
~Di Perjalanan
Malam yang begitu indah, hujan yang turun memberikan sebuah nada yang sangat menarik. Rintikan hujan itu jatuh ke bumi dan membasahi seluruh seisi di dalam nya, di perjalanan pulang itu Jeslyn bertekad untuk mengatakan perasaanya kepada pria yang kini sedang sibuk menyetir di sampingnya.
Rasa gugup dan takut itu terus menyelimuti tubuhnya, ia tau apa yang akan ia dapatkan jika ia berani mengutarakan perasaannya dan sekarang ia siap menerima semua jawaban pria itu. Karna ia yakin jawaban itu akan membuatnya perlahan bisa melupakannya.
" Pak Andreas...?" Terlihat Jeslyn yang ingin memulai pembicaraan.
" Iya?"
" Aku ingin bicara hal penting dengan bapak," ucapan Jeslyn berhasil membuat Andreas sedikit tersentak, seakan bisa membaca pikiran Jeslyn tiba-tiba tangannya yang sibuk menyetir itu mencengkram erat.
" Pak Andreas aku..."
CITTTT!
" Ada apa pak?" tanya Jeslyn terkejut karna tiba-tiba Andreas berhenti mendadak.
" Maaf tadi di depan ada kucing," jawab Andreas berbohong. Karna sebenarnya ia ingin mengalihkan pembicaraan Jeslyn
Andreas kembali menyalakan mobilnya dan menancapkan gas dengan kecepatan sedang. Andreas benar-benar di buat bingung jika saja wanita di sampingnya akan mengungkapkan perasaan nya ia harus jawab apa? Karna jujur saja tidak ada menolak secara halus karna jika perasaan kita di tolak maka semua endingnya sama yaitu sakit hati.
" Pak Andreas aku ingin mengatakan sesuatu,"
" Ya katakan saja!"
" Sejak aku bertemu dengan mu aku sudah merasakan perasaan ini. Aku tidak tau kenapa aku bisa memiliki perasaan ini kepadamu, sekarang aku sadar mungkin karna kamu selalu bersamaku, perhatian kecilmu berhasil membuatku jatuh cinta. Sudah lama aku tidak pernah bertemu dengan pria seperti mu mungkin karna itu aku memiliki perasaan ini kepadamu," ungkap Jeslyn menahan semua kegugupannya. Sedangkan Andreas hanya bisa mendengar dan fokus menyetir.
" Pak Andreas kamu benar aku mencintaimu.."
Degh
Andreas tersentak mendengar ungkapan Jeslyn. Tiba-tiba mobil berhenti di pinggir jalan, Jeslyn melirik Andreas terlihat dari wajahnya yang syok karna terkejut.
" Pak Andreas...?"
Andreas menatap Jeslyn serius membuat jantung nya berdegup sangat cepat. Rintikan hujan itu berjatuhan ke tanah menghasilkan suara yang merdu, Jeslyn merasakan wajah pria itu semakin lama semakin dekat kedua mata itu perlahan menutup seiring wajah pria itu mendekat. Dapat Jeslyn rasakan hembusan nafas menyentuh hidungnya, jika ada yang melihat mereka pasti berpikir Andreas akan mencium Jeslyn, namun tepat di depan bibir itu tiba-tiba Andreas terhenti dan menatap kelopak mata indah itu yang tertutup.
" Saya melakukan semua ini kepada semua wanita Jeslyn," Kedua mata itu perlahan terbuka, Jeslyn tersentak kaget mendengar ucapan Andreas.
__ADS_1
" Kamu mengerti ucapan saya? Bukan hanya kamu saja yang saya perlakukan seperti ini. Semua Wanita! Saya bersikap manis kepada semua wanita termasuk kamu," Air mata Jeslyn lolos begitu saja, jawaban yang tidak pernah ia pikirkan terlontar di bibir pria itu.
Jeslyn membuang nafasnya berat, hatinya hancur sehancur-hancurnya. Dirinya memang siap mendapat tolakan tapi jika tolakan itu malah membuat nya semakin jatuh ia tidak bisa menahan tangisannya lagi.
" Maaf Jeslyn mungkin selama ini perhatian ku kau anggap lebih. Tapi Jeslyn lupakan saya dan cari pria yang benar-benar tulus mencintaimu, aku tidak pernah serius dalam hal apapun termasuk dalam hal hubungan,"
" Saya sudah anggap kamu saudara saya. Karna itu hari ini aku ingin berbagi cerita denganmu," lanjut Andreas walaupun ia tau tidak mendapat jawaban dari sang empu. Andreas membuang nafas berat dan menatap Jeslyn. " Saya pernah memiliki perasaan seperti mu. Bahkan hubungan kami sangat baik, tapi ntah kenapa dia malah memilih menikah dengan orang lain." Jeslyn sedikit tersentak mendengar ucapan Andreas.
" Iyah Jeslyn saya mencintai nya sangat mencintai nya. Bahkan sampai detik ini saya tidak bisa melupakannya setiap saya bertemu dengan wanita saya hanya ingin bermain dengannya tidak lebih, karna itu saya meminta kau untuk tidak berharap lebih kepada saya. Kamu wanita baik karna itu saya tidak mau menyakitimu," Jeslyn menangis keras di sana. Hati, pikiran dan perasaan nya hancur, Andreas yang melihat itu hanya bisa diam dan membiarkan wanita itu menangis di sampingnya.
...****...
Sejak malam itu Aisyah, Devan dan Andreas tidak lagi bertemu dengan Jeslyn. Bahkan Aisyah terus mendatangi kediaman Jeslyn namun tetap saja tidak ada sang empu disana, membuat Aisyah khawatir begitu juga dengan Andreas. Andreas benar-benar merasa bersalah pikirannya masih tidak bisa mengerti ada rasa kehilangan dan ada rasa tidak peduli, tapi kenyataan memaksanya mengerti kalau kepergian Jeslyn adalah karna dirinya.
Di dalam kamar Aisyah masih menangis memikirkan keadaan Jeslyn, namun ponselnya tiba-tiba berdering. Aisyah spontan mengambil ponsel itu saat melihat nama Jeslyn tertera di layar ponselnya.
" Jeslyn kemana saja kamu? Kenapa kamu tiba-tiba menghilang?" terlihat Aisyah yang khawatir dan marah kepada Jeslyn
[Aisyah aku minta maaf karna tidak memberitahumu. Tapi, kamu nggak usah khawatir aku baik-baik saja. Aku hanya butuh waktu untuk sendiri] ucap Jeslyn di sebrang sana
" Apa kamu baik-baik saja? Malam itu apa dia benar-benar menolakmu?"
[ Hahah apa lagi Aisyah. Kita sama-sama tau kalau aku akan bertepuk sebelah tangan, jika boleh jujur aku sedang tidak baik-baik saja. Tapi kamu tidak perlu khawatir semua akan baik-baik saja]
[ Jangan memberitahu siapapun. Aku sekarang berada di rumah nenekku, aku ingin memberikan kesempatan untuk diri aku sendiri agar istirahat]
" Jeslyn kalau kamu pergi aku gimana?"
[ Kamu sudah memiliki suami yang sangat mencintaimu Aisyah. Berbahagialah setelah keadaan semuanya membaik aku akan kembali]
" Tapi..."
[Aku sayang kamu Aisyah, Terima kasih karna sudah mau menjadi temanku. Aku pergi dulu, Assalamu'alaikum]
" Jeslyn..."
Tut_tut_tut
Sambungan telpon berakhir. Aisyah benar-benar merasa kehilangan, ini untuk kedua kalinya ia di tinggalkan oleh sahabat baiknya. Tak lama Devan datang dan langsung memeluk istrinya erat saat tau istrinya sedang menangis. " Ada apa kenapa kamu menangis?"
__ADS_1
" Jeslyn mas... D_dia pergi ninggalin aku,"
" Bagaimana bisa? apa yang terjadi?"
" Aku nggak tau..." Devan mengelus pundak sang istri mencoba memberi ketenangan. Kepergian Jeslyn dan perubahan sikap diam Andreas dapat ia yakini kalau ini ada sangkut pautnya dengan Andreas.
Setelah Aisyah lebih tenang Devan pergi menemui Andreas, terlihat di balkon itu Andreas yang sedang berdiri melihat pemandangan di bawah sana.
" Apa yang sudah kamu lakukan pada wanita itu?" Andreas menundukkan kepalanya dapat ia kenali pemilik suara bariton itu.
" Apa maksud mu?"
" Ayolah jangan berpura-pura tidak tau. Kepergian Jeslyn saya yakin kamu ikut terlibat," tandas Devan
" Kenapa setiap ada wanita itu selalu berhubungan dengan saya? Jika dia pergi lalu apa salah saya?" Kini suara itu terdengar mulai meninggi
" Karna terakhir yang bersamanya adalah kamu Andreas,"
" Saya memang bersamanya malam itu dan itu karna perintah mu. Saya mengatarnya pulang bukan kah itu atas perintah anda Tuan Devan,"
" Ya memang malam itu dia sempat mengungkapkan perasaan nya kepada saya. Namun, saya menolaknya. Tidak saya tidak menolaknya saya hanya memberitahunya kalau semua perhatian yang saya lakukan itu saya berikan kepada semua wanita termasuk dirinya," Devan tersentak kaget mendengar penuturan Andreas.
" Apa yang kau lakukan? Apa kamu sadar dengan ucapan kamu Andreas?"
" Tentu saja, saya hanya ingin menyadarkan dia kalau saya tidak pernah menyukainya," Rahang mengeras dengan kedua tangannya mulai mengepal sempurna. Devan menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan.
" Jika kau tidak menyukainya kau bisa menolaknya. Apa karna wanita itu sikap mu menjadi pria bajingan seperti ini huh?"
" Devan!"
" Andreas!" Teriak Devan dengan tatapan tajam menusuk netra elang itu.
" Kau tidak bisa melupakannya karena kau tidak bisa melupakan pengkhianatan yang dia lakukan kepadamu. Sadarlah Andreas kau juga kehilangan Jeslyn, saat dia pergi sikap mu langsung berubah kau tidak bisa berhenti melupakan Jeslyn,"
" Cukup Devan. Berhenti ikut campur dalam urusan pribadi saya!" teriak Andreas berhasil membuat Devan tersentak kaget.
" Setelah 2 tahun dia meninggalkanmu, wanita yang kau cintai itu menikah dengan pria lain. Dan sekarang ada wanita yang tulus mencintaimu kau biarkan pergi begitu saja? Sejak dia datang ke dalam kehidupan mu semua yang ada di hidupmu berubah, kau terlihat begitu ceria, kau bisa berbagi cerita mu kepadanya tapi kenapa kau sangat bodoh tidak bisa membedakan mana yang tulus dan mana yang tidak!"
" Setelah saya mengatakan ini terserah kau ingin melakukan apa. Jika kau menyesal jangan pernah datangi saya!" Devan bergegas pergi meninggalkan Andreas yang kini terdiam mematung setelah mendengar semua cemohan tuannya kepadanya. Ucapan Devan benar-benar menampar Andreas, yang ia pikirkan saat Devan mengatakan itu hanya ada Jeslyn, senyuman, tawa, kebersamaan mereka. Andreas benar-benar kehailangan itu di hidupnya.
__ADS_1
...**Lanjut? ...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. See you next time**