
...Happy Reading...
JANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM BACA!
......***......
Setelah selesai membersihkan diri Aisyah membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Pikirannya kini tertuju pada pria yang selama ini ia rindukan, Aisyah tidak pernah menyangka kalau pria yang selama ini ia rindukan ternyata merindukannya juga. Tiba-tiba satu notif masuk ke ponselnya, Aisyah mengambil gawainya dan memicingkan matanya saat mendapat notif di nomor yang tidak di kenal.
+628126378....
Aisyah.
Apa kamu sudah tidur?
" nomor siapa ini?" gumam Aisyah bingung
+**628126378....
Tidurlah ini sudah malam. Aku harap besok kita bisa bertemu, untuk menyelesaikan masalah ini**.
Aisyah membuang nafas berat dan menyimpan ponselnya kembali ke atas nakas saat tau kalau orang yang mengiriminya notif itu adalah Devan. Seketika ingatannya tertuju pada Jeslyn yang ia tinggalkan di perusahaan Devan, Aisyah bergegas menghubungi Jeslyn tapi sayangnya panggilan itu di luar jangkauan. Aisyah yang khawatir bergegas keluar untuk menjemput Jeslyn namun saat hendak membuka pintu tiba-tiba Aisyah tersentak kaget saat kala Jeslyn ada di depannya dengan ekpresi wajah yang siap memakan mangsanya.
" Jeslyn kamu..."
" Kenapa kamu ninggalin aku huh?" Jeslyn melangkah mendekati Aisyah yang terus mundur karna sedikit takut dan merasa bersalah.
" A_aku mencoba hubungi kamu t_tapi kamu tidak menjawab. A_aku kira kamu sudah pulang karna itu aku pulang untuk memastikannya," tutur Aisyah terbata-bata. Jeslyn membuang nafas panjang dan menjatuhkan tubuhnya ke atas sofa panjang itu. Aisyah mendekati Jeslyn dan duduk di bibir sofa itu.
" Tadi kamu pulang naik apa?" tanya Jeslyn
" Eum naik taksi,"
" Oh baguslah,"
" Lalu kamu? Kamu pulang naik apa? Jam segini mana mungkin ada taksi," Pertanyaan Aisyah seperti nya membuat bahagia Jeslyn, Jeslyn bangkit dan menatap Aisyah dengan berbinar.
" Coba kamu tebak aku pulang sama siapa, "
" Eum..." Terlihat Aisyah sedikit berpikir." Aisyah ayok tebak."
" Seorang supir taksi?"
__ADS_1
" Bukan,"
" Ojek?"
" No,"
" Terus apa?"
" Kamu tau Aisyah aku bersyukur karna kamu meninggalkan ku. Kamu tau siapa yang mengantar aku pulang?" Aisyah menggelengkan kepalanya sebagai jawaban tidak tau. " Pak Andreas Aisyah, dia yang sudah mengantarku pulang. Pria itu sangat tampan, tubuhnya sangat atletis, kulitnya putih seperti tepung dan lembut seperti adonan donat. Andai aku menjadi pacarnya aku tidak akan membiarkan kulitnya tergores sedikitpun." gumam Jeslyn membayangkan ketampanan Andreas. Aisyah yang melihat itu hanya tersenyum.
" Jeslyn kamu tau? Sangat sulit meluluhkan hatinya. Dia tidak pernah terpikat oleh wanita manapun jadi aku rasa sebaiknya kamu menyerah saja,"
" Benarkah?"
" Tapi darimana kamu tau? Haish seharusnya kamu tidak mengatakan itu. Kamu sangat mematahkan semangatku," Aisyah terkekeh kecil melihat sahabat nya yang sedang cemberut karna jatuh cinta pada pandangan pertama. Aisyah mendekati Jeslyn dan memeluknya erat. " Aku hanya bercanda, aku akan selalu mendukung mu apapun yang terbaik untukmu."
" Makasih Aisyah kamu memang sahabatku yang paling baik," Ucap Jeslyn membalas pelukan Aisyah.
***
Pagi hari yang cerah Aisyah dan Jeslyn sudah mulai melakukan aktivitasnya di Restauran itu. Ponsel Aisyah kembali berbunyi saat notif masuk ke ponselnya, Aisyah merogoh ponselnya dan satu notif dari Devan.
+628126378....
Aku ingin bicara sama kamu.
Aku mohon, aku ingin meluruskan segalanya
[ Apa aku harus menemuinya? Tapi, aku masih tidak yakin dengan semua ini]
^^^Aisyah^^^
^^^Maaf tapi untuk hari ini aku sedang banyak kerjaan^^^
+628126378....
Aku ada di depan Restauran kamu.
Keluarlah jika kamu tidak mau aku masuk ke dalam.
Aisyah terkejut saat tau Devan ada di dekat Restauran nya. Aisyah yang tidak ingin Jeslyn tau akan suaminya Devan bergegas menemui Devan dan benar saja Devan berasa di depan Restauran nya. Aisyah menarik Devan ke belakang Restauran agar tidak ada yang melihatnya.
__ADS_1
" Kamu ngapain disini? aku sudah bilang aku sedang banyak kerjaan,"
" Apa tidak ada sedikit waktu untuk bicara dengan suamimu sendiri?"
Aisyah terdiam, pria yang ada di depannya adalah suaminya. Aisyah tidak mungkin melawan perkataan suaminya karna sekarang Aisyah masih menjadi istri yang baik dan patuh kepada suaminya. Devan yang melihat Aisyah diam sedikit mengembangkan senyuman tipisnya, Devan meraih kedua tangan Aisyah dan menatap wajah cantik istrinya.
" Aku tau aku sudah begitu banyak menyakiti mu. Aku sering mengatakan hal yang terus menyakiti kamu, tapi Aisyah setelah kepergian kamu aku menjadi sadar kalau aku sangat membutuhkan kamu di hidupku. Kamu adalah istri sekaligus menantu yang baik untuk ku dan juga ibuku, aku benar-benar bodoh karna menyia-nyia wanita sebaik kamu Aisyah,"
" Aisyah aku harap aku memiliki kesempatan kedua untuk memperbaiki hubungan ini. Aku yang dulu dan sekarang sangat berbeda, aku tau dulu aku sangat egois, narsis dan keras kepala. Tapi setelah mengenal kamu aku menjadi sadar kalau dengan keegoisan itu aku kehilangan kamu,"
" Aisyah aku tidak pernah mengatakan ini sebelumnya. Bahkan aku bukan pria yang Romantis seperti pria pada umumnya, aku adalah aku. Tapi hari ini aku ingin mengungkapkan perasaan yang selama ini sulit aku katakan karna egoku yang begitu besar.... Aisyah aku mencintaimu," ucap Devan berhasil membuat Aisyah mematung karna terkejut.
" Kenapa baru sekarang kamu mengatakannya mas? Kemana kamu selama ini? Kamu bahkan tidak mencarik,"
" Aisyah aku berusaha mencarimu semampuku bisa. Aku sudah mencarimu kemana-mana tapi aku tidak bisa menemukanmu," jawab Devan tidak ingin Aisyah salahpaham.
" Tapi Sekarang semuanya sudah berubah mas sekarang aku sudah..."
" Tidak Aisyah," seloroh Devan. " Tidak ada yang berubah, aku masih tetap suami kamu dan kamu adalah istri aku. Kita akan memulainya dari awal."
" Aisyah aku mohon kasih aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya," pinta Devan memohon sembari memegang tangan Aisyah erat.
" Kamu tau aku tidak bisa melupakan mu, aku berusaha menyingkirkan kamu dari pikiran aku. Tapi aku nggak bisa, aku bisa..." tangis Aisyah pecah. Devan merengkuh tubuh Aisyah dan memeluknya sayang. " Maafkan aku karna terlambat menyadari nya. Aku akan berusaha untuk menjadi suami yang baik untuk mu, maafkan aku." desus Devan di telinga Aisyah.
Aisyah tidak menjawab apapun, saat ini Aisyah benar-benar sedih dan bahagia. Pertemuannya kali ini membuahkan hasil, Aisyah memberi suaminya kesempatan karna nyatanya tidak ada permasalahan berat di dalam rumah tangga itu. Merasa lebih tenang Aisyah melepas pelukannya, namun ia terkejut saat melihat keberadaan Jeslyn yang tiba-tiba di depan sana.
Di sebuah ruangan kecil, Aisyah, Devan dan Jeslyn sedang berada di ruangan itu dengan penuh keheningan dan ketegangan. Aisyah mulai menjelaskan nya, hal yang Jeslyn tidak suka adalah kebohongan. Aisyah terus menjelaskan apa yang terjadi agar Jeslyn tidak salah paham, tapi wanita itu terlanjur kecewa akan sahabatnya. Devan yang ikut terlibat dalam permasalahan dia sejoli itu mencoba menjelaskan dengan rinci apa yang terjadi sehingga Jeslyn tidak terus menyudutkan Aisyah lagi.
" Jeslyn kamu mau kan maafin aku? Aku hanya punya kamu di hidupku. Aku tidak mau kehilangan orang yang aku sayangi untuk kesekian kalinya," rengek Aisyah. Jeslyn memeluk Aisyah erat dan menenangkan Aisyah semua yang terjadi tidak sepenuhnya kesalahan Aisyah, Jeslyn pun tidak mau berlama-lama bertengkar dengan Aisyah dan bahkan Jeslyn tidak akan pernah meninggalkan sahabat satunya ini.
Sedangkan di sisi lain Devan merenungi perkataan Aisyah. " Siapa orang yang di maksud Aisyah? apa dia benar-benar sangat penting di hidupnya? " gumam Devan dalam hati.
...**Next Part\=>...
Yeay akhirnya dua insan itu kembali bersatu. Akankah Devan menjaga kesempatan yang sudah Aisyah berikan untuk nya?
Penasaran dengan cerita mereka? tetap ikuti jejak cerita Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh karna banyak ke kyutan asmara dan konflik lainnya. So, terimakasih atas semua dukungan nya.
Sampai berjumpa di part selanjutnya...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian.
__ADS_1
Like, Komen, Follow And Vote**