
Di Resto Aislyn Aisyah dan Jeslyn memulai pekerjaan mereka masing-masing. Resto itu ramai bukan hanya karna keramahan cara pelayanan nya saja melainkan juga karna di layani oleh dua wanita cantik. Bahkan saat 6 bulan berlangsung itu ada orang yang terang-terangan menyukai Aisyah dan Jeslyn bahkan ada yang mengajaknya menjalin hubungan, namun dua wanita cantik itu menolak secara lembut karna sudah memiliki pujaan hati masing-masing.
Sedangkan di tempat lain, lebih tepatnya di kantor Devan. Terlihat seorang pria tampan yang sedang sibuk dengan laptopnya, jika sudah seperti ini tidak ada yang berani masuk ke dalam ruangan itu tanpa seizinnya, namun siapa sangka ada orang yang tidak takut dengan bosnya. Andreas masuk ke dalam ruangan Devan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu membuat Devan membuang nafas jengah.
" Apa kau tidak dengar saya bilang apa? Saya tidak mau di ganggu!" tandas Devan tegas
" Oh saya baru saja ingin memberikan informasi mengenai Pak Dafri tapi jika begitu saya akan pergi..."
" Tunggu!" sergah Devan membuat Andreas menghentikan langkahnya.
" Apa kamu sudah menemukannya?"
" Jangan meremehkan saya. Lihatlah saya sudah mengumpulkan semua informasi tentang pria itu," ucap Andreas sembari memberikan berkas tentang Dafriza.
Devan membuka berkas itu dan membacanya satu persatu. " Saya sudah mendatangi University itu dan benar kalau dulu Pak Dafri dan Aisyah berteman sangat baik, bahkan bukan hanya mereka saja. Ada seorang gadis yang selalu bersama mereka, dia adalah putri tunggal pemilik perusahaan Group Zy ( Fellysha Putri Nugroho)."
" Fellysha?" ucap ulang Devan yang di angguki Andreas.
" Iya dan saya dengar pria itu mengencaninya," ucap Andreas
" Jika mereka berkencan lalu Aisyah bagaimana? Apa dia sudah tau?" Gumam Devan yang dapat di dengar oleh Andreas.
" Lalu apa tidak ada hal lain lagi? Maksud saya tentang hubungan Dafri dan Aisyah, saya rasa mereka lebih dari kata teman," lanjut Devan
" Saya tidak menemukan apapun tuan, tapi yang pasti mereka bertiga memiliki hubungan yang sangat baik," jawab Andreas
Devan mengangguk dan membereskan semua berkas itu. " Tuan apa hari ini tuan tidak pergi ke Resto?" pernyataan Andreas tidak aneh bukan? namun pertanyaan itu malah mendapat tatapan aneh dari Devan.
" Sejak kapan kamu tanya kapan saya akan pergi ke Resto? Jangan bilang itu hanya akal tersembunyi kamu. Bilang aja kamu ingin bertemu dengan Jeslyn iyakan?"
" Astaga saya hanya bertanya, kenapa malah membawa Jeslyn dalam hal ini,"
" Semua pertanyaan kamu sudah bisa saya tebak. Pasti pikiranmu ke situ kan, sudahlah cepat siapkan mobil saya harus ke Resto sekarang,"
" Tapi tuan jam 9 pak Farhan ingin bertemu dengan tuan untuk membicarakan bisnis yang kemaren,"
" Benarkah? Dimana tempatnya?"
" Di Cafe Leorio,"
" Kalau begitu ganti tempat, suruh papah datang ke Resto Aislyn disana suasananya sangat sejuk. Kita akan melakukan meeting disana sekalian pelamaran," celetuk Devan dan bergegas pergi.
" Pelamaran? Pelamaran apa maksudmu? Jangan main-main woy!!" teriak Andreas keras sedangkan sang empu hanya tertawa renyah di luar sana.
***
__ADS_1
~Kediaman Resto Aislyn
Sesampainya di Resto Devan langsung memeluk Aisyah membuat Jeslyn dan Andreas seperti nyamuk. " Kamu kesini? Kok nggak ngabarin aku."
" Surprise," ucap Devan dengan senyuman nya yang tidak pernah luntur. Andreas yang melihat itu membuang nafas panjang.
" Sama saya aja dingin 15 pintu tapi sama cewek beuh..."
" Apaan si, makanya cepat lamar tuh!" sindir Devan membuat Andreas membelalak matanya.
Sedangkan wanita yang di sindir terkejut dan bingung. " Lamar? Apa pak Andreas sudah menemukan pasangannya?" batin Jeslyn bimbang.
Aisyah menarik ujung baju Devan. " Siapa yang kamu sindir?" tanya Aisyah sedikit berbisik.
" Temanmu dan bodyguard ku," jawab Devan membuat Aisyah tersenyum dan mengangguk mengerti.
" Assalamu'alaikum," suara yang sangat familiar itu membuat semua orang menoleh ke arah sumber suara. Aisyah sedikit terkejut saat melihat sang papah mertua datang ke Restonya, Aisyah mendekati Farhan dan mencium punggung tangannya.
" Gimana kabar kamu sayang?"
" Baik pah, papah disini? Kenapa tidak memberitahu Aisyah, kalau tau papah mau datang mungkin aku buatkan makanan spesial untuk papah,"
" Semua makanan kamu spesial sayang. Lagian awalnya papah dan suamimu mau bertemu di Cafe tapi dia malah pindah tempat dan ternyata ke Resto putri papah sendiri," tutur Farhan
" Pah ayok duduk!" Devan mempersilahkan Farhan dan teman papahnya untuk duduk di kursi.
" Kami sudah makan Aisyah, cemilan ini juga sudah cukup," jawab Farhan lembut.
" Kalau begitu Aisyah pamit ke dapur dulu,"
Aisyah pergi meninggalkan perkumpulan itu dan melanjutkan aktivitas nya meladeni pelanggan. Namun, sepasang mata tak henti-hentinya memerhatikannya siapa lagi kalau bukan Devan, Devan tidak bisa fokus ke depan mata dan pikirannya diam- diam memerhatikan Aisyah yang sedang bekerja.
" Devan bagaimana model kali ini?"
" Cantik,"
" Apa?" ucap Farhan dengan nada sedikit tinggi sontak hal itu membuat Devan tersadar.
" Sadar Devan kamu sudah punya istri dan kamu masih bisa memuji model bisnis kita cantik? Kau benar-benar keterlaluan,"
" B_bukan itu maksud Devan pah. Devan bilang cantik bukan ke model itu, maksud Devan Ais..."
" Ada apa kenapa ribut-ribut?" tanya Aisyah tiba-tiba.
" Lihatlah suamimu Aisyah, dia baru saja memuji model bisnis papah. Dia bilang model papah cantik," pelopor Farhan sembari memperlihatkan sebuah gambar model cantik dengan body sempurna dan rambut yang terurai.
__ADS_1
" Sayang aku tidak bermaksud.."
" Oh wanita ini? Tidak ada yang salah kok pah. Model ini memang cantik kok pantas saja Mas Devan memujinya iya kan mas?" Ucap Aisyah sembari menatap Devan dengan tatapan tidak bisa di mengerti.
Aisyah menyimpan foto itu dan bergegas pergi ke dapur. " Haish ini salah papah!" tuduh Devan dan beranjak pergi menyusul Aisyah. Sedangkan semua orang hanya tertawa melihat tingkah pasangan suami istri muda itu.
Di dapur Aisyah terus mencueki Devan yang sejak tadi mencoba bicara. Aisyah melakukan aktivitas nya seakan tidak ada orang satupun disana.
" Sayang dengarkan aku dulu, aku tidak ada niat sama sekali memuji wanita itu. Saat itu aku sedang tidak fokus jadi aku tidak tau saat itu papah sedang bicara apa sama aku," ucap Devan berusaha menjelaskan nya.
" Yang kamu cemburu yah? Nggak papa deh kalau kamu cemburu. Tapi jangan lama-lama yah kalau begini caranya aku bisa frustasi," gumam Devan dengan nada lirih.
Aisyah masih tidak mengubris Devan, Aisyah yang hendak pergi langsung di jegat Devan dan menarik Aisyah ke sudut ruangan. " Apa yang kamu lakukan? Lepas nanti ada yang liat."
" Aku tidak akan melepaskan mu sebelum kamu mendengarkan penjelasan aku dulu, "
" Penjelasan apa? Bukannya tadi kamu sudah jelasin? Udah ahh sana pergi aku masih banyak pekerjaan," usir Aisyah. Devan tidak mengubris ia malah semakin menghimpit tubuh Aisyah ke tembok membuat tidak ada jarak di antara mereka.
Aisyah membelalakan matanya saat merasakan sebuah tangan masuk ke dalam bajunya. " Jadi sekarang mau mendengarkan penjelasan ku atau aku akan melakukannya disini?"
" Stop! Nanti ada yang liat,"
" Jadi...?"
" Oke fine, sekarang jelaskan!" Devan tersenyum dan menarik tangannya dari dalam baju Aisyah
" Sayang aku tadi sedang tidak fokus ke pekerjaan bahkan papah bicara pun aku tidak tau. Aku hanya fokus melihat kamu di sana, saat itu kamu terlihat sangat cantik karna itu aku bilang cantik, tapi aku nggak tau kalau papah bertanya soal model itu. Aku sama sekali tidak memujinya sumpah," ucap Devan meyakinkan Aisyah. Sedangkan Aisyah hanya terkekeh kecil.
" Kenapa kamu ketawa apa ada yang lucu?"
" Kamu sangat lucu sayang, aku tidak marah sama sekali kok,"
" Terus kenapa kamu pura-pura tidak mendengarkan ku tadi?"
" Aku hanya ingin becandain kamu doang heheh maaf," cicit Aisyah dengan senyuman penyesalan.
" Oh gitu jadi sekarang kamu mulai berani sama aku? Baiklah akan ku beri hukuman yang pantas untuk mu, tapi tidak sekarang. Aku masih harus ke sana papah pasti menjemput ku kesini jika aku belum datang juga"
" Lihat saja akan ku beri hukuman yang tidak bisa kamu lupakan. Ingat itu!" ucap Devan dan bergegas pergi meninggalkan Aisyah disan.
Aisyah menggelengkan kepalanya, ia benar-benar tidak pernah menyangka kalau hubungan nya dengan Devan akan sejauh ini, bahkan dulu ia tidak berani membayangkan hidup bahagia bersama Devan.
......Next Part\=>......
Awww... Ada hukuman nih. Kira-kira hukumannya apa yah? Ada yang penasaran? sama author juga penasaran hehe.
__ADS_1
So jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini yah, dan jangan lupa selalu support author. Karna support kalian adalah imajinasi dan semangat ku dalam berkarya.
Thank you so much, I love you for All❤