak tau apa yang sedang pria itu lakukan sampai telpon penting seperti ini dia tidak mengangkatnya," duel Andreas kesal sedangkan Jeslyn yang mendengarnya hanya tersenyum kecil.


***


" Mas aku harus pergi, aku harus siapin makanan buat kalian," ucap Aisyah berusaha melepas pelukan Devan yang begitu erat.


Sudah 1 Jam Devan seperti ini seperti bayi yang tidak mau lepas dari induknya.


" Biarkan saja di bawah ada Jeslyn dia yang akan mengurusnya. Lagi pula beberapa hari ini kamu yang selalu melakukan nya dan kamu selalu menghabiskan waktumu bersama sahabat mu itu, kamu tidak ada waktu untukku,"


" Tapi mas.."


" Nggak mau aku maunya seperti ini," gumamnya mempererat pelukannya. Aisyah hanya bisa membuang nafas berat saat mendapat tingkah bayi besarnya itu.


Tok_tok_tok

__ADS_1


Suara pintu di ketik dari luar.


" Tuan...? apa tuan ada di dalam?" panggil Andreas dari luar.


" Mas seperti nya itu Andreas, cepat bangun mas,"


" Nggak mau yang udah biarin aja. Lagian dia selalu menganggu kita, tidak seru jalan bareng sama dia dikit-dikit bahas kerjaan dia benar-benar tidak mengerti waktu libur apa?" dumel Devan kesal


" Tuan..?" panggil Andreas lagi kali ini suaranya sedikit keras.


Aisyah mendorong tubuh Devan sedikit kasar dan beranjak dari ranjang. Aisyah memungut pakaiannya dan langsung memakainya, membuat pasang mata itu tidak pernah berpaling dari tubuh Aisyah.


" Mas bangun pake bajunya," ujar Aisyah tegas. Namun tidak ada rasa takutnya pria itu, Devan malah mencoba menggoda Aisyah lagi membuat Aisyah mengelengkan kepalanya pusing menghadapi suaminya yang begitu mesum.


" Tuan jika tuan tidak membuka pintu saya akan masuk!" ancam Andreas dari luar sana.


Aisyah merapihkan penampilannya dan langsung membuka pintu kamar.


Ceklek.


Pintu terbuka lebar menampilkan Andreas dengan wajah kesal nya. Netra Andreas kini jatuh pada pria yang berada di balik selimut tebal itu dengan menampilkan dada bidangnya yang tidak terbalut apa-apa.


[Pantas saja dia tidak angkat, ternyata sedang bermain panas. Devan Sialan!] batin Andreas mengerutu kesal


" Ada apa? Kenapa kamu terus menganggu saya? Apa kau tidak tau saya hampir saja pelepasan," celetuk Devan berhasil membuat Aisyah tersentak kaget.


Devan yang mendapat sorot mata tajam dari Aisyah hanya menahan tawa.


" Ah maaf tuan, tapi tuan sendiri yang tidak mau dengar. Fina mencoba menghubungi tuan tapi dia bilang tuan tidak mengangkatnya,"


" Fina? Ada apa dia menelpon saya?" tanya Devan bingung


Devan terdiam sejenak ia berpikir apa ada masalah tapi sebelum pergi berlibur ia sudah mengecek semua pekerjaan nya dan tidak ada yang bermasalah.


" Baiklah siapkan tiket untuk saya dan istri saya pulang. Kalau kamu masih mau berlibur dengan kekasihmu tidak masalah, saya akan bertemu klien Jepang dengan Fina,"


" Tidak tuan, saya akan kembali bersama tuan. Saya sudah menyiapkan tiket pesawat, 1 jam lagi pesawat akan lepas landas,"


" Baiklah,"


" Kalau begitu saya permisi," Andreas bergegas pergi meninggalkan dua insan itu.


Devan yang masih sadar akan tatapan tajam itu kini membalas tatapan itu. Devan bangkit dari ranjang dan memakai celananya, Devan mendekati Aisyah dan menatap drak mata itu.


" Apa sayang? Kenapa kamu menatapku seperti itu?"


" Kamu yang kenapa, kenapa kamu ngomong kaya gitu sama Andreas? apa kamu tidak malu membicarakan pribadi kamu sama orang lain?"


" Nggak,"


Aisyah membuang nafas jenggah hal itu mendapat senyuman kecil dari sang empu. Devan meraih tangan Aisyah dan mengengamnya. " Sayang dia adalah bodyguard sekaligus paman bagiku. Di saat aku dalam kondisi harus memilih dia yang selalu menasihati ku seperti paman aku sendiri, pikiran dia lebih dewasa dari pada aku yang tempramen. Walau aku dan dia terlihat tidak akur tapi percayalah aku dengannya adalah dua orang yang sama-sama mengerti."


" Karna itu aku tidak malu, aku dan dia selalu mengatakan apapun yang ada di pikiran kita tanpa memikirkan nya. Jadi jangan terlalu khawatir,"


" Aku bukannya khawatir tapi aku malu mas. Kamu selalu membuatku malu," decak Aisyah mengerucut kan bibirnya 3 cm. Devan terkekeh dan menangkup wajah Aisyah. " Justru aku lebih suka kalau kamu malu sayang, aku selalu menunggu saat-saat wajahmu memerah. Kamu terlihat sangat imut."

__ADS_1


" Wajahku saat ini memerah?"


" Eum pipi chubby kamu yang ini yang dominan sering memerah dan aku ingin memakannya,"


Pughh!!


" Kenapa di pukul?"


" Habisnya kamu menyeramkan seperti Zombie,"


" Zombie? Hewan apa itu? Perasaan aku baru dengar," gumam Devan bingung. Sedangkan Aisyah hanya tertawa melihat kebingungan suaminya.


" Mas Zombie itu bukan binatang tapi manusia. Kamu ini ada- ada aja,"


" Hehe habisnya aku tidak pernah liat dan dengar makhluk itu," cicit Devan dengan mengaruk kepalanya yang tak gatal


" Udah sekarang kamu mandi biar aku yang beresin barang kita,"


" Sayang maaf lagi dan lagi liburan kita harus di berhenti di tengah-tengah karna aku,"


" Nggak papa mas aku ngerti kok pekerjaan kamu lebih penting, liburan bisa kapan sja tapi pekerjaan kamu tidak bisa di tunda,"


" Kalau kamu seperti ini terus rasanya aku pengen main lagi yang. Mandi bareng yuk!" Ajak Devan


" apaan si mas 1 jam lagi pesawat berangkat loh. Cepet mandi,"


" Kamu serius nggak mau mandi bareng? Kalau mandi bareng nanti ada yang bantu nyabunin punggung kmu,"


" Nggak mas!"


" Yang.."


" Apa sih mas udah sana," Aisyah mendorong tubuh kekar itu ke dalam kamar mandi. Sedangkan pria itu hanya tertawa rasanya sangat mempunyai seorang istri sehingga ad mainan untuknya.


***


Pukul 10.30 malam dua insan itu sudah sampai di Jakarta. Devan langsung melemparkan tubuhnya ke ranjang tanpa melepas sepatu dan bajunya, Aisyah yang melihat itu hanya menggeleng dan melepas sepatu itu. Aisyah menatap wajah tampan itu lekat dan mengelus kepala Devan lembut.


" Kasian suami aku pasti lelah," gumam Aisyah


Devan yang belum sepenuhnya tidur langsung menarik tangan Aisyah ke dalam dengkapan nya sontak hal itu membuat Aisyah terkejut.


" Mas kamu belum tidur?"


" Aku hanya bisa tidur kalau seperti ini," jawabnya dengan suara serak.


" Sebaiknya kamu ke kamar mandi dulu bru setelah itu tidur,"


" Untuk malam ini nggak papa kan? Aku sangat ngantuk,"


" Yaudah untuk kali ini aja oke?"


" Iya sayang,"


Aisyah membelas pelukan itu dan ikut tidur menyambut mimpi yang indah.

__ADS_1


...****...


...Lanjut?...


__ADS_2