Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh

Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh
Chapter_15 Musuh Kenzo


__ADS_3

...Happy Reading...


Pukul 17.30, Devan baru pulang kerja bersama Farhan dan Dylon. Netranya kini jatuh pada sosok wanita yang kini sedang tertidur di atas sofa panjang itu, tak lama Linda datang menghampiri Farhan untuk menciumi punggung tangan sang suami.


" Loh, kenapa Aisyah tidur di sofa Bun?" tanya Farhan bingung. Namun, bukan hanya Farhan saja yang penasaran Devan dan Dylon pun menunggu jawaban Linda.


" Kasian sekali menantu kita pah, saat dia pulang dari rumah sakit keadaannya sudah menangis," ucap Linda semakin membuat semua orang penasaran.


" Memangnya ada apa Bun? Kenapa Aisyah menangis?" tanya Farhan lagi. Linda menarik nafas panjang dan membuangnya, Aisyah menjelaskan semuanya dari awal hingga akhir. Mendengar penjelasan Linda sontak hal itu membuat semua orang terkejut termasuk Devan, Devan melirik Aisyah yang sedang tertidur dengan penuh penyesalan.


Semua orang pergi ke dalam kamarnya untuk istirahat sedangkan Devan mendekati Aisyah dan menatap wajahnya. " Maaf Aisyah, jika saja saya tidak membiarkanmu pergi ke rumah sakit seorang diri mungkin ini semua tidak akan terjadi. Saya benar-benar tidak akan pernah membiarkan wanita itu mengatakan hal buruk itu ke padamu." gumam Devan sembari menatap wajah Aisyah dalam.


Devan tidak bisa mengendong Aisyah ke dalam kamar karena kondisi kakinya yang tidak memungkinkan. Devan pergi ke kamar dan mengambil selimut untuk Aisyah, Devan menyelimuti tubuh Aisyah menggunakan selimut hingga leher. Sesekali Devan menatap wajah Aisyah dalam dan tanpa sadar tangannya mulai aktif mengelus lembut kepala Aisyah. Tanpa Devan sadari ada seseorang yang sedang memperhatikannya, Farhan tersenyum tipis saat melihat sikap putranya yang mulai luluh kepada istrinya.


Skip Keesokan harinya Aisyah terbangun dari sofa dan mendapati selimut di tubuhnya, dalam pikirannya Aisyah bertanya-tanya tentang siapa yang memberikan selimut tapi ia berpikir kembali jika saat itu ia tertidur di pelukan Linda dan mungkin mertuanya yang sudah menyelimutinya.


Aisyah bergegas pergi ke kamar untuk mengambil air wudhu dan seperti biasa Aisyah selalu menunaikan sholat subuh. Dalam kedua tangannya ia meminta dan menangis, Aisyah benar-benar terpuruk di sana semua hal yang tidak ingin ia tau kini ia tau. Aisyah benar-benar membutuhkan seseorang sebagai tempat untuk mengadu, sejak ia kecil ia tidak pernah merasakan kasih sayang dari ibunya bahkan sampai detik ini pun. Namun, bedanya Aisyah kecil adalah gadis polos yang tidak mengerti apa-apa dan hanya bisa menangis sedangkan sekarang Aisyah sekarang bisa mengerti semua yang terjadi di sekelilingnya.


" Ya Allah kuatkan lah diriku menghadapi kenyataan ini. Aku benar-benar tidak tau lagi kepada siapa aku mengeluh, aku benar-benar tidak pernah berpikir jika ibuku meninggal karena kehadiran ku. Aku benar-benar ingin bertemu nya, semua yang ku rasakan selama ini ternyata benar kalau wanita yang selama ini aku anggap seorang ibu ternyata dia bukanlah ibuku." tangis Aisyah pecah di atas sajadah.


Isakan demi isakan berhasil membangunkan sang empu yang sedang tertidur lelap. Devan terbangun dan mendapati Aisyah yang sedang menangis di sana. " Kenapa kamu lakukan ini kepadaku? Apa salah aku sampai kamu mengambil surgaku di saat dia mencoba melahirkan ku ke dunia ini."


" Dari ribuan yang ingin hidup kenapa engkau pilih aku? Aku tidak mau hadir jika kehadiran ku malah membuat orang lain pergi... Bahkan aku belum pernah melihat wajahnya," tangis Aisyah lirih. Devan yang melihat itu merasa kasian.


Saat hendak mendekati Aisyah tiba-tiba Aisyah berdiri saat hendak berbalik Aisyah terkejut karena mendapati Devan yang dengan memasang wajahnya yang sedikit terkejut.


" Mas... Sejak kapan kamu bangun? Kamu butuh sesuatu?" tanya Aisyah sembari jari-jari tangannya mengelap air matanya.


" Saya tidak butuh apa-apa,"


Aisyah mengangguk pelan dan berniat pergi. Tapi, tiba-tiba sebuah suara menghentikannya. " Aisyah kemarin saya..." (terpotong)


" Nggak papa mas aku ngerti kok. Kamu benar seharusnya aku sadar dan mengerti kalau semua yang aku pikirkan dan inginkan tidak semuanya harus terwujud, Mas tenang saja aku tidak akan pernah menanyakan hal itu lagi," jawab Aisyah membuat Devan tercengang karena terkejut dengan ucapan Aisyah yang benar-benar di luar nalarnya.


" Aisyah maksud saya bukan..."


" Hari ini bukannya Mas ada pertemuan dengan klien? Aku akan siapkan air hangat dan sarapannya," Aisyah pergi ke dalam kamar mandi dan menyiapkan air hangat sekaligus pakaian Devan.


Di tengah meja semua tampak asik mengobrol untuk mencairkan suasana, namun berbeda dengan Aisyah yang sedari tadi enggan membuka suara. Semua orang mencoba untuk mengajak Aisyah mengobrol karma biasanya Aisyah lah yang paling cerewet disana tapi kali ini gadis itu tampak pendiam dan enggan membuka suara.


Devan, Farhan dan Dylon pergi ke kantor bersama. Sedangkan Linda dan Aisyah berada di dalam rumah untuk menunaikan tugasnya sebagai seorang istri, saat sedang menyiapkan bahan-bahan untuk masak makanan siang Linda merasa kesulitan karena semua bahan habis. Linda memanggil Aisyah dan memberitahunya kalau ia akan pergi ke pasar, namun Aisyah meminta agar ia yang pergi ke pasar dan Linda di rumah karna Aisyah tidak tega jika membiarkan mertuanya pergi ke pasar seorang diri. Linda yang ingin Aisyah melupakan kejadian itu membiarkan Aisyah pergi ke pasar namun dengan di temani adik iparnya Nabila, namun sebelum pergi Linda menitipkan pesan untuk Nabila.


" Sayang kalau sampai sana kamu ajak kakak ipar kamu main. Kasian dia, usia kamu tidak terlalu jauh dengannya siapa tau kalau sama kamu beban nya tidak terlalu berat," ujar Linda kepada Nabila.


" Baik Bun, Bun tenang aja. Soal Kak Aisyah biar aku yang urus, aku akan ajak kak Aisyah jalan-jalan dan membuatnya happy,"

__ADS_1


" Makasih sayang,"


" Ya udah Bun aku pergi dulu yah keburu siang nih,"


" Iyah hati-hati," Nabila mencium punggung tangan Linda dan bergegas pergi.


Di sebuah Supermarket yang cukup besar di kota itu Nabila mengajak Aisyah untuk berbelanja apapun yang Aisyah mau, tapi inilah Aisyah ia tidak pernah membeli barang lebih dari dua. Nabila membelikan baju couple untuknya dan untuk Aisyah, terlihat suasana dan pikiran Aisyah tentang kejadian itu seketika hilang saat bersama Nabila. Nabila mengajak Aisyah berbelanja apapun yang mereka inginkan.


" Kak Aisyah bagaimana kalau Kaka beli sesuatu buat kak Devan?" usul Nabila


" Boleh juga, tapi apa dia mau Nerima pemberian aku?"


" Haish kenapa kakak bilang begitu? Kalian kan suami-istri dan aku yakin kalian saling mencintai, lagi pula Kak Devan tidak akan pernah menolak pemberian dari siapapun kecuali orang yang ia tidak suka," Tutur Nabila membuat sang empu terdiam sejenak.


" Kamu tidak tau Nabila sebenarnya apa yang terjadi di antara aku dan Mas Devan. Tidak ada cinta dalam pernikahan kami, semuanya hanyalah sebuah catatan kecil di atas kertas putih," gumam Aisyah dalam hati.


" Kak kenapa melamun? Ayok beli apa,"


Aisyah melihat-lihat apapun yang ada di sekelilingnya. Netranya jatuh pada sebuah jam tangan yang sangat unik dan mewah, saat ingin mengambil jam tangan itu tiba-tiba sebuah tangan yang lain ikut memegang jam tangan itu sontak hal itu membuat netra mereka bertemu.


Kebetulan Nabila tidak ada disana sehingga Nabila tidak bisa membantu Aisyah disana. " Maaf mbak saya yang duluan mengambil jam tangan ini." ucap Aisyah dengan tangannya masih memegang erat jam tangan itu.


" Apa duluan? Mbak saya yang melihat ini duluan. Dan jam tangan ini adalah jam tangan yang diinginkan pacar saya jadi please jangan keras kepala, lepasin tangan kamu,"


" Saya tidak peduli mau pacar kamu menginginkannya atau tidak, yang pasti saya yang mengambilnya duluan," tegas Aisyah tak mau kalah.


***


" Kamu benar-benar nggak denger yah aku ngomong apa?" ucap wanita cantik itu dengan nada tinggi


" Kenapa kamu tidak mengerti. Saya yang lebih dulu membelinya," ucap Aisyah menahan emosi. Tak lama seorang wanita dengan seragam pegawai datang menghampiri dua insan itu.


" Ada apa ini mbak kok ribut-ribut?" tanyanya


" Mbak bilangin sama mbak ini. Kalau saya sudah membelinya," ucap Aisyah sedikit tegas


" Maaf mbak apa yang di katakan mbak ini benar. Dia sudah lebih dulu membelinya, jika mbak mau kami punya jam tangan lain yang lebih baik dari ini," ucap pegawai itu. Terlihat dari wajah wanita itu yang kesal, tanpa mengatakan satu kata patahpun dia pergi.


Tak lama Nabila datang dengan beberapa barang belanjaan yang dia beli. Mereka membayar belanjaan mereka dan bergegas pergi dari sana, di sepanjang perjalanan mereka menunggu taksi karna mereka tidak di antar oleh supir. Namun, sangat sulit untuk menemukan taksi karna penuh apalagi jika memesan lewat online, terpaksa Aisyah dan Nabila menunggu jemputan datang.


Di sebuah kursi panjang itu Aisyah dan Nabila menunggu jemputan mereka. Aisyah yang melihat Nabila kegerahan merasa kasian, Aisyah berinisiatif membelikan Nabila air minum. Namun, saat membeli air minum dari arah kejauhan Aisyah melihat Nabila yang di paksa masuk ke dalam sebuah mobil besar, Aisyah yang terkejut sontak langsung berteriak sembari berlari ke arah Nabila. Aisyah terus membatu Nabila yang di tarik paksa ke dalam mobil sesekali Aisyah memukul tubuh pria-pria itu kasar.


" Lepasin siapa kalian?!" teriak Aisyah sembari terus memukul dan berteriak meminta tolong.


Nabila mengigit tangan pria itu hingga membuat pria itu berteriak kesakitan. Merasa tangannya di lepas Nabila langsung menarik Aisyah pergi dari tempat itu dengan pria-pria itu masih mengejar mereka.

__ADS_1


" Nabila siapa mereka?" tanya Aisyah


" Aku tidak tau Kak," jawab Nabila.


Aisyah dan Nabila terus berlari untuk menjauh dari kejaran mereka. Ketika sedang berlari tiba-tiba kaki Nabila tersandung dan membuat Nabila terjatuh dan tidak bisa berjalan, Aisyah mencoba menuntun Nabila namun sayangnya Nabila benar-benar tidak bisa berjalan karna sakit di kakinya.


" Aku nggak papa, lebih baik Kaka pergi. Mereka orang jahat Kak, dia bisa melakukan apapun,"


" Nggak Bila, aku nggak mungkin ninggalin kamu,"


" Tapi Kak mereka ingin aku. Mereka pasti musuh ayah atau Kak Devan, jangan pikirin aku Kak. Cepat pergi!!" teriak Nabila khawatir


Aisyah tidak mungkin meninggalkan Nabila sendiri disana, Aisyah menuntun Nabila kesebuah bangunan kecil yang hanya muat untuk satu orang. Aisyah menyuruh Nabila untuk bersembunyi di sana sontak hal itu membuat Nabila sedikit tersentak. " Lalu Kaka gimana?" tanya Nabila


" Jangan pikirkan aku Nabila, kau bilang mereka hanya mengejar kamu bukan? Mereka tidak akan menyakiti ku percayalah, setelah aku bisa menuntun mereka jauh dari disini, kamu harus segera pergi dan cari bantuan Ok?"


" Jangan Kak itu berbahaya,"


" Berjanjilah kamu harus baik-baik saja," ucap Aisyah sembari memegang tangan Nabila erat. Air mata Nabila lolos begitu saja saat melihat pengorbanan yang dilakukan Aisyah kepadanya, bahkan Aisyah tidak berpikir panjang saat nyawanya dalam bahaya.


Samar-samar Aisyah dan Nabila mendengar suara langkah kaki dan teriakan orang. Aisyah menatap Nabila dalam dan bergegas pergi meninggalkan tempat persembunyian Nabila yang sangat tertutup dan mungkin sangat aman, tak lama setelah kepergian Aisyah beberapa orang itu datang dan berhenti di dekat tempat persembunyian Nabila.


" Bos sepertinya wanita yang kita cari tidak bersama wanita itu," ucap salah-satu pria bertubuh kurus itu.


" Lalu sekarang bagaimana bos?"


" Tidak peduli yang kita cari siapa tapi yang pasti wanita itu juga dari keluarga Kenzo, kita harus bisa membawanya,"


" Baik bos,"


Nabila yang sekuat mungkin tidak menghasilkan suara merasa lega saat mendengar orang-orang jahat itu pergi. Melihat semuanya sudah aman segera mungkin Nabila pergi dari tempat itu dengan keadaan kakinya yang pincang..


...****...


**Hall semuanya!!


Apa kabar kalians semuanya?🤗


Maaf untuk semuanya karna lama Up... Karna banyak alasan tugas yah bund😓


Aku harap kalian yang sudah setia baca cerita ini jangan lari kelainan cerita hm...


Gimana nih ceritanya? Ada yang penasaran dengan kelanjutan cerita ini? xixiix


Tunggu part selanjutnya yah...

__ADS_1


Jangan lupa Like, Komen, Vote And Follow**.


__ADS_2