
Hallo readersku tersayang jangan lupa tinggalkan jejak yah.
Di kantor terlihat Andreas yang sedari tadi hanya diam. Di depannya memang ada laptop namun ntah kemana pikirannya itu, Devan yang melihat itu memincingkan matanya bingung.
" Kamu kenapa? Jika sakit pulanglah," ujar Devan
" 28 tahun kita bersama dan baru sekarang kamu perhatian sama saya?"
" Apa maksud mu? Saya hanya tidak mau kamu merepotkan saya nanti," Pekik Devan membuat Devan membuang nafas kasar.
" Tuan menurutmu apa saya salah peduli sama orang?" pertanyaan Andreas berhasil membuat Devan menatap lawan bicaranya bingung.
" Langsung ke intinya! Apa maksud mu?"
Andreas menarik nafas dalam-dalam." Jeslyn sepertinya dia menyukai ku." ungkap Andreas sontak mendapat tawa renyah dari pria di sebrang sana.
" Ini tidak lucu lalu apa yang sedang kau tertawakan?" ucap Andreas dengan wajah tanpa ekspresi.
" Sudah kuduga kalian memang jodoh, buktinya belum apa-apa dia udah menyukai kamu. Lalu tunggu apa lagi?"
" Devan saya serius, semua ini tidak benar. Kamu tau kan apa yang membuat saya seperti ini?"
" Pertama saya kerja disana karna perintahmu, yang kedua saya hanya menganggap dia hanya sebatas teman dari istri kamu dan yang ketiga sampai kapanpun saya tidak bisa membalas perasannya," tutur Andreas jelas. Devan yang mendengar itu hanya diam dan sedikit berpikir.
" Andreas saya tau apa yang pernah kau alami di masa lalu. Tapi jangan pernah kamu membuat wanita itu tersakiti hanya karna kamu masih belum bisa melupakan masa lalu, ingat Andreas kamu tau saya pernah menyesal karna wanita yang tulus mencintai saya pergi jauh. Dan kamu tau betapa menyesalnya saya saat itu, saya hanya berharap kamu bisa berpikir jernih dan lihat ke depan," ujar Devan
" Terimalah Jeslyn dan buat hubungan kecil dengannya," lanjut Devan berharap Andreas mau mencoba membuka hati.
"Tidak Devan jika saya melakukan nya itu sama saja saya membohongi dia. Saya tidak mencintai nya, lalu saya harus bersikap seolah-olah mencintai nya begitu?"
" Sudahlah, hari ini bukannya kamu harus pergi ke cafe? Mereka pasti sudah menunggu," Ucap Andreas mengalihkan pembicaraan. Andreas dan Devan bergegas pergi ke sebuah cafe untuk melakukan pertemuan bisnis dengan Group Zy.
Setelah kejadian beberapa hari yang lalu, saat Dafri tiba-tiba memeluk Aisyah sebenarnya Devan ingin membatalkan kerja sama itu namun pihak Group Zy memohon agar kerja sama itu tidak di batalkan. Perusahaan Leover Devano Leave adalah suatu aset penting bagi Group Zy, karna itu Group Zy bersikeras melakukan segala hal agar mereka bisa tetap bekerja sama dengan Perusahaan Leover.
Sesampainya di Cafe terlihat 5 orang pria berjas itu sedang berbincang mengenai bisnis mereka. Namun, hanya satu halyang terfokus disana, terlihat dia orang pria tampan yang sedang bertatapan tajam satu sama lain.
" Tuan bagaimana?"
" Lakukan!" jawab Devan dengan tatapan fokus ke Dafri.
" Tuan apa kau yakin? Membangun sebuah bangunan disana sangat berbahaya. Disana terkenal rawan banyak sekali hal yang tak terduga terjadi disana," ucap Andreas meyakinkan lagi.
" Kita tidak tau apa yang akan terjadi, lagi pula jika tidak kita gunakan lahan itu maka akan di sayangkan. Tempat itu berdekatan dengan danau, hutan dan gunung saya rasa itu cukup bagus untuk menarik peminat pengujung. Bahkan jika rencana ini berhasil tempat itu tidak akan ada kata rawan lagi, pasti banyak juga yang ikut membangun di tempat itu," tutur Devan jelas.
Semua orang yang ada disana mengangguk mengerti, apa yang di katakan Devansemua itu benar. Jika kita membangun sebuah bisnis disana maka itu akan menguntungkan.
__ADS_1
" Kamu memang sangat cerdas pak Devan. Kami sangat beruntung karna perusahaan kami bekerja sama dengan bapak," ujar pria sedikit gemuk itu
Dafri yang mendengar pujian demi pujian itu merasa risih dan kesal. Beberapa menit kemudian pertemuan itu sudah selesai Devan dan Andreas bergegas kembali ke kantor, tanpa mereka sadari ada seseorang yang terus memantau mereka dari kejauhan.
" Apa mereka sungguh sudah menikah? Tapi sepertinya Aisyah tidak bisa melupakan masa lalunya. Huh, apa Aisyah tau kalau pria itu pernah lumpuh?" gumam Dafri dengan senyuman anehnya itu.
***
Hari sudah malam seperti biasa Devan pergi ke Resto untuk menjemput istrinya. Namun, di dalam hatinya Devan ingin menyatukan Andreas dengan Jeslyn.
" Sayang aku sangat lapar," rengek Devan kepada Aisyah. Aisyah yang melihat itu hanya terkekeh dan langsung membuatkan makanan untuk Devan dan juga Andreas.
Dari kejauhan Jeslyn melihat Andreas diam-diam. Jeslyn benar-benar tidak tau lagi harus mengatakan apa jika berhadapan dengan pria itu, semua menjadi canggung saat Andreas mulai menyadari perasaannya.
" Jeslyn berikan minuman ini pada Devan dan Andreas," titah Aisyah.
" A_aku?"
" Iyah siapa lagi,"
" Tapi Aisyah aku masih belum selesai cuci piring,"
" Simpan itu biar nanti aku lanjutin,"
" Tapi Aisyah aku..."
[Bagaimana ini dari mana aku mulai menjelaskannya] batin Jeslyn bingung sendiri. Dengan terpaksa Jeslyn membawakan minuman itu ke meja Devan dan Andreas, terlihat Andreas yang mulai canggung ia tidak berani menatap Jeslyn.
" Jeslyn duduklah, sudah lama kita tidak berbincang, "ucap Devan.
" Duh maaf banget aku masih banyak pekerjaan di dapur,"
" Sepertinya seharian kalian bekerja apa tidak lelah? Duduklah biar nanti di lanjut lagi," ujar Devan bersikeras. Dengan terpaksa Jeslyn duduk di kursi itu berhadapan dengan Andreas.
Tak lama Aisyah datang dengan makanan di tangannya. Aisyah menghidangkan makanan itu ke meja dan ke pring suaminya.
" Aisyah_Jeslyn saya berinisiatif mungkin nanti kita buat cabang untuk Resto Aislyn di daerah jl. Melati," ucap Devan berhasil membuat dia wanita cantik itu tertegun dan saling bertatapan.
" Kenapa begitu?" tanya Aisyah
" Di jalan itu aku akan membuat sebuah Mall besar aku yakin pasti banyak yang akan berkunjung ke Resto kalian,"
" Kamu serius Dev?" tanya Jeslyn
" Apa wajah saya terlihat bercanda?"
__ADS_1
Aisyah dan Jeslyn saling melempar senyum bahagia akhirnya usaha yang mereka bangun berdua akan semakin berkembang berkat bantuan Devan.
Sudah hampir 1 jam lebih mereka mengobrol, Devan dan Aisyah berpamitan pergi namun sebelum itu menyuruh Andreas untuk mengantar Jeslyn pulang sontak hal itu membuat dua insan itu terkejut, dengan cepat Jeslyn menolak tapi lagi-lagi Aisyah memaksa Jeslyn untuk pulang bersama Andreas karna kondisinya hari sudah larut malam.
" Aisyah apa aku bisa bicara sama kamu?" tanya Jeslyn dengan tatapan serius, Aisyah melirik Devan untuk meminta izin, Devan yang mengerti dengan tatapan itu langsung mengangguk pelan.
Di samping parkiran itu Jeslyn menarik Aisyah agar menjauh dari dua pria itu. " Kamu mau bicara apa Jes? Kenapa nggak disana aja?"
Bukannya menjawab Jeslyn malah menangis terisak-isak sontak hal itu membuat Aisyah terkejut dan bingung. " Jeslyn kamu kenapa? Ada apa?" tanya Aisyah khawatir.
" Aisyah sudah lama aku ingin menceritakan ini ke kamu. Tapi, selalu tidak ada waktu. Sejak aku bertemu dengannya di perusahaan Devan aku sudah menyukainya, iya Aisyah aku menyukai Andreas," ucap Jeslyn to the point, Aisyah tidak terlalu terkejut karna sudah tau saat melihat tingkah sahabatnya saat bersama Andreas.
" Lalu apa yang membuat kamu menangis?"
" Aku tidak akan pernah bisa bersamanya Aisyah,"
" Kenapa?"
" Dia mencintai orang lain,"
" Jadi kamu sudah mengungkapkan perasaan mu kepadanya?" tany Aisyah serius namun mendapat gelengan dari sang empu.
" Lalu kenapa kamu bisa menyimpulkan kalau dia mencintai orang lain sedangkan kamu belum mengatakan apapun?"
" Malam itu aku pergi bersamanya, kami menikmati malam itu dengan penuh canda tawa. Aku mengajaknya menaiki wahana, aku tidak pernah berpikir kalau disana dia memilih masa lalu yang menyakitkan. Dia mengatakan jika dia memikirkan wanita yang dia cintai dan tidak bisa dia lupakan," ucap Jeslyn jelas sontak hal itu membuat Aisyah tersentak kaget.
" Aisyah jika aku boleh memilih lebih baik aku mengatakan perasaan ku kepadanya dan dia bisa menolakku tanpa aku tau penyebabnya. Di bandingkan tertolak olehnya sebelum aku mengatakan semuanya tentang perasaanku kepadanya," terdengar dengan jelas nada Jeslyn yang begitu berat. Ini untuk pertama kalinya lagi bagi Jeslyn membuka hati untuk pria, setelah 5 tahun silam saat di Korea ia selingkuhi oleh seorang pria yang begitu ia percaya dan cintai.
Aisyah yang benar-benar merasa kasian langsung memeluk sahabatnya erat. " Kenapa kamu baru memberitahuku Jes?" tanya Aisyah lirih.
" Aku tidak mau menambah beban kamu Aisyah, kamu sudah terlalu banyak masalah aku tidak mau malah menambah masalah baru kedalam hidup kamu,"
" Apa yang kamu katakan? Di dalam sahabat tidak ada kata beban, aku sahabat sekaligus keluargamu. Kamu tidak perlu sungkan meminta bantuan kepadaku," tandas Aisyah.
" Maaf hiks, sekarang aku harus gimana?" tangis Aisyah tersedu-sedu
" Malam ini katakan semuanya kepada Andreas kalau kamu mencintainya," ujar Aisyah sontak membuat Jeslyn tersentak
" Nggak aku belum siap dia menolakku Aisyah,"
" Bukannya kamu sudah tau dia akan menolakmu? Bahkan saat kamu belum mengatakannya pun kamu sudah di tolak, lalu apa yang kamu takutkan sekarang?" Jeslyn terdiam mendengar ucapan Aisyah, emang ada benarnya untuk apa ia menahan semua perasaannya kepada pria yang tidak mencintai nya. Lebih baik ia ungkapkan dan itu akan mengurangi beban hatinya.
...Lanjut? ...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yah
__ADS_1
See You Next time:)