
...Happy Reading...
Jangan lupa Follow sebelum baca:)
...***...
Hari ini suasana Restaurant tampak ramai oleh pengunjung. Jeslyn dan Aisyah bahkan kesulitan dalam menangani nya, saat sedang memberikan pelayanan tiba-tiba seorang pria tampan datang hal itu sontak membuat semua pengunjung terpesona oleh ketampanannya. Aisyah dan Jeslyn saling pandang namun hanya beberapa detik saja, jelas saja Jeslyn tidak menyukai pria itu karna sudah menyakiti perasaan sahabatnya Aisyah.
" Hey mau apa kamu datang kesini? aku yakin kamu memiliki akal busuk yakan?" ucap Jeslyn sedikit berbisik
" Apa ini cara pelayanan Restaurant ini ke pelanggan? Sangat tidak ramah sekali,"
" Berhenti bicara omong kosong, restaurant ini tidak pernah menerima pelanggan bejat seperti kamu," Sarkas Jeslyn murka.
" Maaf tapi saya ingin di layani oleh pelayan yang ramah. Apa disini ada orang lain selain anda?"
" Dafri sebaiknya kamu pergi, untuk apa kamu datang kesini? Untuk sakiti Aisyah lagi? Aku nggak akan biarin itu terjadi,"
Aisyah yang tidak mau keributan itu semakin panas langsung menghampiri mereka dan memisahkan Jeslyn dari Dafri. " Jeslyn sudah cukup. Biarkan dia melakukan apa yang dia inginkan."
" Tapi Aisyah dia..."
" Nah saya lebih suka dia yang melayani saya. Dia ramah, baik, tidak cerewet dan cantik,"
" Yak!!" teriak Jeslyn berhasil membuat semua orang terkejut sontak hal itu membuat Jeslyn malu dan memperkecil suaranya. " Pergi atau aku panggil security." ancam Jeslyn
" Dafri sebaiknya kamu pergi," ujar Aisyah
" Aisyah aku hanya ingin mak..."
" Kamu tuli? Oh atau perlu aku ambil alat untuk mencokel kotoran kuping baumu itu mau?" Dafri tersentak kaget dengan ucapan Jeslyn sedangkan Aisyah menahan tawanya.
Tak lama Dafri pergi meninggalkan Restaurant itu, Aisyah terus menenangkan Jeslyn yang masih mengatur deru nafasnya yang membara. " Jeslyn seharusnya kamu tidak berbicara seperti itu ke Dafri."
__ADS_1
" Aisyah seharusnya kamu juga sama kaya aku. Aku seperti tadi karna aku benci liat dia, dia sudah sakiti kamu Aisyah, apa kamu lupa?"
" Nggak aku nggak pernah lupa. Tapi Jeslyn dia datang kesini karna mungkin dia ingin makan, aku udah nggak peduli lagi soal dia. Jika kamu tanya aku marah atau tidak, jelas aku sangat marah dan kecewa. Orang yang aku cintai dan aku percaya mereka tega khianati aku, aku benar-benar sudah melupakan nya dan sekarang..."
" Aisyah maafin aku," Jeslyn memeluk Aisyah yang hendak menangis. " aku minta maaf, seharusnya aku mengerti keadaan kamu. Kamu sudah berusaha melupakan semuanya tapi aku malah membuatmu ingat kembali, maafin aku Aisyah."
" Nggak papa Jeslyn aku ngerti kok,"
" Eum yaudah sekarang kita lanjut lagi. Mereka udah marah- marah tuh," Ucap Jeslyn. Jeslyn mengangkat tangannya di depan Aisyah, Aisyah tersenyum dan membalas uluran tangan Jeslyn.
Perusahaan Leover Devano Leave
Terlihat seorang pria tampan, berkulit putih, berhidung mancung, mata elang, bibir tipis itu sedang duduk di kursi kebesarannya dengan tatapannya tak henti-hentinya tertuju pada sebingkai foto. " Dimana kamu sekarang? Kenapa begitu sulit aku menemukan mu. Bahkan sudah ku suruh anak buahku untuk mencarimu Aisyah, aku menyesal karna memperlakukan mu kasar. Aku mohon kembali Aisyah, aku janji aku tidak akan mengulangi kesalahan ku lagi." Gumam Devan terdengar lirih
Tak berselang lama seseorang mengetuk pintu tiga kali. Devan menaruh bingkai foto itu di atas meja dan menyuruh orang luar untuk masuk, tak lama Andreas masuk dan mendekati Devan. " Ada apa?"
" Tuan saya sudah menemukan keberadaan Ny. Aisyah,"
" Apa?" Devan terkejut dan langsung bangkit mendekati Andreas. " Dimana kamu menemukannya?"
Devan terduduk lemas, ia benar-benar tidak menyangka kalau istrinya akan bekerja seperti itu. " Suami macam apa aku ini? Istriku sendiri banting tulang untuk biaya hidup sedangkan suaminya malah disini."
" Andreas pesan 3.000 porsi makanan ke restauran ini dan saya ingin Aisyah sendiri yang mengantarkannya,"
" Dan suruh semua karyawan untuk makan malam di sini," lanjutnya
" Baik tuan," Andreas bergegas keluar meninggalkan Devan sendiri disana.
" Aku akan menemukanmu," gumam Devan sesaat setelah kepergian Andreas.
Andreas memesan makanan itu sesuai yang di inginkan tuannya, sedangkan di tempat lain Jeslyn dan Aisyah tertawa bahagia karna untuk pertama kalinya ada orang yang memesan makanan dengan jumlah yang begitu banyak, namun seketika Aisyah terdiam dan terkejut saat melihat perusahaan yang memesan makanan ke restauran nya. Bagaimana tidak? perusahaan yang memesan makanan itu adalah perusahaan suaminya sendiri.
" Aisyah kenapa kamu melamun? Kamu nggak seneng yah kalau ada yang mesen banyak?"
__ADS_1
" B_bukannya begitu, aku seneng kok. Cuman bahan-bahan dapur sudah habis, aku akan belanja tapi kamu yang mengantarnya oke?" ujar Aisyah
" Haish kamu pikir aku Cristna seperti yang di flm India itu. Aisyah aku ini Jeslyn si wanita cantik dan centil, aku mana mungkin sanggup membawa makanan 3 ribu porsi. Kamu harus ikut denganku," Ucap Jeslyn mantap
[ Bagaimana ini apa aku harus bertemu dengannya?] batin Aisyah.
Pukul 17.00
Akhirnya semua pekerjaan sudah selesai, jelas saja 3 ribu porsi tidak mungkin selesai dengan satu orang karna itu Aisyah dan Jeslyn merekrut karyawan secara tiba-tiba. Setelah selesai Aisyah dan Jeslyn bergegas pergi ke perusahaan Devan, di sepanjang jalan Aisyah tak henti-hentinya melamun memikirkan apa yang akan terjadi jika saja nanti mereka akan bertemu.
Di dekat sebuah toko, Aisyah mampir untuk membeli masker dan topi untuk menutupi sebagian wajahnya agar Devan tidak mengenalinya (Percuma saja wong orangnya udah tau Haha)
...Outfit Aisyah...
" Duh Aisyah kamu ngapain sih pake begituan? emang ini era Corona pake masker segala,"
" Udah deh kamu diem aja, aku ini lagi flu. Kalau konsumen tau aku lagi flu nanti mereka bisa ngira makanan kita nggak higenis,"
" Bener juga yah,"
" Yaudah ayok keburu malem nih,"
Aisyah dan Jeslyn bergegas pergi masuk, Jeslyn di buat kagum saat melihat perusahaan yang besar dan mewah itu. " Aisyah aku nggak nyangka kalau aku bisa datang ke sini, dulu aku hanya bisa melihatnya dari televisi tapi sekarang aku bisa melihatnya langsung. Tapi nama perusahaan ini ada nama seperti suami kamu Aisyah," Aisyah hanya diam tidak mengubris ucapan sahabatnya. Saat ini Aisyah sedang melawan rasa gugup dan takutnya.
[ Ini memang perusahaan Devan suami aku Jes, maaf aku tidak bisa memberitahumu. Aku tidak mau terus membebanimu] gumam Aisyah dalam hati.
...**Lanjut?...
Mohon maaf karna Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh baru up lagi. Dikarenakan banyak kendala, so jangan lupa tetap setia di cerita ini. Dan pastinya banyak alur yang susah di tebak dan yang pasti bikin kamu oleng hihi..
Jangan lupa Like, Komen, Follow and vote.
__ADS_1
...Makasih😊💕**...