
Ini sudah ketiga harinya Aldreas berasa di rumah sakit dengan Jeslyn yang menemaninya, sedangkan Devan ia sudah di perbolehkan pulang karna tidak terlalu luka parah.
Di ruangan bernuansa putih itu terlihat Andreas yang tengah berbaring dengan satu orang suster yang sedang menyuntikkan sesuatu ke dalam botol impusan itu, tak lama Jeslyn datang dengan membawa buah di tangannya, tak lama suster itu pergi keluar karna pekerjaannya sudah selesai meninggalkan dua insan itu disana.
" Kenapa sangat lama? Saya sangat bosan disini. Saya benar-benar ingin pulang," ucap Andreas merasa tidak betah berada di dalam rumah sakit, apalagi makanannya yang tidak enak membuat Andreas semakin tidak nyaman berlama-lama di sana.
" Kondisi kamu masih lemah, dokter juga belum memberimu izin. Kamu harus tetap disini sampai keadaan kamu membaik," ujar Jeslyn
" Tapi saya benar-benar tidak suka ada disini Jeslyn, saya mohon bantu saya keluar dari sini. Saya lebih baik di rawat di rumah dari pada disini,"
" Jika di rawat di rumah siapa yang akan menjagamu?"
" Kamu!"
" aku?"
" Ya! Bukan kah kamu pacar saya, itu sudah semestinya kamu menjaga pacarnya ketika sakit," sambungnya. Jeslyn terdiam mendengar ucapan Andreas, ia benar-benar merasa gugup saat pria itu mengatakan kalau ia pacarnya.
Walaupun ini masih dalam percobaan tapi tetap saja kata itu benar-benar membuat Jeslyn malu dan gugup. Tak lama pintu terbuka menampilkan Devan dan Aisyah, namun netra Andreas sedikit tajam saat melihat pria lain yang ikut masuk ke dalam ruangan.
" Kau...!" sungut Andreas saat melihat Leo juga ada di sana.
" Hai,"
" Ngapain kamu disini?" tanya Andreas tak suka
" Maaf kak Andreas, tadi dia datang ke Resto mencari Jeslyn. Karna itu aku ajak dia sekalian kesini,"tutur Aisyah
Tatapan kedua insan itu tidak pernah lepas. Jeslyn yang mengerti berinisiatif mengajak Leo pergi namun Andreas menahan dirinya.
" Kamu mau kemana Jeslyn?" tanya Andreas dingin
" Aku ingin bicara sama Leo sebentar,"
" Bicara saja disini," ucap Andreas sontak hal itu mendapat tatapan bingung dari dua insan lainnya.
" Andreas apa masalahmu? Biarkan saja mereka bicara, kenapa kau melarangnya?" gubris Devan bingung dengan sikap bodyguard nya.
" Tuan siapapun yang ada disini adalah tamu saya. Jadi siapapun yang ingin berbicara harus disini,"
" Peraturan konyol apa itu? Sejak kapan pembicaraan tamu harus tetap di tempat?" sungut Devan
" Pak Devan nggak papa," ucap Jeslyn mencoba meredakan pembicaraan itu agar tidak panjang.
" Leo ada apa? Kenapa kamu mencariku?"
" Saat kepergian mu aku sangat khawatir, karna itu aku menyusulmu kesini. Tapi, saat aku datang kamu tidak ada bahkan di Restopun kamu tidak ada, ternyata kamu disini menemani om tua itu," Celetuk Leo berhasil membuat semua orang terkejut.
__ADS_1
" Apa katamu om?" Terlihat Andreas yang mengatur deru nafasnya yang menaik, sedangkan Devan yang mendengar hal itu hanya menahan tawannya. Baru kali ini ada orang yang mewakili nya mengatakan hal itu pada Andreas.
" Leo jaga bicara kamu,"
" Ah ya baiklah,"
" Pak Andreas aku minta maaf atas nama Leo," ucap Jeslyn meminta maaf mewakili Leo.
" Jeslyn apa yang sedang kamu lakukan? Tidak ada yang salah dari ucapannya, semua itu benar. Dia sudah menginjak umur 30 tapi dia masih melajang, jadi pantas kalau ada orang yang mengatainya om," ucap Devan yang mendapat cubitan kecil dari Aisyah sontak hal itu membuat Devan menoleh pada sang empu. " Kenapa kamu mencubitku? Ini sakit."
" Jangan bicara seperti itu," ucap Aisyah sedikit berbisik. " Biarkan saja, dia harus sadar kalau sekarang sudah waktunya dia untuk menikah." jawab Devan sedikit berbisik
Sedangkan sang empu yang mendapat ledekan hanya bisa memutar bola mata malas.
" Leo aku akan menemuimu, sebaiknya kamu pulang. Ini kunci rumahku, aku akan pulang setelah semua urusan aku selesai,"
" Urusan apa maksud kamu Jeslyn? Jangan bilang kamu sibuk ngurusin om sakitan ini?" celetuk Leo lagi, Andreas yang benar-benar sudah kehabisan kesabaran tak bisa menahan lagi untuk tidak berteriak.
" KELUAR!!!" teriak Andreas sontak hal itu membuat semua orang terkejut.
" Keluar kau bocah ingusan!" usir Andreas sembari menatap tajam pada Leo. Leo yang melihat wajah Jeslyn yang memohon dengan berat hati melangkahkan kakinya keluar meninggalkan rumah sakit.
Di sisilain Devan dan Aisyah di buat melongo akan sikap Andreas. Dapat ia lihat tatapan dan emosinya saat Leo dekat dan menemui Jeslyn, apa perasaannya itu benar kalau Andreas sedang cemburu?
" Andreas kau sedang sakit, jangan berteriak seperti itu. Itu hanya akan menyiksa tenggorokan mu," ujar Devan. Terlihat Andreas menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan.
" Maaf tuan,"
" Saya hanya ingin melihat kondisi mu, sepertinya sudah lebih baik. Mungkin beberapa hari lagi kamu bisa kembali ke kantor dan membantu saya mengurusi permasalahan kemarin yang belum kerar," gumam Devan yang di angguki Andreas. " Baik tuan, besok saya langsung masuk kantor. " Ucap Andreas sontak hal itu membuat semua terkejut termasuk Jeslyn.
" Pak Andreas apa maksud kamu? Keadaan kamu masih belum stabil," gubris Jeslyn yang di hiraukan Andreas.
" Benar kata Jeslyn, jangan terburu-buru. Istirahat saja sampai keadaan mu membaik,"
" Tuan tidak lihat? Saya baik-baik saja, hanya luka yang belum kering saja di perut saya," ucap Andreas menghiraukan Jeslyn. Devan yang mengerti ada keanehan dari dua insan itu sedikit mengangguk dan mengajak Aisyah pergi keluar meninggalkan Andreas dan Jeslyn disana berdua.
Setelah kepergian Aisyah dan Devan, Jeslyn langsung mendekati Andreas dengan jarak mereka yang sangat dekat. " Apa maksud mu tadi? Besok ke kantor? apa kamu tidak waras? Keadaan kamu masih lemah mana mungkin kamu bisa bekerja ke kantor dalam keadaan seperti ini. " ucap Jeslyn kesal dengan semua Ucapan Andreas
" Saya baik-baik saja Jeslyn,"
"Baik dari mananya? Luka kamu masih basah, kapan pun kamu akan terluka.
Pokonya kamu harus istirahat full," tandas Jeslyn tegas.
" Sudahlah jangan khawatir kan saya, sekarang kamu pulang saja. Dia pasti sudah menunggumu," ucap Andreas tanpa menatap lawan bicaranya.
" Maksud mu Leo?"
__ADS_1
" Siapa lagi. Dengar Jeslyn sebenarnya saya bingung dengan perasaan kamu, sekarang jawab saya dengan jujur. Sebenarnya siapa yang kamu suka? Saya atau bocah ingusan itu?" tanya Andreas penuh penekanan
" Apa maksud kamu? Kamu sudah tau kalau aku menyukaimu, bahkan aku sudah berulang-ulang kali mengatakannya apa kamu tidak percaya?"
" Aku bukannya tidak percaya, aku hanya heran kenapa kamu memberikan kunci rumahmu pada pria itu? Dia bukan siapa-siapa kamu tapi kamu segampang itu memberikan kunci itu padanya?"
Jeslyn diam beberapa detik. " Tunggu apa kamu cemburu?"
" Tidak,"
" Benarkah? Katakan saja kalau kamu kamu cemburu," goda Jeslyn lagi Andreas hanya diam tidak mengubris ucapan Jeslyn, melihat ekpresi Waah Andreas seketika membuat Jeslyn terkekeh kecil.
" Kenapa kamu tertawa? apa ada yang lucu?"
" Kamu sangat imut kalau sedang cemburu, hm kalau memang kamu sedang cemburu jujur saja tidak akan ada yang marah kok malah aku seneng kalau kamu benar-benar cemburu," ucap Jeslyn yakin dan hal itu membuat sang empu sedikit salting
" Sudahlah sebaiknya kamu pulang, saya ingin istirahat lalu pulang," ujar Andreas lalu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya namun dengan cepat Jeslyn menahannya sontak hal itu mendapat tatapan dari sang empu.
" Ada apa?"
" Maaf,"
" Untuk?"
" Maaf karna Leo selalu membuatmu kesal," Andreas membuang nafas kasar saat mendengar wanitanya meminta maaf untuk mewakili pria lain.
" kamu meminta maaf seperti ini hanya karna dia? apa dia sepenting itu?"
" Eum," Jeslyn mengangguk pelan hal itu membuat Andreas membuang muka dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
" Dia adalah orang yang penting di hidupku, saat kedua orang tua ku pergi untuk urusan pekerjaan dan aku kesepian hanya dialah yang selalu menemanimu ku. Dia bukan hanya keponakan ku tapi dia sudah aku anggap adik aku sendiri,"
Degh
Di balik seimut itu Andreas tiba-tiba menengang saat mendengar ucapan Jeslyn. Perlahan selimut itu melorot saat sang empu menariknya perlahan.
" Apa katamu keponakan?" tanya Andreas mengulang ucapan Jeslyn. Jeslyn mengangguk pelan sebagai jawaban.
" Dia keponakan ku usia kami berpaut 2 tahun tapi tingginya melebihi ku, mungkin karna itu orang-orang selalu bilang kami pasangan," Andreas terdiam ia begitu bodoh saat setelah mendengar ucapan Jeslyn.
[ Haish, ternyata dia keponakannya. Dasar Andreas, kenapa kamu begitu bodoh dan bersikap seperti ini. Sangat memalukan!] gumam Andreas dalam hati merap
tapi dirinya yang bodoh.
...Lanjut?...
Mohon maaf untuk semuanya karna beberapa hari ini Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh tidak up karna ada kendala, mohon di maklumi.
__ADS_1
Dan jangan lupa untuk tetap stay di cerita ini dan jangan lupa Like, Komen, vote and follow.
Sampai jumpa lagi😊