Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh

Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh
Chapter_05 Basah Kuyup


__ADS_3

...**Happy Reading...


Selamat membaca semuanya!! Semoga Suka deh hehe**...


...*...


Di kediaman Risman, setelah 1 Minggu pernikahan Aisyah dan Devano. Akhirnya Diana pulang, Risma memarahi Diana karnanya Aisyah harus menggantikannya dan menikah dengan Devano. Diana menggubris ucapan sang ayah, Diana merasa ayahnya pilih kasih.


" Ayah cukup! Apa ayah sadar Dnegan ucapan ayah? Sebenarnya yang anak pungut itu aku atau dia?" teriak Diana keras


" Aku anak kandung ayah dan ayah malah mau menikahkan aku ke pria lumpuh yang hanya bisa mengandalkan bantuan orang lain? Ayah sadar, apa ini yang ayah inginkan. Melihat putrinya menjadi pembantu di rumah itu karna harus menjaga dan merawat pria lumpuh itu?"


" Jaga bicara kamu Diana,"


" Kenapa? Apa semua ucapan aku benar," Risma yang sudah kehilangan kesabaran tak sadar Risma hendak melayangkan tangannya ke Diana. Namun dengan cepat Sinta menahan tangan sang suami.


" Mas apa yang kamu lakukan? Kamu mau tampan Putri kamu sendiri?"


" Aku tidak pernah mengajarkan Putri aku seperti ini mah. Dia benar-benar tidak tau malu, lihat Aisyah dia bukan anak kandung kita. Tapi dia rela meninggalkan pendidikannya hanya untuk menjaga kehormatan keluarga kita dan itu karna Putri kita sendiri," tegas Risman tak bisa mengontrol emosi nya.

__ADS_1


" Ya ampun pah, hanya karna Aisyah kalian sampai bertengkar seperti ini? Sebenarnya kamu yang salah pah. Dia sendiri yang ingin menikah, lalu kenapa salahkan anak kita dalam hal ini?" bela Sinta terhadap Diana.


Risman menepuk jidat merasa pusing dengan anak dan istrinya. Risman bergegas meninggalkan kedua wanita itu karna merasa pusing jika berdebat dengan anak dan istrinya.


Sedangkan di tempat lain Aisyah mendorong kursi roda Devano. Aisyah berinisiatif mengajak Devano jalan-jalan di sekitar taman, banyak orang yang terus memperhatikannya tapi Aisyah tidak peduli. Aisyah justru bangga karna memiliki suami pintar, baik dan tampan seperti Devano.


" Aisyah cukup!" Ucap Devano. " Ada apa mas?"


" Kamu pasti capek, istirahat sebentar disini," tujarnya. Aisyah tersenyum dan mengangguki ucapan sang suami.


Dari sini Aisyah tidak sadar kalau saat itu sedang ada orang yang terus memerhatikan nya. Angin yang tak terlalu kenyang menerpa wajah cantik itu, cahaya matahari mengenai wajah itu membuat wajah Aisyah bersinar dan bercahaya. Cantik' satu kata yang Devan ucapkan di dalam hatinya.


Sesampainya di rumah Aisyah membantu Devan ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Lantainya yang licin membuat kedua insan itu masuk kedalam Bathup hingga pakaian keduanya basah kuyup.


" M_maaf mas aku nggak sengaja. Lantainya licin," ucap Aisyah sembari mencoba bangkit dari Bathup. Devan hanya berdecak dan mencoba keluar dari Bathup itu, tapi sangat sulit karna licin.


Entah apa yang terjadi Devan terpesona dengan kecantikan Aisyah. Aisyah yang merasa di perhatikan refleks menatap mata elang itu, tatapan mereka bertemu. Tangan Devan bergerak mengusap tetesan air di wajah Aisyah, seperti ada dorongan tiba-tiba Devan Mendekatkan wajahnya dengan wajah Aisyah.


Aisyah seketika memejamkan matanya. Hanya 1 cm saja jarak mereka, dapat Devan lihat kecantikan yang subhanallah. Devan tersenyum kecil saat melihat Aisyah menutup matanya karna berpikir ia akan menciumnya.

__ADS_1


Kedua kelopak mata itu terbuka saat tidak merasakan apapun.


" Baju mu sudah basah, cepat ganti baju! Saya tidak mau kamu merepotkan seisi rumah hanya karna masuk angin," Ucapnya dingin.


" I_iya...." Aisyah bergegas bangkit dan pergi karna malu. Sedangkan Devan tak henti-hentinya tersenyum seperti kasambet kun*i.


****


Setelah kejadian tadi di kamar mandi, membuat dua insan itu berdiam diri tidak saling berbicara. Malam ini seperti biasa Devan mengambil selimut dan bantal untuk tidur di sofa panjang itu, sebenarnya Aisyah tidak enak saat melihat suaminya terus tidur di sofa sedangkan dirinya tidur di ranjang.


Tapi mau bagaimana lagi? Devano tidak mau tidur seranjang dengannya. Beberapa menit Devano sudah pergi ke alam mimpi, Aisyah yang tidak bisa tidur hanya bisa menatap wajah sang suami dari jarak jauh.


" Kata siapa aku tidak beruntung? Aku sangat beruntung karna memiliki suami seperti mu. Aku tidak akan pernah mengecewakan mu mas," Gumam Aisyah menatap Devan yang tertidur di sofa itu..


.............


****Jangan lupa Follow, Like, and komen.


See You Next time****

__ADS_1


__ADS_2