
Di kediaman Kenzo
Semua orang sedang sibuk dengan dunia masing-masing. Nabila lebih dulu berangkat ke kantor karna hari ini adalah awal dia bekerja di sebuah perusahaan besar sedangkan Aisyah sebelum berangkat ke Restoran ia memilih membantu ibu mertuanya membereskan rumah dan menanam tanaman di halaman.
" Sayang tanaman ini selalu subur semenjak kamu yang merawatnya," ucap Linda antusias saat melihat tanaman yang hampir mati itu kini berubah menjadi sangat cantik.
" aku hanya memberinya pupuk. Karna aku liat bukan hanya kekurangan air tapi tanaman ini juga kekurangan makanan," tutur Aisyah
" Oh gitu,"
" Eh sekarang gimana Restoran kamu selalu rame?"
" Alhamdulillah bun, akhir-akhir ini banyak orang yang datang ke Aislyn,"
" Baguslah, lalu Jeslyn? Bagaimana keadaannya? Kasian sekali dia. Pasti dia sangat kehilangan orang tuanya, ".
" Keadaan Jeslyn sekarang sudah membaik. Bunda tau? Ketika Jeslyn sedang sedih Andreas selalu ada di sampingnya. Dia mencoba menenangkan Jeslyn, bahkan aku sahabatnya saja kalah oleh kak Andreas," tutur Aisyah mengerucut bibir
" Hahah jadi ceritanya kamu cemburu sama dia?"
" Iya bunda, tapi nggak papa deh asal Jeslyn selalu bahagia dan aman aku ikut seneng lihatnya," Linda tersenyum dan mengelus kepala Aisyah lembut.
Tak lama ponsel Aisyah berdering menandakan ada panggilan masuk. Aisyah merogoh ponselnya dan melihat siapa yang pagi-pagi buta menelponya.
" Tuh kan baru aja di omongin udah nelpon aja. Panjang umur dia," gumam Aisyah dan mengangkat telponnya.
//Ya hallo Jeslyn aku masih di rumah bentar lagi aku berangkat..
// ..........
// Apa? Gimana bisa? (kaget)
// .....
//Baiklah aku segera kesana.
Aisyah mematikan sambungan itu sepihak. Dapat Linda lihat perubahan wajah dari Aisyah setelah mengangkat telpon itu. " Ada apa sayang? Kenapa kamu terlihat panik?"
" Aku tidak tau apa yang terjadi bun, tapi tadi Jeslyn bilang Resto Aislyn sudah berantakan,"
" Astaga bagaimana bisa?"
" Aisyah juga nggak tau bun, aku pergi dulu ya bun," pamit Aisyah mencium punggung tangannya.
" Iya hati-hati ya sayang,"
Aisyah bergegas pergi ke kamar untuk mengambil tas dan langsung menancapkan gas pergi ke Resto Aislyn. Sesampainya di Resto Aislyn Aisyah di buat terkejut saat melihat keadaan Resto yang berantakan. Meja dan Kursi sudah tidak di tempatnya semuanya hancur dan berantakan, Jeslyn mendekatiku dan menangis karna melihat keadaan Resto yang sangat buruk.
" Siapa yang melakukan ini?"
" Aku tidak tau Aisyah, saat aku datang keadaan Aislyn sudah seperti ini. Bagaimana sekarang? Kita tidak mungkin buka dengan keadaan Resto seperti ini,"
Aisyah bergegas masuk ke dalam Resto dan mencari ruangan dan barang yang utuh. Namun tidak ada, semuanya hancur tak tersisa. Jeslyn terus menangis pada Aisyah, sedangkan Aisyah yang tidak tau harus ngapain hanya bisa sabar dan menenangkan Jeslyn walaupun sebenarnya dirinya juga ingin menangis tapi sebisa mungkin Aisyah menahannya.
[Siapa yang melakukan ini? Aku tidak akan pernah membiarkannya] batin Aisyah bertekad mencari si pelaku.
__ADS_1
Drtt_drtt_drtt
Satu notif masuk ke ponsel Aisyah. Dengan cepat Aisyah merogohnya.
Fellysha.
//Bagaimana kejutan paginya? apa menyenangkan?
Tangan yang memegang ponsel itu seketika meremas erat saat mendapat notif dari Fellysha. Dapat Aisyah yakini kalau semua ini ulah Fellysha.
" Ada apa Aisyah?" tanya Jeslyn khawatir saat melihat perubahan wajah Aisyah.
" Jeslyn kamu tunggu disini, aku akan secepatnya kembali,"
" Tapi kamu mau kemana Aisyah?"
" Aku ada urusan sebentar. Kamu nggak papakan beresin ini sendiri? Setelah selesai aku segera bantuin kamu kok," ucap Aisyah dan bergegas pergi meninggalkan Jeslyn sendiri di sana.
Sekarang tujuan utamanya adalah rumah Fellysha namun sesampainya di kediaman Felly, ART itu bilang kalau Fellysha tidak ada di rumah karna dia sudah berangkat ke kantor. Dengan keadaan setengah emosi Aisyah menancapkan mobilnya ke perusahaan Fellysha, siapa yang tidak tau Fellysha dan keluarganya. Mereka adalah keluarga terhormat namun sikap dan tindakan yang dilakukan Fellysha tidak mencerminkan seseorang yang terhormat.
Sesampainya di Perusahaan Group Zy. Tanpa pikir panjang Aisyah langsung masuk ke dalam kantor, Aisyah pergi ke Repsesionis yang ada Loby untuk meminta bertemu dengan Fellysha namun wanita itu mengatakan tidak bisa karna Aisyah tidak memiliki janji apapun dengan Fellysha.
Banyak orang yang memerhatikan Aisyah namun saat ini ia tidak memperdulikan nya. " Katakan padanya kalau Aisyah ingin bertemunya!" titah Aisyah tegas
" Baiklah tunggu sebentar, " Wanita itu menghubungi Fellysha dan tak lama wanita itu mengangkatnya. Beberapa detik kemudian wanita itu menuntun Aisyah ke ruangan Fellysha, sesampainya di depan ruangan Aisyah langsung masuk dan hal yang pertama kali ia lihat adalah Fellysha.
" Kamu boleh keluar," ucap Fellysha pada wanita yang berdiri di belakang Aisyah.
PoV Aisyah.
Wanita itu pergi meninggalkan ku dan Fellysha berdua di dalam ruangan. Tatapanku tak henti-hentinya menatap tajam pada Fellysha, seorang wanita yang pernah aku anggap saudara sendiri tega melakukan hal ini padaku? Fellysha berjalan ke arah sofa dan duduk, lalu menyuruhku duduk di sofa dengan sangat ramah namun aku tidak menghiraukan nya semua sikapnya adalah kepalsuan.
Namun bukannya menjawab Fellysha mah tertawa hambar. " Aisyah duduklah, apa kamu ingin berbicara sambil berdiri seperti itu?"
" Jangan mengalihkan pembicaraan Fellysha. Jika kamu punya urusan denganku maka aku yang jadi urusannya bukan Restoran milik Jeslyn!"
" Oh jadi Restoran tua itu milik sahabatmu? Hm jadi maksudmu aku salah?" ucapnya santai. Fellysha bangkit dan mendekatiku, aku yang di tatapnya hanya menatapnya sinis.
" Aisyah ini baru permulaan, jika kamu berani melewati batas lagi akan ku pastikan bukan hanya Restoran saja yang akan hancur tapi semua orang yang ada di dekatmu juga akan hancur,"
Ku kepalkan tanganku erat. Emosi? Iyah itu adalah hal yang sedang aku tahan sekarang.
" Jangan berani mengancamku Fellysha, kau mungkin memiliki segalanya tapi kau tidak bisa menyakiti orang-orang yang ada di sekitar ku,"
" Benarkah? Tapi hanya permulaan saja kamu sudah seperti ini? Bahkan sahabatmu menangis karna Restoran milik nya hancur? Dan kamu tau itu salah siapa?"
" Semua itu berasal dari orang bodoh seperti mu!" celetuknya dengan menaruh telunjuknya di dahiku. Dengan cepat ku tepis kasar tangannya dan....
Plakkk!!
Satu tamparan keras ku layangkan pada wajahnya.
" Yak!!! Berani sekali kamu tampar wajah ku," teriak nya marah saat aku menamparnya keras.
" Kenapa masih kurang? Bahkan seperti yang kamu katakan tadi ini baru permulaan Fellysha. Jika kamu bisa mengancamku aku juga bisa mengancammu, jika dengan bibir mu itu bisa menghancurkan Restoran milikku maka aku juga bisa menghancurkan bibirmu itu dengan tanganku!" tandasku tegas membuatnya bungkam.
__ADS_1
" Hahahah...." Tawanya renyah. Aku yang melihat itu hanya memicingkan mataku bergidik ngeri.
" Wow Aisyah sekarang kamu berani berbicara besar seperti itu? Oh apa karna sekarang kamu istri dari seorang Pengusaha besar di Asia?"
" Lihatlah kau sedang berbicara dengan siapa Aisyah. Kau berbicara dengan Fellysha Dewiantara Kusuma, kau tidak ada bandingnya denganku. Dan jika aku katakan kau adalah seorang istri sekaligus pelakor dalam hubungan orang lain maka kau dan suamimu akan buruk di mata dunia,"
" Siapa yang kamu maksud pelakor? Apa aku pernah menganggu hubungan kalian? Sadar lah Fellysha calon suamimu lah yang terus mengejarku, dia masih mencintai ku karna itulah dia tidak pernah mau menyentuhmu!"
" Sialan kamu Aisyah, kau berani mengatakan hal itu di kantor ku?"
" Lalu kenapa jika ini kantormu? Biarkan semua orang tau tentang kebusukan bosnya. Wanita jahat yang merusak restoran orang lain hanya karna cemburu pria yang dia sukai menyukai wanita lain,"
" Kau...?!!"
" Jangan pernah ganggu aku lagi atau aku akan melakukan apa yang belum pernah aku lakukan pada orang lain," tegasku dan bergegas pergi meninggalkan ruangan Fellysha dengan keadaan emosi. Aku berjalan ke arah lift dengan mengatur deru nafasku yang masih tidak beraturan, tanpa ku sadari ada seseorang yang melihatku. Aku masuk ke dalam lift dan menekan tombol 1, pintu lift mulai tertutup namun aku terkejut saat tiba-tiba sebuah tangan masuk dan berhasil membuat pintu lift itu kembali terbuka.
Aku membelalakan mataku saat melihat Dafri disana. Dafri masuk ke dalam lift dan langsung menekan tombol 0, pintu yang masih belum tertutup rapat aku berniat pergi namun langkahku terhenti saat Dafri menarikku sehingga membuat pintu itu kembali tertutup rapat.
Ku tepis tangan itu kasar dan menjauh darinya. Aku benar-benar tidak ingin melihatnya semua yang terjadi karna ulahnya, jika saja dia tidak terus menganggu ku mungkin semua ini tidak akan terjadi.
" Aisyah..."
" Jangan mengatakan apapun Dafri! Aku tidak mau bicara sama kamu," selorohku tanpa menunggu dia selesai bicara.
" Kenapa kamu datang kesini? apa kamu mencariku?"
" Apa kamu tidak dengar? aku bilang aku tidak mau bicara sama kamu. Dan aku datang kesini tidak ada urusannya denganmu!"
Aku sudah terlanjur kesal padanya, ini baru pertama kalinya aku berteriak bahkan bersikap tidak sopan pada seseorang. Aku sudah terlanjur kesal dengan nya semua yang terjadi karna nya, jika saja waktu bisa di ulang aku tidak mau menyukai pria ini.
Pintu lift terbuka, aku bergegas keluar namun tanganku di tarik Dafri, tidak ada yang tau akan ala yang di lakukan Dafri padaku. Dafri menarikku ke lantai paling bawah dimana disana ada tempat parkiran mobil, Dafri menarikku sedikit kasar dan menyurujku masuk ke dalam mobilnya, aku terus memberontak dan berteriak namun tak ada gunanya.
" Dafri lepasin aku, kamu mau bawa aku kemana huh?" teriakku
" Diamlah Aisyah, aku tidak ingin menyakitimu jadi menurut lah," ucapnya dengan tatapannya fokus ke depan. Dapat ku lihat kalau saat ini pria itu sedang menahan emosinya, melihat dia yang sedang sibuk menyetir diam-diam aku mengambil ponselku di dalam tas dan menghubungi Jeslyn dan sialnya Dafri mengetahui aksiku, dia merampas ponselku dan mematikannya.
" Apa kamu bisa patuh padaku Aisyah? Aku tidak akan menyakiti mu tapi kenapa kamu seperti takut kepadaku,"
" Aku tidak takut pada Dafri yang aku kenal. Tapi aku takut pada Dafri yang ada di sampingmu sekarang, Dafri yang aku kenal tidak akan bertindak kasar seperti sekarang," Mendengar ucapanku Dafri melirikku sekilas.
" Kamu yang sudah membuatku seperti ini Aisyah. Jika saja kamu menurut dan mau bicara baik-baik sama aku, mungkin aku tidak akan sekasar ini," ucapnya lirih
Aku hanya pasrah, ntah kemana dia akan membawaku.
...Lanjut? ...
Gimana nih Dafri? Kalau kaya gini cocok sama siapa?
Balikan lagi sama Aisyah
Menikah dengan Fellysha
Atau Nabila?
__ADS_1
Jangan lupa tinggal kan jejak yah.