Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh

Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh
Chapter 33 Niat buruk Diana


__ADS_3

{ Sebelum baca yuk play music 🎶 di app kalian masing-masing. Biar jiwa halu kalian keluar dan kita bisa berjalan-jalan di dunia fiksi ini bersama ku author si halu sedunia}


...HAPPY READING...


Wajah itu semakin dekat hingga mereka dapat merasakan nafas mereka masing-masing. Namun, tiba-tiba suara benda jatuh itu berhasil membuat dua insan itu terkejut. Aisyah tersadar dan sedikit malu karna tertangkap basah hendak berciuman, Devan berdecak kesal karna ia gagal berciuman.


" Diana apa kau bisa masak?" Teriak Sinta yang dapat di dengar hingga ke kamar. Aisyah pergi keluar kamar dan melihat pecahan piring dimana-mana.


" Apa yang terjadi?" tanya Aisyah


" Aku cuman mau masak mie tapi aku nggak tau cara masaknya. Dan piring itu aku nggak sengaja menjatuhkannya," jawab Diana sedikit sinis


" Kenapa kamu nggak minta bantuan?"


" Ada apa ini?" tanya Devan yang baru datang


" Diana mau masak mie tapi tangannya nggak sengaja menjatuhkan piring," jawab Aisyah.


Devan terdiam sejenak dan menatap Aisyah." Apa kamu lapar?" Aisyah hanya mengangguk sebagai jawaban.


" Saya akan pesan makanan kalian tunggu saja," ucap Devan sembari merogoh ponselnya. Devan memesan makanan yang lumayan cukup banyak, tak lama pesanan datang Devan mengambil pesanan itu dan menghidangkan nya di meja makan yang di bantu oleh Aisyah.


Semua orang menikmati makanan itu, Aisyah yang tidak terlalu mood makan hanya memakan beberapa suap saja sudah merasa kenyang. Setelah selesai makan Aisyah mencuci piringnya sendiri dan bergegas pergi ke dalam kamar meninggalkan 3 insan itu, tak lama Devan sudah selesai dengan makanannya dan bergegas menyusul Aisyah ke kamar. Diana yang melihat itu merasa kesal, iri dan marah saat melihat Devan dan Aisyah yang begitu dekat, semua yang ia pikirkan dulu semuanya berbalik kepada Aisyah. Pria yang sudah ia ejek sekarang terlihat sangat sempurna dan hal itu membuat Diana menyesal kenapa bukan dirinya yang menikah dengan Devan.


Sedangkan di dalam kamar Aisyah yang tengah sibuk membereskan pakaian mereka, Devan yang melihat itu ikut serta membantu Aisyah membereskan pakaian mereka. Namun dari raut wajah Aisyah yang tidak bersemangat membuat Devan merasa bingung. " Ada apa? Aku lihat kamu hanya makan sedikit. Apa kamu masih memikirikan ayah?"


" Iyah, aku nggak tenang kalau hanya suster dan dokter rumah sakit yang menjaga ayah. Aku pengen ke rumah sakit dan menjaga nya, besok adalah hari operasi ayah, aku sangat takut bagaimana kalau operasi nya gagal?"


" Kenapa kamu terus berpikir negatif? Tidak akan terjadi apa-apa, semua akan baik-baik saja. Jangan khawatir aku yakin dokter disana akan menjaga ayah kamu dengan sangat baik,"


" Ini sudah malam sebaiknya kamu tidur, biar ini aku yang lanjutin," ujarnya. Aisyah mengangguk dan beranjak ke ranjang, Devan melanjutkan membereskan pakaian mereka ke lemari. Beberapa menit kemudian Devan selesai dengan pekerjaannya, tak lama ponselnya berdering Devan mengambil ponselnya dan mengangkatnya.


DEVAN


Ada apa?


^^^ANDREAS^^^


^^^Kapan kalian pulang? ^^^


DEVAN


Kenapa?

__ADS_1


Oh apa kamu takut kami akan menganggu kebersamaan kalian?


^^^...ANDREAS...^^^


^^^Ayolah ini tidak lucu^^^


^^^Devan dengar apa tidak ada tugas lain selain ini? ^^^


^^^Kamu bisa menyuruh anak buah lainnya untuk membantu Jeslyn disini. Kenapa harus saya? ^^^


DEVAN


Lalu kenapa?


^^^ANDREAS^^^


^^^Devan saya tau apa yang sedang kamu rencanakan.^^^


^^^Saya tidak mau menjalin hubungan dengan siapapun. ^^^


DEVAN


Andreas apa kamu tidak bisa melihat di depanmu? Wanita itu sudah pergi meninggalkan mu, apa kamu tidak bisa membuka matamu dan melihat ke depan?


Jangan pernah menyia-nyiakan orang yang tulus kepadamu, jika dia pergi kamu akan menyesal.


^^^...ANDREAS...^^^


DEVAN


Oh jadi kamu mau saya jodohkan dengan mang jono tukang bakso itu?


^^^ANDREAS^^^


^^^Astaga, kau gila? Saya bukan Gay. ^^^


^^^Argh, sudahlah capek saya bicara sama kamu. ^^^


Sambungan telpon berakhir, Devan terkekeh kecil mendengar ucapan Andreas di sebrang sana. Sekarang netranya tertuju pada wanita cantik yang tengah tertidur pulas di ranjang, Devan mendekati ranjang dan menatap wajah itu.


[ Aku tidak akan menyia-nyiakan mu Aisyah. Aku mencintaimu] gumam Devan dalam hati.


***

__ADS_1


Keesokan harinya di Hospital Libertadores semua orang di buat tegang karna saat ini Risman sedang menjalani operasi di dalam. Di dalam hatinya Aisyah terus berdoa agar operasi itu berjalan dengan lancar, Devan yang melihat ketegangan dan kekhawatiran istrinya langsung mengengam tangan Aisyah erat. Diana yang melihat itu mengepalkan tangannya tidak suka.


[ Apa mereka tidak bisa tidak beromantis di depan umum? Haish, menjengkelkan sekali] batin Diana.


" Aisyah aku pergi beli minum dulu, kamu nggak papa disini sendiri?"


" Iyah nggak papa," Devan pergi meninggalkan Aisyah disana, Diana yang melihat kepergian Devan berinisiatif mengikuti Devan keluar dan meninggalkan Aisyah dan Sinta disana.


Di kantin rumah sakit Devan pergi membeli air minum untuk nya dan juga Aisyah. Setelah selesai Devan bergegas kembali ke ruang operasi namun tiba-tiba Diana datang dan hampir jatuh, Devan yang melihat itu repleks menahan tubuh Diana dan mendudukannya di kursi panjang itu.


" Kenapa?"


" Aku nggak tau tiba-tiba kepalaku pusing," jawab Diana sembari memegang kepalanya. Devan terdiam sejenak dan melirik minuman di tangannya, Devan memberikan minuman itu kepada Diana.


" Di depan ada apotek kamu bisa beli obat pusing disana," ujar Devan dan bergegas pergi namun belum sempat melangkah tangannya lebih dulu di tahan, repleks Devan menepis tangan Diana pelan.


" Aku sangat pusing saat berjalan, apa kamu bisa membantuku membelinya? Kalau kamu ngak bisa juga nggak papa kok," Diana bangkit dan berjalan sempoyongan ke apotek Devan yang melihat itu membuang nafas berat dan menahan Diana. " Yasudah biar saya yang membelinya, kamu bisa duduk." ujar Devan dan bergegas pergi membeli obat untuk Diana. Tanpa Devan sadari Diana menyunggingkan senyumannya sesaat setelah ia pergi.


Tak lama Devan datang dan memberikan obat itu kepada Diana. Diana langsung meminum obat itu, merasa sudah membaik Devan bergegas pergi namun lagi-lagi langkahnya tertahan oleh Diana.


" Ada apa lagi?"


" Apa aku boleh bicara sama kamu sebentar?" pinta Diana


" Saya tidak punya waktu,"


" Aku mohon sebentar," pinta Diana lagi sembari memohon. Devan berpikir sejenak. " Baiklah 3 menit dari sekarang."


" Devan aku minta maaf atas kejadian 1 tahun yang lalu, aku menyesal karna sudah meningalkan mu di saat hari pernikahan kita. Aku benar-benar minta maaf atas semua ucapan aku yang kurang ajar sama kamu, kamu benar aku wanita bodoh. Aku minta maaf atas hal itu, apa kamu mau memaafkanku?" tutur Diana menatap Devan sendu.


" 1 tahun dan baru sekarang kamu meminta maaf?"


" Aku tau aku salah, saat itu aku benar-benar terpuruk tiba-tiba ayah menjodohkan ku dengan pria yang tidak pernah aku kenal. Bukankah itu hal yang wajar?"


" Tentu saja itu hal yang sangat wajar, tapi saya yakin alasan mu itu bukan jawaban yang sebenarnya. Kamu tidak mau menikah dengan saya karna melihat kaki saya yang lumpuh, jelas saja itu sudah saya tebak saat awal saya melihatmu di foto yang ayah saya berikan," Jelas Devan membuat Diana bungkam.


" Devan aku..."


" Waktu mu sudah habis saya harus kembali karna 'istri' saya sudah menunggu. Permisi!" Devan pergi meninggalkan Diana yang syok dengan apa yang ia dengar.


Diana berteriak kesal sesaat setelah kepergian Devan. " Aku sangat menyesal dan sekarang aku akan membuatmu kembali memilih ku." gumam Diana sembari menatap punggung Devan yang semakin menjauh.


...Next Part\=>...

__ADS_1


**JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, FOLLOW AND VOTE.


...SEE YOU NEXT TIME**...


__ADS_2