Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh

Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh
Chapter 46 Kepergok Andreas


__ADS_3

Sudah hampir setengah jam Devan tidak menemukan Aisyah. Dari arah kejauhan netranya menangkap sosok wanita yang ia khawatirkan, Devan menghentikan mobilnya di depan gadis yang kini tengah terduduk di halte bus.


" Aisyah..?" panggil Devan membuat sang empu menoleh. Betapa terkejut nya Devan saat melihat wajah sang istri yang sembab pseperti sudah menangis.


Aisyah bangkit dan langsung memeluk Devan erat. " Sayang ada apa?" tanya Devan khawatir.


" Aku capek pengen pulang mas," ucap Aisyah lirih. Devan menangkup wajah Aisyah dan menghapus air mata itu menggunakan ibu jarinya.


" Kita pulang sekarang, tapi kamu harus berhenti menangis dulu. Nanti kalau orang liat mereka bisa berpikir kalau aku KDRT lagi sama kamu," Aisyah terkekeh kecil dan langsung menghapus air matanya.


Devan dan Aisyah kembali ke Apartemen. Namun, ada hal yang membuat Devan bingung karna tidak biasanya Aisyah diam dan melamun, bahkan di sepanjang perjalanan Aisyah tidak berbicara apapun.


*


Di dalam kamar terlihat Aisyah yang tengah tertidur. Namun, Devan bisa melihat kalau istrinya kini tidak benar-benar tidur, Devan mendekati Aisyah dengan makanan di tangannya.


" Sayang kamu belum makan. Kamu harus makan dulu setelah itu kamu boleh tidur," ucap Devan. Aisyah membuka matanya dan bangkit hingga posisi duduk, terlihat matanya yang sembab karna menangis. Devan yang melihat itu pun merasa khawatir namun ia tidak bisa memaksa istrinya untuk bercerita dengannya.


" Aku nggak tau apa yang terjadi sampai kamu menangis seperti ini. Tapi aku hanya ingin kamu berhenti menangis, aku tidak bisa melihatmu seperti ini," terdengar dari nada suara Devan yang berat. Aisyah benar-benar merasa bersalah karna tidak memberitahu Devan tentang masalahnya, apalagi Devan suaminya ia pasti berpikir kalau Aisyah tidak mau berbagi cerita dengannya.


" Mas aku minta maaf karna aku kamu jadi tidak makan siang. Aku sudah di perjalanan ke kantor kamu tapi tiba-tiba taksi yang aku tumpangi mogok karna itu aku terpaksa jalan kaki," tutur Aisyah.


" Kamu jalan kaki? Kenapa kamu tidak mau dengar, aku sudah menyuruh Andreas untuk jemput kamu tapi kamu bersikeras tidak mau,"


" Maaf,"


" Lalu apa yang membuat kamu menangis sampai sembab kaya gini?" pertanyaan Devan membuat Aisyah diam.


" Aku bertemu Fellysha teman aku dulu,"


" Apa kamu begitu merindukannya sampai saat kamu bertemu kamu langsung menangis seperti ini?" Aisyah menundukkan kepalanya, tangannya mulai meremas seprai itu erat. Rasa rindu, kecewa, sedih dan marah bercampur menjadi satu. Devan hanya tau kalau Aisyah, Fellysha dan Dafriza adalah sahabat terbaik namun Devan tidak tau apa yang terjadi dalam cinta segitiga sahabat itu.


Bertemu lagi dengan orang yang sudah kita anggap saudara sendiri namun menorehkan luka yang amat besar dalam kehidupannya. Fellysha bukan hanya teman tapi juga sahabat bagi Aisyah tapi karna cinta semuanya menjadi berubah, dari dulu Aisyah tidak pernah tau jika keduanya di jodohkan apalagi Fellysha juga menyukai Dafriza. Jika saja waktu bisa di putar Aisyah akan lebihh mengalah dan tidak akan sejauh ini mencintai Dafriza.


*


Keesokan harinya Aisyah mulai memasakan sarapan pagi untuk suaminya. Devan yang tengah tertidur saat indra penciuman nya menghirup aroma enak langsung terbangun, Devan pergi ke dapur dan melihat istri cantiknya tengah sibuk memasak dengan rambutnya yang ia gelungkan membiarkan helaian rambut tipis itu menutupi leher putihnya.


Ini memang kebiasaan Aisyah saat sedang berdua untuk selalu melepas kerudungnya. Apalagi atas permintaan suaminya yang meminta agar Aisyah selalu menggunakan pakaian pendek tidak terlalu panjang, karna bagaimanapun Devan juga ingin melihat wanita seksi di rumahnya.

__ADS_1


Devan memeluk Aisyah dari arah belakang dan menciumi punggung halus dan putih itu. " Pagi-pagi sudah harum, apa kamu mencoba merayuku hm?"


" Setiap hari aku memang wangi sayang. Kamu juga harus segera mandi setelah itu makan, kamu kan harus pergi ke kantor hari ini," ucap Aisyah dengan tangannya sibuk berperang dengan alat masak. Namun, pelukan Devan yang manja membuatnya kesulitan bergerak bahkan ia merasa sedikit geli saat kala Devan terus menciumi leher dan bahu mulusnya.


" Mas aku belum selesai masak..." Devan yang sudah kalut dalam gairahnya tidak memperdulikan ucapan Aisyah. Devan membalikan tubuh Aisyah menjadi menghadapnya, tangan Aisyah berpegangan ke meja dapur saat kala Devan terus menciumi wajah dan leher itu.


Tangannya tidak kalah liat, tangan besar itu menyelusup ke dalam baju dan ******* benda kenyal itu, membuat sang empu mengerang dan mengigit bibirnya seksi.


" Tuan..."


" Ahhh," teriak Aisyah saat melihat Andreas yang tiba-tiba masuk dan melihat adengan itu. Devan spontan langsung menutupi tubuh Aisyah dalam dengkapannya.


" Maaf tuan saya pikir saya harus mengetuk pintu dulu," ucapnya dengan tubuhnya yang membelakangi Aisyah dan Devan.


" Apa yang kau lihat?"


" Saya tidak sengaja tuan. Salah tuan sendiri bermesraan di dapur, saya kan nggak tau kalau kalian sedang.."


" Tutup muutmu dan tunggu di luar!"


" Baik!" Andreas bergegas pergi keluar meninggalkan dua insan itu. Aisyah membuang nafas lega dengan wajahnya yang sudah merah merona.


" Maaf sayang beberapa bulan yang lalu aku memberitahu Andreas tentang password Apartemen ini. Setelah ini aku akan mengubahnya agar dia tidak bisa sembarang masuk ke Apartemen," Aisyah menganggukan kepalanya. Devan tersenyum kecil dan mengusap kepala Aisyah lembut, Aisyah kembali melanjutkan masaknya sedangkan Devan pergi menemui Andreas di luar.


*


~ Di luar Apartemen


Andreas menatap tuannya dingin sedangkan Devan menyandarkan tubuhnya ke pintu dengan tatapan tajam dan kedua tangannya yang ia silangkan di depan dada.


" Apa yang kau lihat tadi?"


" Astaga berapa kali harus saya katakan. Saya hanya melihat sedikit saja,"


" Apa kau melihat Aisyah?"


" Ya sedikit," jawab Andreas yang mendapat sorot mata tajam dari manik drak itu. Andreas yang melihat itu terlintas ide jahil untuk membuat pria itu semakin panas.


" Ternyata Aisyah jika berpenampilan seperti itu sangat cantik yah," ucap Andreas yang membuat pria kulkas 15 pintu itu merubah posisinya siap untuk menghajar pria di depannya.

__ADS_1


" Tapi kamu tenang saja, saya tidak akan mengkhianati kamu," lanjutnya sedikit takut saat melihat pria di depannya sudah siap melayangkan tangannya.


" Jangan berani masuk tanpa seizin saya. Jika kau ulangi lagi, saya benar-benar akan mengusirmu dari disini!" Ucap Devan tegas. Devan melangkah masuk dengan Andreas mengekorinya dari belakang, dua pria tampan itu duduk di sofa panjang. Tak lama Aisyah datang dan membawakan minuman untuk Andreas dan Devan, dapat Andreas lihat wajah Aisyah yang merah merona mungkin karna malu karna kejadian beberapa menit yang lalu.


Devan menarik Aisyah untuk duduk di sampingnya. Tanpa ragu Aisyah duduk di samping Devan. " Kak Andreas datang kesini ada apa?" tanya Aisyah yang mendapat tatapan dari dua pasang mata elang itu.


" Sayang sejak kapan kamu panggil dia kaka?" tanya Devan bingung..


" Sejak tadi heheh. Kak Andreas kan sudah kamu anggap saudara kamu sendiri, apalagi kak Andreas jauh lebih tua dari kamu. Jadi aku mulai dari sekarang panggil Andreas dengan sebutan kak," jawab Aisyah jelas. Andreas yang mendengar itu tersenyum puas dan langsung menatap Devan.


" Kamu dengar itu? Itu berarti mulai sekarang kau juga harus memanggilku dengan sebutan kak. Kau harus sopan pada saya!"


" Cih! Saya nggak akan pernah sudi panggil kamu kak," Tangkis Devan meremehkan.


Aisyah yang mendengar perdebatan dua sejoli itu hanya menggelengkan kepalanya. " Oh iya, kakak belum jawab pertanyaan ku. Kakak ngapain kesini?"


" Saya mau tagih janji Devan,"


" Janji?"


" Iyah janji, kemarin dia memohon agar saya membantu mengantikannya di kantor. Dengan syarat dia juga harus membantu saya mencari Jeslyn dan dia sudah berjanji, karna itu sekarang saya datang kesini untuk meminta janji itu," Aisyah melirik Devan meminta jawaban. Devan tersenyum kecil dan mengelus kepala Aisyah lembut.


" Kemarin aku sangat khawatir karna kamu belum datang juga. Ponsel kamu juga tidak bisa aku hubungi karna itu aku terpaksa keluar kantor dan meminta Andreas mengantikan ku, aku sudah berjanji membantunya," ucap Devan memperjelas. Aisyah terdiam sejenak dan kini beralih menatap Andreas serius.


" Untuk apa kamu mencarinya kak? Jika kamu mencarinya untuk memberi harapan palsu. Sebaiknya cari wanita lain saja, aku tidak akan pernah memberikan dia kepadamu!" Andreas tersentak kaget mendengar ucapan Aisyah m Jelas saja dari raut wajahnya ia terlihat marah kepadannya.


" Aisyah saya benar-benar minta maaf, saya benar-benar menyesal karna sudah mengatakan hal itu," Dapat Aisyah lihat raut penyesalan diwajahnya. Aisyah membuang nafas berat dan bangkit pergi ke arah nakas, tak lama Aisyah kembali datang dengan sebuah kertas kecil di tangannya.


" Apa ini?" tanya Andreas bingung


" Aku ingin sahabatku bahagia dan aku yakin kakak bisa membahagiakannya. Itu adalah alamat rumah Jeslyn sekarang, dia pergi ke rumah ibunya dulu. Aku harap setelah kamu bertemunya, kamu tidak akan pernah menyia-nyiakan nya lagi," pinta Aisyah. Andreas tersenyum bahagia tanpa sadar ia refleks memeluk Aisyah erat. Sontak hal itu membuat Devan marah dan langsung menendang Andreas kasar hingga tersungkur ke lantai.


" Argh pinggang saya!!!" teriak Andreas kesakitan sembari memegang pinggangnya. Aisyah yang melihat itu langsung memukul tangan Devan. " Sayang..."


" Apa? Dia pantas mendapatkan nya."


" Berani kamu sentuh istri saya, bukan hanya pinggang kamu saja yang patah tapi tanganmu juga!" lanjut Devan dengan ancaman maut yang mengerikan.


...Lanjut?...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian!


__ADS_2