
Di sebuah Apartemen yang besar terlihat dua insan yang sedang berkemas untuk berlibur. Aisyah mengemas pakaian mereka ke dalam koper itu sedangkan Devan sedang sibuk bermain laptopnya karna tiba-tiba saja pekerjaan menumpuk dan mau tak mau Devan harus menyelesaikan nya.
" Mas aku sudah bilang kalau kamu banyak kerjaan. Kita masih banyak waktu kapan pun kita masih bisa berlibur," ucap Aisyah menatap Devan serius.
" Sayang aku sudah berjanji untuk mengajak kamu berlibur. Nggak papa kok bentar lagi juga selesai,"
" Huft sudahlah terserah kamu aja," Aisyah membuang nafas jengah karna mau sampai kapanpun sikap keras kepala Devan tidak akan bisa di hentikan.
Tak lama ponsel Aisyah berdering, Aisyah sedikit memincingkan matanya saat melihat nomor yang tidak di kenal.
" Siapa?" tanya Devan kini sudah menatap Aisyah
" Nggak tau dari nomor yang nggak di kenal," jawab Aisyah
" Yaudah biarkan, jangan mengangkat telpon sembarangan," ujarnya yang di angguki oleh Aisyah. Aisyah menyimpan ponselnya namun lagi-lagi nomor asing itu terus memanggil, mau tidak mau Aisyah mengangkatnya.
" Ya Hallo?"
" Akhirnya kamu angkat juga Aisyah,"
Degh
Aisyah sedikit tersentak saat mendengar suara yang begitu familiar di telinganya. Aisyah melirik Devan sekilas dan bergegas keluar, Devan yang sedari tadi sibuk dengan laptopnya tidak sadar kalau saat ini istrinya keluar dengan panggilan yang berlangsung.
~Di luar kamar.
Fellysha dari mana kamu dapat nomor aku?"📲
^^^Tidak penting dari mana aku dapat nomor kamu Aisyah. Aku ingin bicara sama kamu sekarang!📲^^^
Maaf Fellysha aku tidak bisa!
^^^Kenapa tidak bisa? apa kau takut?^^^
Tunggu apa yang harus aku takutkan darimu Felly? Aku hanya sedang sibuk. Jadi...
^^^Jadi kau mencari alasan karna tidak mau menemuiku? Hah kamu memang wanita pintar dan licik. Ku akui kau memang cerdas Aisyah dan bahkan karna kecerdasan mu itu kau berhasil membuat pria lemah itu terus memikirkan mu!^^^
^^^Kenapa Aisyah kenapa kau diam? apa kamu tidak mau melihat pria yang kau cintai sekarang huh? 📲^^^
Aku tidak mencintainya!
^^^Hahah kau memang handal dalam berbicara. Mungkin mulutmu bisa berkata tidak tapi hatimu...^^^
Cukup Felly sebenarnya apa maumu? aku sudah tidak ada urusan lagi dengan kalian.
Dan Dafri jika kamu mencintainya maka cintai dia jangan pernah kau lemparkan kepadaku!
Tut_tut_tut
Aisyah mematikan ponselnya sepihak. Aisyah mengatur deru nafasnya yang tidak beraturan.
" Sayang ada apa?" Suara briton itu berhasil membuat Aisyah tersentak kaget.
" Astaga kamu ngagetin aku aja,"
" Ada apa? Kenapa wajahmu pucat? Apa kamu baru saja bicara sama orang di telpon?" tanya Devan penasaran.
" Iyah tadi Jeslyn telpon aku katanya mereka sudah siap," ucap Aisyah bohong.
//Maafkan aku mas aku terpaksa berbohong karna aku nggak mau kamu khawatir// batin Aisyah
" Oh yaudah ayo. Pekerjaan aku sudah selesai jadi kita bisa berangkat sekarang," ucap Devan dengan tangannya asik mengelus kepala Aisyah.
Aisyah dan Devan bergegas pergi ke bandara terlihat dari kejauhan Jeslyn dan Andreas yang sudah menunggu di sana. Aisyah dan Devan menghampiri dua insan itu.
" Maaf menunggu lama, gimana pesawat nya?" tanya Devan
" Semuanya sudah siap tuan, 5 menit lagi pesawat akan lepas landas jadi sekarang kita harus naik ke dalam pesawat," tutur Andreas.
Devan mengangguk dan langsung melangkah pergi dengan tangannya mengandeng tangan Aisyah dan yang satunya lagi menarik koper. Sedangkan Andreas dan Jeslyn mengekorinya dari belakang.
**
__ADS_1
Di rumah sakit Dafri sudah siuman hal yng pertama kali ia lihat adalah Fellysha.
" Dafri bagaimana keadaan mu? Apa yang sakit? Apa perlu aku panggilkan dokter?" ucap Fellysha khawatir
" Kenapa aku bisa ada disini?" tanya Dafri tidak ingat apapun dengan tangannya memegang kepalanya sakit.
" Kamu mengalami kecelakaan dan aku langsung membawa kamu ke rumah sakit. Untung saja aku cepat membawamu ke rumah sakit dan mendapat pertolongan pertama, kalau tidak aku tidak tau kalau kamu akan baik-baik saja," tutur Fellysha bohong, ia sengaja berbohong dan mengatakan kalau dirinyalah yang menolong Dafri agar pria itu bisa melihatnya dan berbalas budi.
" Jadi kamu yang sudah menolong ku?"
" Iyah, sekarang jangan terlalu di pikirkan. Istirahat lah dulu aku akan mengabari ayah kalau kamu baik-baik saja," ucap Fellysha dan merogoh ponselnya untuk menghubungi ayahnya.
" Om Herman sudah sudah pulang?"
" Iya kata dokter keadaan papah sudah lebih membaik dan di perbolehkan pulang. Aku rasa membaiknya papah karna ada hubungannya dengan pernikahan kita, makasih Daf karna kamu keadaan papahku menjadi lebih baik, " Devan tidak menjawab apapun ia hanya diam dengan tatapan kosong.
//Apa aku benar melakukan ini? Aku akan menikahi wanita yang tidak pernah aku cintai?// batin Dafri
***
Di sebuah pulau terbesar dan terindah di negara Y. Dua pasangan serasi itu menikmati masa liburan mereka di pulau itu, keindahan alam yang sangat luar biasa itu tidak pernah sedikitpun sepi banyak sekali yang berkunjung ke tempat itu untuk di jadikan tempat berbulan madu dan liburan sepasang kekasih.
Bukan hanya keindahan nya saja, banyak sekali hewan yang unik di sana. Bahkan pulau itu sudah banyak di pelihara oleh beberapa petugas untuk di jadikan tempat teraman bagi hewan unik itu.
Malam hari yang begitu indah, angin laut yang sedikit kencang itu menimbulkan rasa dingin. Dua pasangan itu menikmati makan malam bersama di halaman Villa tempat mereka menginap, musik yang romantis suasana yang ceria dengan hidangan sosis dan ayam bakar membuat sensasi nikmat dalam liburan mereka.
Aisyah dan Jeslyn menyiapkan meja dan piring serta minuman sedangkan dua pria tampan itu sedang sibuk membakar sosis dan ayam bakar.
" Uhuk_uhuk_uhuk. Apa kau bisa pelan? Asap itu mengenai wajah tampan saya!" Cetus Devan saat asap itu berhamburan menerjang wajah tampannya.
" Maaf tuan saya tidak sengaja. Habisnya ini ayam lama matangnya," jawab Andreas dengan wajah nanar sedangkan di dalam hatinya merasa puas karna mengerjai tuannya.
Ini untuk kali pertamanya Devan melakukan kegiatan bakar-bakaran seperti ini. Karna jujur saja setelah kakinya lumpuh Devan tidak pernah berminat bergabung dalam aktivitas makan malas seperti ini, apalagi makan di luar dengan banyak orang. Ini adalah sensasi baru untuk Devan.
Sudah hampir 1 jam akhirnya ayam dan sosis bakar itu matang. Devan dan Andreas menghidangkan makanan itu ke meja makan dan langsung duduk di kursi mereka masing-masing. Aisyah yang melihat noda hitam di wajah Devan hanya bisa tertawa lepas karna baginya saat ini Devan sangat lucu.
" Jangan menertawakan aku seperti itu memang nya wajah aku tontonan apa," Ketus Devan dengan wajahnya yang di tekuk.
" Huft! Ini semua karna ulah bodyguard tidak berguna itu wajah tampan aku hilang karna dia," celetuk Devan berhasil membuat sang empu tersentak.
" Hey tuan apa tuan sadar dengan ucapan tuan barusan? Jika saya tidak berguna mungkin sampai saat ini istri tuan tidak akan pernah di temukan," timpal Andreas tidak mau kalah.
Memang sulit jika dua pria itu di satukan pasti ujung-ujungnya ribut.
" Udah mas sini aku bersihin," Aisyah menghapus noda hitam di wajah Devan menggunakan tangannya. Andreas dan Jeslyn yang melihat itu tidak mau kalah, Andreas meraih tangan Jeslyn dan menyuruh menyupinya sontak hal itu mendapat perhatian dari Devan dan Aisyah.
Devan yang geram melihat tingkah maceh bodyguard nya merasa tidak mah kalah dan menyuruh Aisyah untuk menyuapinya. Aisyah yang mendapat tingkah itu hanya mengelengkan kepalanya
" Kalian ini udah besar tapi masih kaya bocil. Jika aku dan Jeslyn terus menyuapi kalian kapan kami akan makan? Kalian memang sangat kejam membiarkan wanita di depan kalian kelaparan,"ucap Aisyah menyadarkan dua pria itu.
" Astaga sayang maaf aku lupa. Sini biar gantian aku suapin kamu," ucap Devan meraih sendok di tangan Aisyah dan berniat menyuapi Aisyah.
" Tidak perlu kamu makan saja aku bisa sendiri, " ujar Aisyah dengan senyuman manis di bibirnya.
Devan mengangguk dan melanjutkan makannya.
" Oh iya Aisyah aku dengar Dafri kecelakaan apa itu benar?" tanya Jeslyn tiba-tiba berhasil membuat semua orang diam.
Aisyah melirik Devan yang kini sedang diam dengan mengunyah makanan di mulutnya. Aisyah yakin kalau pria di sampingnya kini menunggu jawabannya.
" Iyah kemarin aku dan Mas Devan membawanya kerumah sakit. Aku tidak tau bagaimana kondisi nya sekarang,"jawab Aisyah hati-hati karna takut akan membuat masalah baru.
" Mungkin itu karma untuknya," ucap Jeslyn tanpa berpikir. Karna jujur saja Jeslyn sangat membenci Dafri.
" Ekhem kenapa malah membicarakan orang lain? Bagaimana kalau kita lanjut makan setelah itu mencari kegiatan lain," Ucap Andreas tiba-tiba untuk mengganti topik lain.
" Hum benar buang-buang waktu membicarakan pria brengsek itu," ucap Jeslyn.
Aisyah hanya diam tanpa sadar ada seseorang yang sedang memerhatikan nya.
" Yang?"
" I_iya apa?" ucap Aisyah terbata-bata
__ADS_1
" Apa yang sedang kamu pikirkan?"
" Nggak ada,"
Devan meraih tangan Aisyah dan mengengamnya hangat seakan tau apa yang di pikirkan istrinya saat ini.
" Jangan di pikirkan semua akan baik-baik saja. Aku janji aku akan membuat kamu melupakan kenangan pahit itu kalau perlu aku akan membuat mu melupakan wanita dan pria itu," Ucap Devan memberikan ketenangan. Aisyah sangat bersyukur karna memiliki suami yang mengerti akan perasaannya.
***
Di kota Jakarta yang di penuhi oleh gedung-gedung besar dan kendaraan beroda empat itu membuat kota itu ramai dan mengalami kemacetan.
Dafri yang merasa keadannya sudah membaik memilih pulang karna ia merasa tidak enak berada berlama-lama di rumah sakit. Tanpa sepengetahuan Fellysha, Dafri diam-diam pergi tanpa mengabari Fellysha karna ia tau jika wanita itu tau dia pasti akan melarangnya.
Dafri mengemudi mobilnya sendiri yang sempat ia minta pada anak buahnya untuk membawakannya mobil. Namun, di tengah perjalanan dari arah kejauhan Dafri melihat seorang gadis yang sedang di goda oleh beberapa pria mabuk di sana.
Tanpa memikirkan keadannya yang tengah sakit Dafri memilih keluar mobil untuk menolong gadis itu.
" Hey lepaskan dia!" titah Dafri membuat pria-pria itu menoleh padanya.
" Hey siapa kamu? Jangan ikut campur jika kau tidak ingin mati!" teriaknya dalam keadaan mabuk.
Terlihat dengan jelas gadis itu ketakutan bahkan air matanya itu tidak henti-hentinya keluar.
" Gadis ini milik kami jadi lebih baik kamu pergi! Oh atau nggak kamu mau ikut bergabung dengan kami bermain dengan wanita ini?" racaunya.
Gadis itu yang tak lain adalah Nabila menggelengkan kepalanya. Dafri menatap lekat wajah pria itu yang berani meminum di hadapannya, tanpa babibu Dafri menendang perut pria itu kasar hingga tersungkur begitu juga dengan pria lainnya. Nabila berlari ke tempat yang aman dan melihat Dafri kejauhan.
Dafri yang tubuhnya dalam keadaan lemah sehingga mudah bagi mereka mengeroyoknya. Dafri tersungkur dan mendapat pukulan dari mereka, Nabila yang kebingungan dan khawatir langsung melempari pria-pria gila itu dengan batu membuat mereka pergi.
" Pak bapak nggak papa?" tanya Nabila khawatir namun tidak ada sahutan dari sang empu. Dafri hanya bisa meringis kesakitan di area perutnya apalagi kepala Dafri yang kembali mengeluarkan darah.
Nabila membantu Dafri ke dalam mobil dan berniat mengantarnya ke rumah sakit tapi Dafri menolak.
" Bapak terluka aku harus membawa bapak kerumah sakit," ucap Nabila khawatir.
" Tidak! Jika kamu mau membantu saya antar kerumah,"
" Tapi..."
" Antar saya kerumah!" tandasnya
Mau tak mau Nabila mengantar Dafri ke rumahnya.
***
Skip kediaman Dafri
" Dimana kotak P3K nya?"
" Nakas,"
Nabila berjalan setengah berlari ke arah nakas dan mengambil obat P3K. Nabila mengobati luka di perut Dafri dan juga menganti perban di kepala Dafri mencoba menghentikan darah itu yang terus keluar.
" Maaf Pak karna aku bapak jadi terluka,"
" Tidak papa kamu jangan merasa bersalah. Dan sebaiknya kamu pulang,"
" Tapi bapak?"
" Saya nggak papa. Dan ya jika pulang jangan sendirian lagi, mereka pasti masih berkeliaran di luar sana," ujarnya yang dia ngguki Nabila
" Sekali lagi makasih pak. Saya benar-benar minta maaf atas kejadian ini dan ini nomor ponsel aku jika bapak butuh bantuan hubungi aku, aku benar-benar tidak bisa tenang kalau seperti ini,"
" Baiklah hati-hati,"
Nabila pergi meninggalkan Dafri di sana.
......***......
...Lanjut?...
Jangan lupa like, komen, follow and vote.
__ADS_1