Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh

Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh
Chapter 51 Penyanderaan


__ADS_3

Perusahaan Leover Devano Leave sebuah perusahaan terbesar yang biasa di kenal dengan perusahaan yang tidak pernah sepi. Perusahaan itu bahkan di huni hampir 3 ribu lebih karyawan, namun hari ini perusahaan itu tampak hening tidak ada satupun orang berada di sana. Bahkan semua orang yang melintas pun terheran-heran akan perusahaan besar itu.


Di sebrang sana sebuah mobil hitam terparkir. Tak lama seorang pria masuk ke dalam mobil yang tak lain adalah Andreas.


" Ada apa tuan? Apa ada masalah yang serius? Dan saya lihat tadi di perusahaan tidak ada seorang pun, tuan meliburkan mereka atau..."


" Mereka di dalam," Seloroh Devan tanpa menunggu ucapan Andreas selesai.


" Di dalam? Tapi kenapa sangat sepi tuan," tanya Andreas bingung. Devan membuang nafas panjang dan merubah posisinya menghadap Andreas.


" Andreas dengarkan saya. Di dalam sana saat ini sedang tidak aman, mereka semua di sandra,"


" Apa di sandra?" Andreas tersentak kaget mendengar ucapan Devan.


" Bagaimana bisa? Siapa yang melakukan ini?" Terlihat dengan jelas Andreas yang benar-benar terkejut dan khawatir, apalagi Devan. Banyaknya nyawa di dalam sana dan Devan adalah kunci agar mereka selamat.


" Saya masih belum tau siapa dalang dari semua ini. Tapi Andreas yang mereka incar adalah saya, jadi saya membutuhkan bantuanmu,"


" Baik tuan, katakan saja. Saya akan melakukan apapun agar mereka selamat,"


" Baik dengarkan saya. Di dalam Celline dan Pak Robert di pisahkan dari karyawan lainnya karna mereka berpikir Celline dan Robert mengetahui pin brankas yang ada di ruangan saya. Mereka benar-benar keji Andreas, mereka akan melakukan segala cara agar keinginan nya terpenuhi,"


" Sebenarnya apa yang mereka inginkan? Apa uang?"


" Saya rasa tidak, mereka menginginkan properti milik Kenzo dan perusahaan milik saya. Saya rasa ada orang dalam yang membantu mereka dan selama ini dia tau dimana saya meletakan semua Aset berharga Perusahaan Leover Devano Leave ini,"


" Kenapa kita tidak meminta bantuan pada Polisi saja? Ini sulit dan nyawa taruhannya,"


" Saya tidak bisa gegabah, saat di Bali dia menghubungi saya dan mengancam jangan menghubungi polisi jika semua sandra ingin selamat,"


" Tapi tuan.."


" Tidak ada tapi menapi Andreas. Sekarang mereka dalam bahaya apapun bisa terjadi pada mereka. Saya akan pergi ke lantai 4 untuk menolong Celline dan Robert dan kamu pergi ke lantai 2 untuk menyelamatkan semua sandra, di arah barat kamu akan menemukan pintu kayu dan kalian bisa keluar dari sana," ujar Devan jelas


" Lalu tuan?"


" Jangan perdulikan saya, selamatkan semua sandra. Saya akan mengulur waktu, 30 menit saya harap kamu bisa mengeluarkan semua sandra," Ucap Devan menaruh kepercayaan penuh pada Andreas.


Devan membuka laci mobil dan mengambil pistol andalannya. Sebelum keluar Devan memejamkan matanya, dalam bayangan itu di penuhi dengan wajah dan senyuman Aisyah.

__ADS_1


Apapun bisa terjadi, Devan tidak mau mengambil resiko jika nanti akan terjadi padanya ia sudah merasa lega karna melihat senyuman Aisyah.


Devan menepuk pundak Andreas, seakan beban berat pundak Andreas tiba-tiba saja merasakan berat saat kala tangan itu menyentuh pundaknya. Jelas saja benda kepercayaan dari tuannya sudah berpegang di sana, melihat kepergian tuannya ia masih belum yakin jika tuan dan dirinya akan berhasil apalagi dua orang melawan banyak orang yang masih belum tau berapa banyak di dalam sana yang harus ia lalui.


Devan merogoh ponselnya dan menghubungi pihak polisi. Namun sebelum itu Andreas meminta bantuan agar para polisi itu tidak menghidupkan sirine mereka dan bergerak secara diam-diam, bagaimana pun Andreas tidak bisa mengambil resiko jika mereka mengetahui adanya pihak ketiga.


***


Di Kediaman Kenzo terlihat Aisyah yang mondar-mandir tidak karuan. Sepulangnya dari Bali ntah kenapa Devan malah membawanya ke rumah keluarganya bukan ke Apartemen, apalagi saat Devan tiba-tiba pergi ke kantor dengan wajahnya yang pucat hal itu benar-benar membuat Aisyah khawatir.


" Sayang ada apa? Kenapa kamu terlihat khawatir?" tanya Linda pada Aisyah.


" Nggak tau bun, saat pulang dari Bali perasaan Aisyah jadi nggak enak. Aisyah ingin bertemu mas Devan bun,"


" Sayang kamu kan baru setengah jam berpisah. Lagi pula Devan kan ke kantor, hm apa mungkin kamu lagi ngidam?"


" Bunda aku serius, perasaan Aisyah benar-benar nggak enak. Aku udah coba hubungi mas Devan tapi ponselnya nggak aktif,"


" Yaudah bunda tanya sama papah yah. Sekarang kan papah lagi di kantor Devan, siapa tau mereka bertemu," Linda memanggil nomor suaminya, namun tidak ada tanda sang empu mengangkatnya.


" Gimana bun?"


" Nggak papa sayang mungkin papah sekarang lagi meeting. Nanti kalau udah selesai pasti nelpon balik,"


" Udah sekarang kamu istirahat, kamu pasti cape perjalanan jauh," ujar Linda yang di angguki Aisyah.


[ Ya allah lindungilah suamiku. Kenapa perasaan ku nggak enak, karna mimpi itu semua pikiranku kotor. Aku harap kamu baik-baik saja mas] batin Aisyah.


*


*


Devan menerobos masuk, sesekali ia menikam dan memukul para penjahat itu satu persatu agar mereka tidak sadar sehingga ia bisa leluasa masuk tanpa berkelahi. Dari balik tembok itu Devan dapat melihat banyak orang bertopeng yang sedang berjaga-jaga di depan pintu dan lift, Devan memilih menaiki tangga darurat dan sialnya ada penjahat di sana. Devan cerdik ia melemparkan benda yang bersuara ke arah berlawanan dan saat pria itu di depannya Devan langsung memukul punggung pria itu keras hingga ambruk ke lantai.


Melihat situasi sudah aman Devan langsung bergegas naik untuk bisa sampai ke lantai 2.


Sedangkan di bawah sana Andreas baru bisa masuk dan melihat beberapa orang sudah tergampar 'Mungkin itu ulah Devan'. Cepat- cepat Andreas berlari ke dalam dan di Loby ia melihat banyak penjaga, seperti Devan ia memilih menaiki tangga darurat agar bisa sampai ke lantai 2.


Di lantai 2 Devan kembali harus menggunakan tangannya untuk membuat orang-orang itu ambruk. Devan menyusuri lorong kantor itu hingga ujung, dari balik tembok dapat Devan lihat 4 pria bertopeng sedang berjaga di depan pintu besar itu, dapat Devan yakini kalau semua sandra ada di dalam sana.

__ADS_1


" Tuan...?" Devan berbalik dan mendapati Andreas yang sudah ada di belakangnya.


" Ada yang berjaga disana," ucap Devan sedikit berbisik. Andreas melirik sekilas dan beralih menatap Devan. " lalu apa yang harus saya lakukan sekarang?"


" Di dalam pasti masih banyak. Kau harus berhati-hati, jangan pernah memikirkan hal lain tugasmu hanya dua yaitu menyelamatkan semua sandra dan tepati janji,"


" Janji?" ucap ulang Andreas tidak mengerti. Karna ia tidak pernah berbuat janji dengan siapapun


" Berjanjilah bahwa kau akan baik-baik saja!" tandas Devan seketika membuat Andreas diam karna terharu.


" Tunggu apa barusan janji kekhawatiran mu sebagai adik ke kakaknya?" ucap Andreas dengan wajahnya sedikit terharu


" Tutup mulutmu! Saya hanya ingin kamu selamat agar kamu bisa memberitahu istri saya kalau saya baik-baik saja," wajah Andreas seketika berubah. Ia memutar bola mata malas menanggapi ucapan tuannya.


Dorrrr!


" Ahhhhh!!" Devan dan Andreas terkejut saat tiba-tiba mendengar suara tembakan dan juga teriakan dari dalam sana, Devan menatap Andreas serius. Andreas mengangguk pelan dan tak lama Devan pergi ke lorong lain untuk naik ke lantai 4, sedangkan Andreas mempersiapkan diri untuk berperang.


" Ayok kita bermain," gumam Devan seakan menganggap kejadian itu main-main.


*


Semua alat komunikasi di perusahaan itu sudah terputus sehingga semua orang yang ada di dalam tidak bisa menggunakan alat komunikasi mereka. Dari luar sana sudah banyak berita mengenai persanderaan di perusahaan itu, ntah dari mana beritanya tapi yang pasti kota itu sekarang sedang tegang karna kejadian itu.


Di kota pesisir Jeslyn masih tidak tenang memikirkan perkataan Andreas padanya. Jeslyn berusaha menghubungi ponsel Andreas namun sayangnya ponsel Andreas tidak aktif, Leo yang sedang menonton TV tiba-tiba berita mengenai penyanderaan itu muncul. Jeslyn yang sedang memegang ponsel nya itu tiba-tiba jatuhsaat mendengar berita itu sontak membuat Leo terkejut karna bingung tidak mengerti.


Jeslyn pergi ke kamar untuk mengambil tas dan bergegas pergi.


" Jeslyn kamu mau kemana?" teriak Leo bingung.


...***...


...Lanjut jangan? ...


Tetap lanjut walau tidak ada penyemangat ☺


Thank'u untuk support kalian. Walau tak seberapa tapi dukungan kalian adalah hal terpenting, so tetap fine yah.


See You Next time 🥰

__ADS_1


__ADS_2