
...Happy Reading!...
Mendengar teriakan Aisyah semua orang sontak langsung berlari turun mendekati sumber suara. Namun, sepertinya lagi dan lagi Devan kesulitan untuk turun. Devan mencoba bangkit dari kursi rodanya dan terjatuh ke lantai karna kakinya yang tidak bisa menahan tubuhnya sendiri, Devan berteriak marah sembari memukul lantai dan membuat tangannya terluka. Devan marah bukan karna kakinya melainkan karna tidak bisa menolong istrinya sendiri.
Sedangkan disisi lain Farhan menyalakan lampu rumah dan terlihat Aisyah yang terduduk di pojok sembari memeluk lututnya karna ketakutan. Linda menghampiri Aisyah dan memeluknya erat, dapat Linda rasakan ketakutan yang di rasakan Aisyah saat ini lewat tubuhnya yang bergemetar hebat. Linda menuntun Aisyah duduk di sofa dan memberinya minum, beberapa menit kemudian Aisyah sudah lebih tenang. Aisyah menceritakan dengan jelas apa yang terjadi sontak hal itu membuat semua orang terkejut, Farhan yang mendengar penuturan Aisyah langsung mencari keberadaan pria bejat itu tapi tidak ada siapapun disana. Tak lama Dylon datang dengan kondisinya yang acak-acakan seperti khas orang bangun tidur.
" Ada apa ini? Kenapa malam-malam seperti ini kalian ribut?" tanya Dylon sembari mengerjap-ngerjapkan matanya.
" Tadi ada orang luar masuk dan mencoba melecehkan Aisyah. Sekarang Farhan sedang mencari orang itu," jawab Linda sembari mengelus punggung Aisyah.
" Apa?" ucap Dylon sedikit berteriak karna terkejut. Dylon menghampiri Aisyah dan menatapnya. " Aisyah dia tidak benar-benar menyentuhmu kan? Brengsek, berani sekali dia masuk ke kediaman Kenzo dan melecehkan menantunya." Ucap Dylon marah.
" Aku tidak tau siapa dia semuanya gelap aku tidak bisa melihat wajahnya," Tutur Aisyah lirih.
" Sudah sekarang kamu istirahat' dan tenangkan dirimu. Biar semua ini ayah yang urus," ujar Farhan yang di angguki Aisyah. Tapi sebelum itu Aisyah mencari seseorang yang sama sekali belum ia lihat, semua keluarga ada disana tapi tidak dengan Devan. Aisyah merasa sedih karena Devan tidak ada disana apa mungkin karna Devan tidak peduli kepadanya? Aisyah segera mungkin menepis pikiran kotornya. Aisyah bangkit dan bergegas pergi ke dalam kamar dengan Linda menuntunnya.
***
Di dalam kamar Linda menuntun Aisyah ke atas ranjang. Aisyah bernafas lega karna sepertinya Devan tau kehadiran ibunya dan tidur di atas ranjang, Linda meninggalkan Aisyah untuk beristirahat. Setelah kepergian Linda netra Aisyah kini jatuh pada sosok pria yang tertidur membelakangi nya, Aisyah menangis dalam diam ia benar-benar merasa sangat takut dan membutuhkan seseorang di sampingnya tapi melihat Devan yang acuh kepadanya membuat rasa sakit di hati Aisyah.
Isakan kecil Aisyah dapat di dengar oleh Devan. Devan membuka matanya membiarkan Aisyah menangis, jujur saja sebenarnya Devan ingin sekali melihat keadaan Aisyah dan menenangkan nya tapi mengingat kejadian tadi membuatnya malu dan marah kepada dirinya sendiri yang tidak berguna sebagai seorang suami.
Beberapa menit kemudian Devan tidak lagi mendengar tangisan di bibir wanita itu. Ternyata Aisyah tertidur dengan posisi duduk yang tubuhnya bertumpu pada dinding ranjang, setelah yakin sang empu tertidur pulas Devan bangkit dari tidurnya dan menatap wajah Aisyah lama. Jejak air mata yang masih ada itu membuat Devan merasa bersalah, tangan Devan terangkat menghapus air mata itu.
__ADS_1
Mendengar obrolan di bawah itu membuat Devan marah karna istrinya yang hampir di lecehkan oleh pria luar. Netra nya kini jatuh pada tangan Aisyah yang lembap membiru, Devan mengambil kotak P3K dan mengobati luka di tangan Aisyah menggunakan salep. Beberapa menit kemudian Devan selesai dengan aktivitas nya, Aisyah yang sudah tertidur pulas ia tidak sadar kalau sekarang ada seseorang yang sedang menatapnya, Devan membenarkan posisi tidur Aisyah hati-hati agar sang empu tidak terusik dan terbangun. Devan menyelimuti tubuh Aisyah sampai dada dan menatapnya dalam.
" Maafkan saya Aisyah, saya benar-benar suami tidak berguna. Disaat kamu membutuhkan saya, saya hanya bisa diam dan berharap kamu baik-baik saja tanpa melakukan hal apapun. Saya benar-benar pria tidak berguna Aisyah, kenapa kamu mau tetap bertahan dengan saya yang tidak bisa menjaga dirimu bahkan menjaga diri saya sendiri saya tidak bisa," gumam Devan lirih.
Devan bangkit dari ranjang dan naik ke atas kursi roda. Devan berjalan ke arah sofa dan memilih tidur di sofa, Devan tidur sembari menatap wajah Aisyah tak lama rasa ngantuk menyerang Devan menyusul Aisyah dalam mimpi.
...***...
Keesokan harinya, Devan bangun lebih awal. Tidak seperti biasanya Aisyah telat bangun seperti ini, hingga waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 namun sang empu tak kunjung turun dari kamarnya. Semua orang yang ada di luar pun spontan langsung menanyakan nya pada sang suami, sedangkan sang suami pun tidak tau kenapa Aisyah belum keluar juga.
" Devan Aisyah mana? Kenapa dia tidak turun untuk sarapan?" tanya Linda pada putranya.
" Aisyah masih tidur Bun, nanti aku bangunin," jawab Devan
Devan menyimpan makanan itu di atas nakas dan membangunkan Aisyah, namun ada yang aneh di dalam diri Aisyah. Wajah pucat dan suhu tubuh yang panas membuat Devan terkejut. " Aisyah kamu sakit?" tanya Devan panik
Aisyah tidak menjawab, suara lirihan Aisyah dapat Devan artikan kalau dia benar-benar sakit. Devan mengambil kompresan dan mengompres kening Aisyah, suhu Aisyah benar-benar sangat panas dan tidak turun-turun membuatnya harus menghubungi dokter kepercayaan nya untuk memeriksa keadaan Aisyah.
Di dalam kamar kini semua orang berkumpul untuk melihat kondisi Aisyah, dokter itu sedang sibuk menangani Aisyah. Setelah beberapa menit dokter itu selesai dengan pekerjaannya dan memberikan resep obat kepada Devan, Linda mendekati ranjang dan menggenggam tangan Aisyah erat. " Sayang kamu nggak papa?" tanya Linda khawatir.
" Aku nggak papa kok bun. Aisyah hanya pusing aja," jawab Aisyah lirih
" Aisyah kalau kamu butuh apa-apa bilang sama aku, aku pasti bantu kamu," ujar Dylon yang sontak mendapat tatapan tajam dari Devan. Namun, bukannya takut Dylon malah semakin senang dan suka menggodanya.
__ADS_1
Semua orang pergi keluar kamar meninggalkan Aisyah dan Devan disana. melihat Devan tiba-tiba mengingatkan nya tentang kejadian malam.
[Apa dia benar-benar sedikitpun tidak peduli kepadaku?] gumam Aisyah dalam hati.
" Kamu dengar apa kata dokter tadi? Kamu harus banyak istirahat'. Dan sekarang kamu harus sarapan agar bisa minum obat," ucap Devan dingin.
Aisyah mengangguk dan mengambil makanan di atas nakas. Aisyah memakan makanan itu hanya beberapa suap saja karna merasa perutnya yang tak enak dan mual, setelah itu Devan membukakan obat dan memberikannya ke Aisyah. Aisyah menatap Devan beberapa detik dan meminum obat itu.
" Istirahatlah jangan pikirkan pekerjaan rumah. Kamu bukan pembantu disini!" ucap Devan dingin dan bergegas pergi meninggalkan Aisyah di sana sendiri. Tapi, belum keluar pintu tiba-tiba Aisyah membuka suara dan berhasil menghentikan langkah Devan.
" Kemarin malam apa kamu tau ada seseorang yang masuk ke dalam rumah?" Tanya Aisyah. Devan terdiam sejenak mendengar ucapan Aisyah. " Saya tidur, saya tidak tau apa yang terjadi." jawab Devan tanpa menatap lawan bicaranya.
" Oh iya aku baru ingat," ucap Aisyah alih-alih mengalihkan pembicaraan. " Ada lagi?" tanya Devan
" Tidak ada!" Devan menggerakkan kursi roda dan bergegas pergi meninggalkan kamarnya.
Devan pergi ke taman belakang rumahnya. Disana Devan mencoba belajar berjalan walau rasanya sangat sulit tapi mengingat ucapan Aisyah yang menjadikannya motivasi membuatnya kembali bangkit dan mencoba untuk sembuh, sudah berulang-ulang kali Devan terjatuh namun hal itu tidak membuat Devan menyerah. Devan terus bangkit dan mencoba belajar menggerakkan kakinya.
......Lanjut?......
**Hm kira-kira siapa yah yang berani masuk kedalam rumah dan melecehkan Aisyah? Dan bagaimana kelanjutan asmara Aisyah dan Devan? Penasaran....?
Ikuti terus cerita **Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh..
__ADS_1