Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh

Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh
Chapter 64 Wanita brengsek!


__ADS_3

Sudah beberapa hari ini keadaan Jeslyn sudah lebih membaik. Sekarang pun Jeslyn sudah kembali berbicara seperti biasa, bahkan ia sudah berani bekerja lagi membantu Aisyah di Resto Aislyn.


" Jeslyn kamu bener udah nggak papa?" tanya Aisyah masih sedikit khawatir


" Iya aku nggak papa, makasih yah karna kamu sudah mau nemenin aku," ucap Jeslyn dengan senyuman manisnya.


Melihat senyuman Jeslyn yang kembali membuat Aisyah semakin semangat bekerja. Hari ini banyak pengujung yang datang untuk menikmati masakan dua wanita cantik itu, Aisyah sibuk memasak sedangkan Jeslyn sibuk melayani para pelanggan.


Dua insan itu selalu menghabiskan waktu mereka di Resto Aislyn. Tidak banyak yang tau kalau sebenarnya dua insan itu sangat menikmati pekerjaan mereka walau tidak seberapa tapi lama-lama akan menjadi bukit.


Skip!


Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore, beberapa hari ini sebenarnya Aisyah dan Jeslyn berniat menutup Resto lebih awal karna mereka merasa tubuhnya pun butuh istirahat karna itu untuk beberapa hari ini mereka memilih menutup Restoran lebih awal dari biasanya.


Namun, saat hendak menutup Restoran tiba-tiba netra Jeslyn jatuh pada sosok pria yang tak asing lagi di dalam penglihatannya.


" Kau?!!"


Aisyah yang sedang sibuk membereskan barangnya sedikit terkejut saat mendengar teriakan Jeslyn. Aisyah yang khawatir bergegas keluar dan netranya jatuh pada sosok pria yang tidak ingin ia temui.


" Dafri,"


" Aisyah izinkan aku bicara sama kamu sebentar saja," ponta Dafri memohon pada Aisyah namun belum sempat Aisyah jawab Jeslyn lebih dulu memotongnya.


" Tidak ada yang perlu kamu jelaskan Dafri. Apa mau mu? Kenapa kamu terus menganggu Aisyah, bukannya kamu sudah mau menikah? lalu kenapa kau masih tampakan wajahmu di hadapan Aisyah?" teriak Jeslyn kehabisan kesabaran.


" Jeslyn kamu tidak tau apapun jadi jangan ikut campur!" tandas Dafri tegas sontak hal itu membuat Jeslyn tersentak kaget.


" Siapa yang kau maksud itu? Jeslyn lebih tau segalanya tentangku dan kau. Untuk apa kamu datang kesini? aku tidak mau berbicara dan bertemu denganmu lagi," Kali ini Aisyah yang berbicara


" Aisyah maafkan aku, aku tau aku salah karna itu aku ingin meminta maaf atas apa yang sudah aku lakukan padamu,"


" Aku sudah memaafkanmu jauh sebelum kamu meminta maaf Dafri. Tapi untuk kembali aku tidak bisa!"


" Kenapa Aisyah? apa karna pria itu? Katakan Aisyah bahwa kamu tidak mencintainya. aku tau kalau pernikahan kalian karna di jodohkan kan? kalian tidak benar-benar mencintai, katakan satu kali saja bahwa kamu menginginkan pernikahan ini batal, jika aku mendengar nya aku akan membatalkan pernikahan ini,"


Aisyah dan Jeslyn tersentak kaget mendengar ucapan Dafri. Tangan Aisyah yang awalnya di pegang Dafri kini ia tepis kasar. " apa maksud mu? Maksud kamu kamu Ingin membatalkan pernikahan kalian begitu?"


" Iyah, aku tidak menginginkan pernikahan ini. Karna ayahnya kritis dan memintaku untuk menikahi putrinya, aku tidak pernah mencintainya Aisyah. Bertahun-tahun lamanya aku menunggu dan mencari kamu tapi aku tidak bisa menemukanmu,"


" Sudah Cukup Dafri! Mau Sampai Kapan pun Kamu Berbicara Aku Tidak Akan Pernah Mau Kembali Kepadamu. Aku Sudah Memiliki Suami dan Aku Mencintainya!" Tandas Aisyah dengan menekankan kata 'Aku Mencintainya'


Seakan omong kosong Dafri tidak percaya dengan ucapan Aisyah kalau ia mencintai suaminya. Dafri memegang kedua bahu Aisyah dan mencoba mencari dimana letak kebohongan itu.

__ADS_1


" Aisyah dari matamu aku melihat kalau kamu tidak mencintainya. Katakan kalau kamu tidak mencintainya, aku sangat mencintaimu Aisyah aku benar-benar tidak menyukainya," teriak Dafri, Aisyah terus memberontak tapi sayang tenaga Dafri lebih kuat darinya. Jeslyn yang melihat itu mencoba melepas cengkraman Dafri dari Aisyah tapi sialnya Dafri malah mendorong Jeslyn kasar ke lantai.


" Jeslyn..," teriak Aisyah terkejut. Kini tatapannya tertuju pada Dafri, Aisyah menepis tangan Dafri kasar dan...


Plakk!!!


Satu tamparan mendarat di wajah Dafri. " Aku pikir kau akan berubah, tapi ternyata aku salah. Mulai hari ini aku tidak mau mengenalmu dan jangan pernah berani menampakkan diri kamu di depanku!" Sarkas Aisyah tegas, Aisyah melangkah mendekati Jeslyn hendak membantu membangunkannya namun tiba-tiba tangan kekar menariknya sedikit kasar.


" Dafri lepas sakit!" pinta Aisyah memberontak kesakitan.


" Aku tidak akan melepaskan mu sebelum kamu mengatakan kalau kamu tidak mencintainya,"


" Dafri aku mohon lepas. Tangan aku sakit," Aisyah benar-benar kesakitan saat Dafri mencengkram pergelangan tangannya kasar, sikap dan nada bicara itu sangatlah berbeda dari Dafri yang Aisyah kenal. Dafri yang biasa lihat sekarang sangat lah berbeda dari Dafri yang dulu ia kenal.


Tiba-tiba dari arah belakang seseorang datang dan...


Bughh!!!


Satu pukulan melayang pada wajah Dafri. Dafri tersungkur ke meja dengan sudut bibirnya yang terluka, tidak tinggal diam Andreas menarik kerah baju Dafri kasar dan terus memukul wajah Dafri tanpa ampun. Aisyah dan Jeslyn yang melihat itu mencoba menghentikan aksi Andreas yang membabi buta Dafri di bawahnya.


" Kak Andreas hentikan!" sergah Aisyah.


Jeslyn menarik Andreas menjauh dari Dafri. Sedangkan Aisyah membantu Dafri bangkit, " Aisyah kenapa kamu menghentikan nya? Biarkan saya memberikan pelajaran padanya."


" Dan kamu Dafri sebaiknya kamu pergi,"


" Tapi Aisyah..."


Ucapan Dafri terhenti saat kala Aisyah pergi masuk meninggalkan nya sendirian. Rasa sesak dan sakit itulah yang saat ini Dafri rasakan saat ini.


Di sisi lain Aisyah masih diam setelah kejadian beberapa menit yang lalu. Andreas dan Jeslyn yang melihat itu merasa khawatir. " Aisyah kamu nggak papa? Apa perlu saya hubungi tuan?"


" Jangan!"


" Jangan kasih tau dia. Dia pasti lelah bekerja di sana aku nggak mau membuatnya khawatir, aku nggak papa kok," lanjut Aisyah


" Tapi dia sudah keterlaluan Aisyah,"


" Aku masih bisa mengatasinya sendiri," Andreas membuang nafas berat, bagaimanapun ia tidak memaksa keinginan Aisyah.


Perhatian Aisyah kini beralih pada Jeslyn yang terjatuh karna di dorong oleh Dafri. "Jeslyn kamu nggak papa? Ada yang luka?" tanya Aisyah khawatir


" Aku nggak papa, hanya luka kecil aja," Jawab Jeslyn memperlihatkan goresan luka di siku tangannya.

__ADS_1


Andreas yang melihat itu langsung meraih tangan Jeslyn dan menatapnya serius. " Aku nggak papa luka ini bentar lagi juga sembuh."


" Luka tetap luka dan itu harus di obati!" tandas Andreas dan bergegas pergi mengambil kotak P3K.


Andreas mengobati luka di tangan Jeslyn teliti bahkan sesekali ia meniup-niupkan luka itu mencoba menghilangkan rasa perih.


***


Malam ini Aisyah kembali ke rumah ibu dan ayah mertuaku. Melihat kondisi Jeslyn yang sudah membaik sudah waktunya Aisyah kembali kerumah mertuanya, sesampainya di rumah Nabila adalah orang pertama yang menyambut kedatangan Aisyah, Nabila langsung menarik Aisyah ke dalam kamarnya untuk bercerita. Dari awal hingga akhir Nabila tidak pernah berhenti bercerita, Nabila bercerita tentang seseorang yang menolongnya dan sekarang menjadi bos nya siapa lagi kalau bukan Dafri.


" Sepertinya kalian berjodoh karna itu kalian selalu di pertemukan," seru Aisyah


" Benarkah? Tapi dia terlalu sempurna untukku yang masih belajar. Dia sangat tampan, pintar dan cerdik aku tidak mungkin bisa bersanding dengan pria seperti dia,"


" Tapi Billa jodoh itu tidak memandang materi. Jika kalian berjodoh apapun yang tidak mungkin menjadi mungkin,"


" Makasih kak, karna bercerita dengan kakak aku jadi dapet pencerahan,"


" Sama-sama cantik. Sekarang sudah malam sebaiknya kamu istirahat bukannya besok kamu mulai bekerja? Jadi kamu tidak boleh kesiangan," Nabila mengangguk dan langsung membaringkan tubuhnya. Aisyah mematikan lampu kamar Nabila lalu pergi keluar.


Sedangkan di tempat lain tepatnya di kediaman Dafri. Dafri berjalan sempoyongan menuju pintu utama, setelah pergi dari Resto Aislyn ia bergegas pergi kesebuah Club hingga larut malam dan meminum beberapa botol hingga membuatnya sedikit mabuk.


Saat membuka pintu hal yang pertama kali ia lihat adalah Fellysha wanita yang sudah membuat hidupnya berantakan. Fellysha terkejut saat melihat kondisi Dafri yang sudah berantakan apalagi bau minuman alkohol di tubuhnya.


" Dafri darimana saja kamu huh? Kenapa kamu minum sebanyak ini?"


" Arghh!! Menjauhlah dariku," Teriak Dafri mendorong Fellysha sedikit kasar. Namun, Tiba-tiba netranya jatuh pada luka di wajah Dafri.


" Daf kenapa wajahmu? Siapa yang melakukan ini padamu?"


" Jangan sentuh aku. Aku membencimu, kau yang sudah membuatku seperti ini. Kamu sudah membuat hidupku berantakan, kau wanita yang paling ku benci. Kau sudah membuatku kehilangan wanita yang aku cintai, aku benar-benar tidak mau melihat wajahmu. Enyahlah dariku brengsek!" teriak Dafri dan bergegas pergi ke dalam kamar dengan sempoyongan.


Lagi dan lagi air mata itu lolos begitu saja, rasa sakit yang mendalam dapat di rasakan oleh Fellysha, di benci oleh pria yang sangat ia cintai adalah hal yang tidak pernah ia kira.


" Aisyah ternyata kamu belum mengerti. Baiklah aku akan membuatmu mengerti, aku harus memberimu pelajaran!" Umpat Fellysha dan bergegas pergi meninggalkan kediaman Dafri dengan keadaan emosi.


...Lanjut?...


Duh gimana nih? Dafri mulai posesif yah dan Fellysha mulai gila akan cinta yang bertepuk sebelah tangan.


Siapa nih yang udah kangen sama karakter Devan? yang sabar yah Devan lagi istirahat sebentar kasian soalnya hehe.


Penasaran sama jalan ceritanya? Jangan sampai hilang jejak dan terus pantau terus cerita nya makasih.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, follow and Vote


__ADS_2