Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh

Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh
Chapter_27Jangan membodohiku


__ADS_3

...**Happy Reading...


Jangan Lupa Follow Sebelum baca**!


...^^^****^^^...


Di perusahaan Leover Devano leave itu Aisyah dan Jeslyn pergi menemui Resepsionis kantor. Aisyah terus menunduk sesekali menurun-nurunkan topinya agar orang-orang kantor tidak mengenalinya. " Permisi ada yang bisa saya bantu?" ucap Resepsionis itu anggun.


" Kami dari restauran Aislyn ingin mengantarkan pesanan makanan ini,"


" Kalau boleh tau atas nama siapa?"


" Siapa yah lupa," Gumam Jeslyn berpikir. " Aisyah siapa sih namanya aku lupa. "


" Andreas,"


" Oh iya atas nama Pak Andreas,"


" Baik tunggu sebentar," Wanita cantik itu mengangkat telepon untuk menghubungi Andreas, namun belum sempat selesai mengetik nomor yang dia tuju tiba-tiba Andreas datang dari belakang. Mendengar suara itu sontak Aisyah sedikit terkejut dan gugup.


Jeslyn yang baru melihat ketampanan Andreas langsung terpesona hingga tak berkedip sedikitpun. " Astaga tampan sekali dia, Aisyah berbalik lihat siapa yang ada di depan kita. Dia sangat tampan.." bisik Jeslyn


Andreas melirik tubuh Aisyah yang masih membelakangi nya, di sisi lain Aisyah yang tidak ingin di ketahui itu ia menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Aisyah berbalik dan menatap Andreas, ia berharap topi dan masker yang ia gunakan untuk menutupi sebagian wajahnya itu bisa membuat orang-orang tidak mengenalinya termasuk Andreas.


" Ini dari Restauran Aislyn?" tanya Andreas busa basi


" I_iya kami dari Restauran Aislyn, bapak Andreas yang memesan makanan ke restauran kami?" tanya balik Jeslyn


" Iyah kebetulan malam ini kami ada kegiatan makan malam bersama. Mari mereka sudah menunggu kalian di atas," Andreas pergi ke arah lift dengan Aisyah dan Jeslyn mengekorinya dari belakang.


Aisyah tak henti-hentinya celinguk-celinguk mencari sesuatu yang sebenarnya ia takut bertemu Devan suaminya. Jeslyn yang sedari terus memerhatikan Aisyah memincingkan matanya bingung. " Aisyah kamu cari apa? Dari tadi aku perhatiin kamu kaya lagi di kejar setan."


" Apaan sih Jes, aku nggak papa kok. aku cuman kagum aja ternyata apa yang terlihat dari luar tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam, perusahaan ini sangat besar dan mewah," tutur Aisyah yang di angguki Jeslyn. " Kamu benar aku jadi pengen kerja di sini." Gumam Jeslyn berkhayal


Tak lama pintu Lift terbuka Andreas, Aisyah dan Jeslyn masuk ke dalam lift itu. Andreas menekan tombol angka 3 dari 5 angka di sana. Tak lama pintu lift terbuka, Aisyah dan Juga sedikit gugup karna banyak orang disana. " Simpan saja semua makanan di meja itu. Saya ambil uangnya dulu." ujar Andreas dan bergegas pergi


Setelah kepergian Andreas kini Aisyah bisa bernafas dengan lega. " Huh.. Apa dia benar-benar tidak mengenaliku? Syukur lah mungkin dengan ini Devan juga tidak akan mengenaliku." Gumam Aisyah dalam hati


Aisyah dan Jeslyn merapihkan semua makanan itu di atas meja, di bantu oleh beberapa Office girl dan Cleaning Servis lainnya. Setelah selesai merapihkan makanan Aisyah dan Jeslyn menunggu kedatangan Andreas yang tak kunjung datang, tiba-tiba sorakan kecil terdengar ribut di ruangan itu semua orang berlari ke depan saat kala Devan datang bersama Andreas. Jantung Aisyah seakan berhenti berdetak untuk pertama kalinya lagi setelah 6 bulan lamanya ia tidak bertemu dengan sang pujaan hati, kerinduan yang mendalam kini terbalaskan sudah.

__ADS_1


" Ommo dia sangat tampan. Siapa dia?" Gumam Jeslyn terpesona akan ketampanan Devan


[Aku bahagia melihatmu kembali bisa berjalan kemanapun yang kamu inginkan Mas] batin Aisyah


" Selamat malam semuanya, apa ada yang belum datang?"


" Sudah semuanya," Teriak All


" Hari ini saya mendapat kabar baik dari Asisten saya, kalau sesuatu yang saya cari sudah di temukan. Saya harap dia tidak akan meninggalkan saya lagi, malam ini saya tidak tau apa dia melihatku atau tidak. Jika dia melihatku maka dengarkan ini, aku merindukan mu,"


Semua orang bertanya-tanya tentang kata- kata yang Devan ucapkan itu untuk siapa? Semua orang mencari sesuatu yang mereka sendiri pun tidak tau, sedangkan Aisyah hanya diam mematung kedua matanya memerah menahan air mata mendengar ucapan Devan yang begitu manis bahkan saat mereka bersama Devan tidak pernah memberi kata manis untuknya. " Untuk siapa kata-kata itu? apa kamu sudah benar-benar menemukannya. Jika ia aku ikut bahagia untuk mu. " batin Aisyah.


Aisyah yang sudah tidak kuat bergegas pergi namun saat berbalik Aisyah tidak sengaja menabrak seseorang yang membawa minuman berwarna. Semuanya jatuh dan berserakan kemana-mana, perhatian semua orang sontak tertuju kepada Aisyah.


" M_maaf aku nggak sengaja," Aisyah spontan membereskan serpihan-serpihan gelas itu menggunakan tangannya.


" Awwss..." ringis Aisyah saat kala jarinya terluka karna goresan pecahan gelas itu. Devan yang melihat itu langsung turun dan mendekati Aisyah, Devan meraih tangan Aisyah dan hendak mengisap darah itu namun segera mungkin Aisyah menariknya.


" M_maaf, permisi!" Aisyah pergi meninggalkan kerumunan itu yang di susul Jeslyn.


" Tuan...?"


Toilet Umum


" Aisyah kamu nggak papa? Kenapa kamu begitu ceroboh. Kamu udah tau itu tajem lalu kenapa kamu tetap melakukan nya?" Jeslyn tak henti-hentinya mendumel memarahi Aisyah sedangkan sang empu hanya tersenyum karna menurutnya Jeslyn terlihat sangat lucu jika sedang marah.


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedang memerhatikan mereka dari balik tembok. Devan mengeluarkan ponselnya dan mengirimi pesan singkat kepada Andreas.


Devan


Cari cara agar temannya tidak bersamanya sekarang.


^^^Andreas^^^


^^^Baik Tuan..^^^


Drtt_drtt


Ponsel Jeslyn bergetar pertanda ada notif masuk ke ponselnya. Jeslyn merogoh ponselnya dan ada notif dari Andreas.

__ADS_1


" Aisyah aku kembali kesana yah mau ngambil uangnya. Setelah itu kita langsung pulang,"


" Aku ikut?"


" Nggak usah kamu disini aja. Kasian kamu pasti cape, lagian nggak akan lama kok,"


" Yaudah aku tunggu di bawah yah,"


" Oke," Jeslyn bergegas pergi meninggalkan Aisyah sendiri disana. Setelah selesai segera mungkin Aisyah keluar dari toilet dan bergegas turun. Aisyah pergi ke Lift dan menunggu pintu lift itu terbuka, tak lama pintu lift terbuka lebar Aisyah melangkah masuk ke dalam Lift dan menekan tombol angka 1, perlahan pintu Lift itu tertutup namun saat hendak tertutup rapat tiba-tiba sebuah tangan kekar menyeludup masuk membuat pintu lift itu kembali terbuka lebar.


Aisyah membelalakan matanya saat kala melihat Devan di depannya. Devan masuk ke dalam lift dan menekan tombol 5 sontak hal itu membuat Aisyah sedikit gugup dan takut. " Tenang Aisyah dia tidak mungkin mengenalmu. Dia pasti akan naik ke ruangannya, jadi bersikaplah seakan kamu tidak mengenalnya."


Di dalam Lift semua tampak hening, Aisyah terus diam-diam melirik Devan yang ada di depannya. Namun, saat di tatap balik Aisyah langsung menunduk dan berpura-pura bermain ponsel.



Ting..


Suara lift saat sudah tiba di lantai 5, Devan keluar seiring pintu itu terbuka. Aisyah bernafas lega karna Devan sudah keluar namun saat pintu itu hendak tertutup tiba-tiba sebuah tangan kekar menarik tangan Aisyah, Devan menghimpit tubuh Aisyah ke tembok tatapan mereka bertemu, terlihat kerinduan mendalam dari mata mereka masing-masing. Samar-samar terdengar suara langkah kaki seseorang, Devan menarik Aisyah ke dalam ruangannya agar tidak ada yang melihatnya berdua.


Di dalam ruangan Aisyah terus memberontak tapi sayang sekarang tenaganya lebih kuat dari dirinya. " Apa yang kamu lakukan? Tolong lepasin tangan aku." ucap Aisyah memberontak namun tidak di izinkan oleh Devan


" Maaf Pak tolong lepasin tangan aku," pinta Aisyah membalas tatapan elang itu. Namun, bukannya di lepas Devan malah semakin mempererat pegangannya.


" Aku Tidak Mengenalmu, Jadi Aku Mohon Lepasin Tangan Aku!" ucap Aisyah lagi dengan penuh penekanan


" Apa kamu benar-benar sudah berubah?"


" A_apa maksud bapak aku tidak mengerti,"


" Jangan berani membodohiku, Aku tau ini kamu Aisyah,"


Degh..


Jantung Aisyah berdetak sangat cepat tidak seperti biasanya. Aisyah pikir Devan tidak mengenalinya tapi ternyata ia saah dan sekarang apa yang harus ia lakukan?


...**Next Part\=>...


Jangan Lupa Like, Komen, Follow and Vote**

__ADS_1


__ADS_2